<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266</id><updated>2012-02-16T09:20:25.915Z</updated><title type='text'>mahyuni weblog</title><subtitle type='html'>KHILAFAH ISLAMIYAH.....Tinggal menunggu waktu!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-8096299973095734620</id><published>2009-02-18T23:03:00.003Z</published><updated>2009-02-18T23:09:40.258Z</updated><title type='text'>Banjarmasin dari Angkasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SZyUT9bpBUI/AAAAAAAAAHs/EYfzgNzQJh4/s1600-h/banjar.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304277531764524354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 506px; CURSOR: hand; HEIGHT: 286px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SZyUT9bpBUI/AAAAAAAAAHs/EYfzgNzQJh4/s320/banjar.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng pakai google earth ngintip kota Banjarmasin dari atas........Hasilnya adalah seperti gambar diatas. Waduh....rumahku dimana ya???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-8096299973095734620?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/8096299973095734620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=8096299973095734620' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8096299973095734620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8096299973095734620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/02/banjarmasin-dari-angkasa.html' title='Banjarmasin dari Angkasa'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SZyUT9bpBUI/AAAAAAAAAHs/EYfzgNzQJh4/s72-c/banjar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-3472834143033576356</id><published>2009-01-15T23:11:00.000Z</published><updated>2009-01-15T23:15:29.441Z</updated><title type='text'>Bumi Isra’ Dan Mikraj Nabi Dikhianati</title><content type='html'>Jika hari-hari ini kita menyaksikan tayangan televisi al-Jazeerah, al-‘Alam atau televisi lokal, pasti hati kita akan tersayat pedih. Kita menyaksikan setiap hari penduduk Gaza dibantai dengan biadab oleh bangsa terlaknat (al-maghdhubi ‘alaihim), Yahudi. Lihatlah, dalam waktu 18 hari saja, sudah 930 jiwa yang gugur sebagai syuhada’, dan 4280 jiwa yang terluka, sebagai korban kebrutalan dan kebiadaban Israel. Sampai PM Israel, Ehud Olmert (12/1/2009 M) menyatakan, bahwa apa yang telah dilakukannya dalam 16 hari itu belum pernah dilakukan sebelumnya sepanjang pendudukan. Dia juga mengklaim, apa yang dicapainya dalam waktu 16 hari itu juga belum pernah dicapai sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim Olmert mungkin benar, jika dilihat dari jumlah korban dan kerusakan yang ditimbulkan oleh kebrutalan dan kebiadaban Isreal. Bukan hanya manusia, rumah, sekolah dan masjid pun tidak luput dari kebrutalan dan kebiadaban bangsa kera itu. Meski demikian, yakinlah apa yang dialami oleh Israel saat ini sesungguhnya adalah kegagalan dan kekalahan. Pejabat Israel semula menyatakan, bahwa target mereka menyerang Gaza, yang didahului dengan blokade selama bertahun-tahun, adalah untuk melumpuhkan kekuatan Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan yang ada di Gaza, seperti Brigade al-Qasam, al-Quds dan lain-lain dalam waktu lima hari. Namun, sudah 18 hari target ini tidak berhasil mereka capai. Meski Israel telah mengerahkan seluruh kekuatannya, bahkan dengan menggunakan senjata terlarang, seperti bom Fosfor putih, ternyata mereka tak kunjung berhasil. DK PBB yang mengeluarkan resolusi 1860 pada tanggal 9 Januari 2009 M, yaitu 14 hari setelah serangan biadab Israel, yang bertujuan untuk menyelamatkan posisi Israel pun juga tidak berhasil. Sehari sebelum serangan darat, 2 Januri 2009, pejabat Israel menyatakan akan mengerahkan 6500 personil lengkap dengan tank dan kendaraan lapis baja, hingga hari ini ternyata tidak berhasil. Sehingga Israel terpaksa harus mengerahkan tentara cadangannya (12/1/2009 M). Olmert yang sebelumnya menyatakan, bahwa tidak lama lagi serangan akan diakhiri, karena target hampir tercapai, namun hari ini pernyataan itu harus direvisi Menlunya sendiri, Livni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang menarik, pada hari yang sama (13/1/2009 M), Menlu Mesir, Abu Ghaith juga menyatakan tidak akan mentolelir negaranya digunakan untuk membangun kekuatan Hamas. Iya, pemerintah Mesir bukan hanya mengkhianati Hamas, tetapi juga rakyat Gaza dan Palestina. Lihatlah, ketika penduduk Gaza hendak memasuki Rafah, perbatasan Gaza-Mesir, polisi Mesir melepaskan tembakan peringatan ke udara, dan mengusir mereka. Bahkan, kini ketika Gaza sudah dijadikan sebagai zona militer tertutup oleh Israel, dan satu-satunya pintu keluar adalah Rafah, lagi-lagi penguasa Mesir hanya diam menyaksikan saudara-saudara mereka dibantai di depan mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar, jika sebelumnya Hasan Nashrullah, pimpinan Hizbullah, menyatakan jika penguasa Mesir tidak membuka pintu Rafah, berarti mereka terlibat dalam tindakan kriminal Yahudi. Dan, jika rakyat Mesir juga diam, tidak mendesak penguasa mereka, maka mereka pun sama. Sama-saam terlibat dalam tindakan kriminal Yahudi terhadap Gaza. Rupanya, pernyataan Hasan Nashrullah itu begitu menakutkan penguasa Mesir. Bukan hanya Menlu, Abu Ghaith, yang menanggapi pernyataan tersebut, tetapi penguasa Mesir langsung melakukan mutasi besar-besar di tubuh angkatan bersenjata Mesir, karena khawatir akan terjadi kudeta. Apalagi, sebelumnya seorang perwira Mesir menyatakan akan menggulingkan Husni Mubarak, jika dia berpihak kepada Israel. Bukan hanya itu, dengan sigap penguasa Mesir pun telah menangkap dan menjebloskan sejumlah perwira tinggi mereka ke penjara. Pengkhianatan penguasa Mesir tidak hanya sampai di situ, suara rakyatnya pun dibungkam. Tidak kurang puluhan anggota Ihwan al-Muslimin ditangkap dalam demonstrasi menentang kebrutalan Israel, dengan dalih menjadi anggota organisasi terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Mesir tidak sendiri. Pemerintah Yordania juga melakukan hal yang sama. Meski demonstrasi diizinkan, namun sejumlah demonstran ditangkapi di depan Kedubes Israel di Amman, ketika memprotes kebiadaban Israel. Bahkan yang lebih ironis lagi adalah penguasa Saudi. Jika di televisi Suriah, Libanon, Qatar, Libya dan lain-lain hampir setiap saat memutar tayangan tragedi Gaza berulang-ulang, maka hal yang sama tidak akan Anda jumpai di televisi Saudi, baik channel 1 maupun 2. Bukan hanya itu, Mufti Saudi pun diminta mengeluarkan fatwa yang mengharamkan demostrasi jalanan untuk menentang kebrutalan Israel. Tentu saja, fatwa aneh ini pun ditentang oleh para ulama’ yang lain. Dari Suriah, seorang ulama’ secara terbuka di televisi al-‘Alam meminta sang mufti bertaubat kepada Allah, karena fatwanya yang ngawur itu. Bukan hanya itu, pemerintah Saudi juga menolak seruan Iran untuk mengembargo pasokan minyak ke Israel. Qatalahumu-Llah fa aina yu’fakun (Semoga Allah segera membinasakan mereka. Bagaimana mereka sampai bisa berpaling seperti itu)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bukti-bukti pengkhianatan mereka, bukan hanya terhadap Gaza, tetapi juga terhadap bumi Israk dan Mikraj Nabi saw. Jatuhnya Palesina ke tangan Yahudi adalah buah pengkhianatan para penguasa itu. Mulai dari Perang 1948, Perang 1956 hingga Perang 1967, yang secara keseluruhan peperangan tersebut berhasil membangun mitos, bahwa Israel tak terkalahkan, dan tidak bisa dihadapi dengan peperangan. Padahal, pengkhianatan para penguasa itulah yang menyebabkan Israel seolah tidak terkalahkan. Bukti nyata semuanya itu kini bisa kita saksikan dalam serangan brutal Isarel saat ini. Selain itu, kita juga telah menyaksikan bagaimana Israel, yang konon hebat itu, ternyata kalah berperang melawan Hizbullah, Juli 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya. Para penguasa itulah yang sesungguhnya menjadi penyakit Islam dan umatnya. Mereka menjadi benalu, dan racun di tubuh umat Muhammad saw. ini. Ketika tentara-tentara Islam siap berjihad, merekalah yang justru mengikat tangan dan kaki tentara-tentara itu untuk berangkat berjihad. Ketika rakyat meluapkan perasaan mereka, untuk memprotes diamnya para pengkhianat itu, justru mereka terus-menerus menjaga kepentingan Yahudi di negeri mereka. Mereka bahkan telah diajari oleh seorang Hugo Chaves, yang nota bene bukan pemeluk Islam. Anehnya, mereka pun tidak malu. Iya, mereka memang sudah tidak mempunyai rasa malu. Karena akidah mereka sudah mati. Mereka memang bukan lagi umat Muhammad. Lalu, masihkah umat Muhammad ini berharap kepada mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Umat Muhammad yang mulia ini membutuhkan seorang pemimpin yang ikhlas, berjuang dan mengabdi hanya untuk kepentingan Islam dan umatnya. Dialah Khalifah kaum Muslimin. Iya. Sudah saatnya, umat ini mengangkat seorang Khalifah untuk mengurusi dan menyelesaikan seluruh urusan mereka. Khilafahlah yang akan memenuhi jeritan anak-anak, wanita dan orang tak berdaya di Gaza. Khilafahlah yang akan mengerahkan pasukannya untuk berjihad melawan tentara Israel, dan menghancurkan negara Yahudi itu hingga ke akar-akarnya. Khilafahlah yang akan menghadapi Amerika, Inggeris, Rusia dan negara-negara Eropa yang mendukung eksistensi negara Zionis itu. Khilafahlah yang akan membersihkan negeri-negeri kaum Muslimin dari antek-antek negara-negara penjajah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma ikhla’ Kiyan al-Yahud, wa a’wanaha, wa duwal al-lati da’amatha wa da’amat wujudaha min Falasthin wa sairi bilad al-Muslimin min judzuriha. Wa ‘aqim ‘alaiha daulata al-Khilafah ya Rabb. Allahumma ‘ajjil lana nushrataka bi qiyamiha (Ya Allah, cabutlah entitas Yahudi, para pendukungnya, juga negara-negara yang mendukungnya dan mendukung eksistensinya dari Palestina dan seluruh negeri kaum Muslim hingga ke akar-akarnya. Ya Rabb, dirikanlah di atas puing-puingnya Negara Khilafah. Ya Allah, segerakanlah pertolongan-Mu dengan tegaknya Khilafah). Allahhumasyhad, fainna qad ballaghna..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-3472834143033576356?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/3472834143033576356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=3472834143033576356' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3472834143033576356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3472834143033576356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/bumi-isra-dan-mikraj-nabi-dikhianati.html' title='Bumi Isra’ Dan Mikraj Nabi Dikhianati'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-9017203725304470135</id><published>2009-01-15T10:21:00.000Z</published><updated>2009-01-15T10:30:05.683Z</updated><title type='text'>Resolusi 1860 Bukti Nyata Pengecutnya Para Penguasa Negeri Islam</title><content type='html'>Mereka Tidak Hanya Menghinakan Gaza dengan Tentara Mereka, Justru Gaza Mereka Serahkan kepada Yahudi melalui Resolusi PBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari ini, Resolusi DK PBB No. 1860 tentang serangan biadab terhadap Jalur Gaza telah dikeluarkan. Dalam redaksinya telah digunakan substil politik yang busuk, yang sebelumnya telah digunakan dalam Resolusi PBB No. 242, setelah serangan tahun 1967 M. Pada saat itu dinyatakan, “Harus menarik diri dari tanah…” padahal seharusnya, “Menarik diri dari seluruh tanah.” Tujuannya agar tetap menyisakan ruang untuk negara Yahudi menduduki wilayah yang dikehendakinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Resolusi ini, yang tidak secara tegas menyatakan, “Harus menarik diri dari Gaza…” sebaliknya hanya menyatakan, “Harus menghentikan pertempuran (gencatan senjata)” yang berujung pada penarikan diri. Tetapi kapan dan bagaimana itu bisa terjadi? Lalu, bagaimana dengan Resolusi yang sengaja masih diliputi kekaburan untuk menghentikan serangan Yahudi, di mana Yahudi tetap tidak akan menghentikan serangan, meski sudah ada sejumlah resolusi yang jauh lebih keras dan tegas?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun sejumlah Resolusi DK PBB tidak pernah bisa menyelesaikan masalah, bahkan sudah sangat banyak resolusi-resolusi seperti ini yang tidak dilaksanakan oleh negara Yahudi… Namun, AS dan sekutunya tetap saja menolak dikeluarkannya resolusi apapun dari DK PBB. Semuanya itu agar bisa memberikan kemudahan yang cukup bagi negara Yahudi untuk menumpahkan darah dalam serangan biadabnya terhadap Gaza, hingga negara Yahudi itu bisa mewujudkan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mengikuti dan membebek kepada AS, para penguasa negeri Muslim itu pun benar-benar patuh pada kemauan AS, dengan senang atau terpaksa, sehingga mereka pun tidak kompak, berselisih satu sama lain, dan tidak ada kata sepakat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah negara Yahudi menyaksikan perlawanan dahsyat yang harus dihadapi, dan tampak bahwa dengan operasi militernya itu negara Yahudi tidak mampu mewujudkan apa yang ditargetkan, sehingga boleh jadi masalahnya berlarut-larut, sementara pemilihan umum mereka sudah di depan mata, dan mereka pun membutuhkan kondisi “kemenangan”, baik melalui peperangan maupun perdamaian, agar pemilihan umum tersebut bisa berlangsung di sela-sela itu, saat itulah AS aktif sekali mewujudkannya untuk mereka melalui DK PBB, sehingga Condolezza Rice menjadi magnet yang luar biasa dalam bebagai pertemuan dan meeting. Dia pun menggerakkan para penguasa yang menjadi kepanjangan tangannya, sehingga mereka bergegas pergi untuk menemui DK PBB; siang malam mereka bekerja keras dengan penuh semangat.. Mereka itulah yang sebelumnya memandang perlunya membantu Gaza dengan tentara-tentara mereka dengan pandangan bak orang pingsan dari kematian. Padahal andai saja saat itu ada satu atau setengah front pertempuran di sana yang dibuka oleh para penguasa itu, pasti entitas Yahudi itu akan rontok, atau bahkan lenyap tak berbekas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui resolusi ini, sebenarnya para penguasa (goodfather) itulah yang mewujudkan kepentingan Yahudi yang justru tidak bisa diwujudkan melalui serangan biadab mereka. Resolusi itu akan tetap melanggengkan tentara Israel di Gaza, dan memastikan blokade terhadap Jalur Gaza tetap berlangsung dari sejumlah faktor yang bisa menguatkan dan mempersenjatai mereka. Jangan tertipu dengan penjelasan yang dibungkus dengan indah, tentang dibukanya blokade makanan dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mensosialisasikan resolusi ini, AS sengaja abstain, agar tampak bahwa AS seolah-olah tidak berada di belakang resolusi tersebut, sehingga para penguasa itu pun bisa menunjukkan kemenangan gemilang yang jauh dari pengaruh AS. Mereka sesungguhnya bohong. Setiap orang yang berakal dan mempunyai kesadaran politik pasti tahu, bahwa andai saja AS tidak berada di belakangnya, pasti AS sudah memveto resolusi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai seluruh kaum Muslim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tepat sekali apa yang disabdakan oleh manusia jujur dan terpercaya, Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Anda sudah tidak mempunyai rasa malu, maka lakukanlah apa saja.” (H.r. Bukhari, Ibn Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penguasa itu melihat Gaza memang harus diluluhlantakkan, di mana darah-darah orang tak bersalah berhak ditumpahkan. Mereka pun tidak menggerakkan tentaranya untuk membantu Gaza. Tidak juga melepaskan satu roket pun dari peluncurnya, bahkan lebih dari itu, justru mereka menghalang-halangi relawan untuk membantu Gaza… Ironisnya, mereka justru bergegas dan berlomba-lomba untuk mengeluarkan sebuah resolusi yang menghalangi Gaza dari akses senjata dan faktor-faktor yang bisa menopang kekuatannya.. Semoga mereka dilaknat oleh Allah; bagaimana mereka sampai bisa berpaling seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun yang melihat entitas Yahudi, perampas Palestina, dan dia tinggal berdekatan dengan para penguasa itu, pasti tahu persis keberlangsungan eksistensi Yahudi ini benar-benar digadaikan pada keberlangsungan para penguasa itu. Merekalah yang melindunginya, jauh lebih baik daripada melindungi diri mereka sendiri. Bahkan AS dan negara-negara Barat yang lain, yang mendukung entitas ini, tidak akan mempunyai pengaruh apapun, kalau seandainya ada satu saja dari para penguasa itu orang yang waras..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum Muslimin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami telah mengingatkan berkali-kali. Kami ulangi lagi dan kami tambahkan, bahwa siapa saja yang ingin menghancurkan entitas Yahudi dan mengembalikan Palestina secara utuh ke pangkuan negeri Islam, maka dia harus berjuang untuk mewujudkan seorang penguasa yang ikhlas, negara yang benar, yaitu Khilafah Rasyidah. Sebab, seorang imam (pemimpin) itu bagaikan perisai, di mana orang berperang di belakangnya, dan kepadanya mereka berlindung, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw. Pada saat itulah, negara Yahudi itu tidak akan pernah lagi ada, bahkan negara-negara Kafir penjajah yang jauh lebih kuat dan digdaya ketimbang entitas Yahudi pun akan dihinadinakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Q.s. Qaf [50]: 37)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-9017203725304470135?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/9017203725304470135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=9017203725304470135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/9017203725304470135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/9017203725304470135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/resolusi-1860-bukti-nyata-pengecutnya.html' title='Resolusi 1860 Bukti Nyata Pengecutnya Para Penguasa Negeri Islam'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-8239080473983144313</id><published>2009-01-15T10:19:00.000Z</published><updated>2009-01-15T10:20:08.356Z</updated><title type='text'>Pembantaian Gaza, Masalah Agama !</title><content type='html'>Masalah Palestina bukanlah persoalan agama, agama jangan dikait-kaitkan dengan masalah ini, pembantaian Gaza adalah persoalan kemanusiaan. Berulang-ulang opini ini dilontarkan oleh kelompok liberal-sekuler. Bahkan Presiden SBY pun ikut-ikutan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, usai bertemu dengan Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/1), tidak menginginkan konflik antara Israel dan Palestina diseret-seret kepada konflik antar agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Yudhoyono menegaskan bahwa konflik di Palestina merupakan konflik kedaulatan, bukanlah konflik antar agama. Lebih lanjut, Presiden Yudhoyono mengatakan serangan Israel adalah sebuah tindakan yang berlebihan sehingga mengakibatkan korban sipil yang begitu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Palestina bukan masalah agama jelas penyesatan pemikiran sekaligus penyesatan politik. Kita perlu tegaskan pembantaian lebih dari 900 saudara kita di Palestina adalah masalah agama. Memang pembantaian penduduk yang tidak bersalah yang kebanyakan diantaranya adalah anak-anak, penghancuran masjid, penggunaan senjata kimia posfor putih yang mengerikan adalah cerminan kebiadaban Israel yang merupakan persoalan kemanusiaan (humanity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam Islam persoalan humanity ini adalah persoalan agama (Islam). Islam mengharamkan pembunuhan manusia baik muslim atau non muslim tanpa alasan yang hak (yang dibenarkan) oleh hukum syara’. Begitu pentingnya nyawa ini sampai-sampai Rasulullah Saw. menjelaskan dengan gamblang dalam haditsnya bahwa hancurnya bumi beserta isinya adalah lebih ringan bagi Allah SWT dibanding dengan terbunuhnya nyawa seorang muslim tanpa alasan yang hak. Terbunuhnya satu orang muslim saja sudah dikecam oleh Rosulullah Saw. apalagi ratusan bahkan ribuan nyawa seperti yang terjadi di Palestina sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak hanya berlaku untuk muslim tapi juga non muslim. Dalam Islam, Ahlul Dzimmah, orang kafir yang menjadi warga negara Daulah Khilafah Islam harus dilindungi. Rasulullah Saw. sampai-sampai mengatakan siapa yang menyakiti mereka (non muslim ahlul dzimmah) berarti telah menyakiti Rosulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian Gaza adalah persoalan agama dalam Islam. Berdasarkan syariah Islam haram hukumnya bagi seorang muslim membiarkan saudaranya sendiri didzolimi, disakiti, apalagi dibunuh secara masal seperti yang terjadi di Gaza saat ini. Rasulullah Saw menggambarkan hal ini dengan perumpamaan yang sangat sederhana dan mudah dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw menggambarkan persaudaraan umat Islam (al-ukhuwah al-islamiyah) seperti satu tubuh. Kalau salah satu tubuh kita sakit , maka tubuh yang lain juga menjadi sakit. Tangis ,rasa sakit, kematian saudara kita di Palestina, juga berarti penderitaan kita. Apalagi di Palestina terdapat masjid al Aqsho yang jelas sangat berhubungan dengan masalah keagamaan seperti yang diabadikan dalam al-Qur’an surat al-Isra’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu agama Islam memberikan solusi yang kongkrit kalau terjadi pembantaian yang dilakukan musuh yang menyerang dan menjajah negeri Islam seperti yang terjadi di Palestina sekarang. Hukumnya adalah fardhu ‘ain (wajib bagi tiap individu) penduduk yang diserang dan diduduki untuk melakukan perlawanan , jihad fi sabilillah sampai tetes darah penghabisan. Kalau mereka belum mampu, maka kewajiban itu berlaku bagi kaum muslim lain yang ada disekitarnya, hingga seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang masalah ini Imam Nawawiy menjelaskan, “Madzhab kami berpendapat, hukum jihad sekarang ini adalah fardlu kifayah, kecuali jika kaum kafir menyerang negeri kaum muslim; maka seluruh kaum muslim diwajibkan berjihad (fardlu ‘ain). Jika penduduk negeri itu tidak memiliki kemampuan (kifayah untuk mengusir mereka), maka seluruh kaum muslim wajib berjihad hingga kewajiban itu tersempurnakan (mengusir orang kafir).”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama dinyatakan Imam Ibnu Taimiyyah, “Jika musuh telah memasuki negeri Islam, tidak ada keraguan lagi, penduduk terdekat wajib mengusir musuh. Jika tidak mampu maka penduduk yang lain wajib berjihad (hingga meluas ke seluruh negeri Islam). Sebab, seluruh negeri Islam adalah satu kesatuan yang tidak terpisah.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang disebut masalah agama dalam Islam bukan hanya persoalan ibadah mahdhoh seperti sholat atau puasa. Pembunuhan terhadap manusia, kemiskinan, ekonomi, politik, pendidikan, semuanya adalah masalah agama yang diatur Islam secara rinci. Islam juga memberikan solusi yang kongkrit terhadap persoalan-persoalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatakan Palestina bukan persoalan agama adalah pandangan sekuler. Pandangan ini ingin memisahkan Islam dengan politik, ekonomi, dan persoalan sosial. Inilah yang membuat agama menjadi mandul untuk menyelesaikan persoalan manusia. Agama kemudian hanya sekedar nilai-nilai moral yang bersifat anjuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan sekuler seperti ini sekaligus mencerminkan kekhawatiran musuh-musuh Islam. Sebab, kalau umat Islam menyadari masalah ini adalah masalah agama, umat Islam akan berbondong-bondong melakukan jihad fi sabilillah membebaskan Palestina. Inilah yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam itu. Apalagi kalau jihad fi sabilillah itu dilakukan oleh seluruh umat Islam di dunia dibawah kekuatan politik Khilafah Islam. Kalau umat Islam melakukan ini Israel pasti bisa dikalahkan, termasuk negara pendukung utamanya Amerika Serikat dan sekutunya. Inilah yang mereka takuti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-8239080473983144313?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/8239080473983144313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=8239080473983144313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8239080473983144313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8239080473983144313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/pembantaian-gaza-masalah-agama.html' title='Pembantaian Gaza, Masalah Agama !'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-4318995859072980444</id><published>2009-01-15T10:10:00.000Z</published><updated>2009-01-15T10:11:41.406Z</updated><title type='text'>Diamnya Para Pemimpin Arab Atas Gaza Adalah Memalukan</title><content type='html'>Pembantaian besar-besaran atas orang-orang yang kelaparan yang terperangkap dalam kegelapan adalah hal yang sangat memilukan bagi orang yang punya mata untuk melihat dan hati yang berdetak. Kejahatan yang kejam terhadap kemanusiaan ini harus dihentikan karena jika tidak, kita hanya bisa mengangkat tangan tanda putus asa dan menyerahkannya pada prinsip “kekuasaanlah yang benar.” Sebagai manusia, saya jijik oleh ketidakberdayaan atas apa yang disebut sebagai masyarakat internasional. Sebab sesungguhnya, segala undang-undang, konvensi, perjanjian internasional dan badan-badan internasional yang ada tampak tidak berdaya di hadapan agresi Israel yang tidak berperikemanusiaan itu. Sebagai seorang Arab, saya merasa marah dengan sikap diamnya para pemimpin negara-negara Arab dan pemerintahannya. Apakah orang Arab telah begitu lemah sehingga para pemimpin kami itu tidak bisa lagi menyatakan pendapat? Sentimen kemarahan kami tumpah ruah di jalanan tetapi hal itu tidak tercermin oleh pemerintahan Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Menlu Israel Tzipi Livni ditanya apakah beberapa negara-negara Arab memberikan lampu hijau pada Israel untuk melancarkan serangan-nya di Gaza, ia ragu sebelum berkata, “negara-negara Arab moderat” berbagi tujuan dengan Israel untuk menghancurkan Hamas. Jika ada sebuah kebenaran dari pesan yang diberikannya maka keseluruhan negara Arab sedang dipecundang. Sejak kapan kata “moderat” diterjemahkan menjadi “pengecut?” Apakah untuk menjadi moderat berarti kita harus melepaskan hak-hak kita, meninggalkan keluarga (saudara-saudara) dan mencampakkan martabat kita? Apakah para pemimpin Arab itu lebih memilih permainan untuk saling menyalahkan daripada harus berdiri bahu membahu dengan para korban yang tidak berdaya menentang Presiden Mahmud Abbas yang menaiki sebuah tank Israel sambil melambaikan tangannya? Apakah kita layak mensejajarkan diri kita dengan para pahlawan seperti Umar bin Khattab, Khalid Bin Al-waleed, Ibnu-Zeyiad Tariq, Al-Mu’tassem Billah, Salahuddin atau orang-orang yang berani kehilangan nyawanya pada perang tahun 1948, 1967 dan 1973 untuk membela tanah Arab dan kehormatannya? Mereka harus kembali ke liang kubur mereka. Kita tidak layak menuntut kehormatan jika kita tidak menghormati diri kita dan sejarah kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakkan para pemimpin Arab untuk menghadiri pertemuan puncak Arab serta mengusir duta besar Israel atau memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Yahudi - semua itu adalah hal sangat minimal yang seharusnya mereka lakukan. Saya bukanlah seorang penggemar Hamas atau ideologinya. Saya percaya pada sebuah otoritas Palestina, namun serangan yang terjadi sekarang ini berada di luar politik. Ada sikap moral yang jauh lebih penting yang harus dihormati. Jika Anda menemui sebuah rumah yang sedang terbakar yang penuh dengan perempuan dan anak-anak, apakah Anda akan menayakan terlebih dulu afiliasi politik mereka atau menghilangkan ketakutan mereka sebelum anda menyelamatkan mereka? Saya tidak tahan bagaimana Barat bisa sangat toleran dan paham ketika mereka datang untuk memeriksa berkas-berkas nuklir Iran, sementara mereka pura-pura tuli, bisu dan buta pada hal yang merupakan sumber permasalahan Arab. Iran saja, yang rakyatnya miskin dan ekonominya buruk, dapat mendikte komunitas internasional, sementara kita yang lebih kaya, lebih banyak penduduknya, dan terletak lebih strategis dan secara historis adalah orang-arab yang kaya, sama sekali tidak memberikan pengaruh apapun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jam angka kematian meningkat dan dan kesengsaraan bertambah. Sampai saat ini, lebih dari 760 Palestina mati dan hampir 3.000 yang terluka. Gedung-gedung Parlemen Gaza, gedung-gedung kementerian, mesjid-mesjid, sekolah-sekolah, universitas-universitas dan bahkan ambulan-ambulan telah menjadi target dari daftar yang dibuat Israel yakni untuk memusnahkan “infrastuktur Hamas,” menurut sebuah sumber mesin propaganda Israel. Dalam suatu hubungan masyarakat yang dilakukan dengan sinis, para pilot Israel menjatuhkan banyak selebaran peringatan yang memperingatkan penduduk sipil agar meninggalkan rumah mereka jika mereka tahu ada peluncur roket yang tersembunyi di dekat bangunan mereka. Tapi di wilayah yang sedemikian kecil, dan padat penduduk itu tidak ada tempat untuk berlari , tidak ada gunung-gunung atau gua-gua, tidak ada tempat perlindungan dari bom dan tidak ada basement. Rumah sakit-rumah sakit mereka yang telah lama kehabisan obat-obatan sejak lama dan tidak dapat lagi menanggulangi begitu banyak pasien yang datang dengan tubuh-tubuh yang rusak, dan sebentar saja mereka sudah kehabisan bahan bakar untuk generator, yang berarti bayi-bayi yang lahir prematur akan mati. Orang-orang antri berjam-jam hanya untuk beberapa potong roti; perempuan-perempuan harus mengumpulkan ranting-ranting pohon hanya untuk membuat teh, anak-anak menjadi trauma dan tidak bisa tidur, khawatir kalau ada rudal yang akan menghancurkan rumah mereka dan lewat di atas kepala mereka. Tapi tidak ada satu kekuatanpun yang diperhitungkan yang mau mendengarkan dan mau merubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu lalu, Dewan Keamanan PBB melakukan pertemuan darurat tapi seperti bisa diduga, Amerika menolak suatu kesepakatan bersama yang menyerukan dilakukannya gencatan senjata. Presiden George W. Bush telah membuat pendiriannya yang jelas: Situasi ini seluruhnya adalah kesalahan Hamas. Presiden terpilih Barack Obama, yang dalam masa kampanye mendengungkan “perubahan”, tetap tidak bersuara. Tidak peduli siapapun presidennya, kebijakan Amerika di Timur Tengah tampaknya akan tetap sama. Demikian pula, Uni Eropa telah menunjukkan bahwa dirinya tidak bergigi. Presiden Ceko yang baru menggambarkan serangan yang dilakukan Israel itu sebagai tindakan “defensive” dan bukan “offensive”. Ketika serangan dengan kekuatan penuh dan dengan tangan dingin dilakukan oleh militer yang paling kuat di wilayah untuk membunuh penuh para penduduk yang tidak berdosa dari arah darat, laut dan udara maka ini tidak bisa dikatakan lagi sebagai “pertahanan diri” dengan imajinasi apapun yang bisa tergambar. Penduduk Gaza yang berani, yang telah mampu untuk bertahan selama 18 bulan pengepungan dan yang pada saat ini tertawan oleh suara menakutkan dari pesawat-pesawat tempur F16, helicopter, suara gemuruh bom, rudal dan gempuran tank, berteriak meminta pertolongan. Mereka tidak ingin kata-kata manis, pidato-pidato hebat atau bahkan barisan demonstrasi yang dilakukan dengan maksud baik. Mereka menginginkan diakhirinya penderitaan mereka dan pemenjaraan diri mereka. Seperti kita juga, mereka hanya ingin hidup. Jika orang Arab memalingkan wajah-wajah mereka dari permohonan yang bernada putus asa itu, maka lebih baik kita isi saja kantung baju kita dengan koin-koin uang, kita isi hati kita dengan batu dan sebut diri kita sendiri sebagai orang Israel karena kita adalah orang-orang yang patut dicela sebagaimana yang mereka lakukan karena kehancuran Gaza….dan akhirnya kehancuran diri kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-4318995859072980444?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/4318995859072980444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=4318995859072980444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4318995859072980444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4318995859072980444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/diamnya-para-pemimpin-arab-atas-gaza.html' title='Diamnya Para Pemimpin Arab Atas Gaza Adalah Memalukan'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-6054736862880549209</id><published>2009-01-10T23:00:00.005Z</published><updated>2009-01-10T23:47:29.575Z</updated><title type='text'>Dukungan Para Penguasa Muslim Kepada Israel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWkxo24muTI/AAAAAAAAAHc/b2oA2tybEu8/s1600-h/pengkhianat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWkxo24muTI/AAAAAAAAAHc/b2oA2tybEu8/s320/pengkhianat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289813815320820018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Seandainya saya seorang pemimpin Arab, saya tidak akan pernah menandatangani sebuah perjanjian dengan Israel. Adalah hal yang normal; kami telah merampas negara mereka. Benarlah, Tuhan menjanjikan tanah itu kepada kami, tapi bagaimana hal itu dapat menarik perhatian mereka? Tuhan kami bukanlah Tuhan mereka. Telah ada Anti - Semitisme, Nazi, Hitler, Auschwitz, tapi apakah itu kesalahan mereka? Mereka tidak melihat malainkan satu hal: kami telah datang dan telah mencuri tanah mereka. Kenapa mereka mau menerima itu?” David Ben Gurion – Perdana Menteri Israel yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan yang dibuat oleh Ben Gurion pada tahun 1948 ini mengungkapkan suatu persekongkolan besar mengenai Para Penguasa Muslim di mata kaum Zionis. Bahkan Ben Gurion, perdana menteri pertama Israel menganggap penanda tanganan sebuah perjanjian dengan seorang Penguasa Muslim dengan Negara Israel adalah suatu pengkhianatan atas masyarakat yang mereka wakili. Namun, pada hari ini para Penguasa Muslim itu tidak hanya puas dengan pengkhianatan yang mereka lakukan dengan menanda tangani perjanjian-perjanjian dengan Negara Israel, bahkan mereka juga bekerja untuk melakukan normalisasi hubungan antara Negara yang keberadaanya tidak sah itu dengan Negara-negara Muslim dan mereka juga melawan setiap penentangan atas Negara penjajah Israel. Hal inilah yang menyebabkan mengapa Ben Gurion menganggap para Penguasa Muslim itu berada satu tenda dengan Israel ketika dia mengatakan bahwa para penguasa Arab adalah barisan pertama pertahanan bagi Israel, dia juga mengatakan “Para rezim Muslim adalah artifisial dan mudah bagi kamu untuk menganggap remeh mereka” (2). Apa yang dia maksud sebagai artifisial adalah bahwa para penguasa Muslim itu telah dipaksakan keberadaanya atas ummat sejak dihancurkannya Khilafah Usmani pada tahun 1924.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan para penguasa Muslim untuk merespon agresi yang dilakukan selama bertahun-tahun oleh Negara-negara non-muslim atas ummat Islam telah mengungkap pengkhiatan para penguasa Muslim tersebut. Pengkhianatan paling tinggi kita saksikan selama perang yang terjadi baru-baru ini antara Israel dengan Hizbullah, ketika para penguasa Muslim menyalahkan Hizbullah sebagai pihak yang menyulut peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang tersebut sebenarnya disulut oleh Israel dengan rencananya untuk melucuti senjata Hizbullah, yang merupakan kekuatan militer satu-satunya di wilayah itu yang menentang Israel dan melindungi rakyatnya dari agresi Israel. Kebanyakan berita media barat yang bias menyalahkan Hizbullah sebagai pihak yang memulai perang tapi ketika kita memeriksa sebuah laporan PBB atas konflik itu sejak penarikan mundur Israel dari Libanon pada tahun 2000, laporan itu menyebutkan banyak pelanggaran yang dilakukan Israel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berkaitan dengan pelanggaran udara, laporan tadi menyatakan bahwa pesawat-pesawat Israel melanggar garis perbatasan hampir setiap hari, dengan melakukan penetrasi jauh kedalam wilayah udara Libanon” (Jan-Juli 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan kekuatiran yang sama, menurut Sekjen PBB, Israel telah melakukan pelanggaran udara atas Garis Biru (Blue Line), yang terus terjadi hampir setiap hari, dengan masuk jauh ke dalam wilayah udara Libanon. Pelanggaran udara ini tidak bisa dibenarkan dan menimbulkan kekuatiran pada masyarakat sipil, khususnya atas pesawat yang terbang rendah memekakkan telinga di atas wilayah pemukian.”(Jan-Juli 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekjen PBB juga mengutarakan kekuatirannya yang dalam, bahwa “ Israel melakukan provokasi dan pelanggaran wilayah kedaulatan Libanon yang tidak bisa dibenarkan. Hizbullah kemudian melakukan pembalasan dengan menembakkan rentetan senjata anti pesawat udara di sepanjang Garis Biru “adalah pelanggaran yang merupakan ancaman langsung bagi kehidupan manusia “, tambahnya.” (Jan-July 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen PBB melaporkan pada Dewan Keamanan pada tahun 2001/2002/2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut Sekjen PBB pada tahun 2004, adalah Israel yang merupakan provokator dan Hizbullah hanyalah membalas agresi Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan “penculikan” atas para serdadu Israel, Komite Palang Merah Internasional (the International Committee of the Red Cross - ICRC) pada tahun 2006 dalam laporannya mengenai Israel menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di akhir tahun 2005, sekitar 11,200 rakyat Palestina ditawan oleh Israel dalam unit-unit interogasi, pusat-pusat tahanan sementara, kamp-kamp tahanan militer, penjara-penjara dan markas-markas kepolisian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari 12,192 tahanan yang dikunjungi, termasuk diantaranya 7,504 yang dimonitor secara individual (131 orang dari mereka adalah wanita dan 565 orang yang belum dewasa)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen itu menyatakan bahwa ICRC mengeluarkan dokumen-dokumen pada 17,882 tahanan, sehingga jumlah total tahanan yang ditawan secara illegal mungkin lebih besar lagi jumlahnya. Angka-angka yang dikutip itu adalah angka para tahanan dimana ICRC memiliki aksek untuk itu. Ada sejumlah besar orang Muslim yang telah hilang dan karena itu tidak dilaporkan dalam angka-angka tersebut. Kebanyakan dari para tahanan itu telah diculik di jalan-jalan di Palestina atau di Lebanon. Adalah tidak berarti apapun bila 565 orang diantaranya adalah orang yang belum dewasa. Jadi, ketika Israel mengklaim bahwa negaranya telah diprovokasi untuk berperang dengan Lebanon dikarenakan penculikan tiga tentara Israel oleh Hizbullah, adalah merupakan pemutar balikkan fakta yang sangat nyata. Adalah jelas terlihat bahwa Israel adalah sang provokator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta yang diutarakan di atas telah diketahui dengan luas di wilayah itu dan khususnya juga oleh para penguasa Muslim, namun mereka tetap menyalahkan Hizbullah sebagai pihak yang menyulut perang, sehingga ini dijadikan alasan bagi mereka untuk tidak melakukan apapun. Mereka bahkan memecah belah umat dengan menyebutkan isu sekterian diantara Sunni dan Shiah, dengan menyoroti kenyataan bahwa Hizbullah adalah Shiah dan didukung oleh Iran. Alasan utama bagi sikap diam mereka adalah bahwa mereka tidaklah melayani kepentingan ummat ini, melainkan mereka melayani kepentiang tuan-tuan penjajah mereka : Amerika dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdullah Mohamed, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Kuwait:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menyalahkan Hizbollah adalah sebuah pesan kepada Amerika dari Negara-negara itu, yang mengatakan bahwa merekalah sumber kestabilan dan mereka akan terus melayani kepentingan Amerika di wilayah itu,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Presiden Mubaraks mencerminkan pendirian seorang penguasa Muslim di wilayah itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka yang mendesak Mesir untuk berperang mempertahankan Libanon atau Hizbullah tidak sadar bahwa waktu berpetualang ke luar negeri sudah usai,”&lt;br /&gt;“Mereka yang meminta kami untuk berperang akan membuat kami kehilangan semuanya dalam sekejap mata,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentara Mesir adalah hanya untuk melindungi Mesir dan ini tidak akan berubah,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Press Trust of India (PTI) - Kairo, 26 July, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penguasa ini pernah mempromosikan persatuan Arab dan mereka juga mengklaim mengutarakan persatuan Muslim melalui Organisasi Konperensi Islam (Organisation of Islamic Conferences -OIC). Tapi ketika mereka ditantang untuk bertindak untuk mempertahankan kesatuan itu mereka menunjukkan sikap egoisnya. Pernyataan Mubarak mengingatkan kita akan kata-kata Musharaf ketika Afghanistan diinvasi oleh Amerika tahun 2002, dia mengatakan: “Pakistan adalah yang utama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan terkecoh untuk berpikir bahwa mereka akan mempertahankan negara mereka, sebagaimana yang kita tahu yang terjadi atas Irak, dimana Sadaam Hussein tidak mengerahkan tentaranya untuk mempertahankan negaranya atas invasi yang dilakukan pasukan Amerika, dan adalah masyarakat dan para prajurit secara pribadi yang mengangkat senjata untuk mempertahankan Baghdad tahun 2003. Sebenarnya, pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Raja Abdullah dari Yordania , Raja Abdullah dari Saudi Arabia dan Hosni Mubarak yang mengkritik Hizbullah secara mutlak memberikan justifikasi bagi serangan oleh Israel dan negara itu menganggapnya sebagai lampu hijau untuk menginvasi Libanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Penguasa Muslim telah banyak membuat alasan untuk tidak melakukan apapun, alasan yang utama adalah karena superioritas militer Israel dan bahwa berkonfrontasi dengan Israel akan membahayakan ekonomi nasional mereka. Mari kita lihat opsi-opsi apa yang ada bagi para penguasa itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Militer – Konfrontasi Langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Isolasi Ekonomi dan Budaya bagi Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka-angka yang dikeluarkan di bawah ini menunjukkan bahwa tentara Muslim jika digabungkan akan mengalahkan jumlah personil angkatan bersenjata Israel dengan perbandingan 68 tentara Muslim: 1 tentara Israel. Negara-negara muslim Muslim mengeluarkan 17 kali lebih banyak anggaran militernya dibandingkan dengan Israel. Jadi jelaslah bahwa suatu gabungan tentara Muslim akan menjadi kekuatan militer yang dominan di wilayah itu. Bahkan dengan teknologi militer mereka yang maju, Israel tidak dapat mengatasi kekuatan militer yang begitu besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWkzXZfXrtI/AAAAAAAAAHk/9XHq-VTbAjw/s1600-h/TABEL.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWkzXZfXrtI/AAAAAAAAAHk/9XHq-VTbAjw/s320/TABEL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289815714395827922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, setelah kita lihat selintas di perbatasan Israel jelaslah bahwa sebenarnya tidak mungkin bagi Israel untuk mempertahankan dirinya sendiri dari serangan darat yang dilakukan serentak dari Mesir, Yordania dan Syria. Anda mungkin akan heran jika dikatakan negara-negara itu belum pernah terlibat perang dengan Israel sebelumnya. Tentu saja pernah, tapi peperangan-peperangan itu sebenarnya adalah “perang yang telah dibuat scenario-nya” dengan tujuan mencari perdamaian bagi Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebutkan oleh Mohammed Heikal dalam bukunya “The Road to Ramadan” (Jalan Menuju Ramadhan) – dimana dia mengutip ucapan salah satu jendral Sadat, Mohammed Fouwzi yang memberikan analogi atas seorang samurai yang menggambarkan dua pedang – sebuah pedang pendek dan sebuah lagi pedang panjang untuk suatu pertempuran. Fouwzi mengatakan bahwa peperangan ini (perang 6-hari tahun 1967) adalah suatu pedang pendek, yang menunjukkan sebuah pertempuran terbatas dengan motif-motif tertentu. Memang, pengkhianatan yang jelas ini yang dilakukan kepada ummat oleh Mesir sebanding dengan yang dilakukan Turki yang membantuTurki dalam latihan militernya. Seperti yang diberitakan oleh kantor berita Turki;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sedang dibuat perjanjian militer yang bernilai milyaran dolar, kerja sama intelejen, manuver-manuver dan operasi-operasi rahasia antara Turki dan Israel. Pesawat-pesawat tempur Israel terbang di atas Konya. Proyek perisai rudal juga menjadi agenda dari kedua negara itu; masih menjadi pertimbangan bahwa rudal-rudal itu akan ditempatkan antara perbatasan Iran dan Syria. Pada wilayah seluas 20 ribu km2 di perbukitan Konya, ada banyak manuver ratusan pesawat tempur yang sedang membuat serangan nuklir. Lusinan contoh seperti ini dapat ditunjukkan. Singkatnya, Turki adalah teman dan sekutu Israel ” – (http://www.zaman.com/?bl=columnists&amp;alt=&amp;trh=20060824&amp;hn=35945)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blokade Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mungkin yang menyatakan sesuatu yang jelas tetapi daratan, laut dan udara Israel terkunci oleh negara-negara Muslim. Jadi Israel bergantung pada negara-negara Muslim untuk hidup dan akses ke dunia luar. Apa yang akan menjadi akibat dari bloade laut, darat dan udara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blokade Laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98% (menurut beratnya) dari ekspor dan impor Israel adalah melalui perjalanan laut (www.jewishvirtuallibrary.org). Seperti halnya Angkatan Laut Israel yang mengenakan blokade laut di Libanon, maka akan mudah pula bagi Mesir, Suriah dan Turki untuk mengenakan blokade laut bagi Israel hingga ke laut Mediterania. Israel mengimpor 90% dari minyak yang dikonsumsinya, yang mayoritas diimpor dengan tanker-tanker minyak. Blokade ini akan memiliki dampak yang besar pada pemenuhan energinya. Pelabuhan-pelabuhan minyak yang utama adalah Ashkelon dan Eilat, dimana saat ini pelabuhan Ashkelon menerima minyak dari tanker-tanker lewat Bosphorus, yang dikendalikan oleh Turki. Pada tahun 1989, Mesir mensuplai sekitar 45% kebutuhan minyak Israel tetapi secara bertahap telah diganti dengan minyak Rusia, dan saat ini ia masih sekitar 26-30%. Minyak tanker yang tiba di Eilat harus melalui Teluk Aqaba yang perairannya yang dikendalikan oleh Arab Saudi dan Mesir. Ini adalah terusan sempit dan suatu blokade dapat dengan mudah dilaksanakan. Pelabuhan Eilat adalah strategis karena akan menjadi kunci dari titik pusat distribusi untuk minyak di Asia Tengah ke pasar dunia, BP (British Petroleum) berencana untuk memompa minyak melalui ladang minya Baku-Tbilisi-Ceyhan dan pipa gas bumi melalui Turki lewat pipa minyak Tipline Israel ke Eilat. Semua rute itu memerlukan persetujuan dari negara-negara Muslim. Dengan melanjutkan tema persyaratan energi ini, Mesir menandatangani perjanjian dengan Israel pada bulan Juli 2005 memasok Israel antara “1,7 sampai 3 miliar kaki kubik gas alam setiap tahun selama 15 tahun.” .”( www.arabicnews.com).&lt;br /&gt;Blokade ini hanya akan membatalkan perjanjian yang berikut ini, yang benar-benar menunjukkan betapa para pemimpin itu adalah para pengkhianat yang membantu Israel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapal-kapal Israel, dan kargo-kargonya yang menuju atau berasal dari Israel, menikmati hak lewat gratis melalui Saluran Suez dan pendekatan melalui Teluk Suez dan Laut Tengah berdasarkan Konvensi Konstantinopel tahun 1888 “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pihak-pihak yang terkait menganggap selat Tiran dan Teluk Aqaba untuk menjadi perairan internasional ke semua bangsa secara leluasa dan memiliki kebebasan navigasi dan penerbangan yang tidak bisa dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“disepakati bahwa hubungan semacam itu akan mencakup penjualan minyak komersial oleh Mesir kepada Israel, dan bahwa Israel akan berhak sepenuhnya untuk melakukan tawaran minyak yang berasal dari Mesir ” (Perjanjian Perdamaian antara Negara Israel dan Republik Arab Mesir - 26/03/1979)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian Perdamaian Antara Negara Israel dan Republik Arab Mesir - 26/03/1979&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blokade laut juga akan membatasi pengiriman dari air yang sangat vital dibutuhkan dari Turki ke Israel. Israel dan Turki menandatangani perjanjian ‘air untuk senjata’ pada bulan Januari 2004 di mana Turki akan “mengkapalkan 50 juta meter kubik air per tahun selama 20 tahun dari sungai Manavgat di Anatolia” (Guardian UK) ke Israel dalam tanker-tanker air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blokade Darat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian perdagangan berikut berarti bahwa barang-barang diperdagangkan secara lintas batas antara Israel Mesir dan Yordania:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan Perdagangan dan Niaga (08/05/1980) - “Untuk memastikan pergerakan secara bebas barang-barang antara kedua negara, masing-masing pihak akan menyediakan barang bagi pihak lain, sesuai dengan hukum, peraturan dan prosedur yang berlaku di negaranya, yang berkaitan dengan ekspor dan impor barang-barang dan komoditas “. “Kedua negara akan saling menyetujui satu sama lain dengan perlakuan paling baik dari negaranya “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari perjanjian ini adalah peningkatan ekspor dari Israel ke Mesir dan Yordania menyebut laporan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ekspor Israel ke Mesir dan Yordania pada Januari-Mei 2006 meningkat, berkat adanya perjanjian ekspor Wilayah Industri Yang Memenuhi Syarat (Qualifying Industrial Zone -QIZ) antara Israel dengan kedua negara tetangga …. Ekspor ke Mesir meningkat 93% menjadi US $ 48,7 juta “(http://www.port2port.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blokade Darat akan mempengaruhi perdagangan, pos dan komunikasi di antara Israel dan masyarakat internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blokade Udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian Transportasi Udara - 08/05/1980 - “Untuk terbang tanpa pendaratan melewati seluruh wilayah dari Pihak yang menanda tangani perjanjian.”. “Untuk melakukan pemberhentian di wilayah tujuan non lalu lintas yang disebutkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Perjanjian untuk tujuan menurunkan dan mengambil penumpang internasional, kargo dan surat dari dan ke wilayah lainnya dari pihak yang menanda tangani kontrak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbangan Internasional dari dan ke Israel memanfaatkan koridor udara lewat negara-negara Muslim. Menerapkan blokade akan memberikan dampak yang besar bagi pariwisata dan saluran-saluran komunikasi yang vital, yang diperlukan negara Israel untuk bisa beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara Muslim telah mendukung seruan untuk memboikot barang-barang Israel pada tingkat individual, tetapi tidak ada yang dilakukan pada tingkat negara. Sehingga umat dapat secara sangat efektif memboikot barang-barang Israel dan Amerika. Begitu hebatnya akibat boikot itu pada produk-produk Amerika oleh umat Islam di Arab Saudi sehingga pada tahun 2002 mengakibatkan menurunnya ekspor sebesar $ 2 miliar US pada eksport Amerika. Namun ini kecil artinya apabila kita bandingkan dengan investasi dari negara-negara Teluk di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaporkan oleh koran Pravda, Rusia bahwa total aset dari enam negara-negara Teluk Persia yang dievaluasi berjumlah 1,4 triliun dolar, 75% di antaranya berada di negara-negara G8. Angka tersebut mungkin sekali dua kali lipat atau bahkan lebih jika kita masukan investasi tidak langsung dan kerjasama yang dinikmati oleh Negara-negara Teluk Adanya tuntutan perkara senilai $ 1 triliun yang dikenakan atas Saudi Arabia oleh keluarga-keluarga yang terkena serangan atas Amerika menunjukkan bahwa investasi Saudi di AS mungkin sekitar $ 750 miliar (Agustus 2002-BBC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blokade Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bidang-bidang seperti Pendidikan, Media dan Budaya, telah ditanda tangani perjanjian antara Israel dan para tetangga negara Muslimnya. Tujuan dari perjanjian ini adalah untuk melunakkan kebudayaan Islam dan membuat Israel lebih dapat diterima di masyarakat Muslim. Berikut adalah tiga contoh dari perjanjian semacam itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan-Protokol Mengenai Pendirian Pusat Akademi Israel di Kairo (25/02/1982) - “Kedua pihak telah sepakat untuk membentuk sebuah pusat akademik Israel di Kairo …. Pusat Akademi itu akan didirikan oleh Masyarakat Oriental Israel… .. “,” Untuk memberikan keramahan dan bantuan kepada warga negara Israel mengenai beasiswa dan kunjungan bagi ilmuwan. Melaksanakan seminar bagi para akademisi untuk kunjungan ilmuwan dan peneliti dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertemu dan bekerja sama dengan para akademisi dan peneliti Mesir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Media-Protokol Kerjasama Antara Israel Dan otoritas Penyiaran Radio dan TV Persatuan Republik Arab Mesir - 16 / 02/1982 - “Kedua pihak akan bertukar program Radio dan Televisi Televisi program dan film, yang mencerminkan budaya, sosial, ekonomi dan kehidupan ilmiah di Negara-negara mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan- Perjanjian Kebudayaan Antara Negara Israel - 08/05/1980 - “kedua belah pihak akan mendorong dan mendukung kegiatan dan olah raga kaum pemuda di lembaga-lembaga masing-masing negara “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kedua pihak akan mendorong kerjasama dalam dalam bidang budaya, seni dan ilmiah…” … “Pertukaran penerbitan budaya, pendidikan dan publikasi ilmiah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tidak berakhir di sini saja. Kita tahu bahwa tujuan pembentukan PLO adalah untuk mengalihkan tanggung jawab membela Muslim Palestina dan melindungi Masjid Al-Aqsa kepada organisasi nasionalis seperti PLO. Sebenarnya, hal ini menjadi tanggung jawab para pemerintah Muslim yang jelas memiliki kemampuan untuk melakukannya tetapi berusaha untuk memalingkan harapan itu dari masyarakatnya sendiri. Demikian pula, sikap yang diambil ketika timbulnya isu untuk memboikot Israel adalah untuk mendorong umat untuk memboikot barang-barang Israel dan bahkan barang-barang Amerika karena dukungan dari produsen barang-barang itu untuk mendukung Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mereka sendiri telah menipu ummat dengan mengimpor produk-produk Israel di bawah label perusahaan-perusahaan Muslim. Dilaporkan pada tahun 2002 bahwa total barang-barang dari Israel senilai $ 150 juta diimpor ke Arab Saudi sendiri melalui 72 perusahaan di Yordania, 70 perusahaan di Siprus, 23 perusahaan di Mesir dan 11 perusahaan dari Turki. Rezim-rezim itu negara ketiga negara untuk menyamarkan sumber barang-barang itu (Deutsche Presse-Agentur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mungkin berpikir bahwa ini adalah pandangan yang disederhanakan dari suatu keadaan dan tidak mudah untuk menggerakkan tentara dan adalah sulit untuk menerapkan sanksi dan blockade pada sebuah negara. Jika itu masalahnya maka mengapa para penguasa Muslim itu berkumpul untuk membuat kekuatan dan bergabung dengan koalisi Anglo Amerika (Inggris Amerika) untuk menjatuhkan Sadaam dari Kuwait. Sesungguhnya di mata PBB dan masyarakat internasional, invasi ke Kuwait oleh Sadaam Hussien tidak berbeda dengan invasi ke Libanon oleh Israel. Apakah mungkin bagi PBB untuk menjatuhkan sanksi, menerapkan zona larangan terbang dan blokade laut selama 10 tahun tanpa kerjasama dengan para penguasa Muslim? Sama seperti Israel, Irak juga dikelilingi oleh negara-negara Muslim. Adalah para pengusa muslim itu lah yang sebenarnya menerapkan sanksi. Dapatkah anda mengingat para penguasa yang menentang atau melanggar sanksi-sanksi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pertanyaan yang seharusnya ada di pikiran anda adalah bagaimana kita membebaskan diri dari para pemerintah itu. Sejumlah opsi telah diusulkan kepada kami, seperti tidak memberikan suara bagi mereka. Kami telah melihat apa yang disebut pemilu demokratis di dunia Muslim sejak akhir Perang Dunia II namun mereka belum menghasilkan perubahan. Mereka hanya menghalangi perubahan dan memperkuat status quo. Ada berbagai upaya untuk membawa perubahan seperti dengan perjuangan bersenjata, tapi ini hanya menciptakan ketidakstabilan dan kehancuran dan membawa kita kembali ke tempat kita mulai. Masalahnya adalah bahwa umat Islam telah jatuh ke dalam perangkap dengan mengambil kebijakan-kebijakan dari para rezim korup itu dan para pendukungnya dari Barat yang selalu menyesatkan mereka. Tapi kebijakan kami, sebagaimana yang lainnya, terletak pada contoh yang diberikan oleh Nabi Muhammad (SAW) yang kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Khilafah-lah, yakni sistem pemerintahan Islam, yang dapat menyatukan tanah kaum Muslim dan menghilangkan batas-batas negara yang telah dibuat diantara umat Islam agar mereka dalam keadaan terus menerus lemah dan terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya pemerintahan Khilafah-lah yang akan membentuk sebuah pemerintahan independen yang lepas dari kontrol Barat dan yang berkewajiban untuk melindungi kehidupan dan kehormatan kaum Muslim dan warga negara lainnya. Solusi-solusi yang diusulkan sebelumnya adalah dimaksudkan untuk memastikan bahwa perubahan menyeluruh tidak pernah bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut-Tahrir adalah sebuah partai politik global yang beroperasi di berbagai negara di dunia Muslim yang bertujuan untuk memimpin umat untuk mendirikan kembali Khilafah. Partai ini bekerja secara politik untuk menyatukan masyarakat pada semua level dalam upaya mereka untuk mendirikan negara dan membawa perubahan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temukan caranya bagaimana Anda bisa bekerja dengan Hizbut-Tahrir untuk mendirikan kembali Khilafah dan membebaskan tanah kaum Muslim dari para penguasa Muslim dan para tuan-tuan penjajah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim meriwayatkan dari al-A’araj, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda: “Sesungguhnya imam adalah perisai yang dibelakangnya umat berperang dan dan bersamanya umat melindungi diri mereka.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-6054736862880549209?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/6054736862880549209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=6054736862880549209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6054736862880549209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6054736862880549209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/dukungan-para-penguasa-muslim-kepada.html' title='Dukungan Para Penguasa Muslim Kepada Israel'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWkxo24muTI/AAAAAAAAAHc/b2oA2tybEu8/s72-c/pengkhianat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-6207324297886541348</id><published>2009-01-10T10:35:00.001Z</published><updated>2009-01-10T10:39:05.516Z</updated><title type='text'>ISRAEL BIADAB!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWh6nOWcg-I/AAAAAAAAAHM/1TdddvM0dQQ/s1600-h/gaza+berdarah.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWh6nOWcg-I/AAAAAAAAAHM/1TdddvM0dQQ/s320/gaza+berdarah.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289612576632374242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ratusan warga Palestina syahid diterjang bom-bom Israel. Dunia diam. Saatnya umat Islam bangkit bersatu membangun kekuatannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImageKebengisan dan kebrutalan Israel terus berlang-sung hingga Sabtu (3/1/2009) di Jalur Gaza. Tujuh hari sudah Israel dengan membabi buta mengebom kawasan tersebut. Mereka sepertinya belum puas telah menewaskan 434 orang dan melukai 2.240 orang termasuk anak-anak dan remaja. Bahkan kebiadaban itu kian terlihat ketika jet-jet tempur dan helikopter-helikopter bangsa kera ini memborbardir rumah sakit. Bayi-bayi bergelimpangan diterjang misil-misil dan pecahan bom Israel. Pasien-pasien tak jelas harus dipindahkan ke mana. Tak cukup itu, tentara Israel pun kini menjadikan masjid sebagai sasaran pemboman. Lebih dari 500 lokasi telah hancur.Hampir tidak ada lagi tempat yang aman di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raid Samir, seorang pemu-da Gaza, menggambarkan kondisi Gaza dengan menga-takan, "Musik tahun baru kami adalah deru suara pesawat tempur Israel, kembang api tahun baru kami adalah percikan-percikan sinar dari misil-misil Israel." Pada tahun baru, rakyat Palestina biasanya meng-ucapkan, "Kulu am wa antum bi khoir" (Semoga Anda selalu dalam kebaikan). Tapi tahun ini, warga Palestina di Gaza saling mengucapkan "Kulu qasif wa antum bi khoir" (semoga Anda selamat setelah pengeboman). Tahun baru Hijrah kemudian Masehi menjadi suasana yang buruk di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di antara mereka merasa diabaikan dan dikhianati oleh masyarakat internasional. Asad Abu Sharih, seorang profesor dan pengamat politik mengatakan, dunia seharusnya membuka mata, daripada menari-nari dan minum-minum. “Mereka seharusnya meng-hentikan sebuah holocaust yang sedang dialami rakyat Gaza. Dunia internasional seharusnya sudah menghentikan dan melin-dungi hak-hak kami di bawah penjajahan Israel," kata Asad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan BBC Rushdi Abou Alouf melaporkan, kondisi Gaza sangat buruk. Di mana-mana ada pesawat Israel, menghancurkan setiap tempat. “Anda dapat melihat asap dari utara hingga ke selatan, dari barat hingga ke timur. Semua orang benar-benar panik. Saat ini perhatian semua orang tertuju untuk men-dapatkan tempat yang aman untuk melindungi keluarga mereka. Gaza tak punya tempat berlindung,” katanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Image"Kematian mengintai kami semua. Saya sendiri panik dan rasanya ingin berteriak, tapi tak bisa. Saya harus kuat demi anak-anak saya," kata seorang ibu sambil memeluk erat Sami, pute-ranya yang baru berusia tiga tahun dan tidak berhenti me-nangis. "Tidak ada jeritan ataupun air mata yang bisa menyela-matkan kami. Berdoa. Doalah satu-satunya senjata kami yang tersisa," kata Abu al-Banna, warga setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, juru bicara militer Israel Avi Benayahu mengonfirmasi bahwa mereka telah melancarkan serangan-serangan udara dan mengatakan bahwa sasaran-sasarannya ada-lah ''infrastruktur teroris''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeboman itu, lanjutnya, merupakan balasan dari serangan roket yang dilancarkan kelompok militan di Gaza ke Israel. Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dalam jumpa pers menyatakan, serangan akan terus ditingkatkan jika kondisi di lapangan membu-tuhkan. ''Ada waktu untuk tenang dan ada waktu untuk berperang. Dan, sekarang adalah waktu untuk berperang,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (3/1) malam Israel mulai melancarkan serangan darat. Pasukan arteleri mulai masuk ke Gaza, 23 warga Palestina syahid.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin Hamas menyerukan serangan balasan, termasuk serangan bunuh diri. ''Kami akan membalas sampai titik darah penghabisan,'' tegas juru bicara Hamas Fawzi Barhoum. Imbauan itu langsung disambut dengan tembakan roket-roket pejuang Palestina di Qassam ke wilayah Israel. Hingga hari ketujuh, empat orang Israel tewas dan beberapa terluka. Begitu Israel melancarkan serangan darat, Hamas menyatakan ini akan menjadi kuburan bagi tentara Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan brutal penjajah Israel ini mengundang aksi solidaritas umat Islam di dunia Arab dan seluruh dunia. Di  Tepi Barat, wilayah lain yang dikuasi faksi Fatah  penduduk turun ke jalan. Ratusan warga Jordania dengan marah mendatangi kan-tor perwakilan PBB di kota Amman. ''Hamas, jangan menye-rah. Kalian adalah canon dan kami siap menjadi peluru-peluru kalian,'' teriak mereka sambil mengibar-ngibarkan bendera hijau Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Beirut, Libanon, puluhan pemuda memenuhi jalan-jalan sambil menembakkan senjata ke arah wilayah Israel. Sementara itu, di kamp pengungsi Palestina di Yarmouk, Suriah, ratusan orang meminta negara-negara Islam bersatu melakukan serangan balasan ke Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Yaman, puluhan ribu massa berkumpul di sebuah stadion di kota Sanaa, ibukota negeri itu. Para pengunjuk rasa meneriakan kalimat-kalimat anti-Israel dan mengkritik para pe-mimpin Arab yang gagal mem-bela rakyat Palestina. "Berapa lama lagi sikap diam mereka akan berakhir? Pemimpin-pemimpin Arab bangkitlah!" teriak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pejuang Hizbullah yang memenangkan perang 33 hari dengan Israel tahun 2006 lalu menyebut serangan Israel ke Jalur Gaza sebagai kejahatan perang dan genosida. Hizbullah mendesak komunitas dan institusi internasional segera mengambil tindakan terhadap Zionis Israel. Dalam pernya-taannya Hizbullah menyerukan negara-negara Arab untuk menentukan tindakan tegas dan mengerahkan upayanya untuk melawan tindakan barbar Israel yang dilindungi oleh AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sudan, seorang perem-puan mengenakan ikat kepala Hamas di kepalanya, mengata-kan pada Al-Manar TV, “Di mana para pemimpin Arab? Mana tindakan mereka? Cukup sudah kutukan dan tudingan. Tunjuk-kan dukungan pada Gaza,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi turun ke jalan pun menentang agresi Israel terjadi di Inggris, Australia, Indonesia, Pakistan, India, Irak, Iran, Afganis-tan dan beberapa negara lainnya. Mereka menyebut Israel sebagai “the real terrorist.” Bendera Ame-rika dan Israel dibakar. Beberapa aksi malah dibubarkan oleh pemerintah setempat dengan represif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar Kecaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis.  Kebrutalan itu hanya menjadi bahan tontonan dunia internasional. Para penguasa di negeri-negeri Mus-lim, terutama yang ada di wilayah sekitar Palestina, seakan buta terhadap kejadian ini. Mereka tuli terhadap jerit penderitaan bangsa Palestina. Mereka tak berbuat banyak. Mereka tak berusaha menghentikan kebia-daban Israel misalnya dengan mengirimkan tentaranya atau membuka pintu perbatasan bagi masuknya para pejuang yang haus akan mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang muncul hanyalah ke-caman demi kecaman. Kutukan demi kutukan. Tidak ada makna-nya apa-apa bagi bangsa yang dalam Alquran disebut bangsa babi ini. Hampir tidak ada yang tidak mengecam. Uni Eropa mendesak kedua pihak, Israel dan Palestina, menghentikan upaya saling menyerang. Menurut AFP, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy memgutuk keras provokasi yang tak bertanggung jawab. Ia sangat menyesalkan banyak korban sipil yang tewas. Rusia, melalui Kementerian luar negerinya, me-nyatakan minta segera disudahi aksi militer di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekutu Israel, Amerika Serikat pun Sabtu (3/1) malah merestui kebrutalan Israel. Bahkan AS pun mendukung serangan darat Israel. “Saya kira setiap langkah yang mereka ambil, apakah serangan udara atau darat, merupakan bagian dari operasi. Itu semua terserah Israel,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Gordon Johndroe. PBB pun bak macan ompong dan peot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, Indonesia pun ikut mengecam. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menga-takan ia telah mengirim surat secara kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon dan DK PBB agar kedua lembaga itu mengeluarkan resolusi bagi Israel untuk menghentikan serangannya ke Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih ironis, negara-negara seolah mengamini apa yang terjadi di Gaza sebagaimana Amerika mendukung Israel. Tak mengherankan, anggota par-lemen Yaman, Abdul Aziz Jabbari, mengecam kebungkaman para pemimpin negara Arab. Dalam wawancaranya dengan Televisi Al Alam, Jabbari menilai sikap para pemimpin Arab tersebut sangat memalukan karena mereka hanya berdiam diri sementara Gaza tenggelam dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Libya Muammar Gaddafi menyebut para pemim-pin negara Arab sebagai pengecut.  Ia menyatakan para pemimpin negara Arab sudah gagal dalam mendukung per-juangan rakyat Palestina. Ia mengatakan para pemimpin Arab tidak tahu malu. Dan memang tidak ada hal konkret yang dilakukan dunia Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persengkokolan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ImageSerangan teroris Israel sebenarnya tidak berlangsung spontan. Pejabat Israel telah membocorkan informasi tentang akan adanya serangan sejak dua minggu sebelumnya di mana serangan itu akan dilakukans secara membabi buta dan tidak akan ada siapapun yang selamat. Bahkan pejabat Israel juga menyebutkan bahwa Israel menunggu cuaca yang baik agar bisa membantai dengan baik. Sabtu pagi 27 Desember menjadi hari yang mengerikan warga Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pejabat pen-ting Israel, beberapa saat setelah penyeranganya ke Gaza menga-takan, “Kami telah mengemuka-kan rencananya kepada sejumlah Negara Arab dan Barat, sebelum kami memutuskan untuk menye-rang Gaza”. Pernyataan ini diung-kapkankanya di tengah aksi pembantaian terhadap rakyat Palestina di Gaza dan disaksikan mata dunia. Seolah-olah Tel Aviv menyatakan, “Kami tidak sendirian dalam membantai rakyat Palestina.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung peja-bat Israel itu ingin mengatakan bahwa negara-negara Arab ada di belakang mereka, minimal telah mendapat restu. Dua hari sebelum serangan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni bertemu dengan Presiden Mesir Husni Mubarak. Melalui Mesir lah, Israel mencoba menjinakkan Hamas agar mau menuruti kehendak-nya. Tapi Hamas menolak dan Gaza diblokade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesir marah besar ketika Hamas menolak berbicara de-ngan Fatah bulan lalu yang sedianya dijadwalkan berlang-sung di Mesir. Media Arab melaporkan, Husni Mubarak juga menuduh Hamas telah melaku-kan kesalahan besar ketika menolak adanya gencatan senjata. Harian Al Quds Al Arabi yang berpusat di London juga melaporkan bahwa Mesir tidak akan memprotes serangan Israel, yang bertujuan untuk menja-tuhkan pemerintahan Hamas di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, Azzam Tamimi, direktur Institut Pemikiran Politik Islam (Institute of Islamic Political Thought) dan pakar masalah Palestina, menggambarkan pengamatannya sebagai berikut, ”Saya duga operasi militer ini tidak hanya terbatas tapi juga berusaha untuk mengganti penguasa di Gaza, kalau tidak, kenapa Israel juga menargetkan jajaran kepolisian? Yang menem-bakkan roket ke Israel bukanlah para polisi dan polisi bertugas untuk menjaga keamanan di Gaza. Operasi ini ditujukan untuk menciptakan kekacauan dan kemungkinan besar Mesir dan Ramallah berkolusi dalam hal ini. Tidak mungkin berani Israel melancarkan serangan dalam skala sebesar ini tanpa adanya izin dari kalangan tertentu, seperti Amerika, Eropa, dan juga Mesir dan Ramallah (Fatah).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, negara-negara Arab memang mendukung faksi Fatah yang mau bekerja sama dengan Israel. Mereka menen-tang Hamas. Maka merekapun merestui upaya Israel membumi-hanguskan Jalur Gaza. Bagi para pemimpin Arab yang memang sejak awalnya bergantung pada Barat, Israel sangat penting untuk menjaga eksistensi kekuasaan mereka karena Israel dianggap bisa menjadi poros kerja sama internasional dan sekaligus membantu memberangus ke-lompok-kelompok yang anti pemerintah Arab. Israel juga dianggap bisa menjadi mitra untuk menghadapi Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Israel adalah bang-sa yang tidak bisa dipegang. Sepanjang sejarah mereka adalah bangsa yang selalu mengingkari perjanjian. Mereka tidak hanya melakukan itu terhadap sesama manusia tapi juga kepada para Nabi. Maka banyak pengamat menyatakan perundingan dengan Israel adalah sia-sia. Nyatanya fakta menunjukkan bahwa sejumlah perundingan damai antara Palestina dan Israel tak pernah membuat Palestina bisa mempe-roleh kembali wilayahnya. Justru dengan perundingan itu, Pales-tina kian kerdil. Kini wilayah yang dikuasai warga Palestina tinggal sekitar 10 persen. Lainnya dicaplok Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) M Ismail Yusanto, akar permasalahannya adalah penjajahan Israel atas tanah Palestina. Maka penye-lesaiannya adalah mengusir Israel dari wilayah tersebut. Jalannya adalah jihad fi sabilillah. Bukan perundingan. Karena itu dalam kondisi sekarang, peme-rintah negeri-negeri berpen-duduk Muslim seharusnya mengirimkan tentaranya untuk membantu perjuangan bangsa Palestina mengusir Israel dari tanah airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemecahan masalah Pales-tina pun tak bisa mengandalkan para penguasa Arab karena mereka adalah antek-antek Barat. Ia menegaskan, masalah Pales-tina adalah tanggung jawab umat Islam di seluruh dunia. ”Jihad harus terus dikobarkan di sana,” tandasnya. Bersamaan dengan itu umat Islam harus berjuang membangun kekuatan alternatif yang bisa berhadapan langsung dengan Zionis dan negara pelindungnya yakni Amerika dan Eropa. Itulah Khilafah Islamiyah. Negara inilah yang akan bisa mengusir Israel dan membebaskan Palestina&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-6207324297886541348?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/6207324297886541348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=6207324297886541348' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6207324297886541348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6207324297886541348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/israel-biadab.html' title='ISRAEL BIADAB!'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWh6nOWcg-I/AAAAAAAAAHM/1TdddvM0dQQ/s72-c/gaza+berdarah.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-9016342147772405403</id><published>2009-01-10T03:20:00.007Z</published><updated>2009-01-10T03:34:59.742Z</updated><title type='text'>Pemimpin Arab Berkhianat</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Serangan Israel ke Jalur Gaza bukan serangan yang bersifat spontan. Semua terencana dengan rapi. Bahkan diketahui para pemimpin Arab. Ada persekongkolan dengan Israel.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dimana para pemimpin Arab? Mana tindakan mereka? Cukup sudah kutukan dan tudingan. Tunjukan dukungan pada Gaza,” kata seorang perempuan Sudan yang ikut aksi unjuk rasa ribuan orang kepada TV Al Manar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWgUfpseM4I/AAAAAAAAAG0/mh2oCT-yxlw/s1600-h/bush-abdullah_ex.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWgUfpseM4I/AAAAAAAAAG0/mh2oCT-yxlw/s320/bush-abdullah_ex.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289500296347530114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bush dan anteknya...Raja Abdullah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara seorang pengun-juk rasa di Yaman kepada jaringan televisi Al-Jazeera, mengatakan Liga Arab tak berguna. “Mereka semua pemimpin tak berguna, mereka suruh pulang saja ke rumah,” katanya, seperti dikutip situs televisi CNN, Senin 29 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak serangan Israel ke Gaza pada Sabtu (27/12/2008) para pemimpin Arab terkesan diam. Seolah mereka hanya menonton dari dekat pembu-nuhan massal warga Palestina sambil sekali-sekali bicara, “Wah kejam sekali Israel”. Sambil duduk minum-minum dan bermewah-mewahan di istana, mereka hanya menghitung jumlah missil yang dilepaskan Israel dan jumlah korban Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengherankan bila warga Arab pun gemas dibuatnya. Hampir  di seluruh dunia Arab, warga turun ke jalan. Mereka men-desak pemerintah mereka segera membantu warga Palestina. Muncul pula niat warga Arab untuk membantu secara langsung Palestina sebagai sukarelawan jihad. Namun justru para penguasa Arab lah yang menghalangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir, pemerintah Husni Mubarak malah menangkap belasan anggota Ikhwanul Mus-limin yang berunjuk rasa menen-tang kebrutalan dan kebiadaban Israel. Di Arab Saudi, pemerintah Kerajaan Arab Saudi menangkap seorang ulama terkemuka, Awad Al-Qarni yang menyerukan untuk menyerang orang-orang Yahudi dan yang berhubungan dengan Yahudi di seluruh dunia. Fatwanya pada 29 Desember 2008: ”Saya mengeluarkan fatwa bahwa orang Israel termasuk hal-hal yang berhubungan dan berkepentingan Israel [sekutunya], 'halal' menjadi target orang Muslim di manapun ia berada [di seluruh dunia]. Para zionis harus menjadi target, dan darah orang Israel halal selama mereka menumpahkan darah saudara kita di Palestina. Jika tidak, selama orang Arab dan pemerintah Arab 'bungkam' terhadap kons-pirasi ini, orang-orang Israel tidak pernah takut untuk melakukan pembantaian ini“. Setelah seru-annya tersebar dalam berbagai situs dan forum, ia ditangkap di Saudi Selatan dan kemudian dibawa ke Riyadh.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWgVKx9uwoI/AAAAAAAAAG8/ZN808IfQX3E/s1600-h/husni+mubarak+pengkhianat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWgVKx9uwoI/AAAAAAAAAG8/ZN808IfQX3E/s320/husni+mubarak+pengkhianat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289501037301777026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Huni Mubarak (Sang Penjilat) berjabat tangan dengan Menlu Israel (Sang Pembantai)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika desakan warga begitu gencar, para pemimpin Arab malah mengadakan pertemuan Dewan Kerjasama Teluk Persia, (Gulf Cooperation Council-GCC) melangsungkan Konferensi Ting-kat Tinggi (KTT) di Muscat, Ibukota Oman pada 31 Desember 2008. Para pemimpin Arab malah me-lempar tanggung jawab tragedi Gaza kepada masyarakat internasional. Dengan mendesak masyarakat internasional untuk secepatnya mengupayakan peng-hentian aksi brutal rezim Zionis Israel ke Gaza. Sikap tersebut sangat tidak disangka-sangka sehingga memaksa sejumlah media massa regional mereaksi sikap mereka. Para analis politik menilai sikap bungkam para pemimpin Arab terhadap tragedi Gaza sebagai bentuk perse-kongkolan mereka dengan kaum Zionis dan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Libya Muammar Gaddafi mengecam para pemimpin Arab karena hanya membiar-kan begitu saja penyerangan Israel terhadap Jalur Gaza. Ia menyebut para pemimpin negara Arab sebagai pengecut. Ia menyatakan para pemimpin negara Arab telah gagal dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. “Mereka seharusnya malu. Sebagian dari para pemimpin Arab hanya memberikan bantu-an lewat misi kemanusiaan saja. Sebagian lagi hanya berpidato saja. Mereka tengah memperjual-belikan rakyat Palestina,” kata Gaddafi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pun sebenarnya tahu bahwa para pemimpin Arablah yang memayungi kekejaman Israel. Berdirinya Negara Zionis ini pun atas jasa para pemimpin Arab. Berbagai skenario dibuat dalam rangka memper-tahankan eksistensi Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan pemimpin Annapolis pada Nopember 2007 yang digagas Amerika, kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan  meng-arah pada pembe-rangusan gerakan Hamas. Bagi para pemimpin Arab, Israel sangat penting untuk menjaga eksistensi kekuasaan mereka karena Israel dianggap bisa menjadi poros kerja sama internasional dan sekaligus membantu memberangus kelompok-kelompok yang anti pemerintah Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja pernyataan Direktur Intelijen Mesir, Umar Sulaiman yang menyatakan kepada Israel, beberapa hari yang lalu, bahwa Mubarak tidak kurang semangatnya dalam membasmi pemerintahan Gaza, daripada Tel Aviv sendiri.  Mesir marah kepada Hamas karena tidak mau bertemu Fatah di Mesir. Maka setelah blokade ekonomi gagal meng-hentikan perlawanan, Israel dengan dukungan Arab ingin membumihanguskan Jalur Gaza. Malah dua hari sebelum serangan, Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni bertemu dulu dengan Presiden Husni Mubarak. Harian Al Quds Al Arabi yang berpusat di London juga melaporkan bahwa Mesir tidak akan memprotes serangan Israel, yang bertujuan untuk menja-tuhkan pemerintahan Hamas di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWgVyZN1MpI/AAAAAAAAAHE/8dGxwVzDbrE/s1600-h/bush-abdulah1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWgVyZN1MpI/AAAAAAAAAHE/8dGxwVzDbrE/s320/bush-abdulah1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289501717853188754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pelukan Mesra Penghianat dan Pembantai&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pejabat penting Israel, beberapa saat setelah penyeranganya ke Gaza, menga-takan, “Kami telah mengemu-kakan rencananya kepada sejum-lah Negara Arab dan Barat, sebelum kami memutuskan untuk menyerang Gaza”. Tayib Abdurra-him, penasehat Abbas,  menyusul serangan Israel ke Gaza mengata-kan, “Pemerintahan Oslo akan berkuasa kembali di Gaza. Warga Gaza diharapkan bersabar.” Para pemimpin Arab memang para pengkhianat umat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-9016342147772405403?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/9016342147772405403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=9016342147772405403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/9016342147772405403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/9016342147772405403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/serangan-israel-ke-jalur-gaza-bukan.html' title='Pemimpin Arab Berkhianat'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWgUfpseM4I/AAAAAAAAAG0/mh2oCT-yxlw/s72-c/bush-abdullah_ex.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-4854503145697006979</id><published>2009-01-10T00:47:00.001Z</published><updated>2009-01-10T00:49:08.697Z</updated><title type='text'>Pengkhianatan Penguasa Saudi  (Dulu dan Kini)</title><content type='html'>Dalam pidato pembukaan KTT Liga Arab yang dilangsungkan di Riyadh tanggal 28 Maret 2007, Raja Abdullah Ibnu Saud mengatakan bahwa kesengsaraan yang dialami bangsa Arab adalah akibat perselisihan yang kerap terjadi di antara para penguasa Arab. Padahal mereka hanya dapat mencegah “kekuatan asing untuk merumuskan masa depan wilayah itu”  jika mereka bersatu. Kemudian dia melanjutkan pidatonya tentang  sejarah Liga Arab, “Pertanyaannya adalah, apa yang telah kita lakukan dalam tahun-tahun belakangan ini untuk menyelesaikan semua permasalahan itu? Saya tidak ingin menyalahkan Liga Arab karena ia adalah sebuah entitas yang mencerminkan kondisi kita secara menyeluruh. Kita seharusnya menyalahkan diri kita sendiri; kita semua; pemimpin bangsa-bangsa Arab. Perbedaan-perbedaan kita yang permanen, penolakan kita untuk mengambil jalan persatuan, semuanya itu menyebabkan negara-negara Arab kehilangan kepercayaan diri dan kredibilitas serta kehilangan harapan pada masa kini dan masa depan kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu menggambarkan beberapa persoalan yang dihadapi oleh Dunia Islam, “Di Irak yang kita cintai, pertumpahan darah terjadi di antara saudara-saudara kita, dibayangi oleh pendudukan asing yang ilegal, dan kebencian sektarianisme yang menjurus pada perang saudara…Di Palestina, banyak orang menderita karena penindasan dan pendudukan. Sangat mendesak untuk mengakhiri blokade yang diberlakukan atas bangsa Palestina sehingga proses perdamaian dapat terus berjalan dalam kondisi tanpa penindasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang digarisbawahi oleh Raja Abdullah dalam pidato pembukaanya tentang problem masa kini yang dihadapi kaum Muslim sudah sangat dimengerti oleh kaum Muslim di seluruh dunia. Namun, Dia melupakan peran yang telah dimainkannya, juga peran keluarga Saudi dalam menciptakan dan memperpanjang isu-isu semacam itu. Keluarga Saudi memiliki riwayat panjang terkait dengan pengkhianatan mereka terhadap umat. Mereka justru telah memainkan peran pentingnya dalam mencegah persatuan di Dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai awal tahun 2006, Raja Abdullah telah mencetuskan inisiatif perdamaian yang akan mengakui Israel jika negara itu mengembalikan tanah yang dirampasnya pada perang tahun 1967. Untuk itu, Raja Abdullah bersedia menjadi perantara pada perjanjian antara Pemerintahan Hamas dan Fatah. Raja Abdullah menunjukkan sikap yang sebenarnya ketika Israel menginvasi Libanon pada bulan Juli 2006. Saat itu, pada pertemuan KTT Liga Arab dia bersama Yordania, Mesir, beberapa negara Teluk dan Otoritas Palestina, menghukum Hizbullah atas tindakannya yang dianggap tidak diharapkan, tidak pantas dan tidak bertanggung jawab. Menlu Arab Pangeran Saud al-Faisal pada saat itu mengatakan, “Tindakan itu akan membawa keseluruhan wilayah ini kembali beberapa tahun mundur ke belakang. Kami tidak bisa menerima hal itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudi Arabia, bahkan meminta Sheikh terkemuka, Abdullah bin Jabrin, untuk mengeluarkan fatwa yang menyatakan tidak sahnya dukungan, bantuan dan doa bagi Hizbullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Saudi sering dalam beberapa kesempatan, bersama dengan kekuatan penjajah Barat, bahu-membahu dalam menyediakan dukungan aktif. Dalam Perang Teluk yang pertama, Raja Fahd dengan resmi memerintah-kan penggelaran pasukan Amerika di tanah Saudi. Kerajaan itu menjadi tuan rumah bagi 600,000 pasukan Sekutu hingga kas negara mengalami defisit. Amerika mengeluarkan $60 miliar pada Perang Teluk pertama. Kuwait membayar separuhnya dari anggaran itu. Saat ini, 5000 tentara AS masih bercokol di kerajaan itu sejak akhir Perang Teluk. Sejak 1999, kehadiran mereka telah menimbulkan kejengkelan bagi warga Saudi hingga dikeluarkannya “Memorandum Nasihat” setebal 46 halaman oleh 107 pemuka kelompok Wahabi kepada Raja Fahd. Memorandum tersebut mengkritik pemerintah atas korupsi dan pelanggaran lainnya serta  kebijakan pemerintah yang tetap membiarkan kehadiran tentara AS di tanah Saudi. Namun, jawaban yang diambil oleh Raja Fahd adalah menangkap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Pengkhianatan al-Saud  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhiatan telah berakar dalam di tubuh Kerajaan Saudi, yakni sejak keluarga Saudi memainkan peran langsungnya atas kehancuran Khilafah dan pembentukan negara Israel. Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris melakukan kontak-kontak dengan Ibnu Saud tahun 1851 untuk berhubungan dengan pihak-pihak yang dianggap pantas untuk menjadi penentang Khilafah yang beribukota di Istanbul. Keluarga Saudi pada saat itu adalah segerombolan bandit yang terlibat dalam percekcokan kesukuan, namun dengan uang dan senjata dari Inggris. Ibnu Saud mampu mengkonsolidasikan posisinya di wilayah-wilayah kunci di semenanjung Arab dan akhirnya di seluruh semenanjung itu. Ini terlihat pada perjanjian yang ditandatangani oleh Inggris tahun 1865. Ketika itu Inggris menginginkan sekutunya di wilayah itu untuk memberikan pijakan pada wilayah Kekhalifahan Usmaniah yang sedang sekarat. Sebagai imbalannya, Ibnu Saud menginginkan bantuan logistik dan militer Inggris untuk mengacaukan Kekhalifahan dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris memberikan Ibnu Saud sedikit subsidi yang dipakai untuk memperluas dan mempertahankan pasukan Wahabi. Pasukan ini adalah tulang punggung pasukan Ibnu Saud untuk melawan Khilafah. Ibnu Saud berusaha untuk memperoleh legitimasi dengan memakai gerakan Wahabi, pengikut Muhammad ibnu Wahab, yang berkeyakinan bahwa tanah Arab perlu dibersihkan dengan opini Islamnya. Ibnu Wahab menggunakan Wahabi untuk memberikan kredibilitas agama atas kebijakan pro-Inggrisnya. kaum Wahabi melihat kesempatan ini untuk melihat interpretasinya atas Islam agar menjadi mazhab yang dominan di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1910 keluarga al-Saud menjadi orang-orang yang lebih penting lagi bagi Inggris ketika mereka memberontak terhadap Kekhalifahan Usmani, dengan dukungan Inggris, dengan menyerang saudara sepupunya Ibnu Rashid yang mendukung Khilafah. Subsidi yang tadinya kecil menjadi bertambah dan sekomplotan penasihat dikirim untuk membantu gerakan Ibnu Saud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberontakan Arab (1916-1918) diawali oleh Syarif Hussein ibnu Ali dengan restu penuh Inggris. Tujuannya adalah untuk memisahkan semenanjung Arab dari Istanbul. Perjanjian ini diakhiri pada bulan Juni 1916 setelah dilakukan surat-menyurat dengan Komisi Tinggi Inggris Henry McMahon yang mampu meyakinkan Syarif Hussein akan imbalan yang diterimanya atas penghianatannya terhadap Kekhalifahan, yakni berupa tanah yang membentang dari Mesir dan Persia; dengan pengecualian penguasaan kerajaan  di wilayah Kuwait, Aden, dan pesisir Syria. Pemerintah Inggris di Mesir langsung mengirim seorang opsir muda untuk bekerja bersama orang Arab. Orang itu adalah Kapten Timothy Edward Lawrence, atau yang dikenal dengan nama Lawrence dari Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kekalahan Kekhalifahan Usmani tahun 1918 dan keruntuhan sepenuhnya tahun 1924, Inggris memberikan kontrol penuh atas negara-negara yang baru terbentuk, yakni Irak dan Trans-Jordan, kepada anak laki-laki Syarif Hussein yaitu Faisal dan Abdullah seperti yang sebelumnya dijanjikan. Keluarga al-Saud berhasil membawa seluruh Arab di bawah kontrolnya tahun 1930. Pandangan Inggris atas nasib Arab menyusul kekalahan Khilafah tercermin pada kata-kata Lord Crewe bahwa ia menginginkan, “Arab yang terpecah menjadi kerajaan-kerajaan di bawah mandat kami.” Untuk peran itu, keluarga Saudi menerimanya dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Saudi langsung bersekongkol dengan Inggris untuk menghancurkan Khilafah. Jika tidak terlalu buruk keluarga Saud juga akan langsung bersekongkol dengan Zionis untuk mendirikan Israel. Raja Abdullah 1 dari Trans-Jordan yang diciptakan Inggris mempelajari kemungkinan itu dengan David Ben Gurion (Perdana Menteri Israel yang pertama) di Istanbul tahun 1930-an. Abdullah menawarkan untuk menerima pendirian Israel. Sebagai imbalannya, dia akan menerima Jordania di bawah kontrol penduduk Arab di Palestina. Tahun 1946 Abdullah mengungkapkan minatnya untuk menguasai wilayah Arab di Palestina. Dia tidak berniat untuk menentang atau menghalangi pembagian Palestina dan pendirian negara Israel, seperti yang digambarkan oleh seorang sejarawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaranya Raja Faisal dari Irak bahkan melebihi pengkhiatan Abdullah. Ketika itu, pada tahun 1919 Faisal menandatangani Perjanjian Faisal-Weizmann, dengan Dr. Chaim Weizmann, Presiden organisasi Zionis Dunia; dialah yang menerima dengan syarat Deklarasi Balfour berdasarkan janji yang dipenuhi oleh Inggris pada masa perang untuk kemerdekaan Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1995 Saudi Arabia telah mengimpor $64.5 miliar dalam bentuk persenjataan, yang jauh melebihi pengimpor kedua terbesar, Taiwan, yang melakukan transaksi hanya sebesar $20.2 untuk persenjataan. Namun, tidak satu pun senjata-senjata itu yang digunakan untuk pertahanan bagi kaum Muslim atau di area konflik tempat kaum Muslim ditindas. Satu-satunya saat bagi Saudi ikut terlibat perang adalah ketika terjadi Perang Teluk. Saat itu, dia terlibat dalam mendukung koalisi terhadap Irak dan selama PD I. Pembatalan yang baru-baru ini dilakukan antara Saudi dan Inggris menunjukkan, bahwa keluarga Saudi tidak pernah berkeinginan untuk membela kepentingan kaum Muslim. Mereka hanya membeli persenjataan untuk memastikan berlanjutan industri persenjataan tuan-tuannya di Barat, sementara mereka tetap mengkhianati umat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-4854503145697006979?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/4854503145697006979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=4854503145697006979' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4854503145697006979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4854503145697006979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/pengkhianatan-penguasa-saudi-dulu-dan_10.html' title='Pengkhianatan Penguasa Saudi  (Dulu dan Kini)'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-48309339943218174</id><published>2009-01-09T02:09:00.009Z</published><updated>2009-01-10T03:39:31.143Z</updated><title type='text'>Inilah Wajah Antek-Antek Amerika dan Zionis di Indonesial</title><content type='html'>Masih ingat dengan Insiden Monas 1 Juni 2008 kemarin. Selidik punya selidik, ternyata ini telah diskenariokan untuk lagi-lagi mengkambing hitamkan Islam secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Pertama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentrok antara masa Komando Laskar Islam dan masa AKKBB diblow up sedemikian rupa dengan cara-cara paling bodoh yang dilakukan agar dapat membentuk opini masyarakat bahwa Islam identik dengan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya insiden Monas tidaklah separah yang diberitakan, terbukti pencekikan yang dilakukan Munarman, panglima Komando Laskar Islam yang dijadikan cover Koran Tempo edisi Selasa, 3 Juni 2008 yang katanya terhadap salah satu masa AKKBB hanyalah manipulatif dan dusta. Orang yang dicekik Munarman ternyata adalah anak buahnya sendiri bernama Ucok Nasrullah alias Ponco yang dilakukannya agar anak buahnya tidak anarkis. Tapi sayangnya opini public telah terbentuk bersamaan dengan Headline yang telah keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Panglima Komando Laskar Islam Munarman mencekik salah seorang anggota Aliansi Kebangsaan di kawasan Monas. Foto ini ditunjukkan dalam jumpa pers kelompok Aliansi di kantor Wahid Institute, Jakarta, kemarin.” (Koran Tempo edisi Selasa, 3 Juni 2008 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cekik Leher: Munarman, Panglima Komando Laskar Islam yang mantan Ketua YLBHI mencekik simpatisan massa AKKBB yang diserangnya, Minggu (1/6)” (Harian Tribun Jabar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh media memberitakan mengenai hal ini berikut juga adegan kekerasan yang terjadi saat insiden Monas terus berulang-ulang. Termasuk ketika seorang anak kecil yang tertangkap kamera dan televisi yang katanya anak dari masa AKKBB ternyata adalah anak dari Ustadz Tubagus Sidik, salah satu anggola Komando Laskar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan bentrok yang terjadi antar kelompok pendukung cagub Malut selama berbulan-bulan dan sampai kini masih terus berlangsung. Atau bentrok yang terjadi antara polisi dan demonstran BBM di Unas. Apalagi bila dibandingkan dengan huru-hara puluhan ribu massa parpol pendukung calon Bupati Tuban yang sampai merusak dan membakar pendopo Kabupaten, perkantoran, dan pom bensin. Insiden Monas tidaklah separah yang diberitakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kenapa bisa jadi seheboh itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya adalah karena mereka adalah muslim yang nyata sepak terjangnya ingin menegakkan syariat Islam!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Kedua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolri Jenderal Pol. Sutanto mengatakan bahwa insiden Monas terjadi karena kelompok AKKBB yang mencari masalah. Seharusnya mereka tidak masuk Monas sesuai pemberitahuan mereka kepada polisi, mereka harusnya ke Bundaran HI. Namun karena mereka masuk Monas meski tidak mendapat izin dari penguasa monas dan melakukan provokasi dengan pengumuman apel akbar di sejumlah media massa dan mencerca dengan kata-kata “Laskar Kafir!!! Laskar Setan!!!”, yang sontak membuat masa Komando Laskar Islam yang sebenarnya kehadiran mereka di Monas hanya ditugaskan untuk mengamankan demonstrasi tolak kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Ketiga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedutaan Amerika Serikat diwakili John A Hefern yang datang membesuk para korban dari kalangan AKKBB di rumah sakit serta menggelar jumpa pers mengecam insiden tersebut dan mendesak pemerintah Indonesia terkait kasus tersebut memaksa Presiden SBY juga melakukan jumpa pers. Seharusnya selain melakukan jumpa pers seputar insiden Monas, presiden SBY selayaknya memberikan nota protes kepada pemerintah AS agar segera menghentikan campur tangannya dalam urusan dalam negeri Indonesia dan meminta maaf kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. Termasuk juga kasus Namru-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar aneh dan terlihat benang merah yang sangat jelas!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Keempat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan karakter yang luar biasa terhadap Islam secara keseluruhan yang diwakili Front Pembela Islam yang seharusnya hanya ditujukan kepada Komando Laskar Islam begitu gencarnya dan disiarkan berulang-ulang. Sementara anarkisme yang dilakukan oleh pendukung AKKBB yaitu hanya sebagian kecil dari masa Nahdatul Ulama atau lebih tepatnya para taklidiyun Gus Dur yang menginginkan FPI bubar diangkat sedemikian rupa mengalahkan demo spektakuler Forum Ulama dan Habaib serta elemen umat Islam lainnya pada 9 Juni 2008 di Monas, Istana Negara dan Polda Metro Jaya. Di sini kita bisa melihat, publikasi yang dilakukan media sangat-sangat terlihat jelas tidak adil. Ketika itu berhubungan dengan umat Islam, maka diminimalisir sementara bila terhadap kaum SEPILIS (SEKULER, KAPITALIS dan LIBERALIS) diangkat setinggi-tingginya. Tapi sayangnya hanya sedikit umat Islam yang menyadarinya. Syukurnya Eramuslim.com, Republika, Gatra, Hidayatullah.com masih menjadi rujukan yang dapat dipertanggung jawabkan bagi untuk umat Islam. Jadi sebaiknya, rekomendasi saya, sebagai bahan penyeimbang yang dapat dipercaya, kalian bisa baca media-media yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca Pelajaran Berharga Peristiwa Monas, atau ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi….. walau apapun yang terjadi ternyata makar Allah jauh lebih hebat dari makar siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti polling pembubaran FPI di beberapa media justru menjadi terbalik seperti yang diharapkan meski pembunuhan karakter itu begitu gencarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil polling Liputan6.com pada 10 Juni 2008, menunjukkan 59 persen (atau 89.126 pengakses) tidak menginginkan FPI bubar. Hanya 41 persen (atau 62.093 netter) yang meminta FPI dibubarkan. Sisanya 272 orang menyatakan abstain. Di Detik.com, 56,76 persen dari 26.022 orang menolak FPI dibubarkan. Di www.republika.co.id, yang menginginkan FPI jangan dibubarkan melejit 85,5 persen. Sementara di www.nu.or.id dukungan agar FPI tidak dibubarkan juga meningkat dari 59 persen menjadi 62 persen pada hari yang sama. Sebagiannya beralasan : “keberadaannya harus tetap dipertahankan guna menghapus kemaksiatan dan melawan kelompok liberal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat harapan yang tidak sesuai, poling di Liputan6.com tersebut tiba-tiba lenyap tanpa penjelasan pada keesokan harinya (11/6). Article ini juga bisa dibaca di sini atau di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke guys! Berikut adalah wajah-wajah yang harus kita waspadai!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mohon maaf, untuk para penentang gambar makhluk hidup tanpa rukhsah sedikitpun mohon tidak membaca penjelasan berikutnya, Kecuali yang hanya ingin mengambil mashlahatnya saja!! Silakah beralih ke article lainnya diblog ini. Afwan ziddan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus ke bawah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warning!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit lagi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Dia….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunawan Muhamad&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWayLL_pSKI/AAAAAAAAAE8/TtD0gpj6aYw/s1600-h/gunawan-muhamad.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 108px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWayLL_pSKI/AAAAAAAAAE8/TtD0gpj6aYw/s320/gunawan-muhamad.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289110717661268130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kader sosialis dan seorang kapitalis tulen yang kaya raya dari saham Tempo, Jawa Pos, dan berbagai perusahaan lainnya yang sinis terhadap agama (Islam). Selalu berperilaku seperti sosialis tulen yang moralis, demokratis, sok miskin, termasuk dengan penampilan kucel dan selalu memakai mobil Toyota kijang 1996-an. “Dialah agen utama Amerika di Indonesia,” kata seorang pensiunan perwira tinggi Angkatan Darat. Bersama Gus Dur, ia menerima hadiah uang senilai 250 ribu dollar AS (sekitar Rp 2,3 milyar) dan penghargaan “Dan David Prize” dari Israel. Dialah yang berperan dalam proses sekulerisasi di Indonesia dan membesarkan Abdurahman Wahid dan Nurcholis Madjid, sebagai lokomotif liberalisasi Islam di Indonesia dan dia pula yang mengorbitkan kalangan liberal seperti Ulil Abshar Abdala melalui Temponya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adnan Buyung Nasution&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWay5lSxwqI/AAAAAAAAAFE/86pNqktdeGM/s1600-h/adnan-buyung-nasution.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWay5lSxwqI/AAAAAAAAAFE/86pNqktdeGM/s320/adnan-buyung-nasution.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289111514726384290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendukung AKKBB paling vocal. Pendiri YLBHI bersama tokoh intel Indonesia, Ali Moertopo. Dia selalu mengklaim diri sebagai lokomotif demokrasi. Padahal banyak tindakannya yang tidak demokratis, termasuk memecat Munarman dari posisi ketua YLBHI gara-gara Munarman mengadakan kegiatan pengajian di kantor YLBHI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Todung Mulya Lubis&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWazYo7QvbI/AAAAAAAAAFM/CG6s4tw2KXE/s1600-h/todung-mulya-lubis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWazYo7QvbI/AAAAAAAAAFM/CG6s4tw2KXE/s320/todung-mulya-lubis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289112048277437874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah contoh kader sosialis yang telah berubah menjadi kapitalis sejati. Menjadi pengacara banyak perusahaan AS dengan gaji ribuan dollar per jam, namun masih suka ploretar. Dia sering menjual isu Indonesia dan Timor Timur saat menjadi Wakil Ketua Komisi Investigasi HAM untuk Timor-Timur. Menjadi Ketua International Crisis Group (ICG), lembaga pengkaji isu internasional yang analisanya tentang Islam dan Umat Islam sering melenceng dan menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Fajroel Rachman&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWazt7_yzZI/AAAAAAAAAFU/_O-ap7sReG4/s1600-h/m-fajrul-rahman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 90px; height: 110px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWazt7_yzZI/AAAAAAAAAFU/_O-ap7sReG4/s320/m-fajrul-rahman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289112414173973906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman) Indonesia, adalah otak aksi mahasiswa ITB di tahun 1989. dikenal anti Islam dan menjadi motor dalam judicial review ke Mahkamah Konstirusi yang meminta pembubaran Lembaga Sensor Film (LSF) karena dianggap membunuh kreatifitas seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal Malarangeng&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa0J1hPOZI/AAAAAAAAAFc/BWE_Cx-sNTI/s1600-h/rizal-malarangeng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa0J1hPOZI/AAAAAAAAAFc/BWE_Cx-sNTI/s320/rizal-malarangeng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289112893471537554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aktivis kapitalis neoliberal murni. Ketua Freedom Institute yang suka mejeng di baliho jalanan dengan semboyan Save Our Nation. Dan sebagai negosiator perjanjian Exxon Mobile. Jangan aneh melihat kekesalannya [baca kebenciannya] saat wawancara mengenai FPI pada insiden Monas di salah satu stasiun televisi swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulil Abshar Abdalla&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa1DIyKBfI/AAAAAAAAAFk/p4yv4s8tgyI/s1600-h/ulil-abshar-01b.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa1DIyKBfI/AAAAAAAAAFk/p4yv4s8tgyI/s320/ulil-abshar-01b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289113877895316978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah corong JIL paling tajam dan dikenal sebagai penentang formalitas dan hokum Islam. Saat ini sedang mengejar gelar doctor dan ditatrar untuk menjadi salah satu kader dan the Darling of Amerika di Boston. Dia dan seluruh aktivis jaringan Islam Liberal, komentarnya sudah sering keluar dari rambu syara. Misalnya, Guntur Romly pernah mengatakan bahwa naudzubillahi min dzalik—Al-Qur’an adalah kitab paling porno. Taufiq Adnan Amal mengatakan tafsir al-Qur’an sudah bias jender. Meski rata-rata mereka berasal dari lingkungan pesantren, mereka banyak yang sudah mengabaikan ibadah mahdlah seperti shalat lima waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musdah Mulia&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa1f_F1c8I/AAAAAAAAAFs/66fzecbfmn8/s1600-h/musdah_mulia-03.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa1f_F1c8I/AAAAAAAAAFs/66fzecbfmn8/s320/musdah_mulia-03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289114373509706690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia juga aktivis JIL yang pro homoseksual dan mengecam ulama yang menafsirkan al-Qur’an untuk menyalahkan kaum homo dan lesbi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luthfi Assyaukanie&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa13vhYEvI/AAAAAAAAAF0/uDdc1W3gItM/s1600-h/luthfi_assyaukanie-021.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa13vhYEvI/AAAAAAAAAF0/uDdc1W3gItM/s320/luthfi_assyaukanie-021.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289114781647114994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah dosen senior Universitas Paramadina, dan peneliti Freedom Institute yang mendapat dana jutaan dollar dari Amerika. Dia juga salah satu dewan pengarah di Maarif Institute, Co-Founder dan Anggota Dewan Pengarah JIL. Setelah menyelesaikan studi di Unibersity of Jordan dengan spesialisasi Filosofi dan Hukum Islam, ia lalu menyelesaikan gelar MA dan PhD di The University of Melbourne. Pandangannya tentang syariat Islam selalu negative. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dus&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa2aprbIII/AAAAAAAAAF8/Zng1wYr6f5o/s1600-h/swc-gusdur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa2aprbIII/AAAAAAAAAF8/Zng1wYr6f5o/s320/swc-gusdur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289115381374066818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sikapnya selalu negative terhadap formalitas hukum Islam. Dikenal sebagai sahabat Israel dan anggota Ghoyim Zionis. Pandangannya pun berbeda dengan pandangan PB Nahdlatul Ulama dalam masalah Islam Liberal, meski ia bekas Ketua Umum PB NU. Untuk kegiatan pro sekulerisme, pluralisme, liberalisme dan sosialisme, ia mendirikan The Wahid Institute yang dananya juga dari Amerika. Yang paling fresh dari Mr. Dur, beberapa waktu yang lalu, dia diundang ke AS untuk penganugerahan Medal of Valor (Medali Keberanian) dari Shimon Wiesenthal Center (WCS) karena dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafi’I Ma’arif&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa2uENUzMI/AAAAAAAAAGE/mbl9Dtny0Sw/s1600-h/buya-syafii.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWa2uENUzMI/AAAAAAAAAGE/mbl9Dtny0Sw/s320/buya-syafii.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289115714913094850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah sejak lama, pandangannya cenderung pro Islam Liberal. Jika dulu pandangannya sering disebut Neo Mu’tazilah, belakangan diketahui bahwa ide-ide itu pula yang disebarkan anak muda JIL. Lulusan Chicago University ini pun membentuk Ma’arif Institute yang penelitiannya sering menyudutkan cita-cita penerapan hukum Islam di Indonesia. Dana Maarif Institute konon juga berasal dari Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang inilah para pendukung AKKBB. Yang menggantungkan hidupnya pada bantuan asing seperti USAID, Asia Fondation, Ford Fondation, AusAID, dan TIFA. Dibalik aksi AKKBB lah akhirnya terlihat ada kepentingan asing. Indonesia dalam kondisi terjajah dengan model baru. Para penjajah yang menggunakan antek-antek di negeri ini yang berlangsung secara sistematis. Tujuannya hanya satu, yakni menghalangi umat Islam melaksanakan syariatnya. Selain mereka, masih banyak lagi yang tergabung dan secara nyata telah menampakkan keapatisannya terhadap syariat Islam. Untuk selengkapnya lihat Suara Islam edisi 46, tahun 2008 dengan judul ”Ini Dia Gembong AKKBB” pada halaman 6-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga article ini bermanfaat dan membuka mata hati kita serta semakin terbuktilah firman Allah Subhanahu Wata’ala berikut ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah: 120)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-48309339943218174?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/48309339943218174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=48309339943218174' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/48309339943218174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/48309339943218174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/astaga-inikah-wajah-antek-antek-amerika.html' title='Inilah Wajah Antek-Antek Amerika dan Zionis di Indonesial'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWayLL_pSKI/AAAAAAAAAE8/TtD0gpj6aYw/s72-c/gunawan-muhamad.gif' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-4998693863119099507</id><published>2009-01-09T01:19:00.002Z</published><updated>2009-01-09T01:25:43.915Z</updated><title type='text'>Sekedar alat Penjajahan, Wajib Keluar Dari PBB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWangzR16mI/AAAAAAAAAEs/hqiVR_P3Wfo/s1600-h/israel-pbb-penjajahan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWangzR16mI/AAAAAAAAAEs/hqiVR_P3Wfo/s320/israel-pbb-penjajahan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289098994355923554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PBB sudah tidak berguna lagi. Sekarang yang ada hanya komunitas internasional, yang hanya bisa dipimpin oleh satu-satunya adidaya, yakni Amerika Serikat.’ (John Bolton, saat menjadi Duta Besar AS untuk PBB tahun 2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan PBB menghentikan pembantaian umat Islam di Gaza dikritik banyak pihak. PBB memang sering kali mandul dan tidak berkutik berhadapan dengan Israel. Puluhan resolusi PBB pun sudah dikeluarkan . Negara Zionis Israel pun ngotot tidak mematuhi. Namun tidak ada aksi apapun dari organisasi internasional ini. Paling keras hanya sekedar mengecam. Resolusi PBB mengecam Israel, lagi-lagi diveto oleh Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PBB hanya sekedar alat legitimasi negara-negara Barat yang digunakan untuk kepentingannya. Sebaliknya PBB tidak berbuat apa-apa kalau tidak sejalan dengan kepentingan Barat. Memang sejak awal menurut PBB didirikan oleh negara-negara pemenang perang dunia kedua untuk kepentingan mereka.PBB adalah organisasi kufur yang didirikan oleh negara-negara kufur penjajah untuk kepentingan mereka, wajib hukumnya keluar dari PBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal-usul kelahiran PBB memang tidak bisa dilepaskan dari keluarga Kristen Eropa. Liga Bangsa Bangsa (LBB) yang menjadi cikal bakal PBB pada awalnya adalah keluarga besar Kristen Eropa , yang lahir dari komunitas negara-negara Kristen untuk menghadapi Daulah Islam (abad ke 16 sd 19 M ). Kemudia disebut sebagai keluarga Internasional atau Komunitas Internasional , meskipun pada mulanya negara non Kristen tidak dibolehkan masuk. Dari sinilah kemudian lahir berbagai kesapakatan diantara komunitas negara kristen yang kemudian melahirkan UU Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa PBB sekedar alat letimasi kepentingan Barat memang banyak terbukti Berdirinya Negara Israel tidak bisa dilepaskan dari resolusi PBB. Setelah Liga Bangsa-bangsa (LBB) memberikan mandate kepada Inggris untuk menjajah Palestina. Beberapa tahun kemudian tahun 1948 setelah terjadi perdebatan seru di PBB seputar masalah Palestina, keluarlah resolusi PBB No.151 yang menetapkan pembagian wilayah Palestina menjadi dua negara yaitu negara Yahudi dan Palestina. Resolusi ini dijadikan alasan untuk membenarkan keberadaan negara Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi ini juga bertanggung jawab memprovokasi dan mendukung disintegrasi Timor Timur; Irak, Aceh, Papua. Legitimasi pun diberikan PBB melegalkan penjajahan Barat Irak dan Afghanistan. Dewan Keamanan PBB lewat resolusi PBB 1483, tanggal 22 Mei 2003, yang memberikan legitimasi hukum dan undang-undang internasional bagi pendudukan Amerika dan Inggris atas Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian awal resolusi itu antara lain disebutkan, “Dewan Keamanan mengakui bahwa kekuatan pendudukan (Amerika dan sekutunya, red.) atas Irak memiliki sejumlah kewenangan, tanggung jawab, dan kewajiban tertentu sebagaimana yang dituntut undang-undang internasional.” Dalam resolusi tersebut juga disebutkan bahwa kewenangan kekuatan pendudukan adalah mengelola ekonomi dan harta kekayaan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS juga menggunkan PBB untuk menghancurkan Irak. Usai perang teluk yang pertama, Richard Buttler, ketua komisi pelucutan senjata –UNSCOM- yang dibentuk PBB untuk melucuti sistem persenjataan Irak. Irak sendiri telah meminta kepada PBB untuk mengganti Richard Buttler yang berkewarganegaraan AS itu. Alasannya karena ia adalah agen AS untuk memata-matai sistem persenjataan Irak. Hal yang sama sekarang terjadi pada Iran. AS memanfaatkan PBB menghentikan pengembangan teknologi nuklir Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan restrukturisasi PBB sudah lama digulirkan banyak pihak. Hak veto yang dimiliki hanya 5 negara anggota tetap dewan keamanan PBB menunjukkan ketidakadilan dan diskriminasi. Secara substansial hak veto juga bertentangan dengan prinsip demokrasi, yang sering mengatakan suara mayoritas adalah penentu kebenaran. Lewat Hak Veto yang dimiliki oleh negara Amerika Serikat, Perancis, Inggris, China, Rusia, ini keputusan apapun meskipun disetujui oleh mayoritas anggota PBB yang lainnya bisa dibatalkan. Walaupun hanya satu negara pemilik hak veto tidak setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran kalau PBB selalu mandul untuk menindak Israel. Sebab hampir setiap resolusi yang berkaitan dengan Israel yang dianggap merugikan negara itu akan segara diveto oleh Amerika Serikat. Washington telah memveto 32 resolusi yang dianggap merugikan Israel sejak tahun 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping keluar dari PBB adalah membubarkan PBB dan membentuk tatanan dunia baru yang lebih adil. Dalam kondisi seperti ini kebutuhan akan keberadaan Khilafah Islam semakin terasa. Sebab, Khilafah akan menghilangkan penyebab penderitaan dunia (PBB dan UU Internasional, Koalisi Negara adi daya, Imperialisme). Negara Khilafah akan menerapkan syariat Islam yang akan memberikan kebaikan pada semua manusia . Terakhir, khilafah akan membangun opini umum melawan kapitalisme global dan mendakwahkan Islam rahmatan lil alamin. (Farid Wadjdi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan :&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KETERLIBATAN PBB DALAM PEMBANTAIAN MASSAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rwanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1994, PBB gagal mencegah pembantaian massal di Rwanda, sehingga hampir satu juta jiwa tewas terbunuh, akibat penolakan para anggota Dewan Keamanan untuk melakukan tindakan militer di sana. Perancis (salah satu anggota tetap Dewan Keamanan) mendukung tindakan rezim suku Hutu yang hendak menumpas pemberontakan suku Tutsi, dalam perang saudara yang berlangsung sejak era kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah merebaknya krisis, pasukan penjaga perdamaian PBB ditugaskan hanya untuk mengevakuasi warga negara asing dari Rwanda, bukannya melindungi etnis Tutsi. Akibatnya, pasukan penjaga perdamaian asal Belgia meninggalkan sebuah sekolah kejuruan teknik yang menampung 2000 pengungsi Tutsi, sementara milisi-milisi Hutu mengepung sekolah itu di luar. Segera setelah berlalunya pasukan Belgia, milisi-milisi Hutu itu memasuki sekolah dan membantai semua orang yang ada di dalamnya, termasuk ratusan anak-anak. Hanya berselang empat hari kemudian, Dewan Keamanan malah mengurangi jumlah personelnya hingga hanya mencapai 260 orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Srebrenica.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa hampir serupa terjadi setahun kemudian dalam pembantaian Srebrenica. Sekalipun -baik Inggris maupun AS- menginginkan pembagian wilayah, AS ingin agar keamanan di sana dipegang oleh NATO secara de facto. PBB merencanakan Srebrenica sebagai ‘tempat aman’ bagi para pengungsi dengan menempatkan 600 orang pasukan penjaga perdamaian asal Belanda untuk melindungi kawasan tersebut. Namun, mereka kemudian malah menyerahkan kamp tersebut kepada pasukan Serbia yang langsung membantai para pengungsi di kamp tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kongo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PBB juga kembali gagal mengintervensi Perang Kongo ke-2 di Republik Demokratik Kongo. Pada Pebruari 2000, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1291, sepasukan tentara penjaga perdamaian dikirim untuk memantau proses perdamaian. Namun kegagalan pasukan perdamaian tersebut dalam mengintervensi pasukan perdamaian sepanjang perang saudara harus dibayar oleh tewasnya hampir lima juta orang di sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-4998693863119099507?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/4998693863119099507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=4998693863119099507' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4998693863119099507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4998693863119099507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/sekedar-alat-penjajahan-wajib-keluar.html' title='Sekedar alat Penjajahan, Wajib Keluar Dari PBB'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/SWangzR16mI/AAAAAAAAAEs/hqiVR_P3Wfo/s72-c/israel-pbb-penjajahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-6038671539516673362</id><published>2009-01-07T17:57:00.002Z</published><updated>2009-01-07T18:02:58.462Z</updated><title type='text'>HANYA KHILAFAH YANG BISA MENGHENTIKAN KEKEJIAN ISRAEL</title><content type='html'>Sepekan lebih sudah kita menyaksikan kebiadaban bangsa Yahudi-Israel atas kaum Muslim di Gaza, Palestina. Sekitar 600 orang telah tewas dan 4000 lebih mengalami luka-luka serius. Angka ini terus bergerak naik dari hari-ke hari seiring dengan tindakan agresor biadab Israel di Gaza. Lebih dari seribu misil meluluhlantahkan rumah, masjid, rumah sakit dan fasilitas umum lainya. Reruntuhan puing bangunan yang hangus bercampur asap dan ceceran darah kaum Muslim seolah menjadi pemandangan biasa di Gaza. Israel dengan pasukan penuh bergerak masuk ke jantung Gaza dan memisahkan Gaza dalam dua teritorial. Akibatnya, kaum Muslim di Gaza makin sulit untuk bertahan hidup sekalipun hanya sekadar untuk bernafas. Dada terasa sesak. Rasanya mereka setiap menit perlu berpamitan mengucapkan salam perpisahan kepada sanak familinya yang masih hidup, karena tidak ada jaminan bahwa menit-menit berikutnya atau di hari esoknya mereka masih punya kesempatan hidup.&lt;br /&gt;Blokade dua tahun telah melahirkan derita yang memilukan. Hanya untuk bertahan hidup sejumlah keluarga Muslim Palestina (di Jalur Gaza) harus makan rumput. Agresi Israel kali ini tentu semakin memperparah keadaan mereka. Pada saat yang sama, tidak ada pintu perbatasan yang dibuka. Akibatnya, mereka seolah hidup dalam penjara besar, dan setiap saat siap bergelimang darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Para Penguasa Muslim Bersekongkol&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah institusi Khilafah Islam dihapus, Israel telah melakukan kebiadaban di luar batas kemanusiaan terhadap umat Islam sejak puluhan tahun lalu. Pekan-pekan ini adalah pengulangan yang ke sekian kalinya. Sejak tahun 1947 tercatat 23 kali peristiwa pembantaian umat Islam yang dilakukan tangan-tangan najis bangsa kera tersebut. Sejak tahun 1967, 18.147 rumah warga Palestina dihancurkan. Sejak tahun 1992, lebih dari 65 resolusi DK PBB dikeluarkan untuk menghentikan tindakan brutal Israel. Namun, tak satu pun yang dilaksanakan PBB. Sejak tahun 2000, lebih dari 33.034 warga Palestina cedera, 4.876 tewas, termasuk 1050 anak-anak. &lt;br /&gt;Melanggar aturan seolah menjadi watak dasar bangsa Israel ini, sebagaimana mereka terbiasa melanggar perintah-perintah Tuhan mereka. Serangan di akhir tahun 2008 ini dimulai pada hari Sabat yang disucikan orang-orang Yahudi. Pada hari itu, mereka seharusnya berdiam di rumah. Namun, yang terjadi mereka justru melanggarnya. Mereka bahkan menumpahkan darah-darah orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Mahabenar Allah Yang berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya kalian pasti akan mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik (QS al-Maidah [5]: 82).&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecaman dunia tinggal kecaman. Cacian tinggal cacian. Faktanya, semua itu tidak menjadikan Israel jeda menyerang, bahkan makin membabi buta dan brutal. Ironisnya, para penguasa negeri-negeri Islam hanya diam, tidak melakukan apa-apa, selain melontarkan kecaman tanpa arti. Selebihnya, mereka sekadar ‘berbasa-basi’ dengan menggelar pertemuan tingkat tinggi yang tak berguna, seakan itu perbuatan yang pantas dan cukup sebagai seorang pemimpin. Padahal setiap detik, setiap nyawa manusia siap melayang di tangan Israel. &lt;br /&gt;Inilah kebangkrutan besar umat Islam saat ini. Mereka hidup di bawah asuhan para pemimpin yang ‘impoten’. Lebih dari itu, yang terjadi sesungguhnya, para penguasa negeri-negeri Islam itu telah berkhianat kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan kaum Muslim. Diamnya mereka tanpa memberikan pertolongan kepada kaum Muslim Palestina adalah bentuk persengkokolan jahat mereka dengan bangsa-bangsa kafir. Mereka persis seperti orang-orang munafik yang sejak awal kelahiran Islam di bumi Yasrib (Madinah al-Munawarah) bersekongkol dengan orang-orang Yahudi untuk mengeliminasi Rasul saw. dan kaum Mukmin. &lt;br /&gt;Hari ini kita menyaksikan wajah-wajah ‘munafik’ para penguasa Muslim itu. Faktanya, para penguasa negeri-negeri Islam saat ini makin menarik diri dari perannya atas nasib kaum Muslim di Palestina. Mereka lebih membela kepentingan mereka sendiri serta kepentingan pasukan perang salib modern. Mereka melatih para tentara dan pasukan keamanan hanya untuk memberangus umat Islam dan bukan untuk membela kepentingan umat Islam. Yang lebih menjijikkan, para pemimpin Dunia Islam itu malah sering mencurigai umat Islam. Di sejumlah negara Muslim yang diktator, setiap menit penguasa sibuk menangkapi aktifis Islam, bahkan memberangus para mujâhidîn fillâh. Dengan tipudayanya, mereka mentoleransi warga negaranya untuk berteriak menumpahkan kekesalannya melalui berbagai aksi. Namun, pada saat yang sama mereka mengebiri aksi-aksi itu dengan berbagai alasan yang sangat tidak masuk akal. Akibatnya, solidaritas kaum Muslim di berbagai negeri di luar Palestina hanya menjadi opini yang tidak berefek pada lahirnya solusi praktis. Mereka seperti yang dilukiskan dalam firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian mereka dengan sebagian yang lain adalah sama. Mereka menyuruh kemungkaran, melarang kemakrufan dan menggenggam tangan mereka. Mereka telah melupakan Allah. Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah kaum yang fasik (QS at-Taubah [9]: 67).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi memang, bagaimana mungkin ‘panggung sandiwara’ PBB dengan sutradaranya AS dkk (dengan hak vetonya) dijadikan tempat bergantung oleh para penguasa Muslim. Mereka seolah lupa bahwa sebenarnya ‘sang sutradara’-lah yang menjadikan Israel saat ini ada dan eksis. Setiap hari Amerika membantu Israel $6,8 juta, yang dibelanjakan untuk alat-alat perang dan kepentingan pertahanan Israel. Bom-bom yang ditumpahkan di penduduk Gaza sepekan ini adalah bom-bom yang baru pertengahan Desember 2008 dibeli dan dipasok oleh AS. Sementara itu, rancangan resolusi DK PBB diveto AS dan Inggris dengan alasan tidak seimbang jika tidak menekan Hamas agar menghentikan serangan. &lt;br /&gt;Di sisi lain, ‘kerajaan besar’ yang bernama PBB terbukti telah menjadi media efektif bagi AS dan sekutunya untuk menguasai nasib negeri-negeri Islam, sementara para penguasa Muslim menjadi umalâ’ (antek-antek)-nya. PBB terbukti terlibat dalam berbagai upaya pembantaian massal, seperti di Srebenica. PBB gagal dalam ‘misi perdamaian’-nya di Kongo dengan korban hampir 5 juta orang pada akhir tahun 2000. Akibat mandulnya PBB, pada tahun 1994 pembantaian massal di Rwanda menelan korban hampir 1 juta jiwa. PBB pun hanya menjadi alat legalisasi bagi kepentingan-kepentingan AS, sebagaimana ditunjukkan dalam tragedi Gaza-Palestina saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Islam&lt;br /&gt;Islam dengan tuntunannya adalah solusi dari setiap problem umat. Andai saja para penguasa negeri Islam berpegang teguh pada al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw., seharusnya mereka melakukan hal-hal berikut: Pertama, menyerukan jihad (perang) dan membuka pintu-pintu perbatasannya dengan Palestina, seraya menggerakkan semaksimal kekuatan tentara yang mereka miliki. Inilah yang wajib mereka lakukan dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama, maka kalian wajib menolong mereka. (QS al-Anfal [8]: 72).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa Muslim seharusnya mengubur rasa takut dan kecemasan atas kekuatan semu Israel dan bangsa-bangsa pendukungnya. Fakta membuktikan, Israel bisa dikalahkan oleh Hizbullah, yang notabene bukan negara. AS mengalami kebangkrutan besar dalam perang di Afganistan dan Irak karena tidak mampu mematahkan perlawanan para mujahidin. Sesungguhnya orang-orang kafir sangat takut terhadap kekuatan umat Islam (Lihat: QS al-Hasyr [59]: 13).&lt;br /&gt;Ironisnya, saat umat Islam berpikir untuk melakukan jihad di Palestina, yang pertama kali menghalangi umat Islam untuk berjihad justru para penguasa di negeri-negeri Islam itu sendiri. Padahal Rasulullah saw.—sebagai kepala negara Daulah Islam di Madinah saat itu—telah memberikan uswah (teladan) dengan bertindak cepat dan tegas dengan cara membersihkan entitas Yahudi ketika mereka mencoba melecehkan seorang Muslimah. Demikian juga sikap para Khalifah pada masa-masa Kekhilafahan setelah Beliau.&lt;br /&gt;Kedua, negara Israel harus dihapus sebagaimana Rasulullah saw. mengusir orang-orang Yahudi dari semenanjung Arab. Sebab, akar persoalannya adalah berdirinya negara Israel di tanah kaum Muslim. Tanah Palestina adalah hak dan milik umat Islam yang diperoleh dengan tetesan darah dan airmata serta mengorbankan banyak nyawa. Statusnya sebagai tanah Kharajiyah itu tidak akan pernah berubah hingga Hari Kiamat. Karena itu, langkah damai hanyalah manipulasi sekaligus merupakan pengakuan tak langsung terhadap penjajahan bangsa Yahudi atas tanah kaum Muslim. Padahal para penguasa Muslim saat ini seharusnya meniru para Khalifah dulu yang tidak pernah membiarkan sejengkal pun tanah Palestina dikangkangi orang-orang Yahudi kafir.&lt;br /&gt;Ketiga, para penguasa negeri Islam seharusnya meninggalkan sistem jahiliah saat ini dengan cara menerapkan syariah Islam secara total dalam institusi Khilafah. Atau umat yang akan memaksa untuk mengganti mereka, cepat atau lambat, hingga kesatuan dan persatuan umat Islam seutuhnya kembali mewujud di bawah satu kepemimpinan seorang khalifah, lalu umat akan berperang di belakang khalifah—yang berfungsi sebagai perisai—untuk menghancurkan eksistensi Yahudi dan menghentikan penjajahan Amerika dan sekutunya.&lt;br /&gt;Keempat, para penguasa Muslim dan umat Islam harus keluar dari penjara besar sistem kapitalis-imperialis pimpinan AS dan sekutunya, baik dari PBB maupun lembaga-lembaga turunannya yang lain, seperti IMF, World Bank dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum Muslim!&lt;br /&gt;Hendaknya kita tidak berhenti sebatas berdoa dan menggalang solidaritas dalam bentuk bantuan uang dan obat-obatan bagi saudara kita di Palestina. Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun kesadaran umat, bahwa mereka sangat membutuhkan kesatuan di bawah satu kepemimpinan, yakni Khilafah. Sebab, hanya Khilafahlah solusi final yang akan menghentikan kebiadaban Israel sekaligus mengakhiri derita umat Islam di berbagai belahan dunia saat ini. Wallâhu a’lam. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-6038671539516673362?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/6038671539516673362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=6038671539516673362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6038671539516673362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6038671539516673362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2009/01/hanya-khilafah-yang-bisa-menghentikan.html' title='HANYA KHILAFAH YANG BISA MENGHENTIKAN KEKEJIAN ISRAEL'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-3193235006188052197</id><published>2008-11-11T17:05:00.009Z</published><updated>2008-11-11T17:43:44.050Z</updated><title type='text'>Perbaikan Nasib Hidup Anda Bermula Disini!!!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Rahasia Tersembunyi Metode Mencari Uang&lt;br /&gt;Di Internet Akhirnya Diungkap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet... Hanya Jika Anda Tahu Caranya!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari bisnis sederhana yang dijalankan di depan komputer,&lt;br /&gt;2. Dimulai dengan modal kecil untuk menjalankannya,&lt;br /&gt;3. Hanya dengan bekerja 2 jam sehari, tidak perlu lama-lama,&lt;br /&gt;4. Tanpa perlu meninggalkan anak dan istri tercinta,&lt;br /&gt;5. Bisnis berjalan secara otomatis!&lt;br /&gt;6. Dan telah terbukti banyak yang sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;ANDA PENASARAN???&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=mahyunibjm"&gt;&lt;img height="60" src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="420" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-3193235006188052197?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/3193235006188052197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=3193235006188052197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3193235006188052197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3193235006188052197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2008/11/rahasia-tersembunyi-metode-mencari-uang_11.html' title='&lt;strong&gt;Perbaikan Nasib Hidup Anda Bermula Disini!!!&lt;/strong&gt;'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-1936026866806972599</id><published>2008-02-17T11:22:00.000Z</published><updated>2008-02-17T11:23:36.907Z</updated><title type='text'>KESALAHAN METODOLOGI  KELOMPOK LIBERAL</title><content type='html'>Ideologi Kapitalisme Sekular Sebagai Pijakan&lt;br /&gt;Satu hal yang menonjol dari kelompok liberal adalah keyakinan mereka atas ideologi kapitalis yang berpangkal pada akidah sekularisme. Menurut Luthfi Assyaukanie, kontributor JIL, dengan sekularisme—istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh George Jacob Holyoake (1817-1906)—masing-masing agama dan negara memiliki otoritas sendiri-sendiri: negara mengurusi politik sedangkan agama mengurusi gereja.&lt;a title="" style="mso-endnote-id: edn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_edn1" name="_ednref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Jadi, sekularisme intinya adalah pemisahan agama dari kehidupan. &lt;br /&gt;Dari akidah ini lahir ide liberalisme (kebebasan: kebebasan beragama [freedom of bilief]; kebebasan berpendapat [freedom of opinion]; kebebasan kepemilikan [freedom of awnership]; dan kebebasan berperilaku/berekspresi [personal freedom]), pluralisme, relativitas kebenaran, dan sebagainya. Akidah ini juga memberikan landasan pada demokrasi dan sistem Kapitalisme.&lt;br /&gt;Keyakinan mereka atas sekularisme dengan seluruh pemikiran turunannya itu dapat kita lihat secara jelas dari ungkapan mereka sendiri. Di antara misi Jaringan mereka (JIL) adalah mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang mereka anut. Di antaranya: mereka mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka, dan plural (pluralisme); meyakini kebebasan beragama; memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik. Mereka yakin bahwa kekuasaan keagamaan dan politik harus dipisahkan dan bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus—demokrasi.&lt;a title="" style="mso-endnote-id: edn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_edn2" name="_ednref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Bagi kelompok liberal, sekularisme sudah menjadi keyakinan (qanâ‘ah) yang mereka yakini kebenarannya.  Tampak jelas bahwa mereka telah menjadikan sekularisme dan ideologi Kapitalisme sebagai pijakan.  Kenyataan ini sungguh bertolak belakang dengan ciri seorang Muslim. Seorang Muslim sejatinya meyakini kebenaran akidah Islam berikut  sistemnya dan menjadikannya sebagai pijakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilai Islam dengan Pandangan Barat&lt;br /&gt;Sebagai keyakinan mereka, sekularisme mereka fungsikan sebagai standar (maqâyis), yakni sebagai standar untuk menilai dan menimbang ide, konsep, dan pemikiran yang lain. Terhadap ide, konsep, dan pemikiran Islam, maka mereka menilainya dengan standar sekularisme dan ide-ide turunannya itu.  Mereka menafsirkan teks-teks syariat dengan standar sekularisme-liberalisme.  Tidak aneh jika mereka kemudian menggagas metode penafsiran liberal, pluralis, kontekstual, dan sebutan lainnya; yang pada intinya adalah menafsirkan teks dengan standar sekularisme dan turunannya.  Misalnya, Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;]لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ[&lt;br /&gt;Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). (QS al-Baqarah [2]: 256).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ayat di atas mereka tafsirkan dengan 'kebebasan beragama'. Artinya, siapapun berhak memilih agama apapun, bahkan untuk tidak beragama sekalipun; juga bahwa seorang Muslim berhak untuk pindah agama, karena setiap orang bebas untuk memilih keyakinannya sendiri.  Padahal ayat tersebut hanya menjelaskan tidak bolehnya kita memaksa non-Muslim agar masuk Islam, tidak lebih.  Penafsiran mereka itu muncul tidak lain karena mereka telah meyakini kebebasan beragama khas ideologi Kapitalisme sekular. &lt;br /&gt;Ulil Abshor Abdalla, koordinaor JIL, juga pernah menyatakan bahwa Muhammad saw. bukan hanya seorang nabi dan rasul, tetapi juga seorang politikus, namun kebijakan beliau tidak harus ditiru. Ia beralasan, "Bagaimanapun contoh Nabi saw. di Madinah sangat dikondisikan oleh konteks sosial dan sejarah yang spesifik pada saat itu."&lt;a title="" style="mso-endnote-id: edn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_edn3" name="_ednref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Kesimpulan Ulil ini adalah kesimpulan khas sekularisme, yang 'mengharamkan' agama berperan formal di ruang publik.  Perbuatan dan kebijakan Nabi saw. dalam wilayah publik tidak dianggap sebagai bagian dari tuntunan kenabian yang bersumber dari wahyu, tetapi hanya dianggap sebagai buah kejeniusan beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta dan Sejarah Sebagai Sumber Hukum&lt;br /&gt;Yang tidak kalah ganjilnya adalah metode berpikir mereka yang menjadikan fakta dan sejarah sebagai sumber hukum.  Menurut mereka, fakta dan sejarah adalah faktor determinan yang menentukan hukum.&lt;br /&gt;Ini jelas keliru dan sekaligus secara telanjang menunjukkan pola berpikir Barat yang mereka gunakan dalam memandang kaitan fakta dengan hukum. Sebab, dalam falsafah hukum Barat, realitas sosial masyarakat dipandang sebagai 'ibu kandung' yang melahirkan nilai dan norma hukum. Salah satu prinsip falsafah hukum Barat adalah: undang-undang adalah anak kandung yang lahir dari situasi dan kondisi sosial masyarakat.&lt;a title="" style="mso-endnote-id: edn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_edn4" name="_ednref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inti pandangan mereka adalah mengembalikan hukum pada akal manusia.  Padahal keputusan akal tidak pernah permanen. Jika hukum dikembalikan pada akal, akan lahir sekian banyak hukum yang bertentangan satu sama lain. Pandangan akal sangat bergantung pada faktor waktu, tempat, pengetahuan, kedewasaan, watak, lingkungan, emosi, dan lain sebagainya. Penilaian akal bisa bertentangan antara satu orang dengan yang lain, antar tempat dan masa. Di samping itu, akal tidak bisa menjangkau pahala dan siksa akhirat.&lt;br /&gt;Semestinya, fakta dan sejarah harus dijadikan obyek yang akan dinilai dan dihukumi dengan standar baku dan benar yang berasal dari Allah.  Di sinilah Allah memerintahkan kita untuk menghukumi sesuatu (fakta sosial dan sejarah) dengan apa yang diturunkan-Nya (QS al-Maidah [5]: 48). Artinya, Allah memerintahkan kita menjadikan wahyu (al-Quran dan as-Sunah) sebagai sumber hukum (mashdar al-hukm) dan menjadikan fakta sosial dan sejarah sebagai obyek yang dihukumi (manâth al-hukm). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolak Syariat, Tetapi Mencari Pembenaran Lewat Syariat&lt;br /&gt;Dalam upaya mereka menolak syariat, tidak jarang mereka mencari pembenaran lewat syariat, yaitu dengan mengutip teks syariat dan ucapan para ulama, termasuk kaidah ushul fikih, namun setelah mereka pelintir, untuk mendukung dan membenarkan pendapat mereka.  Deny JA menunjukkan semangat ini. “Oleh karenanya, sudah saatnya kita mengembangkan satu teologi negara sekular demokratis yang langsung mendapat justifikasi dari prinsip-prinsip Islam.”&lt;br /&gt;Sikap seperti ini 'terpaksa' harus ditempuh karena yang menjadi target adalah kaum Muslim yang masih merujuk pada syariat. Jika tidak menggunakan pembenaran lewat syariat, ide-ide mereka akan tertolak, bahkan sebelum menyentuh sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering Stereotip dan Tidak Adil dalam Menilai Islam&lt;br /&gt;Mereka meyakini ide pluralisme bahwa semua agama adalah benar, artinya juga semua syariat agama-agama itu adalah benar. Akan tetapi, mereka sering mengecualikan Islam dan syariatnya.&lt;br /&gt;Luthfi Assyaukanie, ketika membela sekularisme menulis, "Alangkah tidak fair jika kita mengecam sekularisme semata-mata karena kita merujuk pada praktik sekularisme yang salah." Di sisi lain kita dapati mereka selalu menggunakan penerapan Islam yang buruk/salah (isâ’ah at-tathbîq al-islâm) sebagai alasan mengecam syariat Islam. Semestinya  sebuah konsep/ide dinilai dari konsepsi ideal yang bersumber dari rujukan sahnya.  Masalahnya, hal ini tidak bisa dilakukan terhadap sekularisme, karena sangat sulit menunjuk secara tegas konsepsi ideal sekularisme, karena ketiadaan sumber rujukan sah atas itu.  Sebaliknya, kita akan sangat mudah menunjuk konsepsi ideal dan sumber rujukan Islam yang sah, yaitu al-Quran dan as-Sunnah. &lt;br /&gt;Begitu juga tuduhan mereka yang mengecam penafsiran literal atas teks dan lebih mengedepankan penafsiran kontekstual. Akan tetapi, tidak jarang pula mereka menggunakan penafsiran literal teks jika sekiranya itu bisa dipelintir untuk mendukung pendapat liberal mereka.  Ambil contoh penolakan mereka akan Daulah Islam hanya karena dalam al-Quran tidak ada kata dawlah (negara)—sebuah alasan yang sangat literal/tekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering Memelintir Teks dan Pendapat Para Ulama&lt;br /&gt;Kelompok liberal sering mengutip teks atau pendapat ulama, yang telah mereka pelintir maknanya agar sesuai dengan ide sekularisme yang mereka yakini. Misal, mereka sering mengutip maqâshid asy-syarî‘ah-nya Imam asy-Syathibi, tetapi mereka pelintir maknanya. Pemeliharaan  mereka maknai dengan kebebasan. Hifzh al-‘aql (pemeliharaan akal) mereka maknai dengan kebebasan berpendapat, hifzh ad-dîn (pemeliharaan agama) mereka artikan dengan kebebasan beragama, hifzh al-mâl (pemeliharaan harta) mereka samakan dengan kebebasan kepemilikan, hifzh al-‘irdh (penjagaan kehormatan) mereka maknai dengan kebebasan individu.  Walhasil, Imam asy-Syathibi dan maqâshid asy-syarî’ah-nya hanya mereka catut untuk medukung pendapat sekular-liberal mereka. Agaknya, bukan hanya asy-Syathibi yang mereka perlakukan demikian. &lt;br /&gt;Begitu pula mereka sering mengutip ungkapan ad-dîn wâhid wa asy-syarî’ah mukhtalifah (agama itu satu, sedangkan syariat beragam) yang mereka katakan pendapat Ibn ‘Aqil dan dikutip ath-Thabari. Pendapat itu mereka gunakan untuk menolak syariat dan membenarkan pendapat mereka yang liberal dan plural. &lt;br /&gt;Imam ath-Thabari mengutip ungkapan itu bukan dari Ibn Aqil, tetapi dari Ma‘mar yang menuturkan ungkapan Qatadah dalam menafsirkan surat al-Maidah ayat 48: Untuk tiap-tiap umat di antara kalian, Kami memberikan syariat dan jalan yang terang.&lt;a title="" style="mso-endnote-id: edn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_edn5" name="_ednref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;  Ibn Abi Hatim dan Abu Syaikh menuturkan dari Qatadah maksud tafsir ayat tersebut: Maksudnya adalah jalan dan sunnah-sunnah—bagi Taurat ada syariat, bagi Injil (ada syariat bagi) orang yang menaatinya dan yang bermaksiyat. Akan tetapi, agama adalah satu, yang hanya menerima tauhid dan ikhlas, inilah yang dibawa oleh Rasul.&lt;a title="" style="mso-endnote-id: edn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_edn6" name="_ednref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat tersebut memberitahu kita bahwa bagi setiap agama samawi, Allah memberikan syariat yang tidak sama. Akan tetapi, dalam nash-nash lain dijelaskan bahwa sejak Muhammad diutus, syariat selain Islam sudah tidak berlaku lagi dan tidak akan diterima di sisi Allah. Hanya syariat Islamlah yang berlaku dan diterima di sisi Allah. (QS Ali Imran [3]: 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Perpanjangan Tangan Barat&lt;br /&gt;Melihat kemiripan ide, konsep, dan perjuangan kelompok liberal, hal itu menyiratkan bahwa mereka tidak lebih merupakan perpanjangan tangan dan aktor yang disutradari oleh Barat. &lt;br /&gt;Proyek Barat sebelumnya untuk mengobok-obok dan menyimpangkan Islam tidak berhasil gemilang. Sebab,  aktornya adalah kalangan Barat sendiri yang notabene non-Muslim. Akibatnya,  ide dan konsep mereka sulit memasuki ruang pemikiran kaum Muslim. Di sinilah sesungguhnya posisi kelompok liberal itu, yakni untuk melempangkan jalan Barat untuk mempengaruhi kaum Muslim, baik mereka sadar atau tidak. Misi mereka sudah barang tentu mem-Barat-kan kaum Muslim.            Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-1936026866806972599?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/1936026866806972599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=1936026866806972599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/1936026866806972599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/1936026866806972599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2008/02/kesalahan-metodologi-kelompok-liberal.html' title='KESALAHAN METODOLOGI  KELOMPOK LIBERAL'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-6461905397968102464</id><published>2008-02-17T11:20:00.000Z</published><updated>2008-02-17T11:21:31.355Z</updated><title type='text'>HEDONISME: Berhala Kaum Liberalis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa arti moral bagi manusia liberalis? Sebagai keyakinan, bagian gaya hidup, atau sesuatu yang artifisial belaka? Barangkali kebingungan adalah jawaban yang paling pas bagi masyarakat pecinta kebebasan. Di tengah hiruk-pikuk teriakan kebebasan justru nilai-nilai kemanusian terampas. Bahkan, manusia terpuruk pada derajat yang terendah. Inilah buah kebebasan yang diyakini sebagai pembebas manusia dari ketertindasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marjinalkan Agama&lt;br /&gt;            Nonsense. Kiranya itu kata yang paling pas untuk menjawab harapan akan tereduksinya social decease (kematian sosial) di alam demokrasi. Bagaimanapun, kerasnya seruan bahwa liberalisme tidak identik dengan kebejatan moral adalah sia-sia. Sejak kelahirannya liberalisme telah menafikan peran agama dalam kehidupan. Bukankah akar dari liberalisme adalah sekularisme? Mustahil menghadirkan peran agama dalam kehidupan liberalis. Yang ada justru marjinalisasi peran agama yang kini kian akrab dengan istilah ‘privatisasi’ agama—menempatkan agama hanya dalam tataran privat, bukan publik. Ini adalah bahasa halus dari ‘character assassination’ (pembunuhan karakter) terhadap agama, dalam hal ini khususnya Islam. Andaipun eksis, agama beserta institusinya hanya menjadi slender— alat pengesahan bejatnya paham liberalisme yang kini coba ditebar benihnya di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;            Upaya untuk mengembalikan peran dan karakter Islam sebagai ideologi universal di tengah publik justru menuai antipati. Ambillah contoh kasus ketika sejumlah kalangan mengecam pornografi dan pornoaksi sebagai bagian demoralisasi bangsa dan bertentangan dengan agama, air bah penentangan pun berdatangan. Seperti menantang, para pengusaha entertainment dan broadcasting malah menggelar aneka tayangan penggoda syahwat itu dengan atraktif.&lt;br /&gt;            Jelas benar terbaca, bahwa di mata para sekularis, aturan-aturan agama sebagai norma pembatas kehidupan layak ditampik. Keyakinan bahwa agama berperan sebagai ‘pil mujarab’ untuk mengatasi berbagai krisis kemanusiaan hampir sama dengan tahayul; ada tetapi tak bisa diwujudkan alias utopia. Lalu apa yang menjadi ukuran kebaikan bagi masyarakat liberalis? Tidak ada yang lain kecuali hedonisme, kesenangan fisik belaka. Artinya, upaya apa pun untuk menyenangkan diri adalah legal dan wajib mendapatkan tempat dalam kehidupan yang serba bebas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mass Moral Destruction&lt;br /&gt;            Tentu saja ada harga yang harus dibayar atas setiap pilihan dan keyakinan yang diambil masyarakat. Kebebasan hakikatnya adalah pintu gerbang budaya destruktif manusia. Ia telah merenggut fitrah manusia dan melahirkan berbagai macam penyakit sosial yang serius. Salah satu bagian yang paling mencolok dari paham kebebasan itu adalah kebebasan perilaku (hurriyah asy-syakhsiyyah). Kebebasan ini telah menyimpangkan tujuan penciptaan naluri seksual/melestarikan keturunan yang secara built-in Allah ciptakan pada manusia.&lt;br /&gt;Prinsip kebebasan telah menjadi semacam ‘alat penghancur moral massal’—meluluhlantakkan moral dari tataran publik hingga ke lapisan privat. Pornografi, seks bebas, dan penyimpangan seksual menjadi ritual baru umat manusia. Di Eropa, Denmark adalah negara yang dengan terbuka memproklamirkan diri sebagai sentra pornografi dan prostitusi, dan Copenhagen sebagai ibu kota negara merangkap pusat aktivitas seks bebas. Sejak tahun 1969 Denmark menghapuskan sensor film. Pada bulan November tahun yang sama, industri film porno Denmark mengejutkan dunia dengan menyelenggarakan The Copenhagen Sex Fair. Sejak itu, Copenhagen dijuluki pusat pornografi, prostitusi, serta hiburan seks live di Eropa. Diperkirakan sekitar 1500 pekerja seks ‘beraksi’ setiap hari. Jumlah ini terbagi dalam beberapa lokasi seperti panti pijat, bar, dan juga mereka yang nekad ‘berkeliaran’ di jalanan.&lt;br /&gt;Penghapusan sensor film yang diberlakukan di Denmark ternyata berlaku untuk semua, bahkan remaja sekalipun. Remaja minimal berusia 12 tahun boleh menyaksikan film apa saja yang di putar di bioskop, termasuk film biru. Film-film Amerika kadang-kadang dibuat dalam dua versi. Satu untuk Eropa Utara dengan bagian yang banyak adegan seksnya. Satunya lagi untuk konsumsi di USA sendiri dengan menghilangkan banyak adegan esek-esek. Keleluasaan itulah yang amat disukai oleh penduduk Copenhagen.&lt;br /&gt;Seiring dengan kebebasan itu, Copenhagen juga bersikap toleran terhadap narkotika. Mereka bahkan membuka stand khusus untuk menjual barang-barang terlarang itu. Polisi pun tak melakukan tindakan apa pun untuk menghentikannya.&lt;br /&gt;Kebebasan lain yang diberikan Copenhagen (juga negara-negara yang termasuk dalam Scandinavia) adalah bagi mereka yang homoseks atau lesbian untuk menikah. Pesta pernikahan yang dilakukan oleh kaum homo atau lesbian di sana tak ubahnya pasangan normal lainnya.&lt;br /&gt;            Jangan salah, Indonesia pun terbilang negara yang bebas membuat dan mengkonsumsi pornografi dan seks bebas. Menurut KUHP, perzinaan bukan termasuk tindakan asusila yang layak diganjar hukuman. Hanya tiga keadaan yang dapat menyeret pelaku zina masuk ke dalam bui: dengan paksaan (tindak pemerkosaan), dilakukan dengan anak di bawah umur, dan dilakukan di muka umum. KUHP pun bungkam. Para ‘pemain’ VCD Bandung Lautan Asmara yang menghebohkan itu pun tidak bisa disentuh oleh hukum.&lt;br /&gt;            Pornografi dan seks bebas tidak saja menawarkan kesenangan, tetapi juga uang. Oleh karena itu, dalam masyarakat liberal, seks tidak lagi bersifat privat apalagi suci, tetapi telah menjadi industri yang amat komersial. Dalam dunia media massa, publik dunia mengenal Playboy yang telah menjadi ikon dalam penerbitan lher dan konon terjual hingga 5 juta eksemplar peredisinya. Playboy Entertainment Incorporation (PEI), nama perusahaan yang memayungi seluruh produk ‘cap kelinci’ ini meraup keuntungan besar dari berdagang sensualitas dan sex appeal wanita. TV Playboy dan sejumlah chanel film dewasa telah meningkat pelanggannya. Program Playboy meraih pelanggan 122,8 juta unit pada kwartal pertama tahun ini (2002), naik 8% dari 113,8 juta unit pada akhir kwartal tahun sebelumnya. Total keuntungan yang diraup PEI pada tahun 1999 saja sudah mencapai sampai US$ 348 juta dan sahamnya tercatat di bursa saham New York.&lt;br /&gt;            Kebebasan perilaku yang menjurus pada freesex massal ini telah menjadi bagian dari lifestyle bahkan prestise bagi para pelakunya; persis tayangan film serial populer televisi Sex And The City yang dibintangi Sarah Jessica Parker. Seperti latah, perilaku ini pun terjadi di tanah air. Seperti diungkap Moammar Emka dalam bukunya, Jakarta Under Cover (JUC), kian banyak saja kalangan esmud (eksekutif muda) dan selebritis yang melebur dalam gaya hidup hewani ini. Ada yang sifatnya free charge seperti kencan semalam (One Night Stand) hingga yang eksklusif dengan melibatkan uang hingga ratusan juta rupiah permalamnya! Prostitusi yang ditawarkan pun kian atraktif. Mulai pesta nudies dengan uang keanggotaan puluhan juta rupiah atau zina keliling Jakarta di dalam mobil-mobil mewah.&lt;br /&gt;Tingkat penggunaan narkoba pada masyarakat hedonis amat menonjol. Indonesia sebagai salah satu negara yang menganut kehidupan macam ini mulai menuai ‘hasilnya’. Penggunaan narkoba di Tanah Air juga semakin meningkat, khususnya pada usia remaja. Menurut catatan WHO, jumlah pemakai narkoba di Tanah Air pada tahun 2003 mencapai 5 juta orang. Tingginya penggunaan narkoba ternyata juga berdampak pada meningkatnya pengidap virus HIV sebagai akibat penggunaan jarum suntik secara bergiliran di antara para junkies. Sepanjang tahun 2001-2002, jumlah pengidap virus HIV di Indonesia mengalami peningkatan hingga 900 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Jalan Selamat?&lt;br /&gt;Ulil Abshar Abdalla, salah tokoh JIL pernah menggugat kalangan yang mempergunakan agama (Islam) sebagai alat pencekalan hiburan erotis. Ia menyatakan bahwa tindakan itu sebagai sikap ‘overmoralis’. Bagi Ulil, agama justru akan menjadi terhormat manakala menempatkan diri pada perannya—pada bidang privat—dan tidak melakukan penetrasi pada sektor publik, apalagi berupaya memformalisasikan diri dalam kehidupan. Lanjut Ulil, bukan zamannya lagi manusia membutuhkan nilai-nilai yang ‘super absolut’, karena semua lini kehidupan telah memiliki etika masing-masing (Mengebor Kemunafikan, FX Rudi Gunawan).&lt;br /&gt;            Meski demikian, Ulil menampik kesan ia mendukung kebebasan. “Kita tidak ingin bilang semua hal harus bebas. Tapi, kehendak satu kelompok untuk memaksakan standar moral harus diwaspadai, apa betul bermanfaat atau malah menghancurkan kreativitas masyarakat yang mulai tumbuh," ungkapnya (Detik.com, 3/5/2003).           Pandangan ini jelas absurd, menampakkan kekacauan dan ketidakkonsistenan pemiliknya terhadap pemikirannya sendiri.&lt;br /&gt;Bila manusia menolak untuk mempergunakan hukum-hukum Allah, lalu hukum manakah yang harus ia ambil? Mampukah manusia menyelamatkan kehidupan mereka dengan ideologi yang mereka ciptakan sendiri? Apakah batas ‘baik’ dan ‘buruk’ yang dikreasikan manusia mampu mencegah degradasi moral yang telah demikian dahsyat?&lt;br /&gt;Ada satu anekdot yang menyindir kelayakan komunisme bagi manusia saat ideologi itu masih berdiri: Siapa yang pertama kali membangun komunisme di Uni Soviet? Orang bodoh ataukah para ilmuwan? Jawabannya adalah orang bodoh. Ilmuwan tentu akan mencoba lebih dulu komunisme pada anjing.&lt;br /&gt;Anekdot serupa juga layak diberikan pada ideologi kapitalisme yang mengumbar kebebasan ini. Faktanya, kebebasan yang dijadikan dogma oleh masyarakat kapitalis hanyalah ajang pelampiasan hawa nafsu dengan aneka kebejatan moral sebagai ritual kehidupan mereka. Jelas, hanya kalangan picik saja yang masih mempertahankan ideologi macam ini. Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka peringatan mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu. (QS  al-Mu’minun [23]: 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Islam adalah agama universal, layak bagi seluruh umat manusia bahkan hingga akhir zaman. Memberlakukan syariat Islam dalam institusi Khilafah bukanlah sebuah hegemoni atau dominasi terhadap kalangan non-Muslim, tetapi bagian dari upaya mengembalikan manusia pada fitrahnya. Sebab, hanya dalam Islam kehormatan dan kesucian manusia—sebagai bagian paling esensial dari manusia yang kini justru dicabik-cabik dengan mengatasnamakan kebebasan dan hak asasi manusia—mendapat tempat yang layak.&lt;br /&gt;            Seandainya harga diri dan kesucian manusia telah tergadaikan, lalu apalagi yang diharapkan dari kehidupan ini? Ataukah mungkin manusia liberal sudah terlalu pekak mendengarkan jeritan perih kemanusian yang menderita di bawah berhala hedonisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإِ نْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لاَ يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَاْلأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ&lt;br /&gt; Sesungguhnya Kami menjadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah); mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah);  mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS al A‘raf [7]:179).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-6461905397968102464?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/6461905397968102464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=6461905397968102464' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6461905397968102464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6461905397968102464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2008/02/hedonisme-berhala-kaum-liberalis.html' title='HEDONISME: Berhala Kaum Liberalis'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-3823483470953043036</id><published>2008-02-17T11:18:00.000Z</published><updated>2008-02-17T11:19:39.242Z</updated><title type='text'>MENAMPILKAN KEMBALI ISLAM SEBAGAI ‘IDEOLOGI’</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Islam Sebagai Mabda’ (Ideologi)&lt;br /&gt;            Mabda’ merupakan istilah bahasa Arab yang dapat diterjemahkan sebagai ideologi, namun bukan ideologi dalam pengertian yang sempit, sebagaimana dalam pandangan sekularisme. Menurut Muhammad Muhammad Ismail dalam bukunya, Al-Fikr al-Islâmi (hlm. 9–11), yang disebut dengan mabda’ adalah akidah/keyakinan yang digali dari proses berpikir, yang kemudian melahirkan sistem atau aturan-aturan (‘aqîdah ‘aqliyyah yanbatsiqu ‘anhâ nizhâm). Menurut definisi ini, sebuah akidah/keyakinan disebut sebagai mabda’ (ideologi) jika memiliki dua syarat: (1) bersifat ‘aqliyyah; (2) memiliki sistem/aturan.&lt;br /&gt;Akidah, dalam hal ini, bisa dimaknai sebagai pemikiran yang bersifat integral (menyeluruh) mengenai alam semesta, manusia, dan kehidupan ini; mengenai keadaan sebelum dan setelah kehidupan dunia; juga mengenai hubungan antara kehidupan dunia dengan kehidupan sebelum dan sesudah dunia.&lt;br /&gt;Sedangkan sistem aturan yang dimaksud mencakup berbagai pemecahan atas berbagai problem kehidupan (baik pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara; menyangkut persoalan ibadah, akhlak, sosial, politik, ekonomi, dan budaya); juga mencakup cara untuk menerapkan berbagai pemecahan tersebut serta cara memelihara sekaligus menyebarkan akidah tersebut (An-Nabhani, Nizhâm al-Islâm, hlm. 22).&lt;br /&gt;‘Aqîdah ‘aqliyyah plus berbagai pemecahannya disebut dengan fikrah (ide/konsep). Sedangkan cara untuk menerapkan berbagai pemecahan tersebut serta cara untuk memelihara sekaligus menyebarkan akidah tersebut disebut dengan tharîqah (metode operasional)—untuk menerapkan fikrâh yang dimaksud. Walhasil, yang dimaksud dengan mabda’ (ideologi), dalam hal ini, bukan semata-mata berupa pemikiran teoritis, melainkan pemikiran yang dapat dijelmakan secara operasional dalam realitas kehidupan.&lt;br /&gt;            Merujuk pada pengertian di atas, agama-agama selain Islam tidak dapat dikategorikan sebagai mabda’ (ideologi). Alasannya: (1) Agama-agama di luar Islam bukanlah akidah/keyakinan yang bersifat ‘aqliyyah tetapi lebih bersifat taslîmiyyah (semata-mata didasarkan pada kepasrahan/ketundukan tanpa reserve [tidak digali dari proses berpikir]); (2) Agama-agama di luar Islam tidak memiliki sistem/aturan untuk mengatur kehidupan manusia, kecuali semata-mata menyangkut masalah ritual, spiritual, dan moral belaka. Karena itu, Islam tidak layak disejajarkan—apalagi disamakan—dengan agama-agama lain yang hanya berkutat dalam masalah ritual, spiritual, dan moral belaka. Sebagai mabda’ (ideologi), Islam hanya layak disejajarkan—meskipun jelas tidak bisa disamakan—dengan dua ideologi lain yang ada di dunia, yakni: kapitalisme-sekular dan sosialisme-komunis. Bedanya, Islam satu-satunya mabda’ (ideologi) yang sahih, karena bersumber dari Allah sang Pencipta, sedangkan dua ideologi lainnya adalah sesat karena semata-mata lahir dari akal manusia yang serba lemah.&lt;br /&gt;/Akidah, Islam menegaskan bahwa semua yang ada di alam ini diciptakan oleh Allah SWT (QS Thaha [20]: 14; QS al-Baqarah [2]: 22). Allah SWT tidak hanya menciptakan aturan bagi alam semesta (berupa hukum alam/sunatullah), melainkan juga menurunkan aturan (berupa hukum Islam) untuk mengatur kehidupan manusia, sebagaimana yang termaktub di dalam wahyu-Nya. Karena Allah telah menentukan hukum-Nya untuk mengatur kehidupan manusia, jelas manusia tidak boleh membuat lagi aturan lain sekehendak hawa nafsunya. Hanya Allah sajalah yang berhak menentukan hukum dan aturan bagi manusia (QS al-Baqarah [2]: 2; QS al-Qadr [97]: 1, QS an-Nahl [16]: 103; QS Yusuf [12]: 40), yang dibawa oleh Rasulullah (QS al-Fath [48]: 28-29; QS ash-Shaf [61]: 9). Karena itu, semua yang terdapat di dalam al-Quran harus diikuti (QS al-Hasyr [59] : 7; QS al-Baqarah [2] : 4). Apalagi, sebab utama (raison d’ etre) dari penciptaan manusia sendiri (termasuk jin) adalah untuk beribadah kepada Allah dalam arti luas (QS adz-Dzariyat [51]: 56). Muhammad Quthub dalam bukunya, Mafâhîm Yanbagi an Tushahah, memaknai ibadah dalam pengertian luas ini sebagai ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan kepada Allah dengan mengikatkan diri dengan syariat-Nya (hukum Islam) dalam segala aspek kehidupan.&lt;br /&gt;Memang, manusia bebas memilih untuk mengikuti ataupun melanggar aturan yang Allah turunkan (QS al-Balad [90]: 10). Akan tetapi, pada Hari Kiamat nanti manusia akan dibangkitkan dan dihisab atas pilihannya itu. (QS al-Mukminun [23]: 16; QS ar-Ra’du [13]: 40-41; QS al-Insyiqaq [84]: 8; QS al-Ghasiyah [88]: 26). Ujung-ujungnya, ada manusia yang dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga, ada pula yang ke neraka (QS al-Baqarah [2]: 25; QS ad-Dukhan [44]: 51-55; QS al-Waqi’ah [55]: 41-43).&lt;br /&gt;            Berdasarkan bahasan di atas, jelaslah, akidah Islam menetapkan bahwa sebelum ada kehidupan dunia ini ada Allah Pencipta manusia, alam semesta, dan kehidupan; bahwa Allah Pencipta manusia telah menurunkan aturan-aturan-Nya ke dunia ini untuk mengatur kehidupan manusia; dan bahwa manusia akan menuju alam akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga atau neraka—begantung pada terikat-tidaknya dirinya dengan aturan-aturan-Nya. Itulah realitas akidah Islam yang harus diyakini oleh setiap Muslim.&lt;br /&gt;Karena itu, agama Islam tidak boleh dipisahkan dari kehidupan. Seorang Muslim diperintahkan untuk menaati Allah SWT di rumah, di pasar, di mal, di kendaraan, di kantor, di masjid, di ruang pertemuan, di mess, di hotel, dan di setiap tempat. Demikian juga ketika makan, minum, berpakaian, berakhlak, beribadah, dan berbagai muamalah.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, jelas sekali, seorang Muslim diperintahkan untuk selalu melakukan perbuatannya sesuai dengan perintah dan larangan Allah SWT. Semua itu tidak lain semata-mata dalam rangka mencapai kebahagiaan sejati berupa keridhaan Allah SWT yang salah satu wujudnya adalah surga yang penuh kenikmatan, yang telah dijanjikan-Nya. Seorang Muslim akan merasa tenteram dan bahagia saat berhasil melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Sebaliknya, ia akan bersedih jika melanggar hukum-hukum Allah SWT. Beginilah akidah Islam sebagai qiyâdah fikriyyah, yang memimpin penganutnya untuk senantiasa menjadikan dirinya sebagai hamba Allah yang selalu patuh dan taat kepada-Nya.&lt;br /&gt;            Pada sisi lain, akidah Islam juga menjelaskan berbagai pemecahan masalah kehidupan yang dapat digali dari sumber-sumber hukum Islam: al-Quran, Hadis Nabi saw., Ijma Sahabat, dan Qiyas syar’iyyah. Dari sinilah lahir hukum-hukum Islam yang mengatur hubungan laki-laki dengan perempuan seperti bergaul, meminang, menikah, nafkah, mengurus anak, persoalan nasab, perwalian, dan waris—yang tercakup dalam sistem sosial (nizhâm ijtimâ‘i) Islam; yang mengatur kepemilikan berikut sebab-sebab dan jenis-jenisnya, berbagai jenis akad dalam muamalah, perseroan dan perusahaan, kebijakan-kebijakan untuk mengentaskan kemiskinan, lembaga perekonomian—yang tercakup dalam sistem ekonomi (nizhâm iqtishâdi) Islam; yang mengatur pemerintahan dan bentuknya, kepemimpinan dan syarat-syaratnya, lembaga-lembaga pemerintahan, perang dan damai, hubungan luar negeri, partai politik, dan persoalan-persoalan lain—yang tercakup dalam sistem pemerintahan (nizhâm al-hukm) Islam; juga yang mengatur masalah persanksian dan jenis-jenisnya (hudûd, jinâyat, ta‘zîr, mukhâlafât), hal-hal yang menyangkut persaksian, penyidikan dan penyelidikan, dan pembuktian—yang tercakup dalam sistem persanksian (nizhâm ‘uqûbât) Islam. Begitu pula menyangkut sistem-sistem Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Islam Wajib Diterapkan&lt;br /&gt;            Walhasil, jelas bahwa Islam adalah satu-satunya agama sekaligus ideologi yang sahih di sisi Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;]إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ اْلإِسْلَامُ[&lt;br /&gt;Sesungguhnya dîn yang benar di sisi Allah adalah Islam. (QS. Ali Imran [3]: 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih tegas lagi Allah SWT menyatakan:&lt;br /&gt;]وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ[&lt;br /&gt;Siapa saja menjadikan selain Islam sebagai dîn, maka tidak akan diterima dan di akhirat kelak dia termasuk orang yang rugi. (QS Ali Imran [3]: 85 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada yang sama Allah SWT memberitahukan:&lt;br /&gt;]هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيدًا[&lt;br /&gt;Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang haq untuk dimenangkannya atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai Saksi. (QS al-Fath [48]: 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, Islam akan senantiasa mengungguli seluruh dîn (keyakinan, agama, ideologi) para penghuni bumi, baik orang Arab maupun bukan; berbagai kelompok; dan kaum musyrik (Lihat: Ibn Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al ‘Azhîm, IV/246).&lt;br /&gt;Kemenangan atau keunggulan Islam atas yang lain jelas hanya terjadi ketika Islam ditampilkan secara utuh sebagai sebuah mabda’ (ideologi) sebagaimana dulu pernah dibuktikan selama hampir 13 abad lamanya; bukan semata-mata sebagai agama ritual, spiritual, dan moral belaka. Islam seperti inilah yang diperintahkan Allah SWT untuk menjadi pandangan hidup dan pengatur masyarakat. Wallâhu a‘lam. []&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-3823483470953043036?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/3823483470953043036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=3823483470953043036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3823483470953043036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3823483470953043036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2008/02/menampilkan-kembali-islam-sebagai.html' title='MENAMPILKAN KEMBALI ISLAM SEBAGAI ‘IDEOLOGI’'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-5443075581518057243</id><published>2008-02-17T11:14:00.000Z</published><updated>2008-02-17T11:17:17.416Z</updated><title type='text'>DEMOKRATISASI DI DUNIA ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Demokratisasi di Dunia Islam bisa dipastikan merupakan salah satu isu yang mengemuka pada tahun-tahun belakangan ini. Hal ini tidak terlepas dari agenda besar Amerika, yang bahkan telah menjadikan demokratisasi di Dunia Islam sebagai strateginya untuk tetap menancapkan hegemoninya dan meraih sejumlah kepentingan nasionalnya di wilayah ini. Amerika mengklaim bahwa demokrasi dan kebebasan merupakan garansi bagi terciptanya kebahagiaan, kedamaian, kemajuan, dan kemakmuran. Klaim tersebut akhir-akhir ini begitu sering disuarakan oleh para petinggi Amerika, khususnya George W. Bush. Beberapa waktu lalu, di hadapan Lembaga Keuangan Nasional Amerika bagi Demokrasi, ia berpidato, “Kebebasan sosial dan agama adalah dua hal yang sangat mendasar; termasuk bagi kebesaran dan keagungan bangsa Amerika…,” Ia juga mengatakan, “Bahkan, demokrasi adalah satu-satunya jalan menuju kemuliaan dan keberhasilan bangsa Amerika.” Bush bahkan menjadikan demokrasi sebagai pengganti bagi perlawanan bersenjata untuk membebaskan diri dari penjajahan. Ia mengatakan, “Dalam hubungannya dengan bangsa Palestina, maka jalan satu-satunya untuk meraih kemerdekaan, kemuliaan, dan kemajuan mereka adalah demokrasi.” Lebih jauh, Bush mengatakan, “Kebebasan adalah agenda Tuhan bagi manusia. Pada saat yang sama, kebebasan adalah harapan utama bagi kemajuan umat manusia di muka bumi.”&lt;br /&gt;Dengan demikian, agenda demokrasi/demokratisasi Amerika ini membidik dua pihak secara langsung: Pertama, dalam konteks Timur Tengah, demokrasi/demokratisasi merupakan strategi masa depan Amerika di wilayah ini. Kedua, dalam konteks Dunia Islam secara keseluruhan, Amerika berharap, demokrasi/demokratisasi akan menjadi rujukan utama kaum Muslim secara politik maupun pemikiran, cepat atau lambat.&lt;br /&gt;Persoalan ini jelas menuntut sikap kritis kaum Muslim, bukan malah mengamini kata-kata Bush ketika ia mengatakan, “Harus jelas bagi semua, bahwa Islam, yang dianut lebih dari seperlima penduduk bumi, memiliki hubungan erat dengan pemerintahan demokrasi. Karena itu, kemajuan demokrasi akan dijumpai pada sebagian besar negara yang mayoritas penduduknya Muslim; Turki, Indonesia, Sinegal, Albania, Nigeria, Srilangka…”&lt;br /&gt;Benarkah demikian? Tentu saja tidak!&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Sekularisme Sebagai Landasan Ideologi Kaptilalisme Barat&lt;br /&gt;            Penolakan peran Tuhan dalam kehidupan manusia adalah asas pemikiran Barat saat ini. Karena itu, upaya memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengatur kehidupannya menjadi sudut pandang utama dalam membangun pemikiran mereka. Inilah juga yang pernah diucapkan Bush, “Sesungguhnya kebebasan meniscayakan perhatian dan penghargaan atas kemampuan kreatif manusia, sementara kreativitas akan menentukan kekuatan dan kejayaan manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Erat Demokrasi dan Sekularisme&lt;br /&gt;            Sebelum menjelaskan pandangan Islam tentang demokrasi, kita harus memahami bahwa diusungnya demokrasi di negeri-negeri Islam sering tidak dalam bentuknya yang hakiki, yakni sebagai gagasan yang menyingkiran hukum-hukum Allah dan membebaskan manusia untuk membuat hokum sendiri. Gagasan demokrasi/demokratisasi sering dipropagandakan sebagai pemerintahan rakyat, yang mengedepankan persamaan di antara sesama manusia, mengusung keadilan, mendorong sikap kritis terhadap penguasa, dll. Namun demikian, akhir-akhir ini kita sering mendengar dengan jelas propaganda demokrasi yang dikaitkan dengan dasarnya, yakni sekularisme. Itulah pandangan Bush di Irak, yang menghendaki pemerintahan Irak yang memisahkan agama dari negara; mungkin dalam bentuk pemerintahan nasionalis yang menghargai sejarah bangsa Irak dan tradisi mereka, tetapi yang mencerminkan kehendak seluruh bangsa Irak. Dalam sebuah wawancara dengan Stasiun NBC tanggal 24 April 2003, Bush mengatakan, “Perkembangan terbesar (di Irak) adalah dalam bidang politik. Karena itu, keberadaan militer Amerika untuk menjaga Karbala akan menjadi penopang bagi munculnya sebuah pemerintahan yang berpengaruh dan kuat, yang akan memperkuat masa depan demokrasi sekular di Irak.”&lt;br /&gt;            Walhasil, demokrasi meniscayakan:&lt;br /&gt;1.       Hukum dibuat oleh manusia, bukan bersumber dari Allah; demokrasi tidak ada hubungannya dengan satupun agama samawi.&lt;br /&gt;2.       Bersumber dari akidah sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan dan negara.&lt;br /&gt;3.       Berpijak pada dua gagasan: kedaulatan di tangan rakyat dan rakyat adalah sumber kekuasaan. Inilah inti demokrasi, yakni menjadikan manusia—bukan Allah—sebagai pihak yang berwenang membuat hukum.&lt;br /&gt;4.       Prinsip mayoritas menjadi landasan dalam menentukan segala hal: mengangkat penguasa, memilih wakil rakyat, dan membuat UUD/UU.&lt;br /&gt;5.       Adanya jaminan kebebasan beragama, mengeluarkan pendapat, berekspresi, dan berkepemilikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan Inti Demokrasi&lt;br /&gt;            Sebagaimana telah disebutkan, bahwa gagasan inti demokrasi adalah kedaulatan rakyat dan rakyat sebagai sumber kekuasaan. Di atas dasar inilah para pemikir Barat membahas topik kekuasaan/pemerintahan. Mereka kemudian melahirkan gagasan yang sesuai dengan pandangan hidup mereka. Dalam demokrasi, setiap individu memiliki hak yang sama dalam legislasi; masing-masing adalah ‘tuan’ bagi dirinya sendiri. Atas dasar ini, rakyat adalah sumber kekuasaan. Penguasa sekadar mendapat mandat dari  rakyat. Rakyatlah—melalui para wakilnya di parlemen—yang berwenang membuat atau mengganti hukum dan mengangkat penguasa. Rakyat juga yang berkuasa menentukan sistem pemerintahan, apakah kerajaan atau republik; apakah republik parlementer ataukah presidentil. Itulah yang pernah terjadi di Prancis, Italia, Spanyol, atau Yunani. Rakyat juga yang menentukan apakah negara menganut sistem ekonomi kapitalis atau sosialis; yang menentukan bolehnya seseorang berpindah agama, berzina, atau melakukan hubungan homoseksual/lesbianisme. Bahkan, dalam hal yang terakhir ini, sudah ada 9 negara di Eropa yang mengakui secara resmi (diakui berdasarkan UU negara) pasangan homoseksual/lesbianisme untuk membentuk ‘keluarga’ atau membina ‘rumahtangga’. (BBCIndonesia.com, 31/3/2004).&lt;br /&gt;Semua itu menjadi bukti bagi prinsip ‘kedaulatan di tangan rakyat’ dan ‘rakyat sebagai sumber kekuasaan’. Itulah inti demokrasi, sebagaimana pernah diucapkan mantan Presiden AS Abraham Lincoln, bahwa demokrasi adalah pemerintahan: ‘dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat’. Itulah inti demokrasi hingga saat ini. Buktinya, hal serupa juga sering dikatakan oleh Bush, khususnya dalam konteks pemerintahan di Irak, “Melalui para pemimpin Irak yang baru, kita akan membentuk pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.” (Pidato Bush tanggal 1 Mei 2003, pada saat mengumumkan berakhirnya perang melawan Irak). Artinya, prinsip-prinsip demokrasi akan tetap seperti itu sepanjang masa, tidak akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Islam Tentang Demokrasi&lt;br /&gt;1.       Dari segi sumbernya.&lt;br /&gt;Sumber demokrasi adalah manusia. Akal manusialah yang menjadi penentu untuk menilai baik-buruknya segala hal. Sebaliknya, Islam memandang bahwa yang berhak menentukan baik-buruk hanyalah Allah, yang ketentuan-Nya kemudian dituangkan dalam bentuk syariat Islam. Akal hanya berfungsi untuk memahami berbagai ketentuan syariat itu. Allah Swt, berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]إِنْ  اْلحُكْمُ إِلاَّ ِللهِ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya membuat hukum itu hanyalah hak Allah. (QS Yusuf [12]: 67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ إِلىَ اللهِ وَالرَّسُوْلِ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kalian berselisih tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan Rasulnya. (QS an-Nisa’ [4]: 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَمَا  اخْتَلَفْتُمْ فِيْهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلىَ اللهِ[&lt;br /&gt;Tidaklah kalian memperselisihkan sesuatu kecuali hukumnya dikembalikan kepada Allah. (QS asy-Syura’ [42]: 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Dari segi akidah.&lt;br /&gt;Akidah yang menjadi dasar munculnya demokrasi adalah sekularisme, yakni pemisahan agama dari urusan kehidupan dan negara. Sekularisme memang tidak menafikan eksistensi agama, tetapi mengesampingkan fungsinya dalam mengatur kehidupan dan negara, yang berarti manusialah—tanpa campur tangan agama—yang berwenang membuat aturan bagi dirinya. Sebaliknya, Islam dibangun di atas akidah Islam, yang mengharuskan seluruh aspek kehidupan manusia dan negara diatur oleh Allah. Manusia hanyalah berkewajiban untuk menjalankan aturan-aturan-Nya dalam seluruh aspek kehidupan. Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;]وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَمْراً أَنْ يَكُوْنَ لَهُمْ اْلخِيَرَةَ مِنْ أَمْرِهِمْ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah patut bagi laki-laki Mukmin dan tidak pula bagi perempuan Mukminat, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. (QS al-Ahzab [33]: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar ini, akidah Islam sesungguhnya merupakan akidah yang bersifat rûhiyah (spiritual) sekaligus siyâsiyah (politik), sehingga dalam Islam tidak ada pemisahan agama dengan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Dari segi asas.&lt;br /&gt;Asas demokrasi ada dua, yaitu: (1) kedaulatan di tangan rakyat; (2) rakyat sebagai sumber kekuasaan. Sebaliknya, dalam Islam, kedaulatan ada di tangan Allah, atau syariat-Nya. Hanya Allah Yang berdaulat, Yang berhak membuat hukum bagi manusia. Manusia tidak memiliki kewenangan untuk membuat satu hukum pun. Seandainya manusia seluruhnya sepakat untuk menghalalkan riba karena pertimbangan kemaslahatan ekonomi, membolehkan lokalisasi pelacuran agar tidak menyebar luas, menghilangkan hak milik pribadi, mengadopsi ide kebebasan umum, atau yang semacamnya, maka kesepakatan tersebut tidak ada nilainya di sisi Allah selain dianggap sebagai dosa. Sebab, setiap manusia wajib terikat dengan hukum-hukum Allah, dan tidak boleh membuat aturan sendiri. Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]فَلاَ وَرَبُّكَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ حَتَّى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ[&lt;br /&gt;Demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. (QS an-Nisa’ [4]: 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]أَفَحُكْمَ اْلجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَ وَمَنْ أَحْسَنُ حُكْماً  لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]أَفَحُكْمَ اْلجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْماً  لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sebetulnya, banyak sekali nash al-Quran maupun hadis yang secara tegas (qath‘î) menjelaskan bahwa kedaulatan hanyalah milik Allah, dan bahwa Allahlah satu-satunya Pembuat hukum, sementara manusia tinggal melaksanakannya dalam kehidupan. Hanya saja, dalam tataran pelaksanaannya, Islam menyerahkannya kepada kaum Muslim. Karena pelaksanaan hukum-hukum Allah sudah pasti membutuhkan kekuasaan, maka Islam memberikan kekuasaan itu kepada umat. Artinya, kekuasaan untuk memilih penguasa untuk menjalankan hukum-hukum Allah ada di tangan umat Islam. Kesimpulan ini didasarkan pada sejumlah hadis tentang baiat kepada penguasa (Khalifah/Amirul Mukminin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Dari segi filosofis.&lt;br /&gt;Secara filosofis, demokrasi identik dengan suara mayoritas. Prinsip mayoritas dalam demokrasi sebagai standar dalam menentukan hukum bertentangan dengan Islam. Dalam Islam, hukum atau standar kebenaran tidak bergantung pada suara mayoritas atau minoritas, tetapi bergantung pada apa yang ditunjukkan oleh nash syariat, karena Pembuat hukum adalah Allah, bukan manusia. Manusia, dalam hal ini direpresentasikan oleh Khalifah, adalah pihak yang berwenang untuk mengadopsi hukum-hukum Allah tersebut berdasarkan dalil-dalil yang paling kuat menurut ijtihadnya. Khalifah boleh—tetapi tidak wajib—merujuk pada majelis umat untuk mengadopsi hukum-hukum tersebut berdasarkan pendapatnya. Khulafaur Rasyidin juga biasa meminta pendapat para sahabat ketika hendak mengadopsi suatu hukum. Pada masa Umar, misalnya, ketika beliau hendak mengadopsi hukum mengenai tanah taklukan di Syam, Mesir, dan Irak, beliau meminta pendapat kaum Muslim. Akan tetapi, pendapat majelis umat, meskipun mayoritas, tidaklah mengikat Khalifah, Rasululullah sendiri, misalnya, dalam akad Perjanjian Hudaibiyah, tetap dengan pendapatnya, meskipun sebagian besar sahabat tidak sepakat dengan beliau, karena pendapat beliau dalam masalah itu didasarkan pada wahyu. Rasul saw. bahkan bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«إِنِّي عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَلَنْ أُخَالِفَ أَمْرَهُ»&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, yang tidak akan menyalahi perintah-Nya. (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat sendiri telah berijma bahwa Imam/Khalifah memang berhak mengadopsi hukum-hukum tertentu dan memerintahkan umat untuk melaksanakannya sekaligus meninggalkan pendapat mereka. Dari sinilah kemudian diambil kaidah ushul yang terkenal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]أَمْرُ اْلإِمَامِ يَرْفَعُ اْلخِلاَفَ[&lt;br /&gt;Perintah Imam/Khalifah akan menghilangkan perbedaan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]أَمْرُ اْلإِمَامِ نَافِذٌ ظَاهِراً وَبَاطِناً[&lt;br /&gt;Perintah Imam/Khalifah harus dilaksanakan secara lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]لِلسُّلْطَانِ أَنْ يُحْدِثَ مِنَ اْلأَقْضِيَاتِ بِقَدْرِ مَا يَحْدَثُ مِنْ مُشْكِلاَتٍ[&lt;br /&gt;Penguasa/Khalifah berhak mengadopsi hukum sesuai dengan problem yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam masalah kecakapan atau pemikiran yang memerlukan keahlian, maka yang diambil adalah pendapat yang tepat, yakni pendapat dari pihak yang memang ahli di bidangnya, bukan pula didasarkan pada suara mayoritas atau minoritas. Jika terkait dengan strategi militer di medan tempur, maka masalahnya diserahkan kepada ahli militer; jika terkait dengan masalah kesehatan, maka masalahnya diserahkan kepada para dokter, dan seterusnya. Dalilnya adalah sikap Rasulullah ketika beliau meninggalkan pendapatnya sendiri dan mengambil pendapat Hubab bin al-Mundzir—yang memang orang yang paling paham dalam hal ini—yang terkait dengan strategi militer dalam Perang Badar. Saat itu, beliau bahkan tidak mengajak para sahabat lain bermusyawarah.&lt;br /&gt;            Sementara itu, dalam perkara-perkara yang menyangkut tindakan yang tidak memerlukan pemikiran dan penelaahan, baru diserahkan pada pendapat mayoritas, karena mayoritas dianggap sudah sangat memahaminya. Dalam hal ini, pendapat mayoritas bersifat mengikat, harus dilaksanakan oleh semua peserta musyawarah. Dalilnya adalah sikap Rasulullah saw. dalam Perang Uhud, yakni ketika beliau dan para sahabat bermusyawarah mengenai apakah kaum Muslim menunggu musuh (kafir Qurays) di kota Madinah ataukah justru harus menyongsongnya di luar kota Madinah. Karena mayoritas sahabat, khususnya di kalangan muda, lebih banyak yang menghendaki untuk menyongsong musuh di luar Madinah, maka pendapat itulah yang dilaksanakan, meskipun hal itu bertentangan dengan pendapat Rasul dan para sahabat senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperjelas Posisi Musyawarah dalam Islam&lt;br /&gt;            Banyak kalangan yang mengira bahwa sistem pemerintahan Islam identik dengan sistem syura (musyawarah) dan bahwa musyawarah identik dengan demokrasi. Dengan kata lain, pemerintahan Islam didasarkan pada prinsip musyawarah atau pada prinsip-prinsip demokrasi. Pendapat ini jelas terlalu menyederhanakan konsep musyawarah dan demokrasi. Mengapa? Karena syura bukanlah sistem permerintahan, apalagi sistem kehidupan. Syura hanyalah sebuah uslûb (mekanisme) untuk memperoleh pendapat yang paling tepat dalam suatu perkara. Memang, Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;]وَأَمْرُهُمْ شُوْرَى بَيْنَهُمْ[&lt;br /&gt;Urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka. (QS asy-Syura [42]: 38).&lt;br /&gt;]وَشَاوِرْهُمْ فِي اْلأَمْرِ[&lt;br /&gt;Bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. (QS Ali Imran [3]: 159).&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Kata amr (perkara) yang ditunjukkan dalam ayat di atas memang mencakup semua aktivitas dan muamalat manusia. Akan tetapi, dalam Islam, syura—sebagai ide sekaligus perkara yang diperintahkan syariat—tidaklah mungkin dijadikan dasar untuk membentuk sebuah sistem pemerintahan Islam yang khas. Sebab, sistem permerintahan Islam adalah sistem yang di dalamnya dijelaskan bentuk negara berikut karakteristiknya, pilar-pilarnya, dan struktur-strukturnya; dijelaskan dasar negara berikut pemikiran, pemahaman, dan standar yang digunakan untuk mengatur urusan masyarakat; juga dijelaskan UUD/UU dan penerapannya—sesuatu yang tidak dihasilkan melalui mekanisme syura. Apakah syarat-syarat sahnya seorang khalifah ditentukan melalui mekanisme syura? Apakah syarat-syarat seorang khalifah wajib diturunkan dari jabatannya ditentukan lewat mekanisme syura? Apakah mekanisme syura yang menjelaskan jenis-jenis peradilan dalam Daulah Islam dan berbagai kewenangannya? Tentu saja tidak! Sebab, dalam Islam, lembaga syura (majelis umat) hanyalah salah satu lembaga di dalam negara sebagaimana halnya Khalifah, mu‘âwin tafwîdh, para wali (gubernur), amirul jihad, dll.&lt;br /&gt;            Sebaliknya, demokrasi berbeda dengan syura. Sebab, demokrasi bukanlah uslûb (mekanisme), tetapi sistem pemerintahan itu sendiri. Fakta ini sudah sangat gamblang dijumpai pada semua UUD demokratis di berbagai negara dunia, yang secara tegas menyebutkan bahwa dalam sistem demokrasi kedaulatan ada di tangan rakyat.&lt;br /&gt;Dengan demikian, sama sekali tidak ada kaitan antara syura dan demokrasi. Keduanya tidak layak disandingkan; juga tidak layak syura sebagai sebuah pemikiran cabang dalam Islam dibandingkan dengan demokrasi sebagai sebuah ‘sistem pemerintahan’ untuk mengatur kehidupan. Ini persis seperti membandingkan sistem ekonomi kapitalisme dengan zakat dalam Islam. Yang benar, gagasan demokrasi harus dibandingkan dengan gagasan Imamah/Khilafah, sementara sistem ekonomi kapitalisme harus dibandingkan dengan sistem ekonomi Islam secara keseluruhan. Jadi, tidak benar, jika dikatakan demokrasi hanyalah sekadar uslûb, apalagi sarana/alat, yang tidak berkaitan sama sekali dengan akidah/pandangan hidup tertentu. Apalagi, demokrasi sebagai sebuah system, diakui oleh para sarjana Barat sendiri. Francis Fukuyama, misalnya, seorang pemikir dari Amerika, dalam salah satu bukunya yang terkenal, menyatakan, “Sesungguhnya demokrasi liberal telah menentukan babak akhir dari perjalanan ideologi manusia, sekaligus bagi sistem pemerintahan manusia, yang berarti merupakan babak akhir sejarah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperjelas Posisi Pemilu dalam Demokrasi&lt;br /&gt;            Sesungguhnya benar kata-kata para pejabat Amerika, ketika mereka menyatakan bahwa sekadar adanya Pemilu di Irak tidaklah cukup untuk mengantarkan masyarakat pada fase yang demokratis. Mengapa? Karena demokrasi memang bukan sekadar direpresentasikan oleh adanya Pemilu. Apalagi Pemilu secara pasti ditemukan dalam semua ideologi—termasuk Islam—sebagai mekanisme untuk mengangkat penguasa dan para wakil rakyat. Akan tetapi, jelas ada perbedaan mendasar antara Pemilu untuk mengangkat penguasa dalam rangka menerapkan syariat Islam dan Pemilu untuk mengangkat penguasa yang akan menerapkan hukum-hukum kufur yang dibuat oleh manusia. Artinya, Islam sebetulnya tidak menafikan Pemilu itu sendiri, karena Rasulullah saw. sendiri pernah meminta kaum Anshar, baik pria maupun wanita, untuk memilih para wakil mereka pada peristiwa Baiat Aqabah II, yang kemudian menghasilkan 12 wakil. Apalagi di antara pilar pemerintahan Islam adalah adanya pengakuan bahwa kekuasaan—bukan kedaulatan—ada di tangan umat, yang berarti umat berwenang untuk menyelenggarakan Pemilu—baik secara langsung ataupun melalui mekanisme perwakilan—dalam rangka mengangkat pemimpin mereka. Akan tetapi, kita tahu, penguasa Muslim, yakni Khalifah, diangkat dan dibaiat oleh umat dalam rangka menerapkan hukum-hukum Allah atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Walhasil, dari segi pemikiran, yang mendasar dalam demokrasi adalah berupa pemberian otoritas kepada manusia untuk menentukan halal-haram, baik-buruk, terpuji-tercela; yang berarti menjadikan manusia sebagai ‘tuhan’ lain selain Allah. Sedangkan dari segi politik, demokrasi adalah ibarat ujung tombak ideologi Barat dalam membentuk peradaban baru sebagaimana yang dikehendaki oleh mereka, yang ditujukan terutama pada wilayah-wilayah di Dunia Islam yang sedang menggeliat untuk kembali menerapkan Islam. Wallâhu a‘lam. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-5443075581518057243?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/5443075581518057243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=5443075581518057243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5443075581518057243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5443075581518057243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2008/02/demokratisasi-di-dunia-islam.html' title='DEMOKRATISASI DI DUNIA ISLAM'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-3060645172851277384</id><published>2008-02-16T02:32:00.000Z</published><updated>2008-02-16T02:34:47.343Z</updated><title type='text'>Valentine's Day, darimana datangnya ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Valentine's Day is so sweet, itu anggapan dari beberapa kalangan "young guns" di metropolis. Demi kekasih, katanya, hingga mereka berani merogoh kocek untuk membelikan hadiah buat sang doi, supaya suasananya lebih romantis.&lt;br /&gt;Suatu peringatan pasti ada sejarah 'n latar belakangnya, begitu pula ama yang namanya valentine day itu, sejarahnya pasti ada. Trus,…apa hubungannya diceritain ama kita-kita! Ya,..Islamuda tau koq kalo itu nggak bakal keluar di ulangan sejarah sobat muslim, cuman yang kayak ginian ini perlu dilurusin supaya sobat semua tau kenapa perayaan ini disebut budaya sampah, meski sebagian besar penikmat hari valentine nggak ngurus dengan yang namanya sejarah valentine day, katanya EGP (Emang Gue Pikirin), pokoke valentine TOP BGT SKL (top banget sekali). Padahal kalau mereka tahu (khususnya yang muslim) asal muasal cerita velentine day, bakal terbelalak matanya, kalau tidak terbelalak ya harus terbelalak (yee ... maksa).&lt;br /&gt;Konon si empunya cerita, valentine day diperingati untuk mengenang jasa seorang pendeta kristen namanya St. Valentino tapi ada yang menceritakan St. Valentine beda huruf terakhirnya aja, yang hidup di Roma pada masa pemerintahan Kaisar Cladius II (268-270 M). Begini ceritanya, orang-orang Romawi merayakan acara untuk memperingati suatu hari yang menurut mereka bersejarah pada tanggal 15 Februari, mereka menamakannya Lupercalia untuk memperingati Juno (Dewa wanita dan perkawinan) serta Pan (Dewa dari alam ini).&lt;br /&gt;Acara ini berisi pesta muda-mudi yang memilih pasangannya masing-masing dengan menuliskan nama yang dimasukkan dalam jambangan kemudian diundi. Pasangan itu saling tukar kado sebagai pernyataan cinta kasih, acara dilanjutkan dari pesta dansa-dansi sampai pesta seks. Setelah penyebaran Kristen para pemuka gereja mencoba memberikan pengertian ajaran Kristen terhadap perayaan para pemuja berhala itu. Pada tahun 496 Masehi Paus Gelasius (Pope Gelagius) mengganti perayaan itu menjadi Saint Valentine's Day dan dipindah tanggalnya menjadi 14 Februari yang diperingati sebagai penghormatan bagi seorang pendeta yang dihukum mati pada tanggal tersebut.&lt;br /&gt;Dalam sejarah Velentine para ahli sejarah tidak setuju dengan adanya upaya untuk mengaitkan hal itu dengan kematian St. Valentine yang dipenggal kepalanya di Palatine, tapi sejarah lain mengatakan acara valentine dikaitkan dengan St. Valentine yang lain, yang dikejar-kejar karena memasukkan suatu keluarga Romawi ke dalam Kristen, kemudian dia dipancung di Roma sekitar tahun 273 Masehi. Walhasil tidak sedikit versi cerita valentine day itu, tapi hasil akhirnya sama bahwa sejarah valentine day hanya rekaan dan bisa jadi bohong (terbelalak khan!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperingatinya ? No way !!!&lt;br /&gt;Okey, itulah cerita betapa semrawutnya asal muasal Valentine day, kalau kamu udah tahu betapa tidak jelas asalnya, lalu mengapa musti sibuk-sibuk memperingati segala. Memperingati valentine day dengan cara apapun dan dengan siapapun tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran Islam dan kalau kita yang ngaku muslim bila ikut memperingatinya tidak bedanya kita dengan orang be-o-de-o penyembah berhala Juno dan Pan.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap valentine day? (Makanya ngaji, biar tahu hukumnya valentine day). Sebenarnya seorang muslim segala perbuatannya telah mempunyai hukum dan wajib baginya untuk mengetahui hukum dari perbuatan dia sebelum perbuatan itu dilakukannya. Begitu pula untuk berkasih sayang versi valentine day harus lebih dahulu diketahui hukumnya, lalu diputuskan untuk dilaksanakan atau tidak.&lt;br /&gt;Di kalangan para ulama fiqih telah ada suatu kaidah ushul fiqih yang menyatakan&lt;br /&gt;"Asal suatu perbuatan adalah terikat dengan hukum syariat Islam"&lt;br /&gt;Dimana kaidah itu diambil dari ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits-hadits yang telah mengatur perbuatan manusia secara paripurna, tidak meleset sedikitpun dari incaran syariat Islam meski perbuatan manusia dilakukan di jaman yang akan datang yang tidak ada pada jaman Rasulullah, salah satu contohnya adalah valentine day itu, Son.&lt;br /&gt;Ketika kita baca-baca firman Allah dalam Al-Qur'an jelas sudah bahwa Allah memberi rambu-rambu kepada kita, maka jangan sekali-kali kita melanggar rambu-rambu tersebut kalau kamu tidak ingin mendapat adzab fid dunia wal akhirat misalnya firman Allah yang ini :  "Dan putuskanlah perkara diantara mereka (kaum muslimin), dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu, jangan kamu mengikuti hawa nafsu mereka (orang-orang kafir) setelah jelas datang peringatan dari Allah" (TQS. al-Maidah 48)&lt;br /&gt;atau firman-Nya yang satu ini : " .... dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau demikian termasuk golongan orang-orang dhalim"  (TQS. al-Baqarah 145)&lt;br /&gt;Tapi mas, kita khan cuma kebetulan/insident (bukan merk pasta gigi lho) aja ikutan valentine day. Kita khan nggak meyakini apalagi mengimani sejarahnya. Ya,… OK kalo' kamu ngomong gitu sih…. Memang tidak ada secara langsung ayat atau hadits menjelaskan kesalahan atau kebobrokan valentine day tapi Allah dan Rasul-Nya melarang suatu perbuatan tidak harus diperinci atau dijelaskan satu per satu perbuatan yang terkategori terlarang, cukup dengan makna ekplisit disampaikan dalam Al-Qur'an dan Hadits. Larangan merayakan valentine day terkategori dalam firman Allah dan sabda Rasul-Nya berikut ini misalnya Sabda Rasulullah Saw.  Janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani .." (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;"Tidak termasuk golonganku orang-orang yang menyerupai (tingkah laku dan sikapnya) umat selain umat Islam" (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;"Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka mereka termasuk golongan tersebut" (HR. Abu Daud dan Ahmad).&lt;br /&gt;Jika kamu mafhum (paham) dengan hadits-hadits diatas, maka sudah barang tentu konsekuensi dari pemahaman adalah meninggalkan segala aktivitas yang termasuk dalam larangan meniru atau menyerupai orang kafir (Yahudi, Nasrani, Majusi dll) tanpa bertanya lagi apa manfaat (maslahat) dari meninggalkan larangan itu, sebab Allah Maha Mengetahui termasuk tentang kemanfaatan dari syariat yang dibuat-Nya.&lt;br /&gt;Jadi alasan kamu tadi yang katanya cuman "kut-ikutan", nggak masuk akal blas… Rek! Sama seperti kamu pergi di hari Minggu, lalu ikut kebaktian di gereja, kemudian pulang dan ngomong, "Aku tadi cuma ikut-ikutan koq, aku nggak meyakininya!" Padahal semua orang tahu, siapa yang bakal percaya sama kamu? Sedangkan Hadits tadi sudah menjelaskan secara jelas. Amit-amit jabang baby,. kacihan dech loe….&lt;br /&gt;Valentine day, salah satu dari larangan Allah dan Rasul-Nya bagi ummat islam untuk mengikutinya, baik itu tua, muda, anak-anak, laki, perempuan kalau menyatakan dirinya Islam, asal jangan Islam di KTP doang, harus meninggalkan aktivitas valentine day. Ingat sabda Rasulullah yang artinya : "Barang siapa melakukan suatu aktivitas, tidak berdasarkan pada perintahku (Al-Qur'an dan Hadits) maka aktivitas tersebut tertolak" (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;So, tidaklah umat Islam kalau kamu masih merayakan valentine day, meski kamu sholat sampai jidat kamu hitem, meski kamu puasa sampai badan kamu lunglit (balung-kulit) kalau kamu masih merayakan valentine day sama halnya dengan mengisi air di tong yang bocor, hasilnya? Nol. Sebab acara ritual itu berasal dari umat yang Aqidahnya rusak seperti di ceritakan di atas, kalau kita mengikutinya sama rusaknyalah kita dengan mereka, sama bodolah kita dengan mereka, sama jahilnya kita dengan mereka. Lalu dimanakah kemuliaan Islam itu, kalau Allah mengatakan dalam firman-Nya :  "Sesungguhnya dien (agama) yang diridhloi oleh Allah hanya Islam" (TQS. ali-Imron 19)&lt;br /&gt;atau Sabda Rasulullah Saw. :  "Islam itu tinggi, dan tidak ada yang lebih tinggi darinya" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Apa firman Allah dan Hadits Nabi itu hanya isapan jempol? Tentu tidak. Kemuliaan Islam hanya bisa ditunjukkan apabila syariat Islam ditegakkan di muka bumi, jikalau banyak kaum muslimin yang mengikuti cara hidup, gaya hidup orang kafir macam valentine day artinya banyak hukum Islam yang tidak diterapkan dalam kehidupan maka sudah barang tentu, Al-Qur'an dan Hadits hanya menjadi sebuah bacaan yang indah dibaca dan merdu untuk di dengar sedangkan penerapannya dalam kehidupan, kosong mlompong. Dan sekarang kita sedang diperingatkan (tadzkiroh) oleh Allah, karena nihilnya umat ini melaksanakan syariat Islam, atau melaksanakan tapi hanya sebagian yang tidak menyinggung perasaan orang lain, yang enak bagi dirinya sendiri, yang menurutnya bermanfaat bagi orang banyak. Salah satu peringatan Allah itu sekarang sedang kita nikmati, krisis moneter yang berlanjut kepada krisis-krisis lainnya yang tidak ada ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknyalah kita renungkan perkataan sosiolog Ibnu Khaldun yang menyatakan&lt;br /&gt;"Yang kalah cenderung mengekor yang menang, dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk di sini adalah mengikuti adat istiadat mereka ........". Hal itu selaras dengan apa yang telah di sabdakan Nabi : "Tidak akan kiamat sebelum umatku mengikuti apa-apa yang dilakukan bangsa-bangsa terdahulu, selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta". .............. Diantara para sahabat ada yang bertanya "Ya, Rasululah apakah yang dimaksud (di sini) adalah bangsa-bangsa Yahudi dan Nasrani ?" Rasulullah menjawab "Siapa lagi (kalau bukan mereka) (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;Demikianlah siasat orang Yahudi dan Nasrani bahwa mereka punya rencana jahat terhadap umat Islam, dengan berkedok modernisasi mereka mengelabui umat Islam, oleh karena itu mengikuti valentine day sama halnya dengan merelakan diri kita duduk bersama mereka di api neraka, Naudzubillah min dzalik. Hanya orang be-o-de-o saja yang nggak bisa bedakan neraka dan surga, so janganlah menjadi generasi be-o-de-o, generasi millenium bukan generasi minim aqidah, tapi generasi millenium adalah generasi yang menikmati millenium tapi mereka tidak lupa bahwa way of life mereka berbeda dengan orang kafir, itu yang harus disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine, Kenikmatan Sesaat yang Sesat&lt;br /&gt;Menikmati valentine day sama halnya dengan mencicipi api neraka, kalau mencicipi es dawet sih, masih enak, tapi kalau sudah mencicipi api apalagi ditambah api neraka, bukan hanya bibir yang kebakaran tapi ubun-ubun bisa mendidih, ngeri khan? makanya, kenikmatan sesaat dengan valentine day belum tentu menyelamatkan kita di akhirat, tapi dengan kenikmatan yang dilandasi Aqidah Islam yang benar dan tuntas akan membawa sebuah kebahagian yang hakiki. Wallahu 'alam bishowab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-3060645172851277384?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/3060645172851277384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=3060645172851277384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3060645172851277384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3060645172851277384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2008/02/valentines-day-darimana-datangnya.html' title='Valentine&apos;s Day, darimana datangnya ?'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-1264399664951354643</id><published>2008-01-04T01:54:00.001Z</published><updated>2008-01-04T01:54:13.797Z</updated><title type='text'>Jadi 'abah'</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/R32RxAQHdzI/AAAAAAAAACs/pU8DcqSny2M/s1600-h/image-upload-388-752572.jpe"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/R32RxAQHdzI/AAAAAAAAACs/pU8DcqSny2M/s320/image-upload-388-752572.jpe"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;(Belajar) Jadi 'abah' &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-1264399664951354643?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/1264399664951354643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=1264399664951354643' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/1264399664951354643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/1264399664951354643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2008/01/jadi.html' title='Jadi &amp;#39;abah&amp;#39;'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/R32RxAQHdzI/AAAAAAAAACs/pU8DcqSny2M/s72-c/image-upload-388-752572.jpe' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-244609355743372351</id><published>2007-12-22T00:29:00.000Z</published><updated>2007-12-22T00:33:01.876Z</updated><title type='text'>USHUL FIKIH PALSU KAUM LIBERAL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ushul Fikih Kaum Liberal, Memangnya Ada?&lt;br /&gt;Apakah kaum liberal, seperti Jaringan Islam Liberal (JIL), mempunyai ushul fiqih? Pertanyaan ini harus dijawab dulu. Jangan-jangan setelah capek-capek mengkritik secara serius, ternyata mereka tidak memilikinya. Ini sama saja dengan memasak pepesan kosong.&lt;br /&gt;Untuk itu, patut diketahui dulu pengertian ushul fikih serta apa saja yang menjadi cakupan studi ushul fikih. Menurut ulama ushul fikih mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali, ushul fikih adalah kaidah-kaidah (qawâ’id) yang dapat mengantarkan pada penggalian (istinbâth) hukum syariat dari dalil-dalilnya yang terperinci (Asy-Syaukani, Irsyâd al-Fuhûl, hlm. 3; Wahbah az-Zuhaili, Ushûl al-Fiqh al-Islâmî, I/23-24). Sedangkan menurut ulama mazhab Syafii, ushul fikih adalah pengetahuan mengenai dalil-dalil fikih yang bersifat global, tatacara pengambilan hukum dari dalil-dalil itu, serta keadaan orang yang mengambil hukum (Al-Amidi, Al-Ihkâm fî Ushûl al-Ahkâm, I/10).&lt;br /&gt;Dari berbagai definisi itu, topik (mawdhû‘) ushul fikih menurut Muhammad Husain Abdullah (Abdullah, Al-Wadhîh fî Ushûl al-Fiqh hlm. 29), meliputi 4 (empat) kajian, yaitu:&lt;br /&gt;(1) Kajian tentang dalil-dalil hukum yang bersifat global (al-adillah al-ijmâliyyah), misalnya al-Quran, as-Sunnah, Ijma, Qiyas, dan seterusnya.&lt;br /&gt;(2) Kajian tentang hukum syariat (al-hukm asy-syar‘î) dan hal-hal yang terkait dengannya, seperti definisi hukum syariat dan macam-macamnya.&lt;br /&gt;(3) Kajian tentang cara memahami dalil (fahm al-dalîl) atau pengertian kata (dalâlah al-alfâzh), misalnya tentang manthûq (makna eksplisit) dan mafhûm (makna implisit).&lt;br /&gt;(4) Kajian tentang ijtihad dan taklid, termasuk tatacara melakukan tarjîh (analisis) untuk memilih yang terkuat dari sekian dalil yang tampak bertentangan (ta‘ârudh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau definisi ushul fikih dan cakupan kajiannya itu diterapkan pada ide-ide ushul fikih kaum liberal, apakah mereka memang punya ushul fikih sendiri?&lt;br /&gt;Seorang pakar dan kritikus ide liberal, Dr. Busthami Muhammad Said, menyimpulkan, ijtihad dalam ushul fikih di kalangan kaum liberal—mulai dari Sayyid Ahmad Khan, Muhammad Abduh, Qasim Amin, Ali Abdur Raziq, Thaha Husain, dan lainnya—tidak lebih dari sekadar teori belaka, tanpa kenyataan (Said, Mafhûm Tajdîd ad-Dîn (terj.), hlm. 268). Jadi, kaum liberal sebenarnya tidak mempunyai ushul fikih, dalam definisi yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Karya mereka tidak pernah menerangkan dengan jelas, apa sebenarnya dalil syariat (sumber hukum) itu. Buktinya, perilaku pejabat yang suka menghadiri perayaan hari raya non-Islam dijadikan dalil bagi bolehnya merayakan hari raya agama selain Islam (Madjid dkk., 2004: 85-88). Mereka juga tidak pernah menerangkan dengan tuntas, bagaimana metode penggalian hukum dari dalilnya, selain mengklaim bahwa metodenya adalah hermeneutika (Adnin Armas, Pengaruh Kristen-Orientalis Terhadap Islam Liberal, hlm. 35). Padahal metode ini aslinya adalah untuk menafsirkan Bible (Perjanjian Lama dan Baru); tentu tidak cocok untuk menafsirkan al-Quran, karena Bible dan al-Quran sangat jauh berbeda, seperti bumi dan langit. Tidak aneh jika Norman Daniel (Daniel, Islam and The West: The Making of an Image, hlm. 53) menegaskan, "The Quran has no parallel outside Islam (Al-Quran tidak mempunyai kesejajaran dengan [kitab lainnya] di luar Islam)." (Adian Husaini, "Mengapa Barat Menjadi Sekular-Liberal," www.insistnet.com).&lt;br /&gt;Walhasil, ushul fikih kaum liberal sangat diragukan eksistensinya. Akan tetapi, barangkali ada yang bertanya, bukankah mereka kadang menyampaikan gagasan seputar ushul fikih? Hasan at-Turabi, misalnya, dikenal menyerukan pembaruan (tajdîd) di bidang ushul fikih (At-Turabi, Fiqih Demokratis, Bandung: Mizan, 2003). Jauh sebelum itu, pada 70-an, Jamaluddin Athiyah dalam Majalah Al-Muslim al-Mu‘âshir edisi Nopember 1974, juga Ahmad Kamal Abul Majid, tokoh liberal lainnya, dalam majalah Al-‘Arabi edisi Mei 1977, telah mengajak umat Islam untuk berijtihad dalam ushul fikih, bukan hanya dalam fikh (Said, 1995: 266).&lt;br /&gt;Kaum liberal Indonesia pun kadang menggembar-gemborkan ushul fikih baru. Nurcholish Madjid dkk, misalnya, pernah mengklaim mengikuti metode ushul fiqih Imam asy-Syatibi dalam kitabnya, Al-Muwâfaqât fî Ushûl al-Ahkâm, ketika menggagas bukunya yang gagal, Fiqih Lintas Agama (2004). Abdul Moqsith Ghazali (aktivis JIL) mencetuskan beberapa kaidah ushul fikih 'baru', semisal:&lt;br /&gt;(1) Al-‘Ibrah bi al-maqâshid lâ bi al-alfâzh (Yang menjadi patokan hukum adalah maksud/tujuan syariat, bukan ungkapannya [dalam teks]);&lt;br /&gt;(2) Jawâz naskh nushûsh bi al-mashlahah (Boleh menghapus nash dengan maslahat);&lt;br /&gt;(3) Tanqîh nushûsh bi 'aql al-mujtama‘ (Boleh mengoreksi teks dengan akal [pendapat] publik) (www.islamlib.com, publikasi 24/12/2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ini adalah ushul fikih karya kaum liberal?&lt;br /&gt;Jawabnya tegas: tidak. Sebab, meskipun dalam beberapa hal mereka seolah-olah membahas ushul fikih—seperti kaidah-kaidah ushul di atas—sebenarnya tujuannya sangat tendensius, yaitu menundukkan fikih Islam pada nilai-nilai peradaban Barat yang kufur; bukan untuk melahirkan fikih yang sahih agar bisa menjadi pedoman hidup masyarakat Islam, sebagaimana tujuan para ahli ushul fikih yang sesungguhnya. Jadi, kalau pun bisa disebut ushul fikih, karya kaum liberal itu bukanlah ushul fikih sejati, melainkan pseudo ushul fikih, alias ushul fikih palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma Ushul Fikih Liberal&lt;br /&gt;Mengapa ushul fikih mereka palsu? Sebab, paradigmanya bukan Islam, melainkan sekularisme, yang menjadi pangkal peradaban Barat; peradaban kaum penjajah. Ini tampak dalam upaya mereka menjadikan ushul fikih tunduk di bawah nilai-nilai peradaban Barat. Jadi, secara sengaja, ushul fikih diletakkan sebagai subordinat dari peradaban Barat yang sekular.&lt;br /&gt;Karenanya, tidak aneh, Hasan at-Turabi menyerukan fikih demokratis, sebagai hasil dari adaptasi ushul fikih dengan nilai-nilai demokrasi. Abdul Moqsith Ghazali juga begitu. Kaidah baru yang diusulkannya, seperti tanqîh nushûsh bi 'aql al-mujtama‘ (Boleh mengoreksi nash dengan akal [pendapat] publik), tidak lain berarti bahwa demokrasi (suara publik), harus menjadi standar bagi teks-teks ajaran Islam. Kalau suatu ayat atau hadis cocok dengan selera publik (baca: demokrasi), bolehlah diamalkan, tetapi kalau tidak cocok, bisa dibuang ke selokan.&lt;br /&gt;Paradigma sekular ini memiliki akar sejarah panjang, bermula dari kondisi umat Islam yang memuncak kemundurannya pada abad ke-18 M lalu. Karena sangat mundur, Khilafah Utsmaniyah dan umat Islam saat itu mendapat julukan The Sick Man of Europe. Di sisi lain, Barat mengalami kebangkitan dengan sekularismenya.&lt;br /&gt;Nah, untuk mengobati 'si sakit' itu, lalu muncul 2 (dua) macam upaya 'penyembuhan' dengan dua paradigma yang sangat berbeda:&lt;br /&gt;Pertama, paradigma sekular, yaitu mengambil 'obat' dari peradaban Barat yang sekular. Itulah yang dilakukan oleh mereka yang disebut dengan kaum modernis atau kaum liberal, seperti Sayyid Ahmad Khan, Ameer Ali, Muhammad Abduh, Qasim Amin, Ali Abdur Raziq, dan sebagainya (Busthami M. Said, 1995: 127-161). Mereka berpendapat, umat Islam akan bangkit dan sehat kembali jika meminum 'obat' peradaban Barat dan mengikuti nilai-nilainya, seperti sekularisme, liberalisme, demokrasi, dan nasionalisme (Ian Adams, Ideologi Politik Mutakhir, 2004: 19-dst). Ajaran-ajaran Islam harus ditundukkan dan disesuaikan dengan nilai-nilai peradaban Barat (William Montgomery Watt, 1997: 147-256).&lt;br /&gt;Kedua, paradigma Islam, yaitu mengambil 'obat' dari peradaban Islam. Itulah yang dilakukan oleh para aktivis kebangkitan dan revivalis Islam, seperti Hasan al-Banna, Abul A'la al-Maududi, Taqiyuddin an-Nabhani, Sayyid Quthb, Baqir ash-Shadr, dan sebagainya (Hafizh M. al-Jabari, Gerakan Kebangkitan Islam, 1996: 115-dst). Menurut mereka, kebangkitan umat Islam berarti kembali secara murni pada ideologi Islam, serta lepas dari ideologi Barat yang kufur.&lt;br /&gt;Dari pemetaan ini, tampak bahwa paradigma kaum liberal adalah paradigma sekular tersebut. Tujuannya sangat jelas, yaitu bagaimana agar Islam dapat diubah, diedit, dikoreksi, dan diadaptasikan agar tunduk di bawah hegemoni peradaban Barat sekular. Sekularisme dan ide-ide Barat lainnya seperti demokrasi, HAM, pluralisme, dan jender, dianggap mutlak benar dan dijadikan standar; tidak boleh diubah. Justru Islamlah yang harus diubah dan dihancurkan.&lt;br /&gt;Sebenarnya, ini modus yang sangat jahat. Akan tetapi, kaum liberal sangat lihai menutupinya dan tidak menyampaikan dengan terus terang kepada umat, bahwa mereka ingin menghancurkan Islam. Agar umat terkelabui, modus mereka dikemas dengan berbagai istilah yang keren dan terkesan hebat, seperti reinterpretasi, dekonstruksi, reaktualisasi, dan bahkan ijtihad. Ketua Tim Pengarusutamaan Gender Depag, Siti Musdah Mulia, tanpa malu berani mengklaim bahwa draft CLD KHI (Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam) adalah hasil ijtihad. (Tempo, 7/11/ 2004, hlm. 47).&lt;br /&gt;Padahal draft tersebut—yang konon menggunakan ushul fikih alternatif— telah melahirkan sejumlah pasal yang justru bertentangan dengan Islam; misalnya mengharamkan poligami (pasal 3 ayat 2), menyamakan bagian waris pria dan wanita (pasal 8 ayat 3), menghalalkan perkawinan dalam jangka waktu tertentu (pasal 28), menghalalkan perkawinan antaragama secara bebas (pasal 54), dan sebagainya. Ini semua terjadi karena para penyusun CLD KHI telah menundukkan ushul fikih di bawah nilai-nilai peradaban Barat, yaitu konsep jender, pluralisme, HAM, dan demokrasi. Mengapa semua itu terjadi? Karena ushul fikih kaum liberal adalah ushul fikih palsu yang didasarkan pada paradigma sekular, mengikuti kaum penjajah yang kafir. Mungkin niatnya baik, tetapi mereka pada dasarnya telah melakukan kejahatan intelektual dan penyesatan opini yang luar biasa. Maksudnya memberi 'obat', tetapi sebenarnya memberikan racun. Akibatnya, 'si sakit' jelas tidak akan sembuh, tetapi malah akan segera masuk ke lubang kubur. Itulah perilaku kaum liberal yang sangat jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Secara intelektual, perilaku itu jelas menunjukkan betapa miskinnya pemikiran kaum liberal. Sebab, mereka tak percaya diri dengan warisan intelektual ulama salaf yang sangat kaya sehingga mereka lalu mengemis-ngemis pemikiran secara hina kepada Barat. Kalau Amien Rais menyebut bangsa ini sebagai beggar nation (bangsa pengemis) karena gemar utang luar negeri; bolehlah kaum liberal (seperti JIL) kita sebut beggar intelectual (intelektual pengemis). []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari tulisan Ust. M. Shiddiq Al-Jawi &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-244609355743372351?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/244609355743372351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=244609355743372351' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/244609355743372351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/244609355743372351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/ushul-fikih-palsu-kaum-liberal.html' title='USHUL FIKIH PALSU KAUM LIBERAL'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-5021794017510163209</id><published>2007-12-20T00:40:00.000Z</published><updated>2007-12-20T00:43:24.617Z</updated><title type='text'>Pendidikan Mahal, Dimana Tanggung Jawab Negara?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kesulitan demi kesulitan tampaknya akan terus menggelayuti rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim. Entah sampai kapan. Betapa tidak, di tengah kesulitan ekonomi yang masih membelit, kini rakyat harus menanggung beban baru, yakni biaya pendidikan yang semakin mahal. Program ‘wajar’ (baca: wajib belajar) yang sudah lama dicanangkan Pemerintah tampaknya semakin tidak wajar. Sebab, wajib belajar kini seolah identik dengan wajib membayar mahal biaya pendidikan. Artinya, secara tidak langsung, tuntutan kepada masyarakat agar turut mensukseskan program wajib belajar pada dasarnya tidak ada bedanya dengan tuntutan kepada mereka agar wajib mengeluarkan biaya pendidikan yang mahal itu.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, untuk masuk ke jenjang pendidikan dasar (SD-SMP), para orangtua harus mengeluarkan dana yang cukup besar karena sekolah telah mematok sumbangan pembangunan/biaya gedung antara Rp 1-3,5 juta persiswa untuk sekolah swasta. Untuk sekolah negeri, biaya yang harus dikeluarkan paling tidak setengahnya.&lt;br /&gt;Belum lagi gonjang-ganjing otonomi kampus dengan model Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Setiap universitas yang berstatus BHMN ‘diberikan hak’ untuk mengelola pembiayaan pendidikannya. Artinya, pemerintah telah melimpahkan tanggung jawab pengelolaan pendidikan tinggi kepada BHMN bersangkutan. Berdasarkan hal ini, setiap BHMN yang ada harus berupaya secara mandiri untuk memenuhi seluruh pembiayaan pendidikannya.&lt;br /&gt;Dengan keterbatasan dana yang dimiliki, akhirnya sebagian besar BHMN yang ada mengeluarkan kebijakan ‘jalur khusus’ penerimaan mahasiswa baru. Setiap calon mahasiswa dapat dengan mudah diterima di salah satu BHMN yang ada dengan menyertakan ‘sejumlah uang’. Alasannya, semua itu digunakan untuk subsidi silang bagi mahasiswa yang berlatar belakang tidak mampu secara ekonomi. Sejumlah uang yang harus ‘disetor’ pun tidak tanggung-tanggung jumlahnya, berkisar Rp 45-100 juta rupiah. Itu belum termasuk biaya pendidikan persemesternya. Sementara itu, secara umum, biaya yang harus dikeluarkan calon mahasiswa baru yang akan masuk sebesar Rp 3-4 juta setiap tahunnya. Dengan nilai tersebut, mana mungkin masyarakat menengah ke bawah mampu masuk ke universitas yang berstatus BHMN tersebut yang notabene merupakan universitas unggulan.&lt;br /&gt;Logika mudahnya, Upah Minimum Daerah (UMD) rata-rata berkisar 600 ribu. Jika ditambah dengan tunjungan-tunjangan yang ada maka total pendapatan pekerja minimal Rp 900 ribu setiap bulannya. Bila setiap bulan pengeluaran minimal (dengan jumlah keluarga tiga orang: ayah, ibu, dan satu anak masih kecil) untuk keperluan makan Rp 300 ribu, transportasi Rp 200 ribu, listrik Rp 40 ribu, air Rp 30 ribu, pakaian Rp 50 ribu, dan kesehatan Rp 50 ribu, maka minimal pengeluaran setiap bulannya sebesar adalah Rp 670 ribu. Artinya, sisa pendapatan sebesar 230 ribu. Jumlah uang tersebut tentu jauh dari harapan jika harus menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang lebih tinggi. Hanya untuk menyekolahkan anak sampai ke jenjang SD saja sudah kerepotan, apalagi ke jenjang perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Menelusuri Akar Masalah&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Ada dua alasan pokok mengapa sekolah-sekolah atau perguruan tinggi yang menetapkan biaya pendidikan begitu mahal.&lt;br /&gt;Pertama, subsidi pemerintah kepada sekolah/perguruan tinggi yang terus dikurangi. Pemerintah beralasan tidak mempunyai cukup dana guna menopang seluruh pembiayaan hingga pendidikan nasional agar berjalan secara optimal. Padahal negara ini memiliki kekayaan alam melimpah ruah. Pada kemana kekayaan alam yang seharusnya untuk mensejahterakan rakyat?&lt;br /&gt;Kedua, dengan alasan di atas, akhirnya setiap sekolah menaikkan biaya pendidikannya. Sebab, tidak ada jalan lain kecuali hanya dengan menaikkan biaya pendidikan. Kalau pun sekolah berwirausaha atau berdagang, tentu akan sangat membebani lembaga pendidikan; di satu sisi harus berkonsentrasi pada penjagaan mutu dan kualitas pendidikannya, sementara di sisi lain harus mengembangkan sayap bisnisnya guna menutupi biaya pendidikan.&lt;br /&gt;Semua ini muncul setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan pengelolaan pendidikan berbasis sekolah. Artinya, pendidikan bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah, namun menjadi tanggung jawab sekolah (baca: masyarakat). Artinya, segala hal ikhwal yang terkait dengan pendidikan, baik dari segi pembiayaan, pengelolaan, penjagaan mutu pendidikan, dan lain sebagainya merupakan tanggung jawab masyarakat. Ini jelas menunjukkan bahwa pemerintah seolah sudah ‘lepas tangan’ dalam mengurusi pendidikan rakyatnya. Artinya, pemerintah sedikit demi sedikit akan terus mengurangi perannya sebagai pelayan dan pengayom rakyat, khususnya dalam bidang pendidikan. Ironis!&lt;br /&gt;Bukankah mencerdaskan kehidupan rakyat merupakan tujuan adanya negara ini dan merupakan amanat penderitaan rakyat yang ada di pundak kepala negara?&lt;br /&gt;Dampak Kapitalisasi Pendidikan&lt;br /&gt;Adanya kapitalisasi pendidikan jelas pada akhirnya membawa dampak yang luar biasa dalam seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;Pertama, di negeri muslim ini kapitalisasi pendidikan sejatinya merupakan pelanggaran terhadap hukum syariat. Sebab, dalam pandangan Islam, belajar merupakan kewajiban bagi setiap Muslim; baik laki-laki maupun perempuan, besar ataupun kecil, muda maupun tua. Setiap Muslim berkewajiban untuk menempuh pendidikan. Rasulullah saw. Bersabda:&lt;br /&gt;Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim. (HR Ibn Adi dan al-Baihaqi dari Abnas r.a.; Ath-Thabrani dan al-Khatib dari al-Husain bin ‘Ali).&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw. di atas jelas membidik dua pihak sekaligus: rakyat (dalam hal ini setiap Muslim) dan pemerintah/penguasa. Setiap Muslim wajib menempuh pendidikan dan pemerintah, sebagai pelayan rakyat, wajib mengusahakannya, karena pada faktanya pendidikan memerlukan biaya dan fasilitas-yang tidak setiap orang mampu memenuhinya. Dengan kata lain, kewajiban pemerintahlah-bukan rakyat-untuk menyediakan sarana dan prasarana serta seluruh kebutuhan bagi terselenggaranya pendidikan yang memadai lagi berkualitas bagi setiap orang tanpa kompensasi apa pun-baca: harus gratis) atau dengan biaya yang sangat murah sekali.&lt;br /&gt;Gambaran di atas berbeda jauh dengan kondisi saat ini. Dengan adanya kapitalisasi pendidikan, masyarakat justru dipaksa untuk mengeluarkan uang sangat besar guna mendapatkan pendidikan yang layak.&lt;br /&gt;Kedua, pembodohan sistematis. Dengan adanya biaya tinggi dalam pendidikan, akhirnya hanya orang-orang yang berduitlah yang mempunyai peluang besar mengenyam pendidikan yang layak lagi bermutu. Sebaliknya, bagi masyarakat yang tidak mampu, pendidikan akhirnya menjadi impian yang jauh di awan.&lt;br /&gt;Bila kondisi ini terus berlangsung, maka bisa dipastikan akan terjadi kesenjangan sosial. Yang kaya mempunyai peluang yang sangat besar untuk menempa diri dan menimba ilmu setinggi-tingginya. Sebaliknya, masyarakat yang tidak mampu semakin bodoh dan terpuruk karena tidak diberi kesempatan untuk belajar akibat tidak mempunyai dana untuk membayar biaya pendidikan.&lt;br /&gt;Ketiga, pemiskinan sistematis. Bagi orang kaya, biaya pendidikan semahal apa pun, mungkin tidak menjadi masalah. Artinya, orang kaya dengan kekayaannya akan mempunyai peluang untuk mengenyam pendidikan hingga yang tertinggi sekalipun. Dengan berbekal pendidikan tinggi mereka akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan/jabatan yang layak dalam rangka meraih kehidupan yang tinggi.&lt;br /&gt;Hal sebaliknya justru menimpa masyarakat yang berekonomi lemah. Dengan minimnya dana yang dimiliki mereka, kesempatan mereka untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin tidak akan terlaksana. Kalau pun mereka dapat bersekolah, paling banter hanya pada jenjang pendidikan dasar. Dengan hanya berbekal pendidikan dasar, mereka tentu akan sangat kesulitan mendapatkan pekerjaan dengan kompensasi kelayakan hidup yang tinggi.&lt;br /&gt;Kondisi seperti di atas sesungguhnya tengah dialami oleh sebagian-jika tidak dikatakan sebagian besar-masyarakat kita. Mereka adalah kelompok masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Dengan pendidikan yang mahal, jelas akan sulit bagi mereka untuk meningkatkan tarap hidup mereka sehingga mereka akan tetap menjadi orang-orang miskin. Bagaimana mungkin mereka mampu memperbaiki kehidupannya? Boro-boro untuk sekolah, untuk makan besok saja mereka harus pusing tujuh keliling memikirkan agar bisa mendapatkan uang sekadar untuk mengsi perut mereka.&lt;br /&gt;Keempat, semakin terpinggirkannya golongan masyarakat yang selama ini telah terpinggirkan. Dengan kapitalisasi pendidikan, masyakarat pun akhirnya beranggapan bahwa pendidikan merupakan investasi. Jika investasi ditanamkan maka harus balik modal dan menuai keuntungan. Dari sini bisa dimengerti jika tarif praktik dokter, tarif konsultasi gizi, dan semua tarif yang terkait dengan keprofesian-yang keahliannya memerlukan pendidikan tinggi dengan mengeluarkan biaya yang cukup besar-akan dikenakan biaya tinggi pula. Kita pun bisa merasakan betapa tarif pengobatan yang ada mencekik leher; begitu pula tarif-tarif yang lain.&lt;br /&gt;Demikian juga bagi mereka yang duduk dalam instansi-instansi pemerintah ataupun swasta. Konsepsi yang dibawa mereka juga sama. Investasi harus balik modal dan untung. Standar kompensasi gaji yang tidak proporsional akhirnya mendorong setiap orang untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat. Manipulasi, korupsi dan kolusi akhirnya menjadi ‘rahasia umum’. Praktik-praktik tersebut akhirnya menjadi hal yang ‘tahu sama tahu’.&lt;br /&gt;Dari sinilah akhirnya kebobrokan demi kebobrokan pelaksanaan pemerintahan bermunculan. Pemimpin tidak lagi berupaya melayani rakyatnya, namun sebaliknya, rakyat harus melayani pemimpin. Jika hal ini terjadi maka bisa dibayangkan betapa hancur-leburnya tatanan kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Peran Negara dalam Pendidikan Umat&lt;br /&gt;Dalam pandangan Islam, pendidikan adalah salah satu bentuk pelayanan pemerintah kepada rakyat yang wajib diwujudkan. Artinya, penyelenggaraan pendidikan untuk rakyat sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan yang lain. Dengan kata lain, pendidikan adalah hak rakyat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Sebagai bentuk pelayanan yang wajib diberikan kepada rakyat, pemerintah tentu tidak selayaknya membebankan biaya penyelenggaraan pendidikan tersebut kepada rakyat. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;Seorang imam (khalifah/ kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat; ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya. (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Imam Ibn Hazm dalam kitabnya, al-Ahkâm, menjelaskan bahwa seorang kepala negara (khalifah) berkewajiban untuk memenuhi sarana-sarana pendidikan, sistemnya, dan orang-orang yang digaji untuk masyarakat. Dengan demikian, negara harus berupaya secara optimal guna terwujudnya sistem pendidikan yang memadai lagi gratis.&lt;br /&gt;Pengelolaan sumberdaya alam secara optimal; penutupan kebocoran anggaran pemerintah akibat praktik korupsi dan kolusi, efisiensi pembiayaan kebutuhan negara yang tidak mendesak lagi perlu; dll akan sangat membantu subsidi sistem pendidikan.&lt;br /&gt;Keterbatasan dana yang selalu dialami pemerintah pada hakikatnya lebih disebabkan oleh praktik-praktik di atas yang tumbuh subur dan sukar untuk diberantas. Semua itu telah mengakibatkan terjadinya pemborosan (inefisiensi) anggaran belanja negara.&lt;br /&gt;Lebih dari sekadar terselenggaranya pendidikan gratis atau sangat murah bagi rakyat, pendidikan itu sendiri haruslah ditujukan dalam rangka membekali akal masyarakat dengan pemikiran dan ide-ide yang sehat, baik yang berkaitan dengan akidah maupun hukum. (Abdurrahman al-Bagdadi, Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam, 1996). Hal itu hanya mungkin diwujudkan dengan cara menyelenggarakan sistem pendidikan yang islami. Dengan begitu, ide-ide atau pemahaman-pemahaman yang sesat lagi batil dapat diberantas.&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin. (TQS. al-Maidah [5]: 20).&lt;br /&gt;Wahai Kaum Muslim,&lt;br /&gt;Marilah kita galang kesatuan semua komponen kaum Muslim di negeri ini; baik sipil maupun militer, partai maupun non-partai, mahasiswa, pelajar, buruh, petani, dan nelayan, para ulama, para santri, para budayawan, para wartawan, para cendekiawan, serta para bisnisman dan hartawan.&lt;br /&gt;Sudah saatnya seluruh kaum muslimin berbicara kepada penguasa di negeri ini, menyampaikan nasihat yang benar. Bahwa pendidikan seluruh rakyat adalah tanggung jawab negara. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;Tidaklah seseorang yang diberi jabatan mengurusi rakyat muslim lalu dia mati dalam keadaan menipu mereka, melainkan Allah mengharamkan surga darinya. (H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-5021794017510163209?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/5021794017510163209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=5021794017510163209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5021794017510163209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5021794017510163209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/pendidikan-mahal-dimana-tanggung-jawab.html' title='Pendidikan Mahal, Dimana Tanggung Jawab Negara?'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-6178910556887337628</id><published>2007-12-19T04:24:00.000Z</published><updated>2007-12-19T04:28:20.185Z</updated><title type='text'>KEBOBROKAN TAFSIR HERMENEUTIKA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akar Masalah Hermeneutika&lt;br /&gt;Istilah hermeneutika, dipinjam dari bahasa Inggris, hermeneutics; kata yang sama sebelumnya dipinjam dari bahasa Yunani Kuno (Greek), hermeneutikos. Secara harfiah, kata ini pernah digunakan oleh Aristoteles dalam karyanya, Peri Hermeneias, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan De Interpretatione, dan baru kemudian  diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan On the Interpretation. Sebelumnya, al-Farabi (w. 339 H/950 M), telah menerjemahkan dan memberi komentar karya Aristotle tersebut  dalam bahasa Arab dengan judul, Fi al-‘Ibârah.&lt;br /&gt;Aristoteles sendiri, ketika menggunakan kata hermeneias, tidak mengunakannya dengan konotasi istilah, seperti yang berkembang pada saat ini. Hermeneias yang dikemukakannya, menyusul karyanya, Categorias, hanya untuk membahas fungsi ungkapan dalam memahami pemikiran, serta pembahasan tentang satuan-satuan bahasa, seperti kata benda (noun), kata kerja (verb), kalimat (sentence), ungkapan (proposition), dan lain-lain yang berkaitan dengan gramatika. Ketika membicarakan hermeneias, Aristoteles tidak mempersoalkan teks ataupun mengkritik teks. Yang menjadi topik pembahasan Aristoteles adalah interpretasi itu sendiri, tanpa mempersoalkan teks yang diinterpretasikan. Secara harfiah, barangkali terjemahan al-Farabi lebih pas ketika hermeneuias diterjemahkan dengan ‘ibârah, yang mempunyai konotasi ungkapan bahasa dalam menunjukkan makna tertentu. Inilah barangkali, makna harfiah hermeneutika yang lebih tepat. Pada awalnya, hemeneutika hanya digunakan dalam konteks harfiahnya saja.&lt;br /&gt;Perubahan makna hermeneutika dari makna bahasa ke dalam makna konvensional (istilah) pada dasarnya merupakan perkembangan yang terjadi kemudian. Perubahan makna ini disepakati oleh berbagai literatur perkamusan, yang dimulai sejak para teolog Yahudi dan Kristen berusaha mengevaluasi kembali teks-teks dalam kitab suci mereka. Sebuah disertasi doktoral mengenai hermeneutika&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Originally, the term 'Hermeneutics' was employed in reference to the field of study concerned with developing rules and methods that can guide biblical exegesis. During the early years of the nineteenth century, 'Hermeneutics' became 'General Hermeneutics' at the hands of philosopher and Protestant theologian Friedrich Schleiermacher. Schleiermacher transformed Hermeneutics into a philosophical field of study by elevating it from the confines of narrow specialization as a theological field to the higher ground of general philosophical concerns about language and its understanding. (Asalnya, istilah  hermeneutika digunakan dalam bidang studi yang berkaitan dengan pengembangan metode dan aturan yang dapat memandu penafsiran kitab Injil. Selama tahun-tahun pertama abad ke sembilan belas, hermeneutika menjadi hermeneutika umum oleh filosof dan teolog Protestan, Friedrich Schleiermacher. Schleiermacher telah menyulap hermeneutika menjadi bidang kajian kefilsafatan, dengan mengangkatnya dari kajian yang secara spesifik hanya membahas bidang yang berkaitan dengan agama menjadi kajian yang mempunyai perhatian lebih tinggi terhadap filsafat umum tentang bahasa dan pemahamannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan makna hermeneutika dari konteks teologi ke dalam konteks filsafat telah dibidani oleh filsuf Jerman, Friedrich Schleiermacher (1768-1834). Filosof Protestan inilah yang dianggap sebagai pendiri hermeneutika umum yang bisa diaplikasikan pada semua bidang kajian. Ketika hermeneutika itu telah menjadi subyek filsafat, lahirlah berbagai aliran pemikiran, yang menempatkan hermeneutika Schleiermacher hanya sebagai salah satu aliran hermeneutika yang ada. Selain hermeneutika Schleiermacher, ada Hermeneutics of Betti yang digagas oleh Emilio Betti (1890-1968), seorang sarjana hukum Romawi berbangsa Itali; ada Hermeneutics of Hirsch yang digagas oleh Eric D. Hirsch (1928- ) seorang kritikus sastra berbangsa Amerika; ada juga Hermeneutics of Gadamer yang digagaskan oleh Hans-Georg Gadamer (1900- ) seorang filsuf dan ahli bahasa; serta aliran-aliran hermeneutika yang lain, seperti Hermeneutics of Dilthey, yang digagas oleh Dilthey (m. 1911), dan Hermeneutics of Heidegger, yang digagas oleh Heidegger (m. 1976), dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dalam konteks yang lebih ekstrem, filsafat hermeneutika telah memasuki wilayah epistemologis yang berakhir pada pemahaman sophist (orang yang pandangannya tersesat), yang bertentangan dengan pandangan hidup Islam. Filsafat hermeneutika berakhir dengan kesimpulan umum, bahwa all understanding is interpretation, semua pemahaman itu hanyalah penafsiran, dan karenanya bergantung pada subyektivitas orangnya. Pada titik inilah, A. Karim Sourosh, menurunkan teori al-qabdh wa al-basth (penyusutan dan pemuaian) interpretasi agama, yang menurutnya masih menjadi bagian dari teori interpretasi-epistemologis atau hermeneutika ini. Dengan teori ini, dia berkesimpulan, bahwa pemahaman agama bukanlah agama itu sendiri. Pemahaman agama itu subyektif, bisa mengalami perkembangan dan penyusutan, sementara agama tidak.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermeneutika sebagai Interpretasi-Epistemologis&lt;br /&gt;Untuk memperjelas lingkup kajian dan pengaruh hermeneutika serta mengapa metode ini digunakan untuk menginterpretasikan al-Quran, fakta hermeneutika—meminjam istilah A. Karim Sourosh—sebagai interpretasi-epistemologis harus dipahami. Interpretasi-epistemologis adalah penafsiran terhadap teks yang dibangun berdasarkan teori epistema. Epistema—bahasa Yunani Kunonya, epistémé, atau bahasa Inggrisnya, epistemic—adalah teori pengetahuan tentang: (a) asal-usul; (b) anggapan; (c) karakter; (d) rentang; (e) kecermatan, kebenaran, atau keabsahan pengetahuan. Ini merupakan cabang filsafat yang mengkaji pengetahuan: darimana asal-usulnya, bagaimana perumusannya, serta bagaimana pengetahuan tersebut diekspresikan dan dikomunikasikan. &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Metode inilah yang digunakan A. Karim Sourosh dalam bukunya, Reason, Freedom and Democracy in Islam (2000), sebagaimana sebelumnya juga digunakan oleh Arkoun dalam Rethinking Islam, atau apa yang dibahasaarabkannya dengan, Kayfa Na‘qilu al-Islâm (Bagaimana Kita Memahami Islam), dan dalam artikel, “Bagaimana Membaca al-Qur’an?”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Metode yang sama juga digunakan oleh komunitas Islam Liberal.&lt;br /&gt;Dalam konteks al-Quran, metode hermeneutika atau—meminjam istilah Arkoun—metode interpretasi-epistemologis baru digunakan untuk mengkaji asal-usul wahyu atau kalam Allah dan al-Quran. Diakui, bahwa wahyu itu berasal dari Tuhan. Hanya saja, menurut Arkoun, wahyu Tuhan itu tak terbatas.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Untuk melengkapi data historisnya, dia—yang memang sarjana sastra Arab itu—kemudian menggunakan teori linguistik untuk membuktikan kesimpulannya. Dari sanalah, Arkoun, yang dipengaruhi pandangan Paul Ricoeur yang populer dengan bukunya,  The Rule of Metaphor (1977), kemudian memilah tahap-tahap: Kalam Allah (KL), Wacana Qurani (WQ), Korpus Resmi Tertutup (KRT), dan Korpus Tertafsir (KT). Menurutnya, wahyu atau Kalam Allah sebagai logos (pengetahuan) tidak terbatas. Namun, ketika kalam itu disampaikan kepada Nabi, untuk disampaikan kepada umatnya, itu hanyalah penggalan dari kalam Allah yang tak terbatas. Dari sinilah muncul pemilahan wahyu verbal (dilisankan) dan non-verbal. Dengan menggunakan teori yang sama, Arkoun berkesimpulan, bahwa Wacana al-Quran (WQ) telah direduksi menjadi Corpus officiel clos (korpus resmi tertutup), yang menurutnya, karena faktor sosial dan political will, bukan karena kehendak tuhan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Setelah menjadi Corpus officiel clos, yang kini dibukukan dalam Mushaf Utsmani,  umumnya pemahaman kaum Muslim dibentuk melalui Corpus officiel clos ini, bukan dengan Wacana al-Quran yang pertama (WQ). Dari sinilah lahir Korpus Tertafsir (KT), yang berupa kitab-kitab tafsir.&lt;br /&gt;Dengan epistema ini, keabsahan al-Quran sebagai sumber otoritatif digugat. Melalui pendekatan sosio-historis dan linguistik, Arkoun berkesimpulan, bahwa al-Quran is subject to historicity (tunduk pada sejarah),&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; dan karenanya harus didekonstruksi, sebagaimana yang dikemukakan oleh Jacques Derrida. Hal senada dikemukan oleh Fazlur Rahman yang mengklaim, bahwa al-Quran adalah both the Word of God and the word of Muhammad (Kompilasi Kata Allah dan kata Muhammad);&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; juga oleh Nashr Abu Zayd yang mengklaim bahwa al-Quran adalah produk budaya. Metode yang sama juga digunakan Arkoun untuk menggugat otoritas dan keabsahan tafsir al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan bahwa al-Quran tidak relevan... Yang saya katakan adalah bahwa pemikiran yang dipakai oleh para teolog dan fuqaha’ untuk menafsirkan al-Quran tidak relevan. Sebab, sekarang ilmu baru, seperti antropologi, tidak mereka kuasai. Kita juga memiliki linguistik baru, metode sejarah, biologi—semuanya tidak mereka kuasai.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan epistema yang sama, yakni berdasarkan karakter teksnya, al-Quran yang  berbahasa Arab, dianggap mempunyai persamaan dengan teks-teks sastra atau kitab suci lainnya. Dari sinilah Arkoun menurunkan metode tafsirnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan kami adalah membuat mungkin suatu penanganan yang solider terhadap kitab-kitab suci oleh orang-orang “ahlu kitab”. Untuk itu, kami mengajak pembaca untuk membaca al-Quran menurut aturan-aturan suatu metode yang dapat diterapkan pada semua teks doktrinal besar.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, teori pembacaan Arkoun ini dijabarkan melalui tiga momen, yaitu momen linguistik, antropologis, dan historis. Dengan momen linguistik, kata (lafadz al-Quran) dibaca sebagai tanda (dilâl); dengan momen antropoligis, kata yang sama dibaca sebagai simbol (isyârah), atau analisis mistis; dan&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt; dengan momen historis, batas-batas tafsir logiko-leksikografis (logika perkamusan), atau teks dan konteks, dikembangkan dengan apa yang disebutnya dengan tafsir imajiner.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, hermeneutika—sebagaimana klaim mereka—bisa memadukan subyektivitas dan obyektivitas. Konon, karena itulah metode ini mereka gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebobrokan Tafsir Hermeneutika&lt;br /&gt;Untuk membuktikan kebobrokan tafsir hermenutika atau interpretasi-epistemologis  ini sesungguhnya bisa dilakukan dengan menggunakan kerangka epistema, seperti yang dilakukan oleh Dr. Ugi Sugiarto, dosen ISTAC-UIA Kuala Lumpur.  Secara epistemis, terbukti bahwa kelahiran tafsir hermenutika tidak bisa dilepaskan dari sejarah Yahudi dan Kristen, ketika mereka dihadapkan pada pemalsuan kitab suci, dan monopoli penafsiran kitab suci oleh gereja. Dari sinilah mereka perlu melakukan dekonstruksi wahyu, yang telah tereduksi menjadi Corpus officiel clos itu. Dengan teori linguistik, mereka menyusun tahap wahyu untuk menjustifikasi keabsahan tafsiran mereka, yang sama-sama bersumber dari wahyu, meski bukan wahyu verbal. Meski begitu, hermeneutika tetap tidak bisa menyelamatkan kitab suci mereka dari praktik pemalsuan, termasuk tidak lepas dari problem besar, hermeneutic circle.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn13" name="_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Realitas ini tidak dihadapi umat Islam. Umat Islam tidak pernah menghadapi problem seperti umat Yahudi maupun Kristiani, baik menyangkut soal pemalsuan kitab suci maupun monopoli penafsiran. Di dalam Islam ada ilmu riwayat, yang tidak pernah disentuh oleh hermeneutika. Dengan ilmu ini, otentisitas al-Quran dan Hadis Nabi bisa dibuktikan. Dengan ilmu ini, riwayat ahad dan mutawâtir bisa diuji. Dengannya, mana mushaf yang bisa disebut al-Quran dan tidak bisa dibuktikan, serta dengannya pula, historitas tanzîl atau asbâb an-nuzûl—dan juga asbâb al-wurûd—bisa dianalisis. Begitu juga, periodisasi tanzîl atau Makki dan Madani; bisa  dirumuskan dengan bantuan ilmu tersebut. Dengannya juga, bisa disimpulkan, bahwa pembukuan al-Quran itu karena perintah Allah, bukan karena faktor sosial atau politik. Pengetahuan tersebut kemudian disistematiskan oleh para ulama dalam kajian ‘Ulûm al-Qur’ân.&lt;br /&gt;Dari sini, bisa disimpulkan bahwa sejarah yang melatarbelakangi lahirnya hermeneutika adalah sejarah pemalsuan kitab suci dan monopoli penafsiran pihak gereja. Anggapan inilah yang telah melahirkan hermeneutika sebagai kaidah interpretasi-epistemologis. Anggapan seperti ini sama sekali tidak terlintas dalam kepala umat Islam. Baru setelah abad ke-20, anggapan ini dikembangkan oleh kaum terpelajar Muslim yang belajar di Barat sehingga seakan-akan umat Islam menghadapi persoalan dengan kitab suci mereka, seperti yang dihadapi umat lain. Muncullah Fazlur Rahman dan Arkoun, disusul Nashr Abû Zayd dan lain-lain, yang mengusung teori hermeneutika ini sebagai metode tafsir al-Quran.&lt;br /&gt;Dengan dalih obyektivitas, hermeneutika—sebagai interpretasi-epistemologis—telah menolak semua anggapan untuk membangun kesimpulannya. Akan tetapi, kenyataannya anggapan itu tidak pernah bisa dielakkan. Inilah yang kemudian mereka sebut dengan problem besar, hermeneutic circle (lingkaran setan tafsiran) itu. Ini sekaligus menunjukkan kesalahan teori ini sebagai metode berpikir. Dengan dalih obyektivitas, semua anggapan dibuang, padahal obyek kajian yang dihadapi bukanlah realitas empiris yang bisa diuji dengan kaidah eksperimental layaknya obyek kajian ilmiah. Kesalahan inilah yang menyebabkan kesalahan-kesalahan berikutnya, termasuk ketika teori ini digunakan untuk menafsirkan al-Quran. &lt;br /&gt;Padahal, al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan menggunakan bahasa Arab&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn14" name="_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt; untuk menjelaskan kepada umat manusia&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn15" name="_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt;  tentang apa saja ihwal kehidupan mereka.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn16" name="_ftnref16"&gt;[16]&lt;/a&gt; Kitab ini telah diturunkan secara mutawâtir dan tersimpan di antara dua ujung mushaf. Inilah anggapan—tepatnya realitas—yang melatarbelakangi lahirnya tafsir al-Quran sebagai kajian yang berusaha menjelaskan makna-makna yang digali dari ungkapan-ungkapan kitab suci tersebut.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn17" name="_ftnref17"&gt;[17]&lt;/a&gt; Dari sinilah, dengan tegas Ibn Khaldun menyatakan, bahwa tafsir al-Quran merupakan bagian dari al-‘ulûm an-naqliyyah, ilmu yang berpijak pada informasi dari Pembuat syariat.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn18" name="_ftnref18"&gt;[18]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena bidang tafsir adalah makna ungkapan al-Quran, sementara al-Quran sendiri adalah kitab at-tasyrî‘ yang berbahasa Arab, maka metode tafsir tidak bisa dipisahkan dari dua sumber tersebut, bahasa dan syariat. Dari sinilah, Ibn Khaldun membagi tafsir menjadi dua: tafsîr naqlî, atau yang kini populer dengan istilah tafsîr bi al-ma’tsûr, dan tafsîr yarjî’ ilâ al-lisân, atau—meminjam istilah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani—tafsîr bi ar-ra’y. Jenis tafsir yang pertama adalah tafsir yang berpijak pada riwayat, termasuk nâsikh-mansûkh, asbâb an-nuzûl, dan maksud ayat. Sedangkan jenis yang kedua berpijak pada pengetahuan bahasa Arab, i‘râb, dan balâghah sesuai dengan maksud dan gaya bahasa al-Quran.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn19" name="_ftnref19"&gt;[19]&lt;/a&gt; Kedua jenis tafsir ini jelas sangat ditentukan oleh informasi yang dikumpulkan oleh mufasir, baik yang bersumber dari sumber syariat maupun bahasa. Hanya dua model tafsir inilah yang diterima oleh para ulama sebagai tafsir yang representatif dan obyektif. Adapun tafsîr isyârî atau tafsîr ‘irfâni, tafsir yang dibangun berdasarkan pembacaan simbolis dan mistis (seperti yang digagas oleh kaum Sufi) atau tafsir imaginer (seperti yang digagas Arkoun) adalah tafsir yang dianggap tidak obyektif. Sebab, tafsir yang terakhir ini tunduk pada akal atau pengalaman esoteris (batin) pembacanya.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, obyektivitas tafsir al-Quran itu ditentukan oleh tunduk dan tidaknya akal dalam melakukan pembacaan terhadap teks berdasarkan kedua sumber tersebut. Karena akal hanya berfungsi untuk memahami, maka dikatakan obyektif, jika tafsiran akal tunduk pada kedua sumber—syariat dan bahasa—tersebut. Jika akal tidak tunduk pada kedua sumber tersebut, berarti al-Quran—seperti yang dituduhkan Arkoun—hanya menjadi alat justifikasi. Justru inilah yang menyandera tafsir hermeneutika Fazlur Rahman, Arkoun, Nash Abû Zayd, dan kawan-kawannya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftn20" name="_ftnref20"&gt;[20]&lt;/a&gt; Di sinilah letak persoalan metode tafsir hermeneutika yang mereka kembangkan, ketika anggapan-anggapan dasar yang seharusnya digunakan dalam menafsirkan al-Quran semuanya dibuang, seperti akidah dan syariat Islam, misalnya. Justru anggapan-anggapan kufur sengaja dikembangkan dan menjadi asumsi dasar tafsir hermeneutika mereka, misalnya: al-Quran adalah produk budaya; al-Quran adalah kompilasi kata Tuhan dan kata Muhammad; al-Quran sudah tereduksi menjadi korpus resmi tertutup, dan karenanya harus didekonstruksi. Akibatnya, apa saja yang berbau syariat harus dibuang demi—apa yang mereka klaim sebagai—obyektivitas.&lt;br /&gt;Walhasil, teori hermeneutika yang memang lahir dari ranah budaya Yahudi dan Kristen itu tentu tidak mampu untuk menjangkau apa yang dimaksud oleh al-Quran itu sendiri. Sebagai contoh, klasifikasi kata (lafazh) Arab, seperti majâz (kiasan) dan haqîqah (hakiki), memang dibahas oleh teori hermeneutika, sebagaimana kajian ilmu tafsir. Akan tetapi,  teori hermeneutika tidak mengenal haqîqah syar‘iyyah, seperti kata al-jihâd, as-shalâh, dan sebagainya. Padahal, realitas tersebut ada di dalam al-Quran, yakni ketika kata tersebut telah direposisi oleh sumber syariat dari makna bahasa menjadi makna syariat. Karena teori hermeneutika tidak mengenal haqîqah syar‘iyyah, kedua kata tersebut tetap diartikan sebagai haqîqah lughawiyah, sehingga masing-masing diartikan dengan kerja keras untuk jihâd, dan berdoa untuk shalâh. Tidak dimasukkannya—atau lebih tepat ditolaknya—keberadaan haqîqah syar‘iyyah dalam teori hermeneutika adalah karena teori ini lahir bukan dari teks syariat.&lt;br /&gt;Dengan kerangka epistema seperti ini, teori hermeneutika juga tidak menyentuh nâsikh-mansûkh, atau penggunaan teks di luar konteks historisitasnya, sebagaimana yang dibakukan dalam kaidah: al-‘ibrah bi ‘umûm al-lafzh[i] la bi khushûs[i] as-sabab. Sebab, keduanya bersumber dari sumber syariat. Dengan teori ini, ayat-ayat yang telah di-nasakh dianggap masih berlaku, misalnya, surat Ali ‘Imran (03): 130, yang membolehkan riba, asal tidak berlipat ganda. Padahal, ayat ini sudah di-nasakh dengan surat al-Baqarah (02): 278. Kasus yang sama juga berlaku pada ayat-ayat khamer, sehingga baik riba maupun khamer menjadi boleh. Inilah produk tafsir hermeneutika. Dengan kerangka yang sama, kaidah bahasa: muthlaq-muqayyad, seperti dalam kasus as-sâriq[u] wa as-sâriqat[u] surat al-Ma’idah (05): 38, yang  muthlaq kemudian di-taqyîd dengan hadis: majâ’ah mudhtharr (kelaparan yang mengancam nyawa), tidak diakui. Tentu, karena kedudukan Rasul hanya dianggap sebagai tokoh sejarah, bukan sebagai bagian dari as-Syâri’. Akibatnya, tindakan Umar ketika tidak memotong tangan pencuri yang mencuri pada tahun paceklik (‘âm ar-ramâdah) dianggap sebagai tidak menerapkan hukum potong tangan. Padahal, ini bagian dari konteks muthlaq-muqayyad. Dengan Rasul yang diposisikan sebagai tokoh historis, berarti konteks mujmal-mubayyan juga tidak bisa mereka terima.&lt;br /&gt;Dari sini jelas, bahwa kebobrokan tafsir hermeneutika justru terletak pada kerangka epistemologisnya, ketika menolak anggapan yang justru terjebak dengan anggapan. Inilah yang mereka akui sendiri atau seperti yang mereka sebut dengan hermeneutic circle. Masalah ini terjadi karena tafsir hermeneutika merupakan bagian dari metode berpikir rasional, bukan metode ilmiah. Metode berpikir rasional tidak bisa dipisahkan dari anggapan atau informasi. Jadi, kebobrokan tafsir hermeneutika justru terjadi karena kebobrokan metode berpikirnya. Akibatnya, bangunan pemikiran yang lahir dari kebobrokan ini penuh dengan kontradiksi dan inkonsistensi; seperti membangun obyektivitas tafsir, yang justru terjebak dengan subyektivitas kontemplatif dan imajiner. Di sisi lain, teori interpretasi-epistemologis yang lahir dari sumber non-syariat ini tidak cukup untuk membaca teks al-Quran yang bukan saja kitab berbahasa Arab, tetapi juga kitab tasyrî‘. Artinya, pemaksaan al-Quran hanya sebagai kitab berbahasa Arab, atau buku sastra, dan bukan kitab tasyrî‘, bisa dipahami sebagai upaya untuk menundukkan al-Quran agar bisa didekati dengan teori yang miskin ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Secara epistemologis, hermeneutika—sebagai teori interpretasi-epistemologis—bukan dari Islam, tetapi merupakan produk tsaqâfah Barat; pengetahuan yang lahir dari akidah dan pandangan hidup yang berbeda dengan Islam. Sebagai metode berpikir, hermeneutika justru mengalami kebobrokan dari dalam, terutama ketika meniadakan anggapan-anggapan dasar, yang notabene dibutuhkan oleh sebuah metode berpikir rasional seperti ini. Sebagai teori interpretasi-epistemologis, atau kaidah penafsiran, tafsir hermeneutika juga hanya bisa digunakan untuk menafsirkan al-Quran jika dibangun berdasarkan angggapan yang salah terhadap al-Quran, seperti anggapan bahwa al-Quran hanyalah produk budaya; al-Quran itu tunduk pada sejarah; al-Quran itu kompilasi kata Tuhan dan kata Muhammad; al-Quran—karena kehendak sejarah, bukan karena perintah Tuhan—telah direduksi menjadi Corpus officiel clos. Dari sinilah, lahir tahap-tahap pewahyuan Arkoun, yang dipengaruhi oleh pandangan Paul Ricoeur itu. Begitu juga ketika al-Quran hanya dianggap sebagai kitab sastra Arab, dan bukan kitab tasyrî‘, maka keterbatasan hermeneutika itupun bisa digunakan untuk menjamah kitab suci ini.  Namun, jika anggapan terhadap al-Quran itu benar, teori epistema seperti ini pasti tidak mempunyai tempat di sisi al-Quran yang mulia itu.&lt;br /&gt;Di atas semuanya itu, seperti keinginan Arkoun, semua itu dimaksud untuk melakukan sinkretisme, agar nilai kebenaran kitab suci itu bisa diterima oleh semua “ahli kitab” (Yahudi, Nasrani, dan Islam), atau mengkompromikan Islam dengan kekufuran. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari tulisan Ust. Hafidz Abdurrahman, MA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Lihat: Makalah Dr. Ugi Suharto, Peneliti INSIST, dosen di ISTAC-UIA Kuala Lumpur, yang dipresentasikan dalam Seminar Nasional di UMY, tanggal 10/04/2003. &lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;   Abdul Karim Sourosh, Menggugat Otoritas dan Tradisi Agama, Mizan, Bandung, cet. I, 2002, hlm. 41-47.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;  Lihat: Tim Penulis Rosda, Kamus Filsafat, ed. Romo Philipus Tule, SVD, pengantar Jalaluddin Rakhmat, Rosda Karya, Bandung, cet. I, 1995, hlm. 96-97.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Mohammad Arkoun, Rethinking Islam, ed. Charles Kurzman dalam Wacana Islam Liberal, Paramadina, Jakarta, cet. I, 2001, hlm. 336-337, dan 338.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt;   Lihat: Cecep Ramli Bihar Anwar, “Mohammad Arkoun: Cara Membaca al-Qur’an,” dalam website: www.Islamlib.id. Di sini, Arkoun menggunakan al-Quran surat Luqman (31): 27.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;  St. Sunardi, “Membaca Qur’an bersama…,” dalam Johan Hendrik Meuleman, Tradisi, Kemodernan dan Metamodernisme: Memperbincangkan Pemikiran Mohammed Arkoun, LkiS, Yogyakarta, 1996, hlm. 64.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;  Lihat:  Farid Esack, Qur’an, Liberation and Pluralism: An Islamic Perspective of Interriligious Solidarity against Oppression, Oxford, Oneworld, 1997, hlm. 69.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;               Lihat, Dr. Ugi Suharto, Op. cit. &lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;   Muhammed  Arkoun,  “Menuju  Pendekatan  Baru  Islam,”  dalam Ulumul Qur’an, nomor 7, vol. II 1990, hlm. 85.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; Muhammed  Arkoun,  Berbagai Pembacaan Qur’an, INIS, Jakarta, 1997, hal. 50.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt;             Ini sejenis pengetahuan irfan, yang dikembangkan oleh ahli tasawuf. Mungkin karena latar belakang yang berbeda, Sourosh tidak menggunakan istilah simbol, melainkan irfan. &lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Lihat: Cecep Ramli Bihar Anwar, Op. cit. Lihat juga: Arkoun, Rethinking Islam, Op. cit., hlm. 364 dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref13" name="_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt; Hermeneutic circle (lingkaran hermeneutika) adalah sejenis lingkaran setan pemahaman obyek-obyek sejarah yang mengatakan, bahwa jika interpretasi itu sendiri berdasarkan interpretasi, maka lingkaran interpretasi itu tidak dapat dielakkan. Lihat, Dr. Ugi Suharto, Op. cit.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref14" name="_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt;             QS as-Syu’ara’ [26]: 195.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref15" name="_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt;             QS Ali ‘Imran [03]: 138.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref16" name="_ftn16"&gt;[16]&lt;/a&gt;             QS an-Nahl [16]: 44.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref17" name="_ftn17"&gt;[17]&lt;/a&gt;             Ibn Khaldûn, Muqaddimah, Dâr al-Jîl, Beirut, t.t., hlm. 483.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref18" name="_ftn18"&gt;[18]&lt;/a&gt;             Ibid, hlm. 482 dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref19" name="_ftn19"&gt;[19]&lt;/a&gt;             Ibid, hlm. 484-488.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8101374320744147266#_ftnref20" name="_ftn20"&gt;[20]&lt;/a&gt;             Inilah yang disebut oleh Hadis Nabi sebagai: fassara al-Qur’an[a] bi ra’yih[i] (orang yang menafsirkan al-Quran dengan pendapatnya). Lihat: HR al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurayrah. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-6178910556887337628?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/6178910556887337628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=6178910556887337628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6178910556887337628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6178910556887337628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/kebobrokan-tafsir-hermeneutika.html' title='KEBOBROKAN TAFSIR HERMENEUTIKA'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-3088448721091547282</id><published>2007-12-18T03:55:00.000Z</published><updated>2007-12-18T03:57:59.017Z</updated><title type='text'>Sikap Kaum Muslimin Terhadap Natal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Natal sudah hampir tiba, dan suasananya sudah berubah ke suasana pesta. Nyanyian natal sudah mulain terdengar dimana-mana. Menurut kaum Nasrani kedatangan natal seharusnya merubah suasana konflik menjadi suasana damai dan gembira.&lt;br /&gt;Tetapi, tidak semua bergembira, khususnya bagi murid yang muslim. Seperti anak-anak yang lain, dia mendapatkan banyak kartu dari teman-temannya yang mengucapkan ‘Selamat Natal’, yang dia langsung membuangnya ke tempat sampah. Setiap tahun dia di undang untuk mengikutin acara Natal di sekolahnya, dan setiap kali dia berusaha mencari alasan supaya tidak mengikutinya. Tapi apalah alasannya dia untuk tahun ini? Dia jelas tidak bisa pakai alasan-alasan yang di pakai untuk tahun-tahun kemaren. Apakah dia menyerah dan akhirnya ikut acara Natal agar supaya hubungan dia dan teman-temannya tetap baik&lt;br /&gt;Ini adalah dilema yang di hadapi sama orang Islam yang hidup di negara-negara kafir seperti Australia, Inggris, Amerika, dan seterusnya, baik yang masih sekolah atau yang sudah kerja. Kedatangan Natal memunculkan rasa kegelisahan bagi orang Islam. Email dan sambutan yang diterima menyebabkan kebingungan untuk menjawabnya, sehingga jawaban itu terkesan manis dan tidak kehilangan rasa hormat dari kita. Undangan dari seorang teman bisa membuat dia gugup untuk menjawabnya. Lantas apa yang harus di lakukan oleh orang Islam tersebut?&lt;br /&gt;Sebagian orang Islam mengalah dan ngikut merayakan Natal, supaya tidak merasa sendirian dalam keputusannya untuk tidak datang ke acara Natal. Setiap tahun ada tekenan terhadapa kaum muslimin supaya mengikuti acara Natal di akhir tahun. Anak-anak yang masih sekolah di harapkan supaya mengikuti acara-acara Natal. Untuk mereka yang tidak mau ngikutin acara-acara tersebut, kadangkala di cap sebagai orang yang suka merusak kesenangan orang, dan lain-lain. Lebih parah lagi, kaum muslimin di tuduh bahwa mereka tidak ada toleransi terhadap agama-agama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Natal&lt;br /&gt;Kata Natal (Christmas) diartikan sebagai hari untuk merayakan hari kelahiran Yesus (Nabi Isa as.). Bila dicermati perayaan Natal itu tidak terdapat di dalam bible (al-Kitab) atau perintah dari Yesus, tetapi adalah ajaran Gereja Kristen Katolik Roma.&lt;br /&gt;Dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul "Christmas", anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut: “Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja ... bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.”&lt;br /&gt;Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul "Natal Day," Bapak Katolik pertama, mengakui bahwa: “Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”&lt;br /&gt;“Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut...” (‘Perjamuan Suci’ yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) “...Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari ‘Kelahiran Dewa Matahari.’ Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.” (Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944).&lt;br /&gt;Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita bahwa mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga ratus tahun kemudian - jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat - upacara&lt;br /&gt;Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling Menghormati Dan Toleransi&lt;br /&gt;Ide saling menghormati dan toleransi terhadap kepercayaan dan nilai orang lain, meksipun kita tidak setuju dengannya, berasal dari idiologi kapitalis Barat. Terutama, konsep pluralisme menyatakan bahwa semua kelompok dan seksi didalam masyarakat harus melindungi pendapat dan kepercayaannya. Manifestasi ini bisa terlihat dalam bentuk ide memberi hormat dan toleransi terhadap semua agama.&lt;br /&gt;Masalahnya dengan menerima kepercayaan orang lain atas dasar saling menghormati dan toleransi, mengakibatkan tidak ada debat lagi antara yang benar (haq) dan salah (bathil).&lt;br /&gt;Di Barat, mempertanyakan atau berdiskusi tentang agama adalah di anggap sebagai hal yang tabu. Atas dasar tidak mau menyakitkan perasaan orang yang menganut agama lain, pertanyaan yang mendalam atau penelitian yang cermat atas agama mereka tidak pernah terjadi. Contohnya adalah tidak ada debat yang serius seputar Natal, itu membuktikan bahwa mereka tidak punya satu buktipun bahwa Nabi Isa as. Lahir pada tanggal 25 Desember atau bahwa agama Kristen ada kaitannya dengan Natal. Bahkan mereka sendiri tidak mengetahui tanggal kelahiran Nabi Isa as.!&lt;br /&gt;Sebetulnya, Barat akan bersikap toleran jika kepercayaan atau nilai tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang dianut oleh Barat. Contohnya, Negara-negara Barat membolehkan orang Islam merayakan hari raya kita atau melakukan ibadah mah’dhoh atas dasar toleransi dan menghormati. Tetapi, jika kaum muslimin menganjurkan solusi Islam terhadap masalah ekonomi dan politik, mereka akan segera menghentikan aktivitas kita. Mereka juga tidak akan memberikan rasa hormat dan toleransi jika orang Islam mempunyai empat istri atau mengimplementasi sistem sanksi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Saling Menghormati Dan Toleransi Menurut Islam&lt;br /&gt;Konsep saling menghormati dan toleransi terhadap kepercayaan orang lain itu harus atas dasar bahwa Islam adalah yang haq. Ini adalah titik awal diskusi. Aqidah Islam itu di bangun atas pondasi yang rasionil, yang menarik bagi intelek manusia.&lt;br /&gt;Sehingga untuk membuktikan apakah suatu aqidah itu benar atau salah haruslah melalui diskusi yang rasionil. Jika orang lain mau mepercayaai aqidah selain Islam, ya itu adalah masalah bagi mereka. Tetapi kewajiban kita sebagai orang Islam adalah menunjukkan kebathilan aqidah selain Islam atas dasar yang rasionil dan kebeneranan aqidah Islam itu sendiri. Kebathilan pluralisme dan khayalan memberi hromat dan toleransi seharusnya tidak memberhentikan kita untuk melakukan hal yang di atas. Kaum muslimin tidak boleh menerima aqidah yang menyuru terhadap kebebasan, kepercayaan atas trinitas atau penyembahan kepada binatang-binatang itu setara denga kebenaran Islam. Selain itu kita juga punya kewajiban untuk menjelaskan akibat di akhirat nanti, jika seseorang mempercayai aqidah yang bathil, yaitu aqidah selain Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Kaum Muslimin Menghadapi Natal&lt;br /&gt;Orang Islam tidak akan dipaksa mengikutin merayakan Natal atas dasar memberi hormat dan toleransi. Sikap yang seharusnya seorang muslim lakukan adalah menjelaskan kepada teman-temannya dengan cara yang baik, bahwa dalam Islam kita punya Hari Raya sendiri dan bahwa haram bagi kita untuk merayakan Hari raya agama lain. Akhirnya, diskusinya akan menuju kepada penjelasan bahwa ini semua kita lakukan karena kepercayaan kita kepada Allah SWT sebagai sang Khaliq dan bahwa Dialah yang menentukan batasan-batasan bagi kaum Muslimin. Orang Islam juga harus siap dan punya waktu setiap saat untuk menjelaskan alasan-alasannya kenapa orang islam percaya sama Allah SWT dan kenabian Muhammad saw.&lt;br /&gt;Meniru orang kafir dalam hal-hal yang terkait dengan agama mereka ataupun kebiasaan mereka adalah haram dalam Islam. Secara tegas Rasulullah saw mengelompokkan kaum Muslimin yang mengikuti perayaan orang-orang kafir itu tidak termasuk golongan Rasul (kaum Muslim). Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, ia termasuk golongan mereka.” [HR Abu Dawud dan Ahmad].&lt;br /&gt;“Tidak termasuk golonganku orang-orang yang meyerupai selain golonganku.” [HR at-Tirmidzi].&lt;br /&gt; “Sungguh kalian (pada suatu hari) akan mengikuti jalan (cara hidup) bangsa-bangsa yang pernah ada pada masa lalu, selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta, sampai-sampai ketika mereka masuk ke liang biawak, kalianpun mengikutinya. Berberapa Sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud (ya Rasulullah) adalah kaum Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka).” [HR Bukhari, dari Abu Said al-Khudri; dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah].&lt;br /&gt;Hadits-hadits di atas mengutuk sikap dan perbuatan meniru-niru orang kafir. Ini adalah bukti bahwa haram hukumnya meniru-niru orang kafir dalam hal acara mereka, simbol, atau apapun yang terkait dengan agama mereka. Sehingga tidak di bolehkan bagi kaum Muslimin untuk memberi kartu Natal, mengucap selamat Natal, membeli pohon Natal atau merayakan Natal dengan cara apapun.&lt;br /&gt;Bagi orang Islam, Nabi saw memberi kepada kita petunjuk mengenai merayakan perayaan orang kafir. Islam sudah menentukan kepada kita apa yang boleh dirayakan. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah, dari Anas ra.: “Rasulullah saw telah datang ke Madinah, sedangkan Rasulullah saw bertanya: “Hari apa ini?” Para Sahabat Anshar menjawab: “Hari yang biasa kami peringati di masa Jahiliyah (hari al-Maharjan dan an-Nairuz).” Maka, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikan dua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, Idul Fitri dan Adha.” [Hadits ini sanadnya shahih. Lihat Sunan Abu Daud No. 1134].&lt;br /&gt;Demikian kita tidak diperbolehkan untuk menambah hari raya kita, karena itu merupakan bid’ah. Rasulullah saw bersabda: “Hendaklah kalian jangan mengada-ada hal-hal yang baru, karena sesungguhnya pengada-ada yang baru dalam urusan agama itu merupakan bid’ah. Sedangkan bid’ah adalah dilalah (kesesatan), dan setiap kesesatan (akibatnya) adalah neraka jahannam.” [HR Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dari Irbadh bin Sariyah as-Sullami].&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berbuat suatu amal perbuatan yang bukan berasal dariku, maka amal perbuatannya itu tertolak.” [HR Muslim, No. 18, 1718].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.Wallahu a’lam bish-shawab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-3088448721091547282?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/3088448721091547282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=3088448721091547282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3088448721091547282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3088448721091547282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/sikap-kaum-muslimin-terhadap-natal.html' title='Sikap Kaum Muslimin Terhadap Natal'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-2852482956594672173</id><published>2007-12-17T06:23:00.000Z</published><updated>2007-12-17T06:27:50.919Z</updated><title type='text'>'IDUL ADHA BERBEDA ADALAH BID'AH MUNKAROH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beda lagi, beda lagi, barangkali itu gambaran tepat mewakili pelaksanaan Idul Fithri dan Idul Adha di Indonesia dengan negeri-negeri muslim lainnya. Bukan hanya Idul Fithri 1427 H kemarin, tetapi juga Idul Adha tahun 1428 H pun tampaknya berbeda juga dengan kebanyakan negeri-negeri muslim lainnya. Dewan Ulama Arab Saudi memutuskan bahwa pelaksanaan wuquf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah jatuh pada hari Selasa yang bertepatan dengan tanggal 18 Desember 2007. Artinya, Idul Adha 10 Dzulhijjah 1428 H akan bertepatan dengan hari Rabu tanggal 19 Desember  2007. Padahal di Indonesia --entah karena ingin tampil beda atau kalendernya sudah dicap tinta merah-- terlanjur diketahui bahwa Idul Adha jatuh pada hari Kamis tanggal 20 Desember 2007.&lt;br /&gt;Masalahnya menjadi tidak sederhana, sebab pelaksanaan Idul Adha termasuk ibadah ritual yang mengacu pada hukum-hukum Islam yang amat tegas. Jadi bisa anda bayangkan, kalau ada kaum muslimin melaksanakan puasa sunnah hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah, sementara ia mengira Idul Adha jatuh pada hari Kamis (20/12/07). Padahal berpuasa di hari raya itu jelas-jelas diharamkan.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana sesungguhnya penetapan Idul Adha menurut syariat Islam dan bagaimana dengan kaum muslimin yang berbeda hari Id-nya, serta apa yang harus dilakukan oleh ummat ini menghadapi perbedaan hari pelaksanaan Idul Adha ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI RAYA KURBAN WAJIB SAMA&lt;br /&gt;Sejak Islam muncul di dunia, kaum muslimin senantiasa merayakan Idul Adha pada hari yang sama, tak ada seorangpun yang merayakannya pada hari yang berbeda, padahal mereka berbeda ketika menetapkan Hari Raya Idul Fitri. Hal ini diriwayatkan secara mutawatir ‘amali (berita mutawatir berkaitan dengan perbuatan praktis) sejak masa kenabi-an (nubuwwah) dan berlanjut pada masa Khulafaur Rasyidin, Umayyah, Abbasiyah, Utsmaniyah sampai saat ini. Tidak ada perselisihan diantara para ulama meskipun berbeda madzhabnya, yakni tidak berbeda antara madzhab Syafi’i, Hanafi, Hanbali dan Maliki.&lt;br /&gt;Meskipun perkara tersebut masuk dalam masalah yang bersifat ma’lumun min addin bi adh-dharurrah (perkara-perkara agama yang sudah diketahui secara umum), anehnya negara Indonesia --bersandar pada fatwa sebagian orang-orang yang menganggap dirinya sebagai ahli fiqh (al mutafaihiquun)-- menyatakan boleh berbeda dalam penetapan hari Idul Adha. Dengan demikian Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak mengikuti negeri-negeri Hijaz dalam Idul Adha, bahkan Indonesia memiliki hari Idul Adha yang berbeda dari seluruh negara-negara yang ada di dunia Islam. Sehingga di Indonesia --jika pemerintah tidak mau mengoreksi apa yang tercantum di kalender-- Idul Adhanya diselenggarakan pada awal hari Tasyriq, yaitu tanggal 11 Dzulhijjah bukan pada hari kurban yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;Adapun kewajiban satunya hari raya bagi kaum muslimin pada hari yang sama ditunjukkan oleh nash-nash syara’ yang jumlahnya banyak dan diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Hadits dari Aisyah ra yang berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "(Idul) Fitri adalah hari raya saat umat manusia berbuka, dan (Idul) Adha adalah saat umat manusia menyembelih (kurbannya)". (H.R. Tirmidzi).&lt;br /&gt;Imam Tirmidzi berkata bahwa sebagian ahli ilmu telah menafsirkan hadits ini sebagai berikut: Makna hadits ini adalah melaksanakan shaum dan berbuka (Idul Fitri) bersama-sama dengan seluruh manusia (lihat Sunan at Tirmidzi, hadits no.97)&lt;br /&gt;Dalam kitab "Umdatu Al-Qari’ karangan Al ‘Aini dinyatakan: Masyarakat (senantiasa) mengikuti Imam (Khalifah) ketika ia berpuasa, maka merekapun berpuasa, dan jika ia berbuka, maka mereka pun berbuka. (lihat ‘Umdatu al Qari, jilid 10, hal 273)&lt;br /&gt;Hadits di atas mewajibkan puasa dan berbuka serta berhari raya bersama-sama, yaitu bersama-sama seluruh kaum muslimin. Baik mereka berada dalam satu negara sebagaimana yang terjadi pada masa lalu yakni saat ada negara Khilafah maupun keadaan kaum muslimin tercerai-berai dan terkotak-kotak dalam berbagai negara dan bangsa sebagaimana kondisi saat ini sejak runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah. Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh berpuasa sendirian, ia harus berpuasa dan berbuka serta berhari raya bersama-sama kaum muslimin atas dasar perintah Khalifah atau Imam.&lt;br /&gt;Dalam masalah tersebut Ummul Muk-minin Aisyah r.a. berkata: "Bahwa hari Arafah itu adalah suatu hari yang telah ditetapkan oleh Imam dan hari berkurban itu adalah saat Imam menyembelih kurban" (H.R. Thabrani dalam kitab Al-Awsath dengan sanad hasan).&lt;br /&gt;Ini berarti kaum muslimin wajib menyatukan awal bulan Ramadhan dan Syawal, demikian juga hari raya Idul Adha pada hari yang sama bagi seluruh kaum muslimin di dunia berdasarkan perintah Imam atau Khalifah.&lt;br /&gt;2. Hadits dari Husain bin Al Harits Al Jadaly ra. yang menyatakan: "Bahwa Amir (gubernur di masa Rasul) Makkah berpidato dan menyatakan bahwa: Rasulullah saw. memerintahkan kita agar memulai manasik (haji) berdasarkan ru’yah. Jika kita tidak melihatnya sementara ada dua orang yang adil menyaksikan (munculnya bulan) maka kita harus memulai manasik dengan kesaksian dua orang itu". (H.R. Abu Dawud).&lt;br /&gt;Hadits ini menjelaskan tentang penetapan hari Arafah dan hari-hari ibadah haji seluruhnya --pada masa adanya Daulah Islam-- hanya dilakukan oleh gubernur Makkah. Hal tersebut berdasarkan perintah Nabi saw kepadanya yaitu agar memulai manasik haji berdasarkan ru’yah.&lt;br /&gt;Rasulullah saw tidak pernah menyerah- kan wewenang penetapan pelaksanaan manasik haji, mulai dari wukuf di Arafah, Thawaf Ifadhoh, bermalam di Muzdalifah, melempar Jumrah dan sebagainya berdasarkan ru’yah penduduk Madinah atau penduduk Nejed, apalagi pendapat kaum muslimin di Indonesia. Beliau hanya mendasarkan kepada ru’yah penduduk Makkah dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika saat ini tidak ada Daulah Khilafah Islamiyah? Maka hal tersebut harus dilakukan oleh siapa saja dari kalangan kaum muslimin yang saat ini memerintah dan menguasai negeri-negeri Hijaz, meskipun ke-kuasaannya itu tidak sesuai dengan syariat Islam. Dalam kondisi ini seluruh kaum muslimin di dunia wajib untuk berhari raya kurban pada saat yang sama dengan jamaah haji yang menyembelih hewan kurbannya pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah, bukan pada awal hari Tasyriq (11 Dzulhijjah).&lt;br /&gt;3. Hadits Abu Hurairah ra yang menyatakan bahwa: Sesungguhnya Rasulullah saw melarang berpuasa pada hari Arafah di Padang ‘Arafah (bagi jamaah yang sedang berhaji)". (H.R. Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya).&lt;br /&gt;Imam Syafi’i berpendapat bahwa disunahkan berpuasa pada hari Arafah bagi selain orang yang berhaji. Sedangkan Imam Ahmad berpendapat jika seseorang mampu untuk berpuasa maka puasalah sedangkan jika ia ingin berbuka maka hari itu memang suatu hari yang memerlukan kekuatan di dalamnya.&lt;br /&gt;Disyari’atkan bagi siapa saja yang tidak sedang berhaji untuk puasa pada hari Arafah, dimana puasa pada hari itu akan menghapus- kan dosa-dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang-- dan ini sekaligus menjadi dalil yang jelas dan gamblang tentang wajibnya kesatuan Idul Adha (wajib ain) pada hari yang sama bagi seluruh kaum muslimin. Sebab jika disyari’atkan bagi orang yang tidak sedang berhaji untuk berpuasa pada hari Arafah atau hari ke-9 bulan Dzulhijjah, maka berarti hari Arafah itu satu dan tidak berbilang serta tidak boleh berbilang. Hari Arafah tiada lain adalah hari saat jamaah haji wukuf di Padang Arafah.&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana mungkin kaum muslimin di Indonesia berpuasa Arafah pada saat hari kurban, yaitu hari raya Idhul Adha? Dan bagaimana mungkin mereka Shalat Ied bukan pada waktunya serta merayakan Idul Adha di awal hari Tasyriq?. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah bid’ah munkaroh. Seorang muslim yang takut kepada Allah, dan bertaqwa kepada-Nya serta takut dengan siksa-Nya tidak mungkin akan membiarkan begitu saja hal tersebut dilakukan.&lt;br /&gt;4. Hadits dari Abu Hurairah ra. yang me-nyatakan: "Sesungguhnya Rasulullah saw. melarang berpuasa pada dua hari yaitu hari (Idul) Fitri, dan hari Idul Adha". (H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;"Hari-hari (di) Mina adalah hari-harinya (untuk) makan dan minum serta mengingat Allah."(HR. Muslim)&lt;br /&gt;Ulama madzhab Maliki membatasi keharaman puasa di hari-hari Tasyriq yaitu dua hari setelah Idul Adha, sedangkan puasa pada hari yang keempat (tiga hari setelah Idul Adha) hukumnya makruh. Jumhur ulama berpendapat haram puasa pada tiga hari setelah Idul Adha. Namun demikian, jumhur ulama (selain ulama madzhab Syafi’i) mengecualikan keharaman puasa tersebut bagi orang yang berhaji Tamatu’ dan Qiran berdasarkan ucapan Umar dan Aisyah yang menyatakan: "Tidak ada keringanan (rukhsah) untuk berpuasa pada hari-hari Tasyriq kecuali bagi siapa saja yang tidak mendapati hadya (kurban)". (H.R. Bukhari).&lt;br /&gt;Dengan demikian, karena hukum syara’ telah mengharamkan puasa pada dua hari raya yaitu Idul Adha dan Idul fitri, serta keberadaan hilal (bulan) telah Allah jadikan sebagai sarana untuk penetapan waktu bagi manusia termasuk untuk ibadah haji, mengetahui dua hari raya dan awal setiap bulan; maka ini berarti perkara-perkara tersebut tidak mungkin berbeda-beda dan jelas tidak boleh berbeda-beda. Sehingga hari raya adalah satu bagi seluruh kaum muslimin di dunia dan kenyataan ini sekaligus menjadi salah satu manifestasi dari kesatuan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Penetapan Idul Adha ditentukan berdasarkan pelaksanaan wuquf yang diperoleh melalui ru’yah, dan diputuskan oleh Gubernur Makkah. Oleh karena itu, jika penetapan wuquf (9 Dzulhijjah 1428 H bersamaan dengan 18/12/07) maka berarti hari raya kurban (Idul Adlha) jatuh pada 10 Dzulhijjah 1428 H (bersamaan dengan tgl 19/12/07), yaitu hari Rabu. Artinya, Indonesia tidak boleh memisahkan diri dalam merayakan hari raya Islamnya dari seluruh negeri kaum muslimin yang lain. Demikian juga Indonesia tidak boleh keluar dari kesepakatan seluruh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia Islam, karena seluruh negara tersebut menganggap hari ke-10 Dzulhijjah berdasarkan ru’yah negeri Hijaz sebagai hari raya mereka, dimana tidak seorangpun dari mereka yang menyalahinya kecuali Indonesia. Dengan kata lain, meskipun mereka berbeda dalam melaksanakan Idul Fitri berdasarkan satu ru’yah , namun mereka sepakat melaksanakan Idul Adha berdasarkan satu ru’yah.&lt;br /&gt;Maka, mengapa Indonesia saja satu-satunya negara yang keluar dari kesepakatan ini dan melakukan perbuatan memecah belah kesatuan kaum muslimin? Apakah Indonesia hendak menjadi negara pertama yang membuat kebiasaan yang buruk (sunnatan sayyiatan) dalam Islam, sehingga beban dosa akibat perbuatan itu harus ditanggung oleh para ulamanya, termasuk dosa semua orang yang ikut melaksanakannya hingga hari Kiamat ?&lt;br /&gt;Perbedaan dalam berhari raya tersebut tidak lain disebabkan karena perbedaan pemerintahan dan kekuasaan serta terkotak-kotaknya kaum muslimin dalam puluhan negara kecil yang lemah dan didominasi oleh para penguasa mereka yang benci terhadap pelaksanaan sistem hukum Islam. Kami pun yakin bahwa masalah penyatuan Idul Adha ini sangat tergantung kepada kesatuan pemerintahan dan kekuasaan serta kesatuan negeri-negeri Islam. Hal ini tidak akan terjadi kecuali kaum muslimin berada dalam naungan negara Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bangkitlah wahai kaum muslimin untuk menegakkan Khilafah Islamiyah dan mengembalikan pemerintahan Islam yang baru di dunia. Bekerjalah bersama-sama dengan orang-orang ikhlas di antara kalian untuk mengangkat seorang Khalifah bagi seluruh kaum muslimin. Dialah yang akan memerintah kaum muslimin berdasarkan Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. Maka, sudahkah kalian melakukannya?.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-2852482956594672173?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/2852482956594672173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=2852482956594672173' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/2852482956594672173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/2852482956594672173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/idul-adha-berbeda-adalah-bidah-munkaroh.html' title='&apos;IDUL ADHA BERBEDA ADALAH BID&apos;AH MUNKAROH'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-4670524712994155808</id><published>2007-12-17T03:48:00.001Z</published><updated>2007-12-17T03:52:08.271Z</updated><title type='text'>Makna Ibadah Haji</title><content type='html'>Ibadah haji sesungguhnya mengajari kita ketaatan secara total kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Ibadah haji mengajari kita untuk menundukkan hawa nafsu dalam rangka menjalankan seruan Allah dan Rasul-Nya. Ibadah haji mengajari kita untuk mengedepankan seruan Allah dan meneladani Rasulullah saw. Mencium Hajar Aswad, misalnya, dilakukan tidak lain semata-mata sebagai bukti ketaatan dan ketundukan kita dalam memenuhi seruan Allah sekaligus meneladani Rasul-Nya. Kita masih ingat, bagaimana ucapan pada saat menunaikan ibadah haji, yaitu ketika Umar bin al-Khaththab hendak mencium Hajar Aswad. Beliau berkata, “Sungguh, aku tahu, engkau hanya sebongkah batu hitam, yang tidak bisa mendatangkan manfaat atau madarat. Andai saja aku tidak melihat Rasulullah menciummu, pasti aku tidak akan sudi menciummu.”&lt;br /&gt;Begitulah sikap Umar, sebagaimana sikap setiap jamaah haji pada umumnya. Mereka taat, patuh, dan tunduk menjalankan semua rangkaian aktivitas dalam ibadah haji. Begitu taat, patuh, dan tunduknya kaum Muslim dalam menjalankan ibadah haji, mereka tidak pernah sekalipun mempertanyakan, apalagi memprotes, mengapa dalam ibadah haji harus begini atau harus begitu; mengapa harus ada ritual thawaf mengelilingi Ka'bah, lari-lari kecil (sa'i), melempar Jumrah, atau mencium Hajar Aswad, dsb. Umumnya, yang ada dalam pikiran setiap jamaah haji hanya satu, yakni bagaimana menjalani semua ketetapan Allah dan Rasul-Nya dalam ibadah haji itu dengan sebaik-baiknya; dengan penuh keikhlasan, kepasrahan, ketundukan, dan bahkan kehati-hatian karena khawatir ibadah hajinya tidak sah. Sikap demikian didasarkan pada satu keyakinan, bahwa semua itu diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasul-Nya sehingga wajib dilaksanakan apa adanya tanpa perlu membantah. Memang, kadang-kadang mungkin saja pernah terlintas dalam benak setiap jamaah haji berbagai pertanyaan di dalam benaknya tentang semua itu. Akan tetapi, seruan Allah SWT dan teladan yang telah dicontohkan oleh Rasul-Nya tetap mampu memupus semua pertanyaan itu. Yang ada hanyalah ketaatan.&lt;br /&gt;Ketaatan itu juga tampak menonjol dalam penjagaan terhadap tatacara ibadah haji. Setiap jamaah haji selalu menjaga rukun dan syarat ibadah ahaji dengan penuh kesungguhan dan kehati-hatian. Thawaf mengelilingi Ka'bah, misalnya, tetap dilakukan oleh setiap jamaah haji berlawanan dengan arah jarum jam sebanyak tujuh kali putaran. Tidak ada seorang pun yang berani melakukannya dengan arah berlawanan atau dengan mengurangi jumlah putarannya. Begitupun ketika melakukan sa'i dan melempar Jumrah; dilakukan sesuai aturan.&lt;br /&gt;Jelas sekali, setiap jamaah haji benar-benar mengagungkan dan mensakralkan ibadah haji sebagai salah satu perintah dalam Islam yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sikap pengangungan dan pencakralan ini tercermin pada kesungguhann mereka untuk menjalankan rangkaian ibadah haji itu dengan penuh semangat, kesungguhan, kehati-hatian, keikhlasan, dan kenikmatan; tanpa pernah merasakan lelah atau terbebani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji: Kesetaraan, Persaudaraan, dan Persatuan&lt;br /&gt;Dalam ibadah haji kita melihat kaum Muslim dari berbagai negeri—dengan suku-bangsa, bahasa, asal daerah, warna kulit, status sosial, dan profesi yang berbeda—semuanya datang berkumpul di tempat yang sama. Semua mengenakan pakaian yang sama, yaitu pakaian ihram dari lembaran kain putih bersih yang tidak berjahit. Karena itu, di samping mengajari kita kesucian hati dan pikiran, ibadah haji juga mengajari kita untuk menanggalkan semua atribut berbau Jahiliah. Yang ada dalam setiap pikiran jamaah haji adalah kesetaraan dan kesedarajatan di hadapan Allah; tidak ada kulit putih, hitam atau bewarna; tidak ada kepala negara, pejabat, atau rakyat biasa; tidak ada majikan atau karyawan; tidak ada konglomerat atau pengusaha biasa; dst. Demikianlah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw. saat Haji Wada’, ketika beliau bersabda:&lt;br /&gt;«يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلاَ لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍ عَلَى عَجَمِيٍ وَلاَ ِلأَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلاَّ بِالتَّقْوَى»&lt;br /&gt;Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian adalah satu, dan bapak kalian adalah satu. Ingatlah, tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang non-Arab; juga tidak ada kelebihan bagi orang yang berkulit hitam atas orang yang berkulit merah, kecuali dengan takwa. (HR Ahmab, Ibn Hibban, dan al-Harits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ibadah haji, semua manusia dari berbagai penjuru dunia bertemu dan berkumpul di satu tempat. Perbedaan suku-bangsa, bahasa, status sosial, dan latar belakang budaya terbukti tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk bersatu dengan ikatan atas dasar akidah Islam. Ibadah haji telah menjadi bukti nyata yang dapat kita indera, bahwa kaum Muslim dapat bersatu dalam satu tujuan, yaitu untuk menjalankan ketaatan, ketundukan, dan penghambaan hanya kepada Allah SWT. Mereka sama-sama menyerukan seruan yang sama: Labaykallâhumma labayka, labayka lâ syarîka laka labayka (Kami datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, kami datang siap menerima dan menjalankan perintah-Mu. Kami datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu. Kami datang siap menerima dan menjalankan perintah-Mu). Inilah seruan yang sama-sama dikumandangkan oleh seluruh jamaah haji. Seruan ini merupakan ikrar untuk datang memenuhi panggilan Allah serta siap menerima dan menjalankan perintah-Nya. Kita yang belum berkesempatan menjalankan ibadah haji pun mengucapkan ikrar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji: Momentum Dakwah&lt;br /&gt;Satu-satunya seruan haji adalah seruan untuk datang memenuhi panggilan Allah, seruan untuk siap menerima dan menjalankan perintah-Nya. Seruan itu tidak lain merupakan seruan untuk menghambakan diri hanya kepada Allah dan menaati semua perintah-Nya. Seruan ini adalah inti seruan dakwah. Jadi, seruan yang dikumandangkan dalam haji tidak lain adalah seruan dakwah. Ibadah haji tidak lain merupakan momentum dakwah.&lt;br /&gt;Secara praktis, Rasulullah telah menjadikan momen ibadah haji sebagai momen dakwah. Ketika masih di Makkah, beliau selalu memanfaatkan momen ibadah haji untuk menjalin kontak dengan para jamaah haji dan menyampaikan dakwah kepada mereka. Sejak tahun ke-4 kenabian, Rasulullah saw. mendatangi berbagai kabilah Arab yang datang ke Makkah pada musim haji untuk mendakwahkan Islam. Sejak tahun ke-10, beliau mendatangi para pemimpin kabilah saat musim haji untuk menawarkan Islam dan meminta nushrah (pertolongan) mereka.&lt;br /&gt;Ibn Hisyam meriwayatkan bahwa tidak satu pun dari mereka yang menyambut seruan Rasul itu. Akan tetapi, pada musim haji tahun ke-11 kenabian, datang enam orang pemimpin suku Khazraj dari Madinah yang menyambut seruan beliau. Lalu mereka kembali ke Madinah dan mendakwahkan Islam di sana. Saat musim haji tahun berikutnya, tahun ke-12, sebanyak 12 orang dari kalangan para pemimpin Madinah datang menemui Rasul dan melaksanakan Baiat Aqabah I. Musim haji tahun ke-13 kenabian, sebanyak 73 orang wakil penduduk Madinah, menemui Rasul dan membaiat beliau dalam Baiat Aqabah II. Baiat ini merupakan akad penyerahan kekuasaan kepada Rasul saw. dan merupakan akad pendirian Daulah Islam di Madinah.&lt;br /&gt;Rasul saw. tidak hanya menjadikan ibadah haji sebagai momentum dakwah pada fase Makkah saja. Pada tahun ke-6 Hijriah, yakni pda fase dakwah di Madinah, Nabi saw. juga menjadikan momentum ibadah haji sebagai upaya untuk mengokohkan dakwah Islam di Jazirah Arab. Saat itu dengan strategi hendak menunaikan ibadah haji, Nabi saw. berhasil membangun opini dakwah Islam di Jazirah Arab. Dengan strategi itu pulalah tercapai Perjanjian Hudaibiyah, yang menjadi jalan untuk mengokohkan dakwah Islam di Jazirah Arab, serta memberi kesempatan kepada Rasul untuk mengirimkan surat yang berisi seruan Islam kepada para raja dan para pemimpin. Perjanjian Hudaibiyah, yang merupakan buah dari pemanfaatan momentum haji itu, nantinya juga menjadi pembuka jalan bagi Penaklukkan Makkah. (Fath Makkah). Akhirnya, Makkah pun berhasil dibebaskan dari cengkeraman sistem dan aturan kufur, dan kemudian diganti dengan sistem dan aturan Islam. Makkah akhirnya berubah dari dâr al-kufr menjadi Dâr al-Islâm.&lt;br /&gt;Demikianlah, kita dapat menyaksikan, bagaimana Rasul senantiasa menjadikan momen ibadah haji sebagai momen dakwah untuk menegakkan sistem Islam sekaligus menyebarluaskan Islam ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;Karena itu, sudah selayaknya saat ini pun umat Islam menjadikan ibadah haji ini sebagai momentum dakwah demi tegaknya sistem aturan Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Rasul dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan Haji Lebih Bermakna&lt;br /&gt;Realita saat ini menunjukkan bahwa jamaah haji dipimpin oleh banyak amir dari negara masing-masing. Realita semacam ini justru bertolak belakang dengan realita ibadah haji pada masa Rasul dan para Sahabat. Kala itu, rombongan haji selalu dipimpin oleh hanya satu orang amir/pemimpin yang ditunjuk Rasul atau beliau pimpin sendiri. Spirit ibadah haji meneladani Rasul mestinya membangkitkan keinginan untuk mewujudkan realita sebagaimana pada masa itu, yaitu membangkitkan keinginan untuk menyatu dalam satu kepemimpinan, di bawah seorang imam (Khalifah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Kaum Muslim: Spirit ibadah haji ini sudah selayaknya terus kita tumbuhkan agar ibadah haji bisa lebih bermakna. Pertama: Kaum Muslim seharusnya selalu datang memenuhi panggilan Allah serta siap menerima dan menjalankan perintah-Nya; tidak hanya terbatas dalam ibadah haji, tetapi dalam seluruh kewajiban syariah yang telah Allah bebankan kepada kita. Bukankah ibadah haji hanyalah satu di antara kewajiban syariah yang dibebankan oleh Allah kepada kita? Bukankah Allah pun telah menyeru kita untuk menerapkan syariah-Nya secara total dalam seluruh aspek kehidupan; dalam ibadah ritual maupun sosial (ekonomi, politik, pendidikan, hukum, dll); dalam level pribadi, keluarga, masyarakat, maupun negara? Bukankah Allah juga telah memerintahkan kita untuk berdakwah dan melakukan amar makruf nahi mungkar? Pantaskah bagi kita, jika hanya mau memenuhi seruan Allah dalam ibadah haji tetapi mengabaikan seruan-seruan-Nya yang lain di luar ibadah haji?&lt;br /&gt;Kedua: siapapun yang menunaikan ibadah haji pasti menghendaki agar ia menjadi haji mabrur. Di antara pertanda haji mabrur adalah bahwa pelakunya pulang dari ibadah haji menjadi orang zuhud terhadap dunia, bertambah taat kepada Allah, dan semakin mencintai kehidupan akhirat. Karena itu, mereka yang telah menunaikan ibadah haji selayaknya menjadi teladan di tengah-tengah masyarakatnya dalam ketaatannya pada semua perintah Allah, yakni pada syariah-Nya.&lt;br /&gt;Ketiga: ibadah haji sehrusnya dijadikan momentum bagi seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia untuk terus mengokohkan persaudaraan dan persatuan, sebagaimana pada masa lalu. Semua itu tidak akan pernah terwujud selama umat Islam terpecah-belah dalam berbagai negara sebagaimana saat ini. Tidak lain, persaudaraan dan persatuan hakiki umat Islam hanya mungkin dapat diwujudkan dalam satu wadah, yakni Khilafah Islamiyah, sebagaimana hal itu telah dibuktikan selama berabad-abad pada masa lalu.&lt;br /&gt;'Ala kulli hâl, kita berharap, ibadah haji kali ini akan mendatangkan berkah bagi kaum Muslim, khususnya para jamaah haji, yang dibuktikan dengan semakin bertambahnya ketaatan umat Islam kepada Allah, sekaligus semakin bersemangatnya mereka menerapkan syariah-Nya. Amin. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-4670524712994155808?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/4670524712994155808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=4670524712994155808' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4670524712994155808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4670524712994155808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/makna-ibadah-haji_17.html' title='Makna Ibadah Haji'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-8252492269107227985</id><published>2007-12-14T22:47:00.001Z</published><updated>2007-12-14T22:47:56.176Z</updated><title type='text'>Air Mata Mutiara</title><content type='html'>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.&lt;br /&gt;Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.&lt;br /&gt;Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.&lt;br /&gt;Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa".&lt;br /&gt;Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".&lt;br /&gt;Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'. Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-8252492269107227985?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/8252492269107227985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=8252492269107227985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8252492269107227985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8252492269107227985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/air-mata-mutiara.html' title='Air Mata Mutiara'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-7610329450214909399</id><published>2007-12-14T22:45:00.000Z</published><updated>2007-12-14T22:47:09.513Z</updated><title type='text'>Empat Orang Istri</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri. Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.&lt;br /&gt;Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya.&lt;br /&gt;Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian. Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini.&lt;br /&gt;Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.&lt;br /&gt;Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi&lt;br /&gt;kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sang suami.&lt;br /&gt;Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya. Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.&lt;br /&gt;Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal. Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. "Saat ini, aku punya 4 orang&lt;br /&gt;istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri." Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku? Ia terdiam. "Tentu saja tidak, "jawab istri keempat, dan pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi.&lt;br /&gt;Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya. Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga.&lt;br /&gt;"Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir.&lt;br /&gt;Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?&lt;br /&gt;Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam. Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan. "Maafkan aku," ujarnya "Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.&lt;br /&gt;Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa.&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar sebuah suara. "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku."&lt;br /&gt;Renungan :&lt;br /&gt;Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini.&lt;br /&gt;Istri yang keempat, adalah Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.&lt;br /&gt;Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan.&lt;br /&gt;Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain.&lt;br /&gt;Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya.&lt;br /&gt;Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman.&lt;br /&gt;Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya.&lt;br /&gt;Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di&lt;br /&gt;akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan.&lt;br /&gt;Mumpung masih hidup&lt;br /&gt;Mumpung masih sehat&lt;br /&gt;Mumpung masih longgar&lt;br /&gt;Mumpung masih muda&lt;br /&gt;Semoga Insya Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-7610329450214909399?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/7610329450214909399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=7610329450214909399' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7610329450214909399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7610329450214909399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/empat-orang-istri.html' title='Empat Orang Istri'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-7462268090673664385</id><published>2007-12-13T14:46:00.000Z</published><updated>2007-12-13T14:50:09.933Z</updated><title type='text'>AKAR MASALAH UMAT</title><content type='html'>Realitas Umat Hari Ini&lt;br /&gt;Kondisi umat yang terpecah-belah dalam berbagai negara, bangsa, sistem perundangan, dan sistem pemerintahan selama lebih dari 80 tahun ini dengan problematika yang menyertainya menyebabkan umat ini terus dirundung berbagai permasalahan yang tiada henti-hentinya.&lt;br /&gt;Kaum Muslim di Palestina terus ditindas Israel dengan dukungan Inggris dan AS sejak Khilafah runtuh hingga hari ini. Kaum Muslim Bosnia tahun 1993 diserang dan dijarah; sekitar 30.000 Muslimah di sana diperkosa secara sistematis oleh para bajingan Serbia di depan pasukan NATO tanpa bisa ditolong. Negara-negara OKI yang pada waktu itu sedang bermuktamar di Marakkes justru bertengkar satu sama lain tanpa mengambil keputusan untuk menolong dan membebaskan kaum Muslim Bosnia. Kaum Muslim di Cechnya dijajah kembali oleh Rusia hingga hari ini. Kaum Muslim di Pattani, Thailand, berulang-ulang menghadapi tindakan represif dari pemerintah. Hal yang sama dialami kaum Muslim Moro di Mindanao Filipina Selatan dan kaum Muslim Rohingya di Burma. Kaum Muslim Kashmir dirampok oleh tentara India; gadis-gadis Muslimah mereka diculik dan dipaksa menjadi pelacur di Bombay (Sabili, ed. 18 Th. XII/24/3/2005). Sementara itu, tidak satu pun pemerintahan Muslim yang berani memprotes serangan brutal tentara AS bersama para sekutunya ke Afganistan (tahun 2001) dan Irak (tahun 2002).&lt;br /&gt;Di bidang ekonomi, Dunia Islam yang kaya-raya secara sistematis juga dibikin miskin oleh musuh-musuhnya. Utang luar negeri menjadi perangkap untuk menguras habis kekayaan alam Dunia Islam. Setiap utang, selain menanamkan bom waktu yang sewaktu-waktu meledak, juga disertai konsesi-konsesi seperti penguasaan sumber alam dengan kontrak karya, dan berbagai peraturan-peraturan yang sangat menguntungkan pihak kreditor. Kini, negeri-negeri yang berutang semacam Indonesia harus menganggarkan sampai 40% dari APBN-nya untuk membayar cicilan utang dan bunganya. Pembayaran bunga saja mencapai sekitar 59 triliun (total cicilan plus bunga sebesar 110 triliun).&lt;br /&gt;Di bidang pendidikan, seiring dengan laju kemiskinan yang terus meningkat, Pemerintah justru melakukan privatisasi pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan negeri pun dibiarkan mencari sendiri dana operasional mereka yang berakibat pada naiknya biaya pendidikan. Universitas-universitas negeri terkenal semacam UI dan UGM jor-joran dalam memasang tarif masuk para mahasiswanya. Konon FKUI kelas internasional mematok sampai 250 juta untuk tarif masuk.&lt;br /&gt;Sementara itu, partai politik dan para aktivisnya semakin tampak berjiwa oportunistik. Tidak sedikit suara-suara miring kini ditujukan pada lembaga legislatif: percaloan proyek, penyuapan untuk menggolkan undang-undang, bagi-bagi jabatan dan akses ke BUMN, dan lain-lain. UU Migas dan UU Sumber Daya Air yang jelas sangat memihak kapitalis dunia dan meminggirkan rakyat begitu mudah lolos. Kenaikan BBM begitu mudah disetujui. Tidak lama, disetujui pula oleh Pemerintah tunjangan operasional 10 juta peranggota DPR perbulan. Fenomena Pilkada pun penuh hura-hura tanpa hasil yang nyata bagi kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;Di bidang sosial, budaya hedonistik semakin dipertontonkan oleh para pejabat pemerintahan, eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Bahkan kehidupan hedonis itu telah tampak nyata di tengah-tengah masyarakat. Kondisi ini diperparah lagi dengan maraknya perjudian, miras, dan narkoba. Dalam situasi budaya masyarakat yang semakin hedonistis, kehidupan sosial masyarakat pun semakin individualistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar Masalah&lt;br /&gt;Problematika yang menimpa umat Islam ini hari ini sesungguhnya akibat tatanan kehidupan sekular (mengesampingkan agama dari kehidupan). Kehidupan inilah yang telah membuat umat ini tercerabut dari akarnya, yakni Islam. Islam hanya tampak pada saat Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Islam baru muncul saat kelahiran, sunnatan, perkawinan, dan kematian. Sebaliknya, dalam kehidupan secara utuh, baik dalam masalah ekonomi, politik, sosial, maupun budaya, umat ini telah terlepas dari Islam. Di situ pula masalahnya, mengapa umat ini menjadi lemah dan terpuruk.&lt;br /&gt;Keterpurukan umat ini sesungguhnya merupakan hasil dari sebuah proses yang panjang. Pertama: secara internal umat ini mengalami kemunduran berpikir. Kemunduran ini terutama setelah ditutupnya pintu ijtihad pada abad ke-4 H. Akibatnya, semakin sedikit orang yang dengan kualifikasi mujtahid mampu memecahkan masalah dengan hukum Islam. Kedua: secara eksternal ada upaya-upaya dari luar untuk meracuni pemikiran umat Islam dengan memasukkan ke tubuh umat ini berbagai paham yang bukan dari Islam seperti filsafat Yunani dan India, paham nasionalisme, dan lain-lain. Ketiga: ketika Khilafah Islamiyah yang lemah mulai memasukkan hukum-hukum sipil Eropa ke dalam undang-undang di negara tersebut dengan fatwa Syaikhul Islam bahwa hal itu tidak bertentangan dengan Islam. Keempat: runtuhnya sistem Khilafah sebagai penjaga Islam dan kaum Muslim.&lt;br /&gt;Setelah itu, umat Islam dijajah Barat dan dipaksa menerapkan seluruh sistem sekular Barat dalam kehidupan mereka. Barat juga mencetak kader-kader paradaban Barat dari kalangan kaum Muslim. Akibatnya, sekularisasi di Dunia Islam semakin lancar. Jadilah hingga hari ini Dunia Islam hidup dalam tatanan sekular.&lt;br /&gt;Dengan ketiadaan Khilafah, umat ini belum bisa bangkit mengatasi berbagai masalahnya. Sampai kapankah keadaan seperti ini dibiarkan? Wallâh al-Muwaffiq ilâ Aqwam ath-Tharîq!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-7462268090673664385?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/7462268090673664385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=7462268090673664385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7462268090673664385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7462268090673664385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/akar-masalah-umat.html' title='AKAR MASALAH UMAT'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-366781643388832905</id><published>2007-12-06T11:21:00.000Z</published><updated>2007-12-06T11:23:43.054Z</updated><title type='text'>AGAR HUKUM TAK DIPERMAINKAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Siapapun yang jujur menilai akan melihat dengan jelas, bahwa carut-marutnya dunia peradilan di Tanah Air khususnya dan di negara-negara sekular pada umumnya, bukan sekadar disebabkan oleh faktor manusianya; baik hakim, jaksa, atau pengacara. Banyaknya hakim, jaksa, atau pengacara ‘busuk' sebetulnya hanyalah akibat—bukan sebab —dari ‘busuk'-nya sistem peradilan kita. Buktinya, meski ada sejumlah hakim, jaksa, atau pengacara yang mungkin dipandang jujur dan bermoral, toh mereka sering terbentur dengan ‘tembok tebal' sistem peradilan yang ada (yang memang bobrok) ketika mereka berniat menegakkan keadilan di tengah-tengah masyarakat. Artinya, inti persoalannya bermula dari sistem peradilan sekular yang memang memiliki banyak kelemahan yang bersifat sistemik. Kelemahan sistemik ini tentu bermula dari kelemahan fundamental, yakni sekularisme yang menjadikan akal manusia sebagai sumber hukum. Padahal, akal manusia memiliki banyak keterbatasan dan kelemahan dalam menentukan hakikat baik-buruknya sesuatu.&lt;br /&gt;Sekilas Sistem Pengadilan SekularDi negara-negara sekular, sebagaimana halnya di Indonesia, susunan kekuasaan pengadilan adalah: Pertama , Pengadilan Sipil, yang terdiri dari Pengadilan Umum (Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung dan Pengadilan Khusus (Pengadilan Agama, Pengadilan Adat, dan Pengadilan Administrasi Negara. Kedua , Pengadilan Militer (Pengadilan Tentara, Pengadilan Tentara Tinggi, dan Mahkamah Tentara Agung).&lt;br /&gt;Perkara-perkara di tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung biasanya diadili oleh satu orang hakim ketua dan dua orang hakim anggota. Sedangkan untuk perkara summier (perkara ringan, seperti kasus tilang) diadili oleh seorang hakim (tunggal). Keputusan diambil melalui musyawarah—jika tidak tercapai mufakat maka putusan diambil dengan suara terbanyak; jika masih belum berhasil, putusan yang dipilih adalah pendapat hakim yang paling menguntungkan bagi terdakwa.&lt;br /&gt;Adanya kekuasan pengadilan yang bertingkat-tingkat inilah yang memungkinkan adanya peluang banding atau kasasi dalam satu kasus peradilan. Inilah yang kemudian menjadi faktor utama berlarut-larutnya suatu kasus di pengadilan, bukan hanya berbulan-bulan, bahkan bisa bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Di samping itu, keberadaan para pengacara dan para jaksa dengan berbagai tingkatannya, yang tidak jarang menjadikan hukum hanya sebagai alat untuk mencari kekayaan, adalah faktor lain yang menambah ruwetnya dunia peradilan kita saat ini.&lt;br /&gt;Sekilas Sistem Pengadilan IslamPeradilan dalam Islam ada tiga macam. Masing-masing berhubungan dengan:&lt;br /&gt;Qâdhî (biasa), yaitu hakim yang mengurusi penyelesaian perkara sengketa di tengah masyarakat dalam hal muamalat (transaksi yang dilakukan antar dua orang/pihak) dan ‘uqûbât (sanksi hukum). Semua proses pengadilan hanya sah jika dilakukan di majelis (ruang) pengadilan d an harus ada pihak penuntut dan yang dituntut.&lt;br /&gt;Qâdhî Hisbah/Muhtasib, yaitu hakim yang mengurusi perkara penyimpangan yang bisa membahayakan hak-hak masyarakat, seperti adanya kecurangan dalam jual-beli, pelanggaran di tempat-tempat umum, dsb. Dalam menjalankan tugasnya ia didampingi oleh beberapa polisi. Pengadilan hisbah ini tidak memerlukan ruang sidang pengadilan, tidak perlu penuntut dan yang dituntut, melainkan semata karena ada hak umum yang telah dilanggar. Dengan begitu, keputusan/vonis bisa dijatuhkan secara cepat saat itu juga.&lt;br /&gt;Qâdhi Mazhâlim, adalah hakim yang diangkat untuk menyelesaikan setiap tindak kezaliman yang merugikan negara atau kezaliman yang dilakukan oleh negara (penguasa, aparat, dan pegawai negara) terhadap individu warga negara.&lt;br /&gt;Sementara itu, berkaitan dengan sistem putusan, dalam pengadilan Islam, vonis hanya dijatuhkan oleh seorang qâdhî (hakim). Dalam siding, ia boleh didampingi oleh satu atau lebih hakim lain, tetapi mereka hanya berhak memberi masukan, sementara keputusan tetap berada di tangan hakim ketua sesuai dengan hasil ijtihadnya. Putusan ini merupakan hukum syariat atas kasus tersebut. Ia tidak bisa dibatalkan oleh siapapun kecuali jika bertentangan dengan nash-nash yang qath‘î (tegas) atau dengan hukum yang diadopsi oleh kepala negara (khalifah). Keputusan yang hanya ada di tangan satu hakim tentu akan mencegah terjadinya perdebatan alot di antara para hakim sebagaimana sering terjadi dalam sistem pengadilan sekular.&lt;br /&gt;Di samping itu, karena keputusan hakim bersifat mutlak alias tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun, dalam sistem pengadilan Islam tidak ada istilah pengadilan banding ataupun kasasi. Ketiadaan sistem banding atau kasasi ini tentu akan mencegah terjadinya penumpukan dan berlarut-larutnya kasus sebagaimana lumrah terjadi dalam sistem pengadilan sekular. &lt;br /&gt;Mencegah ‘Mafia' PeradilanTidak dipungkiri, di samping sistem peradilan yang memiliki banyak kelemahan, banyaknya ‘mafia' peradilan, yang dengan mudah mempermainkan hukum, adalah faktor lain yang bersifat sampingan yang semakin menambah carut-marutnya dunia peradilan kita saat ini. Banyaknya ‘mafia' peradilan ini sebetulnya lebih karena faktor uang (baca: suap-menyuap). Bagaimana mencegahnya?&lt;br /&gt;Islam memberikan setidaknya 3 (tiga) langkah pencegahan: Pertama, menumbuhkan ketakwaan individual di tengah-tengah masyarakat. Caranya, penguasa mendidik warga negaranya dengan pendidikan Islam, dan berupaya menumbuh-suburkan dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat. Sebab, dalam Islam, salah satu fungsi penguasa adalah menjaga akidah umat. Dengan banyaknya orang yang bertakwa, tentu akan sedikit orang-orang yang melakukan pelanggaran hukum, termasuk suap-menyuap. Dalam sistem sekular seperti sekarang, dimana kebanyakan orang tidak bertakwa, suap-menyuap justru menjadi budaya.&lt;br /&gt;Kedua, mendorong berfungsinya kontrol sosial di tengah-tengah masyarakat. Caranya, penguasa menciptakan iklim yang kondusif bagi terselenggaranya amar makruf nahi mungkar, terutama terhadap para pejabat negara. Mereka yang kritis terhadap kebijakan atau perilaku para pejabat—termasuk kepala negara—yang menyimpang dari syariat Islam harus dilindungi dan diberikan penghargaan, bukan malah diintimidasi dan dikucilkan. Dalam sistem sekular seperti sekarang, dimana kontrol sosial tidak berjalan, para pejabat dan aparat pengadilan yang melanggar hukum justru tidak malu dan takut lagi oleh masyarakat, karena masyarakatnya cenderung tak acuh. Masyarakat baru berani menghakimi maling ayam ketimbang ‘menghakimi' para pejabat yang mengkorupsi triliunan uang rakyat atau para hakim yang menipu mereka.&lt;br /&gt;Ketiga, membangun sistem peradilan yang tangguh dan tidak mudah diintervensi. Sistem peradilan yang dimaksud tentu saja yang berasal dari Zat Pencipta manusia, yang telah menjadikan al-Quran dan as-Sunnah sebagai sumber hukum untuk mengadili manusia. Artinya, sistem peradilan yang dibangun hendaklah sistem peradilan Islam yang berlandaskan al-Quran dan as-Sunnah. Sebab, berbeda dengan manusia, Allah Swt. tentu tidak memiliki kepentingan atau interest apapun dalam mengadili manusia melalui hukum-hukum-Nya, selain ingin mewujudkan kemaslahatan bagi manusia itu sendiri. Sebaliknya, dalam sistem sekular seperti sekarang, dimana hukum dihasilkan oleh mereka yang duduk di parlemen (yang kebanyakan lebih mementingkan diri dan partainya ketimbang rakyat kebanyakan), hukum akhirnya menjadi ‘barang dagangan' yang memungkinkan terjadinya tawar-menawar. Itulah bukti nyata dari bobroknya hukum buatan manusia.&lt;br /&gt;Walhasil, Mahabenar Allah Yang berfirman:&lt;br /&gt;Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik dibandingkan dengan hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-366781643388832905?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/366781643388832905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=366781643388832905' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/366781643388832905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/366781643388832905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/agar-hukum-tak-dipermainkan.html' title='AGAR HUKUM TAK DIPERMAINKAN'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-1517464782844678216</id><published>2007-12-06T11:20:00.000Z</published><updated>2007-12-06T11:21:05.912Z</updated><title type='text'>Rahasia Rezeki</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada saat kita dalam kandungan Ibu, maka 3 hal telah ditetapkan Allah swt; hidup- mati, rezeki dan jodoh. Ketiga hal ini merupakan rahasia Allah swt dan tersimpan dalam Lauhul Mahfuz. Kita coba telaah salah satu dari ketiga rahasia Allah swt tersebut, yakni rezeki.&lt;br /&gt;Rezeki seseorang telah ditetapkan oleh Allah swt, baik rezeki yang halal maupun yang haram. Timbul pertanyaan: “Kenapa saya harus dihisab atas rezeki yang haram, sedangkan Allah telah menetapkannya untuk saya?”.&lt;br /&gt;Jawabannya adalah, Allah swt memberikan kemampuan manusia untuk memilih rezeki halal atau haram, sedangkan orang-orang yang beriman tidak akan menjulurkan tangannya meraih rezeki yang haram. Jika ia dalam kesusahan, maka dia akan tetap bersabar dan selalu berusaha (ikhtiar) untuk meraih rezeki yang halal. Wahai manusia, makanlah oleh kalian apa saja yang halal dan baik yang terdapat dibumi. (Qs. Al-Baqarah [2]: 168).&lt;br /&gt;Jika hari ini kita ditakdirkan memperoleh rezeki 100 ribu rupiah, maka ada 3 kemungkinan yang akan terjadi:&lt;br /&gt;Kita mencopet, maka kita akan memperoleh 100 ribu dan dosa&lt;br /&gt;ita bekerja secara halal, maka kita akan memperoleh 100 ribu dan pahala&lt;br /&gt;ita duduk saja dirumah dan tiba-tiba saudara kita datang memberikan 100 ribu, maka kita akan memperoleh 100 ribu serta tanpa pahala dan dosa.&lt;br /&gt;Jumlah rezeki telah ditetapkan oleh Allah swt, tetapi proses mendapatkannya merupakan pilihan-pilihan yang diberikan kepada manusia dan penetapan pilihan ini yang akan dihisab oleh Allah swt. Jumlah rezeki tidak tergantung dari proses sebab-akibat yang dilakukan oleh manusia. Karena jika tergantung dari sebab-akibat, maka seorang tukang becak yang bekerja keras seharusnya lebih kaya dari seorang Manager yang banyak duduk, maka seorang ulama yang shaleh dan berdo’a dengan khusyu’ lebih kaya dari seorang Direktur yang mengabaikan perintah Allah swt. Tetapi bukannya kita tidak perlu bekerja keras dan berdo’a karena keduanya perintah Allah dan menjadi ibadah. Untuk itu kita seharusnya tidak perlu berputus asa dalam mengarungi kehidupan ini, karena rezeki itu akan sampai “kealamat” yang benar (pemiliknya). Mereka semua (mukmin atau kafir) masing-masing Kami limpahi karunia, karena sesungguhnya pemberian Rab-mu tiada terhalang kepada siapapun. (Qs. Al-Israa’ [17]: 20).&lt;br /&gt;Seringkali kita menganggap bahwa rezeki berupa kekayaan materi semata; uang, rumah, mobil, perhiasan, perusahaan, tanah, dan lain-lain. Padahal rezeki adalah semua yang dapat kita manfaatkan; udara (oksigen) yang kita hirup, kebutuhan air, cahaya matahari, hasil hutan, hasil bumi/tambang adalah rezeki juga. Bahkan kecerdasan otak, kefasihan bicara dan kekuatan/kesehatan tubuh-pun termasuk rezeki karena dengan modal itu kita dapat bekerja.&lt;br /&gt;Harta yang kita peroleh tidak otomatis menjadi rezeki kita, karena rezeki adalah segala sesuatu yang dimanfaatkan oleh pemiliknya. Seorang yang kaya belum tentu semua hartanya merupakan rezekinya, jika ia termasuk orang yang sangat kikir sehingga ia tidak membeli rumah tetapi mengontraknya, ia tidak membeli mobil tetapi naik angkutan umum, pakaiannya jarang diganti yang baru, tidak berzakat/infaq. Sehingga hartanya semakin berlimpah dan pada saat ia meninggal harta itu menjadi milik ahli warisnya dan tidak bermanfaat sedikitpun bagi dirinya. Karena pada saat seorang manusia meninggal maka terputus amalannya kecuali 3 hal:&lt;br /&gt;          Ilmu yang bermanfaat (mengajarkan al-Quran/da’wah, mengaji, shalat, dan lain-lain)&lt;br /&gt;Shadaqah yang dimanfaatkan orang lain (membangun mesjid, pengairan, dan lain-lain)&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Do’a anak yang shaleh&lt;br /&gt;Setiap manusia meninggal, maka terputuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang senantiasa mendo’akannya (Al-Hadist).&lt;br /&gt;Walhasil, rezeki kita akan menuju kepada 3 arah saja:&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang dimakan dan akan menjadi kotoran (makanan, minuman, obat, dan lain-lain)&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang digunakan dan akan menjadi sampah (pakaian, sepatu, kendaraan, dan lain-lain)&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang diinfaqkan dan akan menjadi tabungan akhirat&lt;br /&gt;Selain ketiga hal diatas bukan rezeki kita, tetapi kita hanya diberi amanah untuk mencarinya, menjaganya dan menyerahkannya kepada pemilik yang sebenarnya (pemilik asli).&lt;br /&gt;Allah swt selalu menguji keimanan seseorang dan ujian itu tidak hanya berupa kesulitan/musibah tetapi kesenangan merupakan ujian juga. Rezeki yang melimpah menjadi ujian bagi manusia, apakah dimanfaatkan dijalan yang halal, dibayarkan zakatnya, untuk membantu fakir miskin/saudara/tetangga, diinfaqkan untuk da’wah Islam atau untuk naik haji. Atau disimpan saja tanpa mempedulikan hal-hal diatas, sehingga rezeki ini membawa petaka bagi dirinya dan termasuk orang-orang yang merugi. : Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebajikan sebagai suatu ujian, dan kepada Kami kamu akan dikembalikan. (Qs. Al-Anbiyaa’ [21]: 35).&lt;br /&gt;Seseorang yang kaya raya maka hisabnya di Yaumil akhir lebih lama, karena khusus masalah harta ini ada dua pertanyaan; bagaimana cara memperolehnya? dan untuk apa digunakan? Sehingga seorang konglomerat Abdurrahman bin Auf, termasuk 10 sahabat yang dijanjikan masuk syurga, saat diberitakan Nabi saw bahwa Abdurrahman bin Auf merangkak masuk syurga karena banyaknya harta yang ia punya dan lamanya hisab yang harus dijalaninya. Mendengar hal itu, kemudian Abdurrahman bin Auf menginfaq-kan seluruh hartanya berupa 40.000 dirham emas (1 dirham = 4,25 gram emas murni, sehingga sekitar 16 milyar rupiah!) ditambah perak, unta dan kuda untuk menegakkan agama Allah. Sanggupkah kita menjadi Abdurrahman bin Auf?, dimana semua hartanya menjadi rezekinya.&lt;br /&gt;Untuk itu sekarang menjadi pilihan kita atas harta yang kita peroleh, memanfaatkannya dijalan Allah sehingga menjadi rezeki kita dan tabungan akhirat atau menjadi kotoran dan sampah. Orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang pintar memanfaatkan hartanya; membayar zakat, naik haji, infaq untuk fakir miskin/mesjid/da’wah dan untuk ibadah. Pilihan kita untuk menentukannya, menjadikannya rezeki kita dan bermanfaat atau hanya sia-sia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua’lam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-1517464782844678216?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/1517464782844678216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=1517464782844678216' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/1517464782844678216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/1517464782844678216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/rahasia-rezeki.html' title='Rahasia Rezeki'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-7266280471387535750</id><published>2007-12-06T11:17:00.001Z</published><updated>2007-12-06T11:17:43.121Z</updated><title type='text'>Islam Kaffah Vs Sekularisme</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu musuh kalian yang nyata. (Qs. al-Baqarah [2]: 208).Ayat di atas di turunkan karena ada sebagian orang dari kalangan Yahudi yang baru memeluk Islam, yang menganggap bahwa sekiranya mereka tetap mengimani sesuatu yang ada di dalam Taurat, hal itu sedikit pun tidak membahayakan keimanan mereka terhadap Islam. Allah SWT lalu menurunkan penjelasan kepada mereka bahwa mengimani Islam mengharuskan keimanan pada semua perkara yang ada dalam Islam secara utuh. Sikap mengimani sesuatu selain dari Islam, betapapun sedikit, sama saja dengan mengikuti jalan-jalan setan; musuh nyata yang selalu melakukan permusuhan terhadap orang-orang Mukmin. Frasa Ya ayyuhalladzîna âmanû adalah sebuah seruan yang ditujukan kepada orang-orang yang meninggalkan kekufuran dan menganut Islam. Sementara itu, kata as-silm dalam kalimat udkhulû fî as-silmi kâffah tersebut maksudnya adalah Islam. Demikianlah sebagaimana yang diterangkan oleh Ibnu ‘Abbas r.a. Selanjutnya, kalimat fî as-silmi kâffah maksudnya adalah mengimani Islam secara keseluruhan tanpa pengecualian dan mengamalkan syari’at Islam secara utuh tanpa mengikuti syari’at lainnya. Kata kâffah adalah keterangan keadaan dari kata as-silm, yakni as-silmi kullihi, dalam arti, al-Islâm kullihi. Kata kâffah termasuk ism fâ’il yang bermakna menghalangi atau mencegah.Ibnu ‘Abbas r.a. menuturkan bahwa sesungguhnya ayat tersebut diturunkan berhubungan dengan ‘Abdullah bin Salam beserta kawan–kawannya dari kalangan Yahudi. Ketika telah mengklaim beriman kepada Nabi SAW dan mengimani syari’atnya, mereka tetap mengimani sesuatu dari syari’at Musa a.s. Mereka tetap mengagungkan Hari Sabtu serta membenci daging dan susu unta meskipun mereka telah menganut Islam. Orang-orang Muslim mengingkari sikap mereka, lalu mereka pun berkata. “Sesungguhnya kami menguatkan yang ini dan yang ini.” Mereka juga berkata kepada Nabi SAW, “Sesungguhnya Taurat adalah kitab Allah. Oleh karena itu, kami pun menyerukannya dan kami beramal dengannya.” Allah SWT kemudian menurunkan ayat di atas.Imam Abu Al-Fida’ Ismail Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat tersebut menyatakan: “Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin dan mempercayai RasulNya, untuk mengambil seluruh ikatan dan syari’at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya serta meninggalkan seluruh larangaNya, selagi mereka mampum.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Juz I, hal. 247).Sedangkan Imam ‘Abdullah bin Ahmad bin Mahmud An-Nasafiy, menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah berserah diri dan ta’at, yakni berserah diri dan ta’at kepada Allah SWT atau Islam. Kata kâffah adalah hâl dari dlomir udkhulû bermakna jamî’an –menyeluruh atau semuanya–. (Imam An-Nasafiy, Tafsir An-Nasafiy [Madarik At-Tanzî Wa Haqâiq At-Ta’Wil], Juz I, hal. 112). Diriwayatkan dari Ikrimah, firman Allah SWT di atas diturunkan pada kasus Tsa’labah, ‘Abdullah bin Salam, dan berberapa orang Yahudi lain. Mereka mengajukan konsensi kepada Nabi SAW untuk diijinkan memuliakan hari Sabtu sebagai hari besar orang Yahudi (hari Sabath). Kemudian dijawab oleh Allah SWT dengan ayat di atas. Selanjutnya Imam Ibnu Jarir At-Thabariy menyatakan bahwa: “Ikrimah telah menjelaskan dengan pengertian sebagaimana yang kami katakan dalam hal itu. Bahwa ta’wil ayat di atas adalah seruan kepada orang-orang mu’min untuk menolak semua maksud-maksud yang bukan dari hukum Islam dan melaksanakan semua syari’at Islam dan melarang melenyapkan sesuatu yang merupakan bagian dari hukum-hukum Islam.” (Imam At-Thabariy, Tafsir At-Thabariy, Juz II, hal. 337).Imam Al-Qurthubiy menjelaskan bahwa lafadz kâffah adalah sebagai hâl dari lafadz al-silmi atau dari dlomir mu’minin. Sedangkan pengertian kâffah adalah jamî’an (menyeluruh) atau ‘âmatan (umum). (Imam Al-Qurthubiy, Tafsir Al-Qurthubiy, Juz III, hal. 18; Imam At-Thabariy, Tafsir At-Thabariy, Juz I, hal. 338). Bila kedudukan lafadz kâffah sebagai hâl dari lafadz as-silmi maka tafsir ayat dari ayat tersebut adalah Allah SWT menuntut orang-orang yang masuk Islam untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan (total). Tanpa ada upaya untuk memilih maupun memilah. Pemahaman ini diperkuat dengan sabab an-nuzul (sebab turunnya) ayat tersebut yang mengisahkan ditolaknya dispensasi beberapa orang Yahudi, ketika mereka hendak masuk Islam. Tentunya hal semacam ini bukan hanya untuk orang yang mau masuk Islam saja, tetapi juga berlaku untuk orang-orang mu’min sebagaimana penjelasan Imam At-Thabariy yang mengutip tafsir (penjelasan) dari Ikrimah di atas.Dengan demikian kaum muslimin diperintahkan untuk hanya berserah diri, ta’at, dan melaksanakan seluruh syari’at Nabi Muhammad SAW (yakni Islam), bukan pada aturan-aturan lain. Sehingga Allah SWT menolak dengan tegas ketika orang Yahudi ingin masuk Islam namun dengan syarat ia diperbolehkan melestarikan sebagian syari’at Yahudi, seperti menghormati hari Sabtu. Artinya, bahwa siapa saja yang masuk Islam, wajib baginya untuk masuk ke dalam Islam itu seutuhnya sehingga ia tidak dibenarkan melaksanakan syari’at lainnya.&lt;br /&gt;Bathilnya Sekularisme&lt;br /&gt;Sekularisme adalah pemisahan agama dari kehidupan (fashl ad-Din ‘an al-hayâh), yang dengan sendirinya akan menghasilkan pemisahan agama dari negara. Sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan atau pemisahan agama dari negara/politik) tidak dikenal dalam ajaran Islam. Ide Sekularisme ini hanya dikenal dalam masyarakat dan peradaban Barat yang Kristen. Kelahirannya berawal di masa Renaissance, bermula pada saat para kaisar dan raja-raja Eropa dan Rusia menjadikan agama sebagai alat untuk memeras, menganiaya dan menghisap darah rakyat. Para pemuka agama –saat itu– dijadikan perisai untuk mencapai keinginan mereka. Sehingga timbul pergolakan sengit, yang membawa kebangikitan bagi para filosof dan cendekiawan. Sebagian mereka mengingkari adanya peran agama secara mutlak, sedangkan lainnya mengakui adanya peran agama, dan menyerukan agar dipisahkan dari kehidupan dunia. Hingga akhirnya pendapat mayoritas dari kalangan filosof dan cendekiawan itu cenderung memilih ide memisahkan agama dari kehidupan. Inilah yang menghasilkan jalan tengah berupa pemisahan peran agama dengan negara.Ide ini dianggap sebagai kompromi atau jalan tengah antara para pemuka agama yang menghendaki segala sesuatunya harus tunduk kepada mereka –dengan mengatasnamakan agama– dengan para filosof dan cendekiawan yang mengingkari peran agama dan dominasi para pemuka agama. Jadi ide sekularisme tidak dikenal dalam sejarah Islam maupun ajaran Islam.Ide sekularisme hanya dikenal oleh masyarakat Barat yang kafir, dan hanya tepat ditujukan bagi agama-agama yang hanya mengatur urusan ritual (hubungan peribadatan). Sedangkan ajaran Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah ritual (ibadah mah’dho), melainkan seluruh aspek kehidupan manusia, baik peradilan, ekonomi, keuangan, politik, negara, militer, sosial, pendidikan, hubungan luar negeri dan lain-lain.Dengan demikian, jika ide sekularisme diterapkan dan dipaksakan atas kaum muslimin, hal itu sama saja dengan membuang sebagian besar hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan ekonomi, keuangan, politik, negara, sosial, pendidikan, militer, politik luar negeri dan lain-lain.Lalu akan dikemanakan ribuan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW yang menyinggung hukum-hukum tentang ekonomi, politik, sosial, pendidikan, militer, dan sejenisnya? Bukankah, al-Qur’an dan as-Sunnah diturunkan kepada umat manusia untuk diterapkan, bukan sekedar dibaca berulang-ulang?Hal ini sama artinya dengan memasung ajaran Islam dan kaum muslimin hanya dalam perkara-perkara ubudiyah saja, serta menyamakan ajaran Islam dengan ajaran agama lain.Kaum muslimin pernah mengalami masa kejayaannya tatkala para penguasa mereka (dalam sistem Daulah Khilafah Islamiyah) telah menerapkan sistem (hukum) Islam dalam seluruh aspek kehidupan selama lebih dari XIII abad. Paling tidak hal itu tampak dalam beberapa pernyataan para ulama yang pernah hidup di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah.Imam al-Ghazali berkata: “Kekuasaan sangat penting untuk tegaknya peraturan dunia dan agama. Dan peraturan agama sangat penting untuk mencapai kebahagiaan akhirat yang secara pasti merupakan tujuan dari para Nabi. Maka dari itu, kewajiban adanya Imam (Khalifah) termasuk perkara yang sangat penting dalam syara, yang tidak ada jalan untuk meninggalkannya. Camkanlah ini!” (al-Iqtishad fil I'tiqad, Imam al-Ghazali, hal. 199).Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Apabila kekuasaan terpisah dari agama, atau apabila agama terpisah dari kekuasaan, niscaya perkataan manusia akan rusak.” (Majmu'ul Fatawa, Ibnu Taimiyah, jilid.28, hal. 394).Muhammad Abduh berkata: “Hikmah pensyari’atan hukum tidak akan sempurna kecuali bila ada suatu kekuatan untuk menegakkan hukum hudud dan menerapkan keputusan hakim secara benar. Dan pemeliharaan keteraturan masyarakat dan kekuatan itu tidak boleh ada di tangan banyak orang sehingga kacau, tetapi harus ada di tangan satu orang saja, yaitu penguasa (Sulthan) atau Khalifah.” (al-Islam Wa an-Nashraniyah, Muhammad Abduh, hal. 65).Wallahu a’lam bish-shawab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-7266280471387535750?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/7266280471387535750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=7266280471387535750' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7266280471387535750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7266280471387535750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/islam-kaffah-vs-sekularisme.html' title='Islam Kaffah Vs Sekularisme'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-2839958030158317777</id><published>2007-12-06T11:13:00.000Z</published><updated>2007-12-06T11:14:44.323Z</updated><title type='text'>ISLAM TAK SEKADAR RUKUN ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Memahami Ibadah&lt;br /&gt;Allah menciptakan manusia tidak lain untuk beribadah kepada-Nya. Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ[&lt;br /&gt;Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS adz-Dzariyat [51]: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas menafsirkan ayat di atas dengan: agar mereka (jin dan manusia) menetapi ibadah kepada-Ku. Ibn al-Jauzi menafsirkan ayat di atas dengan: agar mereka tunduk dan merendahkan diri kepada-Ku. (Zâd al-Masîr, 8/43). Maksud ayat di atas adalah agar mereka menjadi hamba Allah, melaksanakan hukum-Nya, dan patuh pada apa yang ditetapkan Allah kepada mereka (Ibn Hazm, Al-Fashl fi al-Milal wa al-Ahwâ’ wa an-Nihal, 3/80). Inilah hakikat ibadah. Ibadah tidak lain adalah mengikuti dan patuh, diambil dari al-‘ubûdiyyah; seseorang hanya menyembah Zat Yang ia patuhi dan Yang dia ikuti perintah (ketentuan)-Nya (Ibn Hazm, al-Ihkâm fî Ushûl al-Ahkâm, 1/90).&lt;br /&gt;Ibadah juga diartikan sebagai perbuatan seorang mukallaf (yakni orang yang dibebani hukum) menyalahi keinginan hawa nafsunya sebagai pengagungan kepada Tuhannya (Al-Jurjani, at-Ta’rifât, 1/189). Dengan demikian, untuk beribadah, seorang hamba harus menghilangkan sama sekali keinginan hawa nafsunya. Artinya, tidak membiarkan kecenderungannya untuk menilai dan memilih bentuk dan ritual ibadah seperti apa yang sesuai (menurut kacamata dia) untuk al-Ma’bûd (Yang disembah). Dengan kata lain, ia mengedepankan ‘keinginan’ yang disembahnya dan menaati ketentuan-ketentuan-Nya. Walhasil, secara umum segala bentuk ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan kepada Allah merupakan ibadah.&lt;br /&gt;Ibadah Mahdhah dan Ghayr Mahdhah&lt;br /&gt;Saat ini di masyarakat ibadah ‘direduksi’ dan dipahami secara salah kaprah. Ibadah hanya dipahami sebagai aktivitas ritual semata (ibadah mahdhah) semata. Yang dikatakan ibadah dipersempit hanya mencakup shalat, zakat, puasa, haji, idul fitri, dll; di luar itu ‘dianggap’ bukan ibadah. Ada beberapa argumen yang mendasarinya. Pertama: Kesalahpahaman dalam memahami nash. Rasul saw. telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ»&lt;br /&gt;Islam dibangun oleh lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji; dan puasa pada bulan Ramadhan. (HR al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas dipahami secara 'serampangan'; seseorang dianggap telah ‘berislam secara sempurna’ jika telah mencukupkan diri dengan bersyahadat, shalat, zakat, puasa, dan berhaji. Alasannya, karena ke lima hal tersebut merupakan tiang agama. Jika tiang agama sudah tegak maka Islam (sebagai bangunan) sudah bisa berdiri; yang lain hanyalah pelengkap dari tiang utama tersebut.&lt;br /&gt;Selain itu, ada yang memahami hadis di atas secara sempit bahwa ibadah hanyalah mencakup kelima hal tersebut, sedangkan yang lain tidak terkategori ibadah. Dengan pemahaman inilah akhirnya bisa dimengerti jika sebagian dari masyarakat tidak menganggap aktivitas muamalah seperti berekonomi, berpolitik, bersosial kemasyarakatan dan menerapkan uqûbât yang didasarkan pada syariat Islam sebagai ibadah, hanya karena semua itu dianggap bukan aktivitas yang secara langsung ‘berhubungan’ dengan Allah. Mereka beranggapan bahwa semua itu hanyalah  urusan duniawi belaka.&lt;br /&gt;Kedua: Kerancuan dan salah paham dalam memahami ibadah mahdhah dan gayr mahdhah. Para ulama membagi ibadah menjadi dua: ibadah mahdhah dan ghayr mahdhah. Ibadah mahdhah, seperti yang dikatakan oleh an-Nawawi, adalah ibadah yang murni, di dalamnya tidak terdapat campuran selain-Nya (Al-Majmû‘, 1/373). Adapun aktivitas lain, yakni aktivitas ketaatan dan kepatuhan seorang hamba kepada sang Khalik namun ada unsur ‘campur tangan’ manusia, baik dia sendiri atau orang lain, dikatakan sebagai ibadah saja.&lt;br /&gt;Ini berarti, ibadah mahdhah dipahami sebagai bentuk real hubungan seorang hamba (manusia) dengan Allah yang di dalamnya hanya terdapat bentuk hubungan ini dan tidak terdapat bentuk hubungan yang lain; tidak tercampuri oleh bentuk hubungan manusia dengan dirinya sendiri, seperti segala hal yang terkait dengan masalah makanan, minuman, pakaian, dan akhlak; juga tidak tercampuri oleh bentuk hubungan manusia dengan manusia yang lain seperti segala hal yang terkait dengan masalah muamalat dan ‘uqûbat. Dengan kata lain, ibadah mahdhah (selanjutnya dikatakan ‘ibadah’ saja) mencakup shalat, puasa, zakat, haji, doa, zikir, membaca al-Quran, kurban Idul Adha, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Dari pengertian di atas menjadi jelas, bahwa semua hal di atas adalah ibadah selama masih dalam ruang lingkup penyembahan dan mencari ridha Allah Swt.&lt;br /&gt;Namun, apa yang terjadi di masyarakat tidaklah demikian. Ibadah ‘dipersempit’ hanya khusus dalam ibadah mahdhah semata. Kategori di atas justru dipahami sebagai pemisahan mana aktivitas yang termasuk ibadah dan bukan. Ibadah direduksi sebagai hubungan seoarang hamba dengan Tuhannya secara langsung saja, sedangkan aktivitas yang tidak ada kaitannya atau ada campur tangan yang lain selain Allah maka itu semua bukan disebut ibadah; hanya aktivitas muamalat biasa.&lt;br /&gt;Padahal sebagaimana kata Imam Al-Mawardi, dalam Al-Hâwi, ibadah adalah mencakup apa saja yang dinyatakan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah. Dari penjelasan ini jelas, bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan untuk mendekatkan diri (ber-taqarrub ilâ Allâh) maka seluruhnya dikatakan ibadah. Jadi, ketika seorang Muslim berekonomi secara islami, berpolitik secara islami, dan berpartai secara islami pada hakikatnya ia adalah sedang melaksanakan ibadah kepada Allah. Dengan kata lain, tatkala seorang Muslim menjalankan seluruh aspek kehidupan secara islami pada hakikatnya ia sedang melakukan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Kâffah&lt;br /&gt;            Islam adalah agama atau ideologi yang berbeda dengan yang lain. Dari segi wilayah ajarannya, Islam bukan saja agama yang mengurusi masalah ruhiah (spiritual), tetapi juga meliputi masalah siyâsiyah atau syariah. Secara ruhiah Islam mengatur urusan keakhiratan, seperti surga, neraka, pahala, siksa dan dosa; tercakup di dalamnya  masalah ibadah, seperti shalat, zakat, haji, puasa, dan jihad. Secara siyâsiyah Islam mengatur urusan kedunian seperti politik, ekonomi, sosial, pemerintahan, pendidikan, peradilan, dan sebagainya. Keduanya sama-sama dibangun berdasarkan akidah yang sama, yaitu akidah Islam. Karena itulah, Islam bisa disebut sebagai ideologi.&lt;br /&gt;Kelengkapan dan kesempurnaan Islam sebagai ideologi telah demikian tegas dijelaskan oleh Allah. Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ[&lt;br /&gt;Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (al-Quran) ini untuk menerangkan segala sesuatu. (QS an-Nahl [16]: 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا[&lt;br /&gt;Hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku untuk kalian, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama kalian. (QS al-Maidah [5]: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dari kedua nash di atas jelas sekali, bahwa Allah telah menyempurnakan agama-Nya sehingga tidak ada satu masalah pun yang belum pernah dan tidak dibahas atau diterangkan oleh Allah Swt. Penjelasan yang membahas seluruh masalah tersebut secara umum dinyatakan dalam bentuk umum dan global dengan penunjukan (dalâlah) yang bisa digali uraiannya.&lt;br /&gt;            Walhasil, Islam bukan hanya mengatur aspek ibadah ritual semata, namun mencakup segala aspek kehidupan. Kesempurnaan Islam ini bukan hanya sebagai doktrin atau ajaran semata, namun juga merupakan tuntutan pelaksanaan sebagai konsekwensi logis dari keberimanan dan keberislaman seseorang. Artinya, tatkala seseorang telah mengikrarkan diri masuk dan memeluk agama Islam, maka dia harus meyakini secara total seluruh aturan dan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana tertuang dalam sumber-sumber hukum Islam, yang selanjutnya dimanivestasikan dalam perkataan dan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari. Karena Islam telah memberikan garansi bahwa islam mampu mengatur segala aspek kehidupan, maka dia pun  harus dengan sungguh-sungguh menstandarkan seluruh pemikiran dan sikapnya dengan syariat Islam; tatkala berdagang, berpolitik, berhubungan dengan manusia lain, dan sebagainya. Walhasil, Islam menuntut kita tidak hanya mencukupkan diri dengan sekadar melaksanakan rukun Islam semata, namun harus lebih mengoptimalkan diri dengan menambah dan melaksanakan syariat Allah yang lain secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah sebagai Kekuatan Ruhiah&lt;br /&gt;Secara khusus, ibadah mahdhah seharusnya menjadi energi pendorong dan pembakar semangat yang dahsyat untuk senantiasa ber-taqarrub dengan Allah. Sebab, ibadah adalah kebutuhan seorang hamba kepada Khaliknya. Dengan ibadah, seorang hamba akan menyadari betul bahwa dia penuh dengan keterbatasan dan kelemahan untuk mencapai tujuan hidup, diridhai oleh Allah Swt. baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Dengan kesadaran ini maka dia akhirnya secara total menyerahkan jiwa-raganya sesuai dengan tuntutan Allah. Tatkala beribadah, semakin bersemai keimanan dan ketakwaannya. Modal iman dan takwa inilah yang akhirnya menjadi kekuatan ruhiah terbesar dalam melaksanakan Islam secara kâffah.&lt;br /&gt;Seorang hamba, tatkala melaksanakan ibadah mahdhah, merasakan ‘transfer energi’ dari sang Khalik. Aktivitas ibadah menjadi proses kontemplasi dan ‘dialog’ secara langsung dengan Tuhannya. Segala keluh-kesah, kepenatan, dan beban hidup ditumpahkan segalanya kepada sang Pencipta; ia mohon petunjuk dan bimbingan-Nya agar bisa mengatasi semua masalahnya. Dia yakin, Allah senantiasa hadir dan mendengarkan seluruh permintaan dan doanya. Sebab, sikap ihsan telah tertancap dengan kuat dalam sanubarinya, yakni ia beribadah dengan merasakan ‘kehadiran’ Allah, kalaupun ia tidak melihat-nya, dia yakin bahwa Allah melihatnya.Dengan demikian, pelaksanaan ibadah mahdhah benar-benar menjadi satu energi penggerak utama dalam menjalankan Islam secara kâffah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-2839958030158317777?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/2839958030158317777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=2839958030158317777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/2839958030158317777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/2839958030158317777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/islam-tak-sekadar-rukun-islam.html' title='ISLAM TAK SEKADAR RUKUN ISLAM'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-8842946110864657359</id><published>2007-12-06T10:53:00.000Z</published><updated>2007-12-06T10:55:28.796Z</updated><title type='text'>Demokrasi: Gambaran Sebuah Peradaban Sampah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Istilah "demokrasi" saat ini tidak dapat dilepaskan dari wacana politik apapun, baik dalam konteks mendukung, setengah mendukung, atau menentang. Mulai dari skala warung kopi pinggir jalan sampai hotel berbintang lima, demokrasi menjadi obyek yang paling sering dibicarakan, paling tidak di negeri ini.&lt;br /&gt;Dengan logika antitesis, lawan kata demokrasi adalah totaliter. Jika tidak demokratis, pasti totaliter. Totaliter sendiri memiliki kesan buruk, kejam, bengis, sehingga negara-negara komunis sekalipus tidak ketinggalan ikut memakai istilah demokrasi, walaupun diembel-embeli sebagai "Demokrasi Sosialis" atau "Demokrasi Kerakyatan". Dalam kaitannya dengan masalah ini, UNESCO pada tahun 1949 menyatakan:&lt;br /&gt;"…mungkin untuk pertama kali dalam sejarah, demokrasi dinyatakan sebagai nama yang paling baik dan wajar untuk semua sistem organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan oleh pendukung-pendukung yang berpengaruh…" [1]&lt;br /&gt;Gejala serupa juga melanda dunia Islam. Para intelektual muslim berupaya mencari titik temu antara demokrasi dan ajaran Islam. Partai-partai politik Islam, misalnya di negeri ini, berlomba-lomba mengklaim diri sebagai "paling demokratis" agar tidak terkena serangan panah beracun dari pihak Islamophobia yang mencap Islam sebagai agama totaliter dan dogmatis. Putra-putri Islam dengan susah-payah berupaya "melindungi" nama baik agamanya dengan ungkapan-ungkapan bernada defensif apologetik [2], walaupun hal itu menyebabkan ajaran Islam menjadi kabur atau malah lenyap.&lt;br /&gt;Bagaimana hakikat demokrasi yang sebenarnya? Apakah Islam memiliki titik temu dengan demokrasi? Bagaimana realitas demokrasi sesungguhnya? Dan apa peranan negara-negara adidaya dalam pemaksaan ide demokrasi kepada negeri-negeri Islam? Tulisan berikut ini akan menguraikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekularisme : Nenek Moyang Demokrasi&lt;br /&gt;Sejak memudarnya kejayaan Imperium Romawi (abad ke-3 M), gereja Kristen mulai masuk ke arena kekuasaan politik. Kaisar Konstantin, penguasa Romawi yang pertamakali memeluk agama Kristen, menggabungkan kekuasaan negara dengan urusan gereja sehingga pihak gereja memiliki peranan besar dalam pengambilan keputusan politik.&lt;br /&gt;Kerajaan-kerajaan lokal mulai muncul di Eropa sejak tahun 476 M. Seperti halnya Romawi, gereja turut menjadi penentu dalam sepak-terjang penguasa kerajaan. Para bangsawan dan politikus--yang umumnya dari keluarga kaya--menjadi boneka yang dikendalikan penuh oleh gereja. Tetapi karena ajaran Kristen tidak mengatur urusan kenegaraan, gereja membuat berbagai fatwa menurut kemauan mereka sendiri dan hal itu diklaim sebagai wewenang yang diterimanya dari Tuhan. Tidak heran jika sosok kerajaan-kerajaan Eropa saat itu lebih mirip dengan Imperium Romawi Kuno yang paganistis dan belum mengenal agama.&lt;br /&gt;Gereja memiliki supremasi yang sangat tinggi hampir dalam setiap urusan. Para pemuka gereja diyakini sebagai satu-satunya pihak yang berhak berkomunikasi langsung dengan Tuhan, dan hasil "komunikasi" itu diajukan kepada penguasa kerajaan untuk ditetapkan sebagai keputusan politik. Eropa memiliki sejarah yang cukup berdarah mengenai hal ini : ribuan wanita dibunuh ketika gereja mencap perempuan sebagai tukang sihir [3], kaum ilmuwan yang tidak setuju dengan pendapat gereja harus rela dipenjara atau bahkan dibunuh (seperti yang menimpa Galileo Galilei dan Nicolaus Copernicus), perampasan tanah milik rakyat untuk dibagi-bagikan kepada penguasa dan pemuka gereja, sampai orang yang hendak matipun tak luput dari pemerasan oleh gereja. Pendapatan terbesar gereja berasal dari penjualan Kunci Surga (Keys to Heaven), yaitu menjual surat pertobatan kepada orang-orang yang hendak meninggal. Dengan membayar sejumlah uang, gereja meyakinkan orang tersebut bahwa dosa-dosanya telah diampuni dan boleh memasuki surga.&lt;br /&gt;Kelaliman gereja (yang difasilitasi oleh penguasa), kekalahan telak pasukan salib dari tentara Khilafah Islamiyyah, dan kegeraman para pemikir Eropa kepada gereja, menumbuhkan benih-benih pemberontakan pada abad ke-14. Hal ini juga disebabkan oleh gencarnya penerjemahan buku-buku berbahasa Arab ke dalam bahasa Latin Eropa sejak abad ke-10 yang berpusat di Andalusia (Spanyol). Kegemilangan peradaban Islam telah memberi inspirasi kepada para pemikir Eropa untuk mendobrak kejumudan yang meliputi seluruh daratan Eropa saat itu, yang dikenal sebagai Dark Ages (Masa Kegelapan).&lt;br /&gt;Pada tahun 1618 meletus perang sipil di seluruh daratan Eropa antara pendukung dan penentang supremasi gereja. Perang itu berlangsung selama 30 tahun dan menghabiskan sepertiga penduduk Eropa serta meruntuhkan sebagian besar kerajaan yang bercokol di Eropa. Perang terlama terjadi antara Perancis dan Spanyol sampai tahun 1659. Akibatnya, para pemikir terpecah menjadi 2 kelompok:&lt;br /&gt;1. yang mempelajari filsafat Yunani, disebut Naturalis, dan meyakini bahwa akal manusia mampu menyelesaikan semua persoalan;&lt;br /&gt;2. yang berpihak pada gereja, disebut Realisme, dan meyakini ajaran gereja sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;Di Itali, dua kelompok ini dikenal sebagai Gulf dan Ghibelline, dan mereka saling berperang memperebutkan kekuasaan. Pertentangan panjang itu akhirnya dimenangkan oleh kelompok naturalis yang mendasarkan pemikirannya pada penyingkiran peran agama (Kristen) dari kehidupan negara, atau dikenal dengan sekularisme.&lt;br /&gt;Sekularisme benar-benar menggembirakan hati para filosof dan politikus. Tidak ada lagi gereja yang memenjarakan kebebasan berpikir mereka. Politik dan segala urusan duniawi telah menjadi sangat bebas nilai. Tidak ada satupun yang membatasi. Tidak nilai agama. Tidak pula nilai moral. Salahsatu lambang betapa liarnya dunia politik sekuler adalah buku karya Niccolo Machiavelli yang berjudul The Discourses on the First Ten Books of Livy dan The Prince. Salahsatu pilar pemikiran politiknya adalah: "….politik adalah sesuatu yang sekuler. Politik adalah pertarungan antar manusia untuk mencari kekuasaan. Semua orang pada dasarnya sama, brutal, dan egoisme politik harus mengikuti aturan universal yang sama untuk semua orang. Penguasa yang sukses harus belajar dari sejarah, harus mengamati para pesaingnya, dan mampu memanfaatkan kelemahan mereka."&lt;br /&gt;Sekularisme tetap dianut hingga masa kini. Menteri Luar Negeri AS, Madeleine Albright, pada tanggal 23 Oktober 1997 di depan sivitas akademika Columbus School of Law, The Catholic University, Washington D.C. menyatakan: "Di AS, kita meyakini pemisahan gereja dan negara. Konstitusi kita merefleksikan ketakutan atas penggunaan agama sebagai alat penyiksaan, yang pada abad ke-17 dan 18 menyebabkan banyak orang melarikan diri ke daratan Amerika…" [4]&lt;br /&gt;Sekularisme merupakan akar demokrasi. Dalam sistem politik yang sekularistik, dimana agama hanya menjadi "inspirasi moral dan alat penyembuhan" [5], kehendak akal manusia menjadi penentu semua keputusan. Dan inilah ciri yang utama dari demokrasi, yaitu menyerahkan keputusan politik kepada kehendak masyarakat (the will of the people), sesuai dengan pertimbangan akal manusia.&lt;br /&gt;Islam vs Demokrasi&lt;br /&gt;Ditinjau dari akar kelahirannya, Islam jelas berbeda dengan demokrasi. Sistem Islam tidak lahir dari akal-akalan manusia, tetapi merupakan wahyu Allah swt. Tetapi memang ada sementara pihak yang mencoba menyebut Islam sebagai Mohammedanism untuk menimbulkan kesan sebagai agama buatan Muhammad, seperti yang dinyatakan oleh H.A.R. Gibb.[6] Dalam hal ini Allah swt berfirman: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagi kalian." (QS al-Maaidah : 3)&lt;br /&gt;          Selain dari segi akar kelahirannya, pilar-pilar demokrasi bertentangan secara diametral dengan Islam. Beberapa elemen pokok demokrasi adalah: [7]&lt;br /&gt;1. kedaulatan ada di tangan rakyat;&lt;br /&gt;2. rakyat sebagai sumber kekuasaan;&lt;br /&gt;3. penjaminan terhadap empat kebebasan pokok, yaitu kebebasan beragama (freedom of religion), kebebasan berpendapat (freedom of speech), kebebasan pemilikan (freedom of ownership), dan kebebasan bertingkah laku (personal freedom).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kedaulatan&lt;br /&gt;Kedaulatan (as siyadah) didefinisikan sebagai "menangani dan menjalankan suatu kehendak atau aspirasi tertentu" [8]. Dalam sistem demokrasi kedaulatan berada di tangan rakyat. Hal ini berarti rakyat sebagai sumber aspirasi (hukum) dan berhak menangani serta menjalankan aspirasi tersebut.&lt;br /&gt;Dalam sistem demokrasi, rakyat berfungsi sebagai sumber hukum. Semua produk hukum diambil atas persetujuan mayoritas rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) maupun melalui wakil-wakilnya di parlemen (demokrasi perwakilan). Inilah cacat terbesar dari sistem demokrasi. Manusia dengan segala kelemahannya dipaksa untuk menetapkan hukum atas dirinya sendiri. Pikiran manusia akan sangat dipengaruhi lingkungan dan pengalaman pribadinya. Pikiran manusia juga dibatasi oleh ruang dan waktu. Atas pengaruh-pengaruh itulah maka manusia bisa memandang neraka sebagai surga, dan surga sebagai neraka. [9]&lt;br /&gt;Dalam sistem demokrasi, jika mayoritas rakyat menghendaki dihalalkannya perzinaan, maka negara harus mengikuti pendapat tersebut. Budaya sebagian suku di Sumatera Utara yang terbiasa meminum tuak, dapat memaksa penguasa setempat untuk mengizinkan peredaran minuman keras. Mayoritas rakyat Iran pada Revolusi Islam 1979 menginginkan diterapkannya sistem pemerintahan Wilayatul Faqih, tetapi sekarang muncul gugatan terhadap sistem tersebut, maka penguasa harus memperhatikan kehendak tersebut. Walaupun dalam konsep Syi'ah, sistem Wilayatul Faqih adalah sesuatu yang tidak dapat ditawar-tawar.&lt;br /&gt;Dalam sistem demokrasi, masyarakat kehilangan standar nilai baik-buruk. Siapapun berhak mengklaim baik-buruk terhadap sesuatu. Masyarakat bersikap "apapun boleh". Di San Fransisco, para eksekutif makan siang di restoran yang dilayani oleh pelayan wanita yang bertelanjang dada. Tetapi di New York (masih di AS), seorang wanita telah ditangkap karena memainkan musik dalam suatu konser tanpa pakaian penutup dada. Newsweek menyatakan: "…kita adalah suatu masyarakat yang telah kehilangan kesepakatan….suatu masyarakat yang tidak dapat bersepakat dalam menentukan standar tingkah laku, bahasa, dan sopan santun, tentang apa yang patut dilihat dan didengar." [10]&lt;br /&gt;Dalam Islam, penetapan hukum adalah wewenang Allah swt. Penetapan hukum tidak bermakna teknis, tetapi bermakna penentuan status baik-buruk, halal-haram, terhadap sesuatu hal. Allah swt berfirman: "Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah." (QS al-An'aam : 57)&lt;br /&gt;"Kemudian jika kamu (rakyat dan negara) berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya)." (QS an-Nisaa : 59)&lt;br /&gt;"Tentang apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah." (QS asy-Syuuraa : 10)&lt;br /&gt;"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin." (QS al-Maaidah : 50)&lt;br /&gt;Abdul Qadim Zallum mengomentari ayat di atas: "Hukum Jahiliyah adalah hukum yang tidak dibawa Muhammad saw dari Tuhannya, yaitu hukum kufur yang dibuat oleh manusia." [11]&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah bahwa Islam menempatkan kedaulatan di tangan Allah sebagai Musyarri' (Pembuat Hukum), sebagai pihak yang paling berhak menentukan status baik-buruk terhadap suatu masalah. Segala produk hukum dalam sistem Islam harus merujuk kepada keempat sumber hukum Islam, yaitu al-Qur'an, as-Sunnah, Ijma Shahabat, dan Qiyas (ijtihad).&lt;br /&gt;2. Kekuasaan&lt;br /&gt;Dalam sistem demokrasi, kekuasaan berada di tangan rakyat dan mereka "mengontrak" seorang penguasa untuk mengatur urusan dan kehendak rakyat. Jika penguasa dipandang sudah tidak akomodatif terhadap kehendak rakyat, penguasa dapat dipecat karena penguasa tersebut merupakan "buruh" yang digaji oleh rakyat untuk mengatur negara. Konsep inilah yang diperkenalkan oleh John Locke (1632-1704) dan Montesquieu (1689-1755), dikenal dengan sebutan Kontrak Sosial. [12]&lt;br /&gt;Dalam sistem Islam, kekuasaan ada di tangan rakyat. Dan atas dasar itu rakyat dapat memilih seorang penguasa (Khalifah) untuk memimpin negara. Pengangkatan seorang Khalifah harus didahului dengan suatu pemilihan dan dilandasi perasaan sukarela tanpa paksaan (ridha wal ikhtiar). Tetapi berbeda dengan sistem demokrasi, Khalifah dipilih oleh rakyat bukan untuk melaksanakan kehendak rakyat, tetapi untuk melaksanakan dan menjaga hukum Islam [13]. Maka seorang Khalifah tidak dapat dipecat hanya karena rakyat sudah tidak suka lagi kepadanya, tetapi dapat dipecat jika tidak lagi melaksanakan hukum Islam walaupun baru sehari menjabat. Bukhari, Muslim, Ahmad, an-Nasai, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ubadah bin ash-Shamit: "Kami membaiat Rasulullah saw (sebagai kepala negara) untuk mendengar dan mentaatinya dalam keadaan suka maupun terpaksa, dalam keadaan sempit maupun lapang, serta dalam hal yang tidak mendahulukan urusan kami (lebih dari urusan agama), juga agar kami tidak merebut kekuasaan dari seorang pemimpin, kecuali (sabda Rasulullah): 'Kalau kalian melihat kekufuran yang mulai nampak secara terang-terangan (kufran bawaahan), yang dapat dibuktikan berdasarkan keterangan dari Allah."&lt;br /&gt;Untuk memutuskan apakah seorang Khalifah lalai dalam pelaksanaan hukum Islam, negara mempunyai instrumen hukum berupa Mahkamah Mazhalim yang berhak mengadili dan memecat penguasa. Dan kaum muslimin juga didorong untuk selalu mengoreksi penguasa. Rasulullah saw bersabda: "Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Mutthalib, dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa yang lalim, lalu ia menyuruhnya berbuat baik dan mencegahnya berbuat munkar, lalu penguasa itu membunuhnya (karena marah)." [14]&lt;br /&gt;3. Kebebasan&lt;br /&gt;Dalam sistem demokrasi, kebebasan adalah faktor utama untuk memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengekspresikan kehendaknya--apapun bentuknya--secara terbuka dan tanpa batasan atau tekanan.&lt;br /&gt;Masyarakat demokratis bebas memeluk agama apapun, berpindah-pindah agama, bahkan tidak beragama sekalipun. Juga bebas mengeluarkan pendapat, walaupun pendapat itu bertentangan dengan batasan-batasan agama. Bebas pula memiliki segala sesuatu yang ada di muka bumi, termasuk sungai, pulau, laut, bahkan bulan dan planet jika sanggup. Harta dapat diperoleh dari segala sumber, baik dengan berdagang ataupun dengan berjudi dan korupsi. Dalam sistem demokrasi, masyarakat juga bebas bertingkah laku tanpa peduli dengan mengabaikan tata susila dan kesopanan.&lt;br /&gt;Islam tidak mengenal kebebasan mutlak. Islam telah merinci dengan jelas apa saja yang menjadi hak dan kewajiban manusia. Islam bukan hanya berorientasi kepada kewajiban, tetapi juga hak sebagai warganegara dan individu.&lt;br /&gt;Islam melarang seorang muslim untuk mempermainkan agama dengan cara berpindah-pindah agama. Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa mengganti agamanya (Islam), maka jatuhkanlah hukuman mati atasnya." (HSR Muslim dan Ashabus Sunan)&lt;br /&gt;Islam juga membatasi seorang muslim untuk hanya mengatakan kebenaran dan melarangnya untuk berpendapat dengan sesuatu yang batil. Ubadah bin ash-Shamit meriwayatkan: "…dan kami akan mengatakan kebenaran di manapun kami berada. Kami tidak takut karena Allah terhadap celaan orang yang mencela."&lt;br /&gt;Ummu Athiyah dari Abu Said ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:"Jihad paling utama adalah (menyampaikan) perkataan yang haq kepada penguasa yang zalim."&lt;br /&gt;Islam melarang seseorang untuk memiliki benda-benda yang tidak berhak dimilikinya, baik secara pribadi maupun kelompok. Islam telah merinci beberapa cara pemilikan yang terlarang, misalnya pencurian, perampasan, suap (riswah), korupsi, judi, dan sebaliknya menghalalkan beberapa sebab pemilikan, yaitu bekerja, waris, mengambil harta orang lain dalam keadaan terdesak yang mengancam jiwanya, serta harta yang diperoleh tanpa pengorbanan semisal hadiah, hibah, sedekah, atau zakat.&lt;br /&gt;Dalam masalah tingkah laku, Islam memberikan batasan susila yang jelas, terutama masalah interaksi pria-wanita (ijtima'iy). Di dalam sistem demokrasi, interaksi pria-wanita yang sangat bebas telah memunculkan berbagai masalah pelik, seperti menyebarnya berbagai penyakit menular seksual (PMS) mulai dari sifilis sampai AIDS yang sukar disembuhkan. Belum lagi lahirnya anak-anak yang identitasnya tidak jelas, dan konon 75% generasi muda Inggris saat ini dilahirkan dari orangtua yang tidak menikah secara resmi (zina).&lt;br /&gt;Hingga masalah-masalah kesusilaan yang ringan pun, Islam memberi aturan yang rinci semata-mata untuk menjaga kehormatan manusia. Misalnya, al-Qur'an melarang seseorang untuk memasuki rumah orang lain tanpa izin pemilik rumah. Allah swt berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah orang lain, sampai kamu mendapatkan izin, dan kamu mengucapkan salam kepada penghuninya." (QS an-Nuur : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syura = Demokrasi ?&lt;br /&gt;Adanya prinsip syura dalam sistem Islam dan musyawarah dalam sistem demokrasi tidak dapat dijadikan alasan untuk menyamakan Islam dengan demokrasi. Becak memiliki roda, demikian pula dengan mobil. Tetapi bukankah becak jauh berbeda dengan mobil?&lt;br /&gt;Tidak semua masalah dapat dimusyawarahkan dalam Islam. Hal inilah yang membedakannya dengan sistem demokrasi yang mengharuskan setiap keputusan diambil dengan suara terbanyak, tidak peduli apakah hasil keputusan itu melanggar batasan-batasan agama yang sudah mereka singkirkan jauh-jauh dari panggung kehidupan dunia. Islam membatasi musyawarah hanya untuk masalah-masalah yang mubah. Adapun masalah-masalah yang telah jelas halal-haramnya, tidak dapat dimusyawarahkan untuk dicabut atau sekedar mencari jalan tengah.&lt;br /&gt;Rasulullah saw pernah menolak keberatan sebagian besar Shahabat ketika beliau menyetujui tawaran pihak Quraisy dalam Perjanjian Hudaibiyah. Umar bin Khatthab menunjukkan penentangan yang paling keras. Tetapi Rasulullah saw mengatakan: "Wahai Ibnul Khatthab, aku adalah Rasulullah, dan aku tidak akan mendurhakai-Nya. Dia adalah penolongku dan sekali-kali tidak akan menelantarkan aku." Setelah itu turunlah surat al-Fath yang menjanjikan kemenangan bagi kaum muslimin. [15]&lt;br /&gt;Untuk masalah-masalah teknis dan menyangkut keterampilan tertentu, Rasulullah saw menyerahkan keputusannya kepada para pakar dalam bidang tersebut. Ketika meletus perang Badar Kubra, Rasulullah saw menempatkan pasukannya jauh di belakang sebuah sumur (sumber air). Melihat hal ini, Hubbab bin al-Mundzir bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah ini wahyu atau sekedar pendapatmu?" Lantas dijawab oleh beliau: "Ini hanyalah pendapatku." Hubbab al-Mundzir kemudian mengusulkan kepada beliau untuk menempatkan pasukannya di depan sumur, sehingga mereka dapat menguasai sumur tersebut dan menimbunnya jika pasukan Quraisy menyerang sehingga musuh tidak dapat mengambil air dari sumur itu. Rasulullah saw lantas mengubah pendapatnya dengan pendapat Hubbab tersebut. [16]&lt;br /&gt;Untuk masalah-masalah yang sifatnya mubah (boleh), Rasulullah saw meminta pendapat kaum muslimin. Ketika Perang Uhud, beliau dan sebagian Shahabat yang terlibat dalam Perang Badar memilih menyambut musuh dari dalam benteng kota Madinah. Tetapi mayoritas penduduk Madinah dan sebagian Shahabat yang tidak ikut Perang Badar memilih untuk menyongsong musuh di luar benteng. Melihat semangat yang begitu membara, ditambah ucapan Hamzah bin Abdul Mutthalib yang ketika Perang Badar tidak turun ke medan laga, akhirnya Rasulullah saw memutuskan untuk menyambut musuh di luar benteng.[17][17] Dalam hal ini, beliau hanya meminta pendapat mengenai lokasi penyambutan musuh. Adapun kewajiban jihad tidak beliau musyawarahkan karena jihad merupakan kewajiban yang tidak berhenti hingga hari kiamat. Allah swt berfirman:"Wahai orang-orang yang beriman, telah diperintahkan kalian untuk berperang, padahal berperang itu merupakan sesuatu yang kalian benci." (QS al-Baqarah : 216)&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: "Jihad itu wajib atas kalian, bersama seorang pemimpin, apakah dia pemimpin yang taat maupun yang buruk." (HR Abu Dawud dan Abu Ya'la dari Abu Hurairah) [18]&lt;br /&gt;Dan memang pada kenyataannya, menyerahkan setiap keputusan politik kepada seluruh warganegara adalah sesuatu yang mustahil dan justru dapat mengkhianati kebenaran. Sistem polis di Yunani Kuno yang digembar-gemborkan telah menerapkan demokrasi langsung (direct democracy), ternyata melakukan diskriminasi rasial dengan memberikan hak bersuara hanya kepada golongan penduduk kaya dan menengah. Adapun golongan pedagang asing dan budak (yang merupakan mayoritas penduduk) tidak memiliki hak suara samasekali.&lt;br /&gt;Dalam lapangan peradilan, sistem juri seperti yang dipakai di AS dan Inggris telah mengundang kritik yang sangat keras. Para juri dipilih mewakili setiap komunitas di suatu kota/distrik tanpa melihat kemampuan masing-masing sedangkan hakim hanya bertugas mengatur persidangan agar sesuai dengan hukum acara. Vonis terhadap terdakwa dijatuhkan berdasarkan kesepakatan atau suara mayoritas anggota juri. Dengan sistem seperti ini, diharapkan akan lahir keputusan pengadilan yang "demokratis".&lt;br /&gt;Tetapi layakkah nasib seorang terdakwa (apalagi terdakwa hukuman mati) diserahkan kepada 10-12 orang yang samasekali buta hukum? Mereka (para juri) bisa jadi buta huruf, tidak menguasai asas-asas hukum pidana, atau bahkan pernah melakukan kejahatan yang sama dengan si terdakwa. Atau termakan oleh kepandaian bersilat lidah dari para pengacara sehingga vonis yang dijatuhkan tidak lagi didasarkan pada bukti-bukti materiil yang memang hanya dapat dipahami oleh para ahli hukum. Sistem juri adalah pengadilan primitif, sisa-sisa peradilan hukum rimba, yang tidak menjunjung kebenaran hukum, tetapi mengambil suara mayoritas (siapapun orangnya) sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi sebagai Alat Penjajahan&lt;br /&gt;Benarkah Amerika Serikat--sebagai kampiun demokrasi di dunia--telah memberi contoh terbaik tentang demokrasi? Ralph Nader pada tahun 1972 menerbitkan buku Who Really Runs Congress?, yang menceritakan betapa kuatnya para pemilik modal mempengaruhi dan membiayai lobi-lobi Kongres. Diperkuat oleh The Powergame (1986) karya Hedrick Smith yang menegaskan bahwa unsur terpenting dalam kehidupan politik Amerika adalah: (1) uang, (2) duit, dan (3) fulus. Sehingga benarlah apa yang diteriakkan Huey Newton, pemimpin Black Panther pada tahun 1960-an: "Power to the people, for those who can afford it." (kekuasaan diperuntukkan bagi siapa saja yang mampu membayar untuk itu). [19].&lt;br /&gt;Sejak terbentuknya negara federasi pada tahun 1776, Amerika memerlukan waktu 11 tahun untuk menyusun konstitusi, 89 tahun untuk menghapus perbudakan, 144 tahun untuk memberi hak pilih pada kaum wanita, dan 188 tahun untuk menyusun draf konstitusi yang "melindungi" seluruh warganegara.[20] Dengan masa lalu yang demikian kelam dan masa kini yang demikian jorok, Amerika dengan arogan mencoba memberi kuliah tentang demokrasi kepada negara-negara berkembang yang mayoritas negeri-negeri Islam.&lt;br /&gt;Kampanye demokrasi dan hak asasi manusia yang dilakukan Amerika ke seluruh dunia mempunyai dua tujuan: (1) untuk melindungi keamanan Amerika, dan (2) meningkatkan kesejahteraan Amerika. Dan promosi hak asasi manusia serta demokrasi tersebut telah ditetapkan sebagai salahsatu tujuan fundamental dari kebijakan luar negeri Amerika. [21]&lt;br /&gt;Negara adidaya tersebut mempunyai kepentingan untuk membuka pasar global seluas-luasnya sehingga perusahaan Amerika dapat masuk dan menguasai pasar di negara setempat. Untuk mencapai hal itu, dibutuhkan suatu rezim yang lemah, yang dapat ditekan oleh para pemilik modal atau badan-badan keuangan internasional. Rezim yang lemah ini diharapkan dapat bekerjasama secara lebih kooperatif dengan para investor Amerika dalam sektor perdagangan, dan tentunya mudah tunduk pada tekanan politik Amerika dalam sektor diplomatik. [22]&lt;br /&gt;Untuk menciptakan para penguasa yang lemah di tiap-tiap negara, dikembangkan konsep civil society (masyarakat sipil) yang mengebiri peran negara menjadi seminimal mungkin. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) didorong untuk menjadi "pemerintah-pemerintah kecil" sehingga masyarakat dapat mengurus dirinya sendiri. Melalui skema Regional Democracy Funds, tahun 1999 ini Amerika telah mengajukan proyeksi dana bagi LSM-LSM sebesar US$ 39,75 juta dengan perincian US$ 15 juta untuk Afrika, US$ 5 juta untuk Asia Timur dan Pasifik, US$ 2,75 juta untuk Asia Selatan, dan US$ 13 juta untuk Amerika Latin serta Karibia. Khusus untuk ASEAN, tahun lalu telah dikucurkan dana US$ 500.000 untuk membangun jaringan LSM-LSM di wilayah tersebut. [23]&lt;br /&gt;Di Indonesia, pemerintah Amerika memberi bantuan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), suatu badan semi-independen, untuk "mengekspos segala tindak kekerasan sipil dan militer". Atas bantuan Amerika pula, Komnas HAM membuka kantor cabang di Timor Timur dan mengadakan program pelatihan mengenai hak asasi manusia. Bantuan serupa diberikan pula kepada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). [24]&lt;br /&gt;Untuk membentuk opini dunia, Amerika melalui Departemen Luar Negeri setiap tahun secara rutin mengelurkan laporan tahunan mengenai pelaksanaan HAM di setiap negara--tentunya dengan menggunakan standar Amerika yang diklaim sebagai "standar universal". Beberapa negara yang dianggap belum mengembangkan demokrasi sesuai dengan keinginan Amerika, dimasukkan dalam golongan negara-negara kunci (key countries). Untuk tahun 1998, negara-negara yang digolongkan key countries adalah Cina, Tibet dan Xinjiang, Kuba, Serbia, Sierra Leone, Nigeria, dan Indonesia. Khusus untuk Indonesia, Menteri Luar Negeri AS, Madeleine Albright, menyebutnya sebagai "sebuah transisi yang mendapat prioritas." [25]&lt;br /&gt;Tak hanya pihak pemerintah, lembaga-lembaga swasta pun turut andil dalam penyebaran opini global tentang nilai-nilai demokrasi universal. Freedom House telah mengeluarkan laporan tentang indeks kebebasan negara-negara di dunia, yang terdiri dari beberapa parameter: kebebasan berbicara, kebebasan berserikat, kebebasan pers, persamaan di depan hukum, dan partisipasi aktif dalam politik berupa kebebasan memilih dan kompetisi antar partai politik. Atas dasar parameter-parameter tersebut, Freedom House membuat rating indeks kebebasan antara 1 sampai 7--makin besar rating berarti makin tidak bebas. Untuk tahun 1997/1998, hanya 8,7% dari 48 negeri-negeri Islam digolongkan demokratis, 30% tergolong semi-demokratis, dan sebagian besar (60,9%) digolongkan sebagai negara otoriter. "Fakta" ini dihadapkan pada kondisi negara-negara non-muslim yang 23,3% otoriter, 30,1% semi-demokratis, dan 46,6% demokratis. [26]&lt;br /&gt;Sudah terlalu jelas fakta yang dapat disodorkan bahwa Amerika menggunakan demokrasi sebagai alat untuk menekan negara-negara berkembang (terutama negeri-negeri Islam) agar tunduk pada keinginannya. Tidak pernah ada itikad baik Amerika untuk mendorong kesejahteraan negara-negara yang dijadikan sasaran promosi demokrasi dan hak asasi manusia. Walaupun negara tersebut "tidak demokratis"--menurut pandangan Amerika--asalkan mau tunduk pada kemauan Amerika, maka negara tersebut tidak akan diusik sedikitpun. Inilah yang dilakukan Amerika pada negara-negara Timur Tengah yang penguasanya telah berkhidmat 150% kepada Amerika.&lt;br /&gt;Amerika (dan negara-negara Barat) mempunyai kepentingan politik dan ekonomi untuk menjaga kelangsungan hidup rezim-rezim penguasa Timur Tengah. Jika demokratisasi diartikan sebagai tampilnya kekuatan oposisi (yang didominasi oleh gerakan Islam "fundamentalis") sebagaimana terjadi di Kuwait, Aljazair, Yordania, dan Yaman, maka Barat akan menghambat proses demokratisasi itu.[27][27] Kontinuitas suplai minyak dan keberadaan pangkalan militer Barat adalah sesuatu yang jauh lebih berharga ketimbang demokratisasi.&lt;br /&gt;Demokrasi tidak pernah dan tidak akan terwujud dalam aspek kehidupan praktis. Demokrasi hanyalah alat penekan dan dominasi Amerika (termasuk Barat) kepada negeri-negeri Islam untuk tunduk pada kepentingan mereka. Jika Prof. Ahmad Syafii Ma'arif menyebut penjajahan sebagai sampah peradaban, maka demikian pulalah julukan yang tepat untuk demokrasi. Wallahu a'lam. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-8842946110864657359?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/8842946110864657359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=8842946110864657359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8842946110864657359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8842946110864657359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/demokrasi-gambaran-sebuah-peradaban.html' title='Demokrasi: Gambaran Sebuah Peradaban Sampah'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-8102701352109910248</id><published>2007-12-04T09:47:00.000Z</published><updated>2007-12-04T09:55:09.886Z</updated><title type='text'>Renungan dan Doa Akhir dan Awal Tahun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Semoga bermanfaat di akhir tahun ini.. sekelumit renungan dari H. Abdullah Gymnastiar (Aa' Gym) dari Album The Fikr...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.&lt;br /&gt;Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,&lt;br /&gt;Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,&lt;br /&gt;sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya,&lt;br /&gt;Demi Allah, sesungguhnya semakin dekat ujung kehidupan kita,&lt;br /&gt;Hisab semakin nyata, dan sesungguhnya Hisab Allah amatlah berat,&lt;br /&gt;Saudaraku, Janganlah sia siakan nafas kita, jangan sia siakan waktu kita,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Hanya Allahlah tujuan kita...&lt;br /&gt;Perjalanan hidup manusia, menempuh alam dunia&lt;br /&gt;menghabiskan waktu, yang tiada lama&lt;br /&gt;Usia bertambah makin senja, tiada terasa tak tersadar&lt;br /&gt;Semakin dekatlah kematian, akan menjelang tiba&lt;br /&gt;Sadarilah, usia amanah dari Ilahi&lt;br /&gt;Sadarilah, ia pasti kan dimintai&lt;br /&gt;Pertanggung jawabannya pada Ilahi&lt;br /&gt;Sadarilah, jalani hidup ini penuh makna&lt;br /&gt;Sadarilah, pastikan ia berarti diakhirat yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOA AKHIR TAHUN....&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmaanirraahiim, wa shollalloohu'alaa sayyididinaa muhammaadin wa'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama, Alloohumma maa'amiltu fii hadzihis sanati mimmaa nahaitanii'anhu falam atub minhu wa lam tardhohu wa lam tansahu wa hamiltu 'alayya ba'da qudrotika 'uquubati wa da'autanii ilattaubati minhu ba'da jiroo-atii 'alaa ma'shiyatika fa-innii astaghfiruka faghfirlii bifadhlika wa maa'amiltuhu fiiha mimma tardhoohu wa wa'adtanii 'alaihits tsawaba wa as-aluka. Alloohumma yaa kariimu yaadzal jalaali wal ikroomi antaqobbalahu minnii walaa taqtho' rojaa-i minka yaa kiriimu wa shollalloohu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau. Wahai Tuhanku, apa yang hamba perbuat sepanjang tahun ini berupa perbuatan perbuatan yang Paduka larang hamba melakukannya, sedangka hamba belum bertaubat dari padanya dan Paduka tidak meridhainya dan tidak melupakannya, dan Padukapun telah menyayangi hamba setelah Padukapun kuasa untuk menyiksa hamba, kemudian Paduka menyeru hamba untuk bertaubat setelah hamba bermaksiat kepada Paduka. Karena itu, hamba mohon ampunan dari Paduka, maka ampunilah hamba dengan Anugerah-Mu.&lt;br /&gt;Dan apa yang telah hamba kerjakan ditahun ini adalah berupa perbuatan yang Paduka ridhai dan Paduka janjikan pahala atasnya, Hamba mohon pada-Mu wahai Tuhanku, Dzat Yang Maha Mulia, yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, agar Paduka terima amalan hamba dan jangan hendaknya Paduka putuskan harapan hamba dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DO'A AWAL TAHUN....&lt;br /&gt;Bismillaahirohmaanirrohiim. wa shollalloohu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama. Allohumma antal abadiyyul qodiimul awwalu wa 'alaa fadhlikal 'adliimi wujuudikal mu'awwali wahaadza'aamunjadiidun qod aqbala nas-alukal 'ishmata fiihi minasysyaithooni wa auli yaa-ihi wa junuudihi wal 'auni 'alaa haadzihil ammaaroti bissuu-i wal istighooli bimaa yuqorribunii ilaika zulfa yaa dzal jallali wal ikroom. wa shollalloohu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.&lt;br /&gt;Wahai Tuhanku, Paduka adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal. Hanya denga anugrah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun baru. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari Syetan, kekasihnya dan balatentaranya, dan kami memohon pertolongan-Mu atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami memohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau."&lt;br /&gt;Amiin ya robbal 'alamiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohua'laam bishshowab...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-8102701352109910248?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/8102701352109910248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=8102701352109910248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8102701352109910248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/8102701352109910248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/renungan-dan-doa-akhir-dan-awal-tahun.html' title='Renungan dan Doa Akhir dan Awal Tahun'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-6862436138814547456</id><published>2007-12-02T03:01:00.002Z</published><updated>2007-12-02T03:12:13.337Z</updated><title type='text'>RATING ACARA TV, DAPATKAH DIANGGAP REFLEKSI SELERA TONTONAN MASYARAKAT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pendahuluan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia, maka pertumbuhan industri pertelevisian bisa dianggap yang paling dinamis, jika dilihat dari jumlah stasiun televisi swasta yang mengudara sekarang. Tercatat sampai sekarang ada 12 stasiun televisi swasta besar selain TVRI, yaitu SCTV, RCTI, TPI, Indosiar, ANTV, Metro TV, Trans TV, Lativi, TV7, Global TV dan JakTV. Banyaknya pemain di Industri pertelevisian ini telah menjadikannya sebagai bisnis persaingan sempurna. Masing-masing pemain berlomba-lomba menarik minat pemirsa dan terkesan mengudara tanpa kendali. Sebagian besar stasiun televisi hanya memikirkan kepentingan mereka semata, yaitu bagaimana mencetak laba. Namun, mereka tidak mempedulikan dampak buruk akibat perilaku mereka yang semena-mena. Disamping motif para kapitalis tersebut, pada kenyataannya sebagian besar pendirian stasiun-stasiun televisi swasta tersebut ternyata juga tidak didukung infrastruktur yang memadai berupa sumber daya manusia yang betul-betul menguasai tata penyiaran yang baik, yang dapat mendidik dan mencerdaskan masyarakat. Boleh dibilang, industri televisi di tanah air dibangun dengan berbagai ketidaksiapan.Maka, stasiun televisi tumbuh tanpa visi, juga tanpa nalar yang tepat. Secara sempit ia sekedar diarahkan sebagai mesin pencetak uang. Dalam situasi serba tidak siap inilah televisi-televisi swasta menciptakan, dan menyebarkan sebuah budaya tunggal yang dominan dan meminggirkan budaya nusantara yang Bhineka Tunggal Ika. Sebelas stasiun televisi Jakarta mencekoki mata dan telinga penduduk Indonesia yang heterogen dengan tayangan-tayangan Jakarta sentris yang hedonis. Mulai berita, warta hiburan, sinetron, permainan, komedi, musik, dan panggung hiburan, semua mencerminkan masyarakat kota dengan gaya hidup mereka, sangat miskin unsur pendidikan, dan cenderung berdampak negatif bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Celakanya, acara-acara tersebut cenderung dipertahankan oleh hampir semua stasiun televisi swasta dengan alasan merupakan acara-acara yang digemari masyarakat, yang dibuktikan dengan rating yang tinggi untuk acara-acara tersebut. Sehingga, dengan tujuan mengejar laba yang sebesar-besarnya, bagi sebagian besar stasiun televisi swasta, rating adalah senjata andalan yang dapat menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya bagi mereka.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, betulkah rating acara TV yang tinggi menggambarkan selera tontonan masyarakat kita? Kemudian dari sudut pandang Perusahaan swasta pemasang iklan di Televisi, apakah tingginya angka rating sebuah acara televisi dapat dijadikan alasan untuk memasang iklan pada acara tersebut? Dalam makalah ini penulis mencoba untuk mengkritisi masalah ini lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Teknik Rating TV&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan survai rating televisi di Indonesia dirintis oleh Survai Research Indonesia (SRI) semenjak 1990. Pada tahun 1994 &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/ACNielsen"&gt;AC Nielsen&lt;/a&gt; — perusahaan riset pemasaran terkemuka asal Amerika Serikat — mengakuisisi SRI, sehingga namanya berubah menjadi AC Nielsen-SRI. Selanjutnya beberapa kali perusahaan ini berganti nama. Pertama, AC Nielsen Media International, kemudian Nielsen Media Research. Terakhir pada tahun 2004 ia menjadi AGB Nielsen Media Research.&lt;br /&gt;Lembaga riset ini melakukan survei kepermirsaan terhadap 1.645 pesawat TV atau 7.115 responden dari 35,8 juta populasi yang mendiami sepuluh kota besar, yaitu Jakarta dan sekitarnya (Bogor, Tangerang, Bekasi), Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya (dan Gerbangkertasila), Denpasar, Makasar, Medan, Palembang, dan Banjarmasin.&lt;br /&gt;Responden dibagi menjadi 7 kategori status sosial ekonomi. Penyebaran sampel tidak sama di setiap kota, yaitu Jakarta 55 persen, Surabaya 20 persen, Bandung 5 persen, Yogyakarta 5 persen, Medan 4 persen, Semarang 3 persen, Palembang 3 persen, Makassar 2 persen, Denpasar 2 persen, dan Banjarmasin 1 persen. Angka ini proporsional berdasarkan populasi kepemilikan televsisi di tiap-tiap kota itu. Kepemilikan televisi di Jakarta, misalnya, 55 persen terhadap total 10 kota, maka jumlah sampelnya 55 persen.&lt;br /&gt;Batasan populasi adalah semua penduduk kota yang terdaftar dalam Kartu Keluarga, berusia berusia lima tahun atau lebih, dan tinggal di rumah tangga yang memiliki pesawat televisi dengan keadaan baik. Kemudian, sampel ditentukan berdasarkan teknik acak berjenjang (stratified random).&lt;br /&gt;Di televisi responden dipasang peoplemeter. Peoplemeter adalah alat yang mampu mengukur jumlah penonton — paling tidak selama satu menit, atau minimum 17 detik — pada sebuah acara. Alat ini mampu melacak pilihan frekuensi televisi sampai 999 saluran dan mendeteksi frekuensi, modulasi gambar, dan modulasi audio-video.&lt;br /&gt;Pada peoplemeter tersambung sebuah gagang (handset) yang terprogram untuk mencatat jati diri setiap anggota keluarga. Bila hendak menonton, sebagai contoh, mereka menekan salah satu tombol pada gagang itu terlebih dahulu. Secara otomatis alat itu mengumpulkan data tentang acara apa saja yang dipirsa setiap anggota keluarga dalam hitungan menit. Jadi, responden tidak perlu lagi mengisi kuesioner semenjak memulai menonton televisi sampai selesai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kelemahan Rating&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dari penjelasan diatas terlihat bahwa memang teknik survey rating Nielsen memiliki validitas internal yang baik, yaitu menggunakan alat ukur canggih yang mampu mengurangi kesalahan masukan data sekecil-kecilnya. Akan tetapi, validitas eksternalnya terlalu lemah untuk sampai bisa mengatakan bahwa hasil rating ini mewakili gambaran umum se-Indonesia karena memiliki beberapa kelemahan, antara lain adalah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1. Sampel responden yang tidak refresentatif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Direktur Penelitian A. C. Nielsen, Irawati, terungkap bahwa pihaknya sama sekali tidak berpretensi membuat sebuah generalisasi bahwa keluaran rating menunjukkan kecenderungan perilaku menonton masyarakat secara nasional. Sebab, katanya, pengambilan sampel hanya dilakukan di sepuluh kota di tanah air: Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makasar, Palembang, Denpasar, Yogyakarta, dan Banjarmasin. Pengambilan sampel rating itu ternyata juga tidak menjangkau desa-desa yang dihuni delapan puluh persen rakyat Indonesia. Kesepuluh kota itu dipilih sebagai sampel untuk memenuhi kebutuhan pengiklan dan produsen karena sebagian besar barang dan jasa beredar di kota-kota itu. Jadi, di sini jelas bahwa awak televisi tidak bersikap kritis terhadap metodologi rating A.C Nielsen. Boleh dibilang, mereka berusaha memenuhi selera penduduk sembilan kota yang minoritas, tapi justru mengorbankan mayoritas penduduk Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2. Rating menekan bahkan membunuh kreativitas insan pertelevisian&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Sistem rating yang selalu digunakan sebagai satu-satunya parameter keberhasilan suatu acara televisi telah mendorong terjadinya penyeragaman dan penjiplakan acara. Penjiplakan itu dilakukan terhadap program acara yang sukses memperoleh rating tinggi. Hal tersebut malah cenderung mendorong munculnya siaran-siaran yang mengabaikan nilai dan berpotensi membodohi pemirsa.&lt;br /&gt;Para pekerja kreatif di belakangnya, umpamanya, menjadi `tukang ketik' yang menulis tanpa perenungan ataupun pendalaman. Mereka sekedar memenuhi tuntutan produksi akan apa yang dipercaya dapat mengejar rating. Sebuah acara yang berating tinggi di sebuah stasiun televisi pasti akan ramai-ramai ditiru habis-habisan oleh stasiun-stasiun televisi yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3. Rating TV menjadikan pilihan tontonan acara menjadi terbatas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih terkait dengan kelemahan sebelumnya, maka dengan adanya peniruan stasiun televisi lain atas sebuah acara televisi yang memiliki rating tinggi, pada akhirnya menjadikan pilihan tontonan acara menjadi terbatas. Setiap kita memindah channel, maka yang akan didapati adalah bobot acara yang kurang lebih sama. Disinilah sesungguhnya awak televisi telah salah menafsirkan rating dengan menempatkannya sebagai ukuran. Padahal rating bukan kualitas dan hanya melihat jumlah penonton tanpa mempedulikan kesukaan (preferensi). Dengan kata lain, pemuja rating menafikan kemungkinan penonton menonton sebuah acara televisi karena itu kebiasaannya ataupun lantaran pilihan mereka yang pada dasarnya terbatas. Faktor inilah yang bisa menyebabkan rating menjadi tinggi dan mengelabui pemasang iklan maupun awak televisi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4. Survey rating dilakukan oleh lembaga monopoli tanpa adanya pembanding&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Di Indonesia, survey rating dilakukan secara monopoli oleh AC. Nielsen. Monopoli dari biro rating tersebut bukannya membawa perubahan yang positif untuk dunia pertelevisian di Indonesia. Hasil rating yang mereka keluarkan dalam mingguan bahkan harian tersebut justru mengarahkan dunia pertelevisian kita ke arah siapa yang punya modal dia yang menang (kapitalisme). Bukannya membuat dunia pertelevisian sebagai pionir perkembangan kreatifitas, imajinasi, dan perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;5. Tidak ada audit atas hasil survey&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain menjadi pemain tunggal, hasil survey AC Nielsen ternyata juga tidak pernah diaudit oleh lembaga lain yang independen. Sehingga tidak salah kalau akhirnya banyak pihak yang mempertanyakan kebenaran hasil rating yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut. Effendy Ghozali yang memandu acara parody politik “Republik Mimpi – Metro TV”, misalnya mempertanyakan hasil rating acaranya yang rendah dan katanya hanya ditonton oleh kebanyakan orang yang berusia diatas 65 tahun. Kecurigaan-kecurigaan pun bermunculan, misalnya bukan tidak mungkin ada permainan antara lembaga survey tersebut dengan stasiun TV untuk memainkan angka rating acara TV mereka. Walhasil, belum adanya audit atas hasil rating TV menjadikan banyak pihak belum puas dan percaya sepenuhnya terhadap hasil rating yang dilakukan AC Nielsen. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rating acara TV yang tinggi, apakah menggambarkan selera masyarakat terhadap tontonan acara Televisi?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas, terlebih dahulu perlu dilihat beberapa pertimbangan berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, kalau dilihat metode survey yang dilakukan oleh AC Nielsen, maka harus diakui bahwa metode ini memiliki kelemahan yaitu dengan pengambilan sampel yang terbatas, yaitu hanya dilakukan di sepuluh kota metropolitan ataupun besar di Indonesia, dan tidak menyentuh sampai ke pelosok pedesaan. Sehingga adalah keliru setelah membaca hasil rating AC Nielsen lalu kemudian mengatakan bahwa hasil rating tersebut menunjukkan pola tontonan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, keakuratan hasil survey rating TV oleh AC Nielsen juga perlu dipertanyakan, karena alat peoplemeter yang dipasang pada televisi responden akan menganggap sebuah acara ditonton kalau ditonton selama 17 detik saja. Disini tidak ada kejelasan mengenai menonton TV dengan seksama atau cuma sekedar memilih channel TV yang diinginkan. Disamping itu, tidak adanya audit atas hasil rating menjadikan angka rating yang dikeluarkan terkesan tertutup bahkan menimbulkan kecurigaan adanya permainan antara AC Nielsen dengan stasiun TV, terbukti dengan adanya acara-acara berkualitas yang diyakini banyak penontonnya akan tetapi justru rendah angka ratingnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga, adanya pemeringkatan rating justru menjadikan minimnya kreatifitas sebagian besar stasiun televisi swasta, sehingga ketika ada acara sebuah stasiun swasta memiliki rating tinggi meskipun tidak berkualitas dan tidak edukatif, maka stasiun TV yang lain akan latah mencoteknya. Hal ini menjadikan pilihan pemirsa TV menjadi terbatas. Oleh karena itu boleh jadi rating acara TV yang tinggi tidak sepenuhnya menggambarkan kesukaan atau selera masyarakat, akan tetapi justru karena pilihan acara TV yang terbatas. Analoginya persis seperti orang yang kelaparan dan sebenarnya mau makan nasi, akan tetapi karena nasi tidak ada dan yang ada hanya roti, maka daripada tidak makan dan kelaparan, maka rotipun jadi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan melihat pertimbangan-pertimbangan diatas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Hendaknya kita tidak gegabah dalam membaca hasil rating, karena tidak sepenuhnya refresentatif mewakili seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hasil rating tersebut harus dibaca sebagai minat atau selera tontonan acara TV masyarakat yang ada di sepuluh kota metropolitan atau besar di Indonesia saja, dan juga tidak menyentuh sampai ke pelosok pedesaan yang padahal notabene 80 persen dari seluruh masyarakat Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Hasil survey tersebut juga tidak dapat dianggap akurat sepenuhnya, karena menganggap sebuah acara telah ditonton apabila ditonton minimal selama 17 detik saja, dan juga tidak pernah ada audit atas hasil suvey yang dikeluarkan oleh AC Nielsen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Tingginya rating sebuah acara TV tidak lantas menunjukkan minat atau selera tontonan masyarakat kita, dikarenakan kurangnya kreatifitas sebagian besar stasiun TV yang lebih suka mencontek ketimbang tampil beda dengan yang lainnya. Pada akhirnya, tingginya rating untuk sebuah acara TV boleh jadi bukan dikarenakan acara tersebut disukai akan tetapi lebih dikarenakan pilihan menu acara yang terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Karena banyaknya kelemahan hasil survey rating TV yang dikeluarkan oleh AC Nielsen, maka untuk dapat menggali dan mengetahui selera tontonan acara TV masyarakat di seluruh Indonesia diperlukan teknik survey lain yang lebih akurat, yang tidak hanya memperhatikan asfek kuantitatif akan tetapi juga kualitatif, misalnya dengan metode wawancara mendalam terhadap masing-masing responden, yang tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, akan tetapi juga di pelosok pedesaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-6862436138814547456?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/6862436138814547456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=6862436138814547456' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6862436138814547456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/6862436138814547456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/12/rating-acara-tv-dapatkah-dianggap.html' title='RATING ACARA TV, DAPATKAH DIANGGAP REFLEKSI SELERA TONTONAN MASYARAKAT'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-5496067930950292488</id><published>2007-11-28T02:27:00.000Z</published><updated>2007-11-29T15:53:38.734Z</updated><title type='text'>Ampuh bin Mujarab</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bo..at....! Bo..at....! eh O..baaat! O..baaat! Itulah kira-kira yang sering keluar dari mulut penjual obat keliling. Biasanya mereka menyajikan obat siap minum ataupun siap untuk dimasak. Mulai dari obat sakit kepala, flu, batuk, nyeri otot sampai obat sakit hati. He..he..he.. Semuanya ada. Mirip lagunya Project-P “aya.. aya toko sagala aya, di dalamnya dijamin komplit kalau melagi aya...”&lt;br /&gt;Ini bukan tentang tukang obat keliling yang biasa kita saksikan. Juga bukan tentang toko sagala aya-nya Project-P. Tapi ini tentang promosi obat yang dijamin ampuh bin mujarab. Semua penyakit yang ada dijamin bisa sembuh. Nggak percaya? Mau tau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan simak!&lt;br /&gt;Obat ini merupakan obat yang spesial dibuat oleh yang membuatnya. Dengan maksud, yang tentunya untuk menyembuhkan segala penyakit manusia juga gejala-gejalanya. Lebih lanjut, obat ini, menurut pembuatnya sendiri lho, mempunya komposisi sebagai berikut: 100% Vikira neislamie, 100% Verasa aneislamie, 100% Pheratur aneislamie, Qholivah phim pinane dan 100% Undange sya riiah. Bahan-bahan ini sengaja disajikan dengan sempurna untuk bukan hanya mengobati, tapi juga untuk menjaga tubuh dari segala penyakit. Itu pasti!&lt;br /&gt;Penyakit dengan indikasi kepala pusing karena permasalahan umat yang bercabang-cabang, nggak berujung. Atau kurang darah karena penghisapan drakula kafir imperialis atas negeri-negeri Islam. Juga pikiran kacau karena terinfeksi virus pemahaman-pemahaman kufur. Atau jantung berdebar-debar menyaksikan kehormatan dan nyawa kaum Muslimin direnggut kaum kafirin dengan keji. Dan rasa gelisah yang berkepanjangan saat menyaksikan kemungkaran individu dan sistem yang terus menerus berkembang tanpa henti. Obat ini sangat cocok untuk itu. Untuk mengobati semua penyakit di atas.&lt;br /&gt;Akan tetapi, karena obat ini begitu spesial dan langka, maka akan sangat terlihat kontradiksi yang sangat hebat bila diberikan kepada penderita kronis marxis or sosialis, atau complikasi cyntadunia-wedymathie juga pengidap cacar capitalism-seculerism. Obat ini juga bisa mendatangkan efek samping yang tidak kalah hebatnya. Namun justru itu akan menambah keampuhannya. Diantaranya saja, dibenci para Munafikin serta dimusuhi Alkafirun. Untuk itu, agar obat ini terlihat keampuhnya, harus diminum sekaligus selama 24 jam sehari. Alias setiap saat. Bila tidak, jangan harap penyakit dalam tubuh akan sembuh. Dan kami tidak bisa menjami kalau terjadi apa-apa pada tubuh Anda.&lt;br /&gt;Selain memberi kesembuhan, obat ini memiliki keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki oleh obat-obat lain yang ada di muka bumi ini. Keistimewaan obat ini, kami bisa jamin, akan membuat hati menjadi tentram. Karena dia sesuai dengan fitrah manusia dan memuaskan akal. Selain itu, obat ini juga mampu memberikan kebahagiaan dunia-akhirat serta menjamin penggunanya masuk surga. Inysa Allah.&lt;br /&gt;Bukan sulap, bukan juga sihir. Ini asli, bukan echo. Obat ini pernah digunakan dengan begitu gemilang selama lebih dari 13 abad. Kurun waktu yang tidak pernah ada obat lain yang mampu menandinginya. Selain itu, obat ini juga memberi jaminan 100% ampuh. Karena Sang Pembuatnya telah menjanjikan itu. Dan JanjiNya adalah pasti. Nah, jangan tunda-tunda lagi. Segera minum. Tapi, hati-hati, obat ini berbahaya bila dikonsumsi tanpa petunjuk. Apalagi kalau dicampur dengan obat atau solusi lain. Bisa berakibat fatal pada tubuh. Nah lho! Tunggu apa lagi? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-5496067930950292488?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/5496067930950292488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=5496067930950292488' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5496067930950292488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5496067930950292488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/ampuh-bin-mujarab.html' title='Ampuh bin Mujarab'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-3565934800629447654</id><published>2007-11-27T11:32:00.002Z</published><updated>2007-11-29T16:00:22.872Z</updated><title type='text'>Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.&lt;br /&gt;Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.&lt;br /&gt;Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.&lt;br /&gt;"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."&lt;br /&gt;Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."&lt;br /&gt;Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."&lt;br /&gt;Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."&lt;br /&gt;Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."&lt;br /&gt;Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-3565934800629447654?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/3565934800629447654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=3565934800629447654' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3565934800629447654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/3565934800629447654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/kekayaan-kesuksesan-dan-kasih-sayang.html' title='Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-5946480618952389423</id><published>2007-11-27T11:32:00.001Z</published><updated>2007-11-29T16:03:09.542Z</updated><title type='text'>Kapitalisme Ideologi Kufur dan Rusak</title><content type='html'>Kapitalisme adalah ideologi atau sistem yang lahir dari doktrin sekuler yang diambil oleh orang-orang Eropa sesudah keluarnya gereja dari dunia politik. Satu konsep fundamental dari faham sekularisme adalah menjamin setiap manusia akan kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan kepemilikan dan kebebasan perilaku.&lt;br /&gt;Dari prinsip kebebasan kepemilikan inilah lahir sistem ekonomi kapitalis. Demokrasi, atau konsep kedaulatan rakyat, sebagai sistem politik merupakan cabang dari aqidah sekuler, tetapi sistem politik ini tidak menonjol dibandingkan dengan sistem ekonomi dalam negara sekuler. Meskipun dalam teori demokrasi, hak membuat undang-undang diserahkan kepada rakyat, namun siapapun yang memiliki kekuatan ekonomilah yang sebenarnya memegang kekuasaan (politik).&lt;br /&gt;Sistem Kapitalis yang dipraktekan pemerintah Barat, membuat politik Barat hampir sepenuhnya digerakkan oleh faktor ekonomi. Dari pemikiran ekonomi Kapitalis lahirlah konsep mengejar keuntungan dan bunga yang maksimal bagi individu dan masyarakat. Demikianlah konsep yang menggerakkan sistem politik Barat termasuk pula dalam politik luar negerinya.&lt;br /&gt;Demokrasi tidak hanya diklaim oleh aqidah sekuler, Komunisme juga mengklaimnya sebagai bagian dari sistem mereka dengan pemerintahan dari rakyat. Walhasil, dengan cermat kita bisa mengatakan sistem yang berasal dari Barat ini adalah Kapitalisme dengan faham sekuler sebagai dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Kapitalisme&lt;br /&gt;Presiden Bush senior dalam pidato kenegaraanya pada tahun 1991 menginginkan tegaknya tatanan dunia baru dengan Amerika sebagai pemimpinya, dan Amerika berusaha mengikat dunia dengan ide tersebut.&lt;br /&gt;Setelah itu, Komunisme mengalami keruntuhan, dan Kapitalisme telah memenangkan pertarungan ideologis, dan ini membuat Amerika sebagai satu-satunya negara adidaya.&lt;br /&gt;Dalam waktu yang sama, orang Islam yang telah terbaratkan – melalui pendidikan – dicuci otaknya agar mereka meyakini bahwa dengan kebangkitan Kapitalisme, Eropa telah meninggalkan tekanan, stagnasi, dan kegelapan hukum Kristen menuju cahaya kebangkitan dan revolusi industri, dan ide ini pula yang akan mengeluarkan dunia Islam dari tirani dan tekanan hukum Islam ke dalam “cahaya kemajuan”.&lt;br /&gt;Hanya sedikit dari anak-anak kaum muslimin yang mengetahui bahaya Kapitalisme Barat yang secara samar disembunyikan. Sebenarnya sifat ideologi Kapitalisme dapat dilihat dari philosufi (ide dasar) yang membuatnya maju dan rumusan yang kami miliki sekarang.&lt;br /&gt;Philosuf Inggris Herbert Spencer telah merumuskan sebuah konsep yang dia sebut survival fittest (seleksi alam: kata yang Darwin gunakan untuk menjelaskan evolusi makhluk hidup). Spencer yakin bahwa konsep yang dikemukakannya itu telah menjadi sesuatu yang wajib dalam prinsip ekonomi sehingga dapat membawa yang lemah kepada kehancuran. Inilah fakta yang menjadi rahasia kekuatan Kapitalisme dalam melenyapkan yang lemah.&lt;br /&gt;Dia yakin bahwa prinsip ekonomi (dalam Kapitalisme) ini akan memperbanyak manusia yang melakukan suatu kegiatan ekonomi yang lebih kejam. Dalam pandangan Spencer, semua perbaikan kesejahteraan masyarakat (dalam konteks Kapitalisme) hanya akan memperpanjang dan memperluas egony manusia dengan peningkatan jumlah penduduk yang akhirnya mati kelaparan.&lt;br /&gt;Pemikiran yang ditunjukkan Kapitalisme sebagai sebuah ideologi didasari oleh eksploitasi, kompetisi dan kezhaliman. Pandangan yang berdasarkan pada siapa yang kuat diantara pemikir Kapitalisme Barat adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527 M) dengan falsafahnya “kekuatan adalah kebenaran.”&lt;br /&gt;Begitu gemerlapnya peradaban Barat sehingga di atas permukaannya tidak nampak masalah, tetapi peradaban Barat sebenarnya mengalami pergolakan besar di dalam dirinya dengan meledaknya angka kejahatan, penyimpangan sosial yang tak dapat dikendalikan, degradasi moral, eksplotasi ekonomi, kemunafikan politik, dll.&lt;br /&gt;Negara-negara yang menganut Kapitalisme telah mengekploitasi secara kejam dan melakukan penjajahan sehingga menciptakan suatu kondisi terhadap dunia ketiga yang tenggelam dalam perbudakan ekonomi Barat. Hal demikian merupakan sebuah catatan yang menyedihkan dan merupakan suatu fakta: Kapitalisme mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;Karena Kapitalisme membuat segala hal bisa dimiliki individu, sehingga manusia berada dalam kekeliruannya dengan memperebutkan sumber-sumber dunia dengan cara (kebiasaan) yang serupa dengan binatang di hutan (maksudnya hukum rimba).&lt;br /&gt;Doktirn Kapitalis seia-sekata dengan “siapa saja dapat memperoleh kepemilikan apa saja, seperti barang-barang mewah dan sumber daya alam”. Konsep kebebasan berusaha, atau kebebasan individu dalam memperoleh kepemilikan apa saja dengan cara apapun, muncul dari pemikiran ini, dan Kapitalisme memuja-muja konsep ini, sebagai formula rahasia di balik kesuksesan sistem ekonominya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-5946480618952389423?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/5946480618952389423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=5946480618952389423' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5946480618952389423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5946480618952389423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/kapitalisme-ideologi-kufur-dan-rusak.html' title='Kapitalisme Ideologi Kufur dan Rusak'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-2173203116645987870</id><published>2007-11-25T15:47:00.000Z</published><updated>2007-11-25T15:47:28.422Z</updated><title type='text'>mahyuni weblog: Lg di duta mall</title><content type='html'>&lt;a href="http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/lg-di-duta-mall.html"&gt;mahyuni weblog: Lg di duta mall&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-2173203116645987870?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/lg-di-duta-mall.html' title='mahyuni weblog: Lg di duta mall'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/2173203116645987870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=2173203116645987870' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/2173203116645987870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/2173203116645987870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/mahyuni-weblog-lg-di-duta-mall.html' title='mahyuni weblog: Lg di duta mall'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-5830904019517086409</id><published>2007-11-23T22:51:00.001Z</published><updated>2007-11-23T22:51:59.031Z</updated><title type='text'>Fotoku</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/R0dZjYojmPI/AAAAAAAAABw/T7TsLzMkKBA/s1600-h/image-upload-151-716843.jpe"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/R0dZjYojmPI/AAAAAAAAABw/T7TsLzMkKBA/s320/image-upload-151-716843.jpe"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Fotoku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-5830904019517086409?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/5830904019517086409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=5830904019517086409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5830904019517086409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5830904019517086409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/fotoku.html' title='Fotoku'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/R0dZjYojmPI/AAAAAAAAABw/T7TsLzMkKBA/s72-c/image-upload-151-716843.jpe' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-5850019681540355518</id><published>2007-11-17T04:16:00.000Z</published><updated>2007-11-17T04:19:07.542Z</updated><title type='text'>DILEMA PEMBERANTASAN PEMBAJAKAN SOFTWARE DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;“Indonesia adalah surga para pembajak”. Demikian judul tulisan berita pada salah satu media di negeri ini beberapa bulan lalu. Hal ini tidak berlebihan, mengingat untuk tingkat pembajakan software, negeri ini mempunyai ‘prestasi’ tersendiri. Berdasarkan data studi IDC yang disponsori Business Software Alliance (BSA), untuk tahun 2005, Indonesia menempati peringkat tiga besar negara pembajak software tertinggi setelah Vietnam dan Zimbabwe yang masing-masing 90 persen. Peringkat tersebut untungnya turun pada tahun 2006 menjadi posisi 8 dalam pembajakan piranti lunak di dunia. Berdasarkan studi tersebut, tingkat pembajakan software di Indonesia pada akhir tahun 2006 adalah 85%.  Angka itu turun 2 persen dari tahun sebelumnya (akhir 2005) yaitu 87 persen.&lt;br /&gt;Pembajakan software yang cukup tinggi sebenarnya sudah berlangsung lama. Agaknya kebanyakan rakyat di negeri ini lebih senang menggunakan produk bajakan daripada produk originalnya.&lt;br /&gt;Idealnya memang, pembajakan software tersebut harus diberantas. Akan tetapi dengan melihat secara menyeluruh kondisi-kondisi yang melatarbelakanginya maka untuk memberantas pembajakan software di Indonesia sebenarnya tidaklah semudah dan sesederhana yang dibayangkan, sebab kalaupun pembajakan berhasil dibasmi sampai ke titik nol, maka bukan berarti pula tidak ada kerugian dan efek sosial yang harus ditanggung.&lt;br /&gt;Tulisan ini mencoba untuk mengkritisi hal-hal yang melatarbelakangi tingginya tingkat pembajakan software, akibat-akibat yang ditimbulkan, dan solusi arif yang win-win solution untuk memberantas pembajakan software di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema yang dihadapi&lt;br /&gt;Mau tidak mau harus diakui, bahwa ketika dihadapkan pada tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia kita berada pada kondisi yang dilematis.&lt;br /&gt;Di satu sisi kita harus mengakui bahwa pembajakan software adalah perbuatan yang kurang beretika. Dengan menggunakan produk bajakan, maka berarti tidak ada penghargaan sama sekali terhadap hasil karya orang lain. Disini agaknya kita perlu juga sedikit berempati, yaitu bagaimana perasaan kita sendiri kalau hasil karya yang telah kita buat dengan susah payah, akan tetapi kemudian digunakan dengan ‘tanpa permisi’ oleh orang lain. Selain itu, semakin banyak keping CD software bajakan yang digunakan maka semakin banyak pula negara kehilangan kesempatan untuk memperoleh pemasukan pajak dari pembelian software yang original.&lt;br /&gt;Akan tetapi jika kita melihat sisi lain, maka seolah-olah kita dipaksa untuk mentolerir tindakan pembajakan software tersebut, dan menganggapnya sebagai hal yang wajar-wajar saja terjadi di Indonesia mengingat harga software asli yang sangat tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat, sedangkan untuk mendapatkan sebuah software bajakan cukup dengan menyediakan sebuah CD/DVD blank seharga dua atau tiga ribu rupiah saja.&lt;br /&gt;Maraknya peredaran software-software bajakan bukannya tidak mendatangkan manfaat. Tanpa adanya software-software bajakan, maka tentu  tidak akan banyak orang yang ahli dalam pengoperasian software seperti sekarang. Sarjana-sarjana komputer dan informatika boleh jadi sebagian besarnya mahir berbagai macam software berkat adanya software bajakan. Bahkan boleh jadi dengan disadari ataupun tanpa disadari sebenarnya kita pun jadi melek komputer karena software bajakan. Kebanyakan lembaga-lembaga pelatihan komputer, warnet-warnet, bahkan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sebagian besarnya telah dan masih menggunakan software-software bajakan ini. Alasannya sudah barang tentu, karena software-software bajakan ini murah meriah dengan kualitas yang kebanyakannya malah sama persis dengan yang aslinya.&lt;br /&gt;Maka dapat dibayangkan kalau peredaran software-software bajakan tersebut benar-benar diberantas sampai keakar-akarnya dan sampai ke titik nol, maka para pengguna komputer dengan kemampuan ekonomi pas-pasan akan menjerit, karena tidak mampu membeli software original yang harganya selangit.&lt;br /&gt;Tapi harus pula diakui bahwa selain ada manfaatnya, pembajakan software yang tinggi telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Menurut Jeffrey J. Hardee, Vice President and Regional Director, Asia Business Software Alliance mengutip perkiraan IDC, bahwa dengan penurunan pembajakan 10 poin saja akan menghasilkan pertumbuhan industri IT lebih dari 4.2 triliun dolar AS hingga tahun 2009 mendatang. Penurunan pembajakan dari 87 persen hingga 77 persen akan mampu menambah laju perekonomian sebesar 3.4 triliun dolar AS, memberi peluang  3000 lapangan kerja baru, dan meningkatkan penghasilan industri lokal lebih dari 1.5 juta dolar AS.  Keuntungan ini akan sejalan dengan peningkatan pajak sedikitnya 153 dolar juta AS.&lt;br /&gt;Selain itu, apabila pembajakan software dapat diberantas, maka potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pertumbuhan software lokal akan jauh lebih besar daripada nilai ekonomi yang didapat dari pembajakan. Tumbuhnya industri software ini pada gilirannya akan menghasilkan efek domino yang menguntungkan berupa munculnya industri jasa, konsultan, dan pendidikan yang mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab-penyebab tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia&lt;br /&gt;Untuk dapat menentukan langkah-langkah yang tepat dalam memberantas pembajakan software di Indonesia, perlu dilihat terlebih dahulu faktor-faktor penyebab tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.        Rendahnya penegakan hukum atas perlindungan hak kekayaan intelektual&lt;br /&gt;Di Indonesia sebenarnya telah ada regulasi terkait dengan pembajakan software. Pada tahun 2002 misalnya, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Hak Cipta yang baru, yaitu Undang Undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002. Berdasarkan pasal 72 ayat (3) Undang-Undang Hak Cipta tersebut, penggunaan program komputer untuk kepentingan komersial merupakan tindakan pidana yang dapat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00.&lt;br /&gt;Akan tetapi kalau dilihat dari praktek implementasinya, hanya sedikit dari banyak kasus pembajakan yang berakhir dengan vonis di pengadilan. Menurut Marzuki Usman, mantan Menteri Negara Investasi dan Kepala BKPM, bentuk hukuman yang diberikan kepada para pembajak software saat ini belum mampu menimbulkan efek jera. Selain itu, penegakan hukum belum dilakukan merata sehingga belum tercipta iklim persaingan yang setara dalam industri teknologi informasi. Kesadaran para pengguna produk IT untuk menghargai kekayaan intelektual juga bisa dikatakan masih kurang.&lt;br /&gt;Karena rendahnya penegakan hukum atas pembajakan software tersebut, maka Indonesia pernah dimasukkan dalam daftar priority watch list United States Trade Representative (USTR) sehingga sedikit menghambat perdagangan ke AS. Pembajakan yang tinggi juga akan terus mencoreng muka Indonesia di WTO yang bukan tidak mungkin menjatuhkan sanksi ekonomi karena hal ini.&lt;br /&gt;Rendahnya perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual merupakan salah satu penyebab tidak berkembangnya industri software lokal di Indonesia. Dalam hal ini, tidak tercipta iklim di mana para developer termotivasi untuk selalu menciptakan sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.        Rendahnya daya beli masyarakat atas software original&lt;br /&gt;Maraknya pembajakan juga disinyalisasi karena rendahnya daya beli masyarakat terhadap produk IT. Bahkan kalau dibandingkan dengan penyebab-penyebab yang lain, sebenarnya inilah penyebab utama tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia.&lt;br /&gt;Harga software komputer original bagi sebagian besar rakyat di negeri ini masih dianggap gila-gilaan. Sebagai gambaran, harga sebuah CD software system operasi Windows keluaran Microsoft dibandrol dengan harga sekitar Satu Juta Rupiah. Belum lagi harga tambahan yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan paket-paket aplikasi seperti Microsoft Office misalnya, maka kita kembali harus merogoh dompet dengan besaran yang kurang lebih sama dengan harga system operasi Windows tadi.&lt;br /&gt;Sementara pada saat yang sama, CD-CD software bajakan dapat dengan mudah didapatkan baik dengan meminjam, membeli ataupun menyewa dengan harga hanya beberapa ribu rupiah saja. Soal kualitas, jangan ditanya. Sebagian besarnya sama persis dengan software aslinya. Dengan kondisi demikian, sudah dapat dipastikan sebagian besar user dengan kemampuan ekonomi pas-pasan lebih cenderung untuk  memilih menggunakan software bajakan ketimbang software original.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.        Belum populernya penggunaan software open source&lt;br /&gt;Sebenarnya untuk mendapatkan software computer tidak mesti harus mengeluarkan biaya yang mahal. Bahkan tidak sedikit software computer yang sifatnya open source, artinya bisa didapatkan dengan gratis dengan mendownloadnya di website resminya, dan bebas untuk digunakan maupun digandakan tanpa perlu takut dituduh sebagai pembajak. Contohnya misalnya seperti system operasi LINUX yang terkenal itu.&lt;br /&gt;Akan tetapi  software-software yang open source itu sampai sekarang masih kalah populer dengan software-software komersial keluaran Microsoft, Adobe, Macromedia, dan yang lainnya. Sebagian besar user lebih merasa nyaman dan familiar menggunakan software-software komersial tersebut ketimbang menggunakan software-software yang open source. Hal ini karena memang tidak mudah merubah kebiasaan penggunaan dari software ke software yang lain.&lt;br /&gt;Selain itu memang harus diakui kemampuan software-software open source, meskipun tidak semua, masih belum mampu menandingi kemampuan software-software komersial, karena memang software-software open source dikembangkan oleh para programmer-programmer di waktu senggang saja sebagai hobby dan tidak berorientasi profit.&lt;br /&gt;Tambahan lagi masih belum kompatibelnya output file aplikasi yang dibuat dengan program open source dengan program komersial. Misalnya file yang dibuat dengan system operasi LINUX ternyata tidak dapat dibuka pada komputer dengan system operasi Windows.&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut diatas mengakibatkan sebagian besar pengguna komputer masih lebih senang menggunakan program yang komersial walaupun bajakan, ketimbang menggunakan program yang open source meskipun gratis dan legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.        Adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari pembajakan software&lt;br /&gt;Bagi segelintir orang, software-software bajakan justru menjadi lahan bisnis untuk mengeruk keuntungan. Lihat saja berapa banyak pedagang software bajakan yang dengan mudahnya dapat diitemui mulai lapak-lapak hingga mal.&lt;br /&gt;Rasa kemanusiaan terhadap para pedagang kecil inilah yang kadang-kadang terlalu ditoleransi para aparat bahkan bukan tidak mungkin menjadi sumber komoditi baru pemilik lahan atau pungutan liar baik oleh oknum aparat maupun preman. Inilah salah satu bentuk benang kusut upaya pemberantasan pembajakan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.        Pembuatan software tanpa defender pembajakan&lt;br /&gt;Sebenarnya proses pembajakan software juga tidak semudah yang dibayangkan. Ketika sebuah software akan dibajak, maka terlebih dahulu harus dipecahkan sandi penginstalannya, yang dalam bahasa para pembajak disebut dengan istilah ‘crack’. Setelah software tersebut di-crack, maka barulah software tersebut dapat digandakan secara massal.&lt;br /&gt;Kelemahan kebanyakan dalam produksi software adalah mudahnya software tersebut di-crack oleh para pembajak, sehingga pembajakan secara massal atas software tersebut tidak dapat dibendung lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Pemberantasan Pembajakan di Indonesia&lt;br /&gt;Menghadapi tingkat pembajakan software yang sudah sedemikian parah, maka kiranya perlu ada beberapa langkah yang harus melibatkan semua pihak, baik software vendor, pemerintah, maupun para pengguna software komputer, diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.      Bagi para vendor/produsen software, hendaknya tidak memukul rata para konsumennya, akan tetapi perlu dilihat kemampuan daya belinya. Apabila software-software tersebut akan dipasarkan di Negara-negara berkembang bahkan miskin dengan tingkat daya beli masyarakat yang  rendah, maka perlu diupayakan agar software tersebut dijual dengan harga yang tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat.&lt;br /&gt;Alternatif ini perlu kiranya dipertimbangkan oleh para produsen software, sebagai wujud kepedulian sosial mereka terhadap para pengguna komputer dan jangan berorientasi profit semata. Konsekuensinya sudah barang tentu, mereka harus bersedia untuk menurunkan target laba penjualan per unit software. Akan tetapi meskipun demikian, dapat dipastikan angka penjualan software original mereka akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Masih terkait dengan langkah pertama diatas, pemerintah juga perlu untuk menurunkan tarif pajak atas software original agar harganya terjangkau oleh para pengguna komputer, karena penyebab tingginya harga software original, karena disamping tingginya royalty yang ditetapkan oleh vendor software juga karena adanya pajak dari pemerintah.&lt;br /&gt;Sama seperti solusi pertama diatas, maka solusi ini lebih pada pertimbangan sosial, karena pada kenyataannya keberadaan software sudah merupakan sebuah kebutuhan yang cukup penting, akan tetapi tidak semua orang mampu untuk membelinya.&lt;br /&gt;Dengan penurunan tarif pajak maka berarti memang ada penurunan pendapatan pajak per unit software original akan tetapi kuantitas penjualan software original dapat diharapkan naik sehingga pada gilirannya penerimaan pemerintah dari pajak penjualan software original juga akan naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Agar para pembajak tidak dapat leluasa melakukan pembajakan, maka para vendor software perlu mengupayakan cara agar software-software produk mereka tersebut memiliki perlindungan atau pengaman dari pembajakan.&lt;br /&gt;Selama ini software-software yang diproduksi mudah sekali di-crack untuk kemudian dibajak secara massal. Dengan langkah ini maka sebuah software dijamin tidak akan bisa dibajak, sepanjang para pembajak tidak menemukan cara untuk meng-crack software tersebut.&lt;br /&gt;Namun sekali lagi bahwa kalaupun para vendor software sudah berhasil menemukan sebuah cara agar produk softwarenya tidak bisa dibajak, maka mereka hendaknya tetap memperhatikan solusi pertama yaitu jangan sampai melupakan aspek sosial, yaitu masih banyak pengguna komputer dengan ekonomi pas-pasan yang dapat dipastikan tidak akan  mampu membeli software original apabila dijual dengan harga yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Perlu pengembangan lebih jauh terhadap program-program open source, supaya dikenal dan digunakan masyarakat secara luas, termasuk pula peningkatan kemampuannya supaya kompatibel dan setara dengan software-software yang komersial.&lt;br /&gt;Akan tetapi yang harus disadari bahwa penggunaan software open source ini tidak serta merta menyelesaikan masalah pembajakan, karena dengan penggunaan software open source sama saja berarti Negara kehilangan kesempatan untuk memperoleh pemasukan pajak dari penjualan software original.&lt;br /&gt;Penggunaan software open source ini hanyalah sebagai wujud penerapan etika pada masing-masing pengguna komputer, yaitu daripada tidak menghargai sama sekali hasil karya orang lain dengan menggunakan software bajakan, maka lebih baik menggunakan software-software open source yang disamping legal juga bisa didapatkan dengan gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Perlu digalakkan kampanye anti pembajakan serta penerapan sanksi hukum yang tegas bagi para pembajak supaya menimbulkan efek jera, karena jelas-jelas merugikan vendor software maupun Negara.&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan memang selama ini sosialisasi anti pembajakan khususnya software masih sangat rendah di Indonesia. Akibatnya, lihat saja para pedagang-pedagang software bajakan yang ‘enjoy-enjoy’ saja dan boleh jadi sama sekali tidak menyadari bahwa perbuatan mereka telah merugikan banyak pihak.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan penerapan hukum, meskipun peraturan-peraturan terkait dengan pembajakan software ini telah ada akan tetapi law enforcement-nya masih lemah. Sehingga fakta yang tampak dimana beberapa kasus pembajakan yang berujung pada vonis di pengadilan lebih merupakan fenomena gunung es. Masih banyak pihak-pihak yang terlibat dalam pembajakan software yang sampai sekarang tidak tersentuh hukum sama sekali.&lt;br /&gt;Dengan berhasilnya ditanamkan kesadaran untuk tidak menggunakan software bajakan disertai dengan sanksi hukum yang tegas terhadap pembajakan software  maka kita dapat berharap pembajakan software dapat ditekan sebagaimana yang ada di China maupun India yang telah berhasil menurunkan tingkat pembajakan sehingga industri software disana berkembang dengan pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Bagi para pengguna yang telah terlanjur memiliki software-software bajakan tersebut, hendaknya mencukupkan penggunaan software tersebut untuk kepentingan pribadi saja, dan tidak mengkomersilkan software tersebut untuk mengeruk keuntungan pribadi.&lt;br /&gt;Solusi ini memang tidak terlalu diharapkan akan tetapi ini ini merupakan sikap yang memberikan efek kerugian terkecil dari beberapa tindakan terkait dengan pembajakan software. Hal ini karena setelah sebuah software berhasil di-crack, maka penggandaan software tersebut tidak dapat dikendalikan lagi karena setiap orang yang mempunyai PC dengan CD/DVD RW dapat menggandakan software tersebut baik untuk kepentingan pribadi saja ataupun untuk kepentingan komersial seperti disewakan ataupun dijual kembali. Dari beberapa kemungkinan tadi jelas bahwa yang menimbulkan kerugian terkecil adalah apabila pemilik software bajakan tersebut hanya mencukupkan untuk keperluan pribadinya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LANGKAH TERBAIK UNTUK DILAKUKAN&lt;br /&gt;Setelah melihat secara menyeluruh berbagai faktor penyebab tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia, maka dapat kita simpulkan bahwa untuk menyelesaikannya harus melibatkan banyak pihak baik para vendor software, pemerintah maupun masyarakat. Dan oleh karenanya solusi-solusi yang ditawarkan diatas merupakan solusi integral, yang harus dilakukan secara bersamaan dan kait mengkait satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;Akan tetapi walau bagaimanapun, karena perkara pembajakan software ini merupakan masalah etika, maka penentu utamanya kembali terpulang kepada individu-individu kita masing-masing untuk menentukan pilihan yaitu menghargai hasil karya orang lain dengan membeli software original ataukah tidak menghargai sama sekali hasil karya orang lain dengan membeli software bajakan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-5850019681540355518?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/5850019681540355518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=5850019681540355518' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5850019681540355518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5850019681540355518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/dilema-pemberantasan-pembajakan.html' title='DILEMA PEMBERANTASAN PEMBAJAKAN SOFTWARE DI INDONESIA'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-4681886896492335649</id><published>2007-11-17T00:53:00.001Z</published><updated>2007-11-17T00:53:40.989Z</updated><title type='text'>Lg di duta mall</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/Rz47k4ojmOI/AAAAAAAAABo/j1oIpRdo-78/s1600-h/image-upload-18-719735.jpe"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/Rz47k4ojmOI/AAAAAAAAABo/j1oIpRdo-78/s320/image-upload-18-719735.jpe"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Lg di duta mall&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-4681886896492335649?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/4681886896492335649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=4681886896492335649' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4681886896492335649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/4681886896492335649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/lg-di-duta-mall.html' title='Lg di duta mall'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/Rz47k4ojmOI/AAAAAAAAABo/j1oIpRdo-78/s72-c/image-upload-18-719735.jpe' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-7714603788831965742</id><published>2007-11-14T10:34:00.000Z</published><updated>2007-11-14T10:36:06.740Z</updated><title type='text'>PENERAPAN TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER (TABK) –</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara perusahaan dalam mengumpulkan data, memproses dan melaporkan informasi keuangan Oleh karena itu auditor akan banyak menemukan lingkungan  dimana data tersimpan lebih banyak dalam media elektronik dibanding media kertas.  Auditor harus menentukan bagaimana perusahaan menggunakan system teknologi informasi untuk meng-inisiasi, mencatat, memproses dan melaporkan transaksi dalam laporan keuangan.&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada perbedaan konsep audit yang berlaku untuk system yang kompleks dan system manual, yang berbeda hanyalah metode-metode spesifik yang cocok dengan situasi system informasi akuntansi yang ada. Pemahaman ini diperlukan dalam rangka mendapatkan pemahaman internal control yang baik agar dapat merencanakan audit dan menentukan sifat, timing dan perluasan pengujian yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;Statement on Auditing Standar (AICPA) dan Standar Profesional Akuntan Publik (IAI) juga mengatur masalah ini. Beberapa item dalam standar audit tersebut  mengatur tata cara audit dalam lingkungan system informasi berbasis computer. Menurut standar pada dasarnya auditor keuangan melakukan pengujian berikut:&lt;br /&gt;1.      Uji kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku (otorisasi, kelengkapan, keakuratan)&lt;br /&gt;2.      Uji Substantif (Uji terhadap transaksi dan hasil pengolahan),&lt;br /&gt;3.      Pengolahan kembali transaksi dalam prosedur pengujian kepatuhan atau substantive.&lt;br /&gt;Tentunya luasnya pengujian terkait dengan resiko deteksi yang dapat diterima oleh auditor. Jenis dan luas pengujian  tidak tergantung besarnya perusahaan tetapi ditentukan oleh kompleksitas lingkungan TI yang ada seperti luasnya system on-line yang digunakan, tipe dan signifikansi transaksi keuangan, serta sifat dokumen/database, serta program yang digunakan.&lt;br /&gt;Pengaruh terbesar penggunaan teknologi informasi sebagai perangkat yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan informasi sebagai objek data diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.      Perubahan bentuk informasi sebagai bukti audit dari informasi yang menggunakan kertas (visual) menjadi bentuk elektronik (non visual) yang tersimpan dalam media penyimpanan computer.&lt;br /&gt;2.      Perubahan bentuk bukti audit tersebut pada gilirannya juga mempengaruhi cara memperoleh bukti audit dan cara mengevaluasi bukti audit yang telah diperoleh tersebut.&lt;br /&gt;3.      Volume data yang tersimpan pada sebuah perusahaan, apalagi perusahaan multinasional, misalnya telah mencapai ukuran yang sangat besar, yaitu mencapai kapasitas terra byte, bahkan mungkin penta byte.&lt;br /&gt;4.      Perubahan jejak audit, yakni suatu mekanisme yang memungkinkan pelacakan kronologis suatu transaksi dari awal sampai akhir ataupun sebaliknya.&lt;br /&gt;5.      Adanya perubahan struktur pengendalian internal perusahaan, terutama yang berkaitan dengan pengolahan data.&lt;br /&gt;Seluruh bentuk pengaruh diatas menjadikan Teknik Audit Berbantuan Komputer sebagai suatu keharusan bagi Kantor Akuntan Publik, apabila ingin memberikan pelayanan terbaik pada klien-kliennya, dengan pekerjaan audit yang berkualitas, tepat waktu, serta adanya efisiensi biaya dan tenaga dalam pengerjaan audit. &lt;br /&gt;Secara umum, Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) atau Computer Assisted Audit Technique Tools (CAATT) adalah setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. TABK/CAATT dapat juga didefinisikan sebagai penggunaan perangkat dan teknik untuk mengaudit aplikasi komputer serta mengambil dan menganalisa data. Dengan kata lain TABK/CAAT merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.&lt;br /&gt; Apabila auditor memilih menggunakan teknik audit berbantuan komputer, maka auditor dapat memilih pendekatan yang digunakannya, yaitu apakah untuk melakukan pengujian aplikasi ataukah melakukan pengujian substantif.&lt;br /&gt;Apabila auditor memilih untuk melakukan pengujian aplikasi, maka ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1.      Test Data&lt;br /&gt;Metode ini menggunakan data masukan yang telah dipersiapkan auditor dan menguji data tersebut dengan salinan (copy) dari perangkat lunak aplikasi auditan. Hasil pemrosesan data tersebut akan dibandingkan dengan ekspektasi auditor. Jika ada hasil yang tidak sesuai, mungkin ini suatu indikasi penyimpangan logika atau mekanisme pengendalian.&lt;br /&gt;2.      Integrated Test Facility (ITF)&lt;br /&gt;Adalah suatu pendekatan teknik terotomatisasi yang memungkinkan auditor menguji alur logika dan kendali suatu aplikasi pada saat operasi normal berlangsung.&lt;br /&gt;3.      Parallel Simulation (PS)&lt;br /&gt;Pendekatan ini mengharuskan auditor untuk membuat suatu program yang menyimulasikan fungsi utama tertentu dari aplikasi yang sedang diuji.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk melakukan pengujian substantif (misalnya detail transaksi atau saldo perkiraan), maka auditor dapat memilik teknik:&lt;br /&gt;1.      Embadded Audit Module (EAM)&lt;br /&gt;Merupakan suatu teknik dimana satu atau lebih modul program tertentu dilekatkan di suatu aplikasi untuk mencatat secara tersendiri serangkaian transaksi yang telah ditentukan ke dalam file yang akan dibaca oleh auditor&lt;br /&gt;2.      Generalized Audit Software (GAS)&lt;br /&gt;Adalah pendekatan yang menggunakan suatu perangkat lunak tertentu yang dimanfaatkan untuk menyeleksi, mengakses, mengorganisasikan data untuk kepentingan pengujian substantif. Pendekatan ini memungkinkan auditor untuk mengakses dan mengambil berbagai file data ke dalam computer untuk kemudian melakukan berbagai pengujian yang diperlukan. Pendekatan ini merupakan teknik yang paling populer karena relatif lebih mudah karena tidak diperlukan kemampuan teknik komputasi yang cukup mendalam.&lt;br /&gt;Apabila dilihat dari sisi proses pengujian logika internal suatu aplikasi, maka teknik test data, ITF, PS dan EAM merupakan teknik-teknik pengujian logika internal aplikasi secara langsung sedangkan teknik GAS merupakan suatu teknik pengujian tidak langsung. GAS disebut dengan teknik pengujian tidak langsung karena lebih cenderung untuk mengambil output dari aplikasi untuk kemudian diolah kembali untuk diuji apakah output itu sesuai dengan kriteria pengujian yang ditentukan. Makalah ini khusus membahas penggunaan TABK/CAAT berbasis GAS yang biasa digunakan oleh Kantor Akuntan Publik, terutama Kantor Akuntan Publik Besar yang memang sangat membutuhkan penggunaan teknik ini untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan audit mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUNGSI GENERALIZED AUDIT SOFTWARE&lt;br /&gt;Secara umum, terdapat beberapa fungsi dari GAS, diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.      Membuat perhitungan-perhitungan dan melakukan verifikasi atas perkalian dan penjumlahan.&lt;br /&gt;2.      Memeriksa catatan untuk mengetahui kualitas, kelengkapan, konsistensi dan ketepatannya.&lt;br /&gt;3.      Mengikhtisarkan atau mengurutkan data dan melakukan analisis data, berikut mengidentifikasi urutan-urutan yang hilang&lt;br /&gt;4.      Memilih sampel audit secara valid.&lt;br /&gt;5.      Mencetak permintaan konfirmasi.&lt;br /&gt;6.      Membandingkan data yang diperoleh melalui prosedur audit lainnya dengan catatan perusahaan. Dapat pula dibandingkan data-data pada file yang terpisah.&lt;br /&gt;7.      Membuat stratifikasi data.&lt;br /&gt;8.      Membuat analisa-analisa statistik.&lt;br /&gt;9.      Pembuatan grafik dan pivot tables.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUNTUNGAN AUDIT DENGAN MENGGUNAKAN GAS&lt;br /&gt;Terdapat beberapa keuntungan audit menggunakan software, diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;·         Software-software GAS tersebut kebanyakan merupakan sistem yang independen dan yang digunakan adalah file dengan jenis read-only copy (hanya dapat dibaca, tapi tidak dapat diubah) sehingga dapat mencegah kerusakan data akibat pengeditan ataupun penghapusan.&lt;br /&gt;·         Memberikan dokumentasi dari setiap pengujian yang dilakukan dalam software tersebut yang dapat digunakan sebagai dokumentasi pelengkap dalam kertas kerja audit.&lt;br /&gt;·         Penghematan biaya dan tenaga (efisiensi) dalam audit, terutama audit pada perusahaan besar dengan sampel audit yang sangat banyak, dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat karena kebanyakan dari software-software tersebut mempunyai kemampuan unlimited dalam membaca data sumber.&lt;br /&gt;·         Memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas audit, karena software-software GAS pada umumnya mempunyai kemampuan untuk mendeteksi kecurangan (fraud) dengan cara mengadakan pengujian analitis, yaitu pengujian terhadap informasi finansial yang dibuat dengan mempelajari  hubungan-hubungan yang masuk akal diantara data finansial dan non finansial untuk menaksir apakah keseimbangan rekening yang terjadi masuk akal atau tidak, seperti misalnya rasio, trend, dan pengujian Benford’s law.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKURANGAN TABK/CAATT&lt;br /&gt;&lt;a name="Other_uses_of_CAATTS"&gt;&lt;/a&gt;Sekalipun telah diuraikan diatas bahwa TABK/CAATT merupakan teknik audit modern dengan berbagai kelebihan dibandingkan dengan audit secara manual, namun tetap harus diakui bahwa audit dengan teknik ini tetap mempunyai keterbatasan. Keterbatasan tersebut diantaranya adalah tidak adanya “peluru perak” dalam mengembangkan keahlian penguasaan software-software GAS terhadap staf audit. Software-software tersebut pada umumnya harus dipelajari dalam waktu yang lama, sehingga sebuah KAP yang menginginkan staf-stafnya mahir dalam penguasaan software-software GAS ini harus “menginvestasikan” dana dalam jumlah yang cukup besar untuk membekali mereka dengan serangkaian pelatihan-pelatihan penggunaan software ini. Pada beberapa kasus, pelatihan-pelatihan tersebut malah menjadi percuma karena tidak langsung dipraktekkan pada audit yang dilakukan. Hal ini karena untuk menjadi mahir, software-software ini menuntut pengembangan dan pemeliharaan keahlian secara kontinyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOFTWARE-SOFTWARE GAS YANG BIASA DIGUNAKAN KAP&lt;br /&gt;Ada banyak software GAS yang saat ini beredar dan digunakan oleh Kantor-Kantor Akuntan Publik di seluruh dunia. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.      ACL (Audit Command Language)&lt;br /&gt;ACL for Windows dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.&lt;br /&gt;Dengan beberapa kemampuan ACL, analisis data akan lebih efisien dan lebih meyakinkan. Berikut ini beberapa kemampuan ACL: &lt;br /&gt;·        Mudah dalam penggunaan.&lt;br /&gt;ACL for Windows, sesuai dengan namanya, adalah perangkat lunak (software) berbasis Windows, di mana sistem operasi Windows telah dikenal bersifat mudah digunakan (user friendly). Kemudahan ini ditunjukkan dengan pengguna hanya meng-click pada gambar-gambar tertentu (icon) untuk melakukan suatu pekerjaan, dan didukung pula dengan fasilitas Wizard untuk mendefinisikan data yang akan dianalisis.&lt;br /&gt;·        Built-in audit dan analisis data secara fungsional.&lt;br /&gt;ACL for Windows didukung dengan kemampuan analisis untuk keperluan audit/pemeriksaan seperti: analisis statistik, menghitung total, stratifikasi, sortir, index, dan lain-lain. &lt;br /&gt;·        Kemampuan menangani ukuran file yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;ACL for Windows mampu menangani berbagai jenis file dengan ukuran file yang tidak terbatas.  Kemampuan untuk membaca berbagai macam tipe data. ACL for Windows dapat membaca file yang berasal dari berbagai format antara lain: Flat sequential, dBase (DBF), Text (TXT), Delimited, Print, ODBC (Microsoft Access database, Oracle),  Tape ( ½  inch 9 - track tapes, IBM 3480 cartridges, 8 mm tape dan 4 mm DAT).&lt;br /&gt;·        Kemampuan mengekspor hasil audit&lt;br /&gt;ACL mempunyai kemampuan untuk mengekspor hasil audit ke berbagai macam format data antara lain: Plain Text (TXT),  dBase III (DBF),  Delimit (DEL),  Excel (XLS),  Lotus (WKS),  Word (DOC), dan WordPerfect (WP).&lt;br /&gt;·        Pembuatan Laporan berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;ACL for Windows memiliki fasilitas lengkap untuk keperluan pembuatan laporan.&lt;br /&gt;ACL for Windows dapat bekerja menggunakan database relasional modern, di samping tentu saja menggunakan sistem penyimpanan data secara tradisional. Pada sistem legacy, untuk membuat dan memproses data tanpa menggunakan program, sedangkan ACL for Windows memiliki kemampuan untuk mengakses data.&lt;br /&gt;ACL for Windows dapat mengakses data dalam berbagai macam format dan pada berbagai macam tipe media penyimpanan. ACL for Windows mampu menguji output atas suatu aplikasi di mana data yang digunakan kurang meyakinkan, atau mungkin aplikasi tersebut tidak berjalan dengan benar.  ACL for Windows dapat digunakan untuk keperluan View,  Explore, dan menganalisa seluruh data serta membuat laporan atas hasil-hasilnya.&lt;br /&gt;Sebelum melakukan download atas data, perlu dipersiapkan dulu datanya. Jika seluruh data ada pada file tertentu dan  mempunyai format tertentu yang dapat dibaca langsung oleh ACL for Windows, maka transfer bisa langsung dilakukan dalam bentuk native state ke  PC. Mungkin tidak perlu mentransfer seluruh data untuk file yang berukuran besar. &lt;br /&gt;File output report dalam bentuk elektronik bisa diakses oleh ACL for Windows, karena hampir semua software komputer mampu menghasilkan laporan (report). ACL for Windows mampu membaca informasi yang disimpan dalam bentuk laporan tercetak. Aplikasi ini sangat berguna ketika Anda ingin  mengakses data yang tersimpan dalam format database yang rumit.&lt;br /&gt;Langkah pertama dalam memproses laporan sebagai data adalah dengan cara melakukan capture informasi ke dalam disket. Dalam kebanyakan lingkungan (environment) komputer mini dan mainframe, hal tersebut bisa langsung dilakukan, karena umumnya file akan di-spooled sebelum dicetak. Anda tidak perlu mencetak file terlebih dahulu, cukup meng-copy spool file-nya sebelum dihapus oleh sistem. Jika perlu men- download spooled report file, sekali lagi tanyakan kepada departemen komputer untuk meng-copy-kan  file yang diperlukan ke disket, untuk selanjutnya dilakukan download atas file tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      IDEA (Interactive Data Analysis Software)&lt;br /&gt;Merupakan software audit yang dapat digunakan untuk membuat rekonsiliasi, investigasi kecurangan, internal/operational audit, pemindahan file, mempersiapkan laporan manajemen dan analisis-analisis lainnya, termasuk menelusuri security log.&lt;br /&gt;IDEA adalah software yang powerful dan mudah dioperasikan untuk membantu akunting dan professional keuangan meningkatkan keahlian auditing, mendeteksi kecurangan, dan memenuhi dokumen-dokumen standar. Software ini memungkinkan kita untuk mengimpor data dengan cepat, menyertakan, menganalisa, mengambil sample dan mengekstrak data dari berbagai macam sumber, termasuk laporan yang dicetak dari sebuah file.&lt;br /&gt;Didesain oleh Akuntan untuk Akuntan, IDEA menawarkan sebuah tampilan antar muka yang intuitif termasuk fungsi point dan klik, menu bantuan, toturial dan multi tampilan. Dengan kemampuan ukuran file yang tak terbatas, IDEA dapat mengakses dan menganalisa data yang berukuran besar dalam beberapa detik saja, membebaskan anda untuk menganjurkan manajemen dalam proyek tambahan dan memberikan analisa yang mendalam. Menurut survey, lebih separo dari 100 Kantor Akuntan Publik Besar di Amerika Serikat menggunakan IDEA untuk melakukan analisis data yang diperlukan pada saat melakukan audit.&lt;br /&gt;IDEA adalah sebuah software audit yang dapat membaca data asli yang telah diimpor. Field baru dapat dibuat, walaupun data asli tidak pernah diubah. Tidak seperti Microsoft Access dan Microsoft Excel, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan manipulasi data yang telah diimpor yang dapat mengakibatkan kerusakan data akibat pengeditan ataupun penghapusan data.&lt;br /&gt;IDEA juga bekerja secara otomatis memberikan satu macam dari masukan file control keseluruhan dan statistic, yang dapat diperiksa setiap kali file tersebut digunakan. Banyaknya fitur control memberikan jaminan penggunaan sebagai kesatuan dari data yang dianalisis. Kontrol-kontrol tersebut dapat membuat formulir yang cepat, mudah untuk menghasilkan control menyeluruh menghitung record, jumlah uang ataupun total item dari field yang diseleksi ataupun seluruh file, atau beberapa jumlah yang dipertimbangkan oleh auditor.&lt;br /&gt;Penambahan pengeditan field-field dapat ditambahkan pada database untuk komentar, untuk mencocokkan item-item atau untuk mengoreksi data. Anda dapat menambahkan field virtual untuk membuktikan perhitungan-perhitungan dalam sebuah database, melakukan perhitungan-perhitungan baru dan rasio-rasio dari field-field yang ada tanpa database atau untuk mengkonversikan data dari sebuah tife menjadi tife lainnya. Field-field yang dapat diedit, berupa ruang kosong utuk memasukkan komentar atau pernyataan-pernyataan yang disertakan dengan field virtual.&lt;br /&gt;Statistik dapat dihasilkan dari keseluruhan nomor dan field tanggal tanpa sebuah database. Untuk setiap field numeric, nilai-nilainya seperti nilai bersih, maksimum, minimum, dan nilai rata-rata seperti jumlah debet, kredit dan zero value item yang diberikan. Untuk setiap field tanggal, statistic memberikan informasi seperti tanggal terakhir dan harian dan analisis bulanan dari jumlah setiap transaksi-transaksi yang terjadi.&lt;br /&gt;Kegunaan lain bagi kontrol audit adalah IDEA secara otomatis akan menghasilkan catatan sejarah yang merekam setiap proses yang dilaksanakan oleh auditor, menunjukkan jejak audit (audit trail) atau catatan seluruh operasi yang dilakukan pada sebuah database. Informasi ini kemudian disajikan dalam sebuah daftar yang dapat dikembangkan. Sejak catatan sejarah merekam seluruh proses yang dijalankan pada masa lalu dalam sebuah data, pengguna dapat mengidentifikasi bagian-bagian dari informasi yang didapat dari data asli. Setiap pengujian atau fungsi yang dijalankan akan secara otomatis menghasilkan script/kode pemrograman, yang kemudian dapat dicopy dalam IDEAScript editor (IDEAScript adalah sebuah bahasa pemrograman yang kompatibel dengan visual basic). Kode ini dberikan kepada pengguna dengan sebuah record yang dapat dicopy secara mekanis dalam kertas kerja audit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      APG (Audit Program Generator)&lt;br /&gt;Waktu, biaya, tenaga, tanggal penyelesaian, adalah semua elemen yang harus diperhitungkan ketika sebuah tim audit membuat perencanaan audit. Langkah pertama dalam perencanaan audit tersebut akan dipersiapkan dalam sebuah daftar perencanaan audit.&lt;br /&gt;APG memungkinkan tim audit mempersiapkan daftar perencanaan audit mereka. APG memungkinkan tim audit untuk menambah, menghapus atau melakukan modifikasi item-item individual dalam daftar perencanaan audit untuk menyesuaikan antara pekerjaan auditor dengan keperluan klien mereka.&lt;br /&gt;Daftar perencanaan audit dari APG termasuk item-item untuk menetapkan:&lt;br /&gt;·        Persetujuan penerimaan tugas&lt;br /&gt;·        Persetujuan personel audit terhadap perikatan audit&lt;br /&gt;·        Tingkat independensi&lt;br /&gt;·        Pengetahuan terhadap kesatuan usaha&lt;br /&gt;·        Taksiran kemampuan audit&lt;br /&gt;·        Surat Perikatan&lt;br /&gt;·        Taksiran risiko audit dan tingkat materialitas&lt;br /&gt;·        Taksiran risiko pengendalian&lt;br /&gt;·        Tindakan-tindakan melanggar hukum&lt;br /&gt;·        Tingkat kesalahan dan ketidakpatuhan&lt;br /&gt;·        Prosedur analitikal&lt;br /&gt;·        Strategi audit dan program audit&lt;br /&gt;APG dapat membantu dalam memenuhi standar auditing, mempertimbangkan struktur pengendalian internal dalam sebuah laporan keuangan auditan. Standar auditing mengharuskan auditor mendapatkan pemahaman terhadap tiga elemen dari struktur pengendalian dan apakah kebijakan-kebijakan yang relevan, prosedur-prosedur dan catatan-catatan yang mendasar telah diterapkan pada perusahaan yang diaudit.&lt;br /&gt;Daftar perencanaan berfungsi sebagai sebuah kontrol untuk memastikan bahwa semua bagian struktur pengendalian internal telah diperiksa, dan ini menjadi bagian pertama dari peralatan APG mengacu kepadanya.&lt;br /&gt;Untuk itu, maka pada APG disediakan sebuah form berisikan daftar pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengendalian internal pada perusahaan yang diaudit. Untuk penggunaan daftar pertanyaan tersebut secara efektif, maka auditor harus merecord tanggapan-tanggapan untuk pertanyaan-pertanyaan dan pekerjaan yang dilakukan untuk melihat bahwa prosedur-prosedur yang diidentifikasi merupakan kondisi aktual pada perusahaan yang diaudit. Dalam banyak kasus, sebuah referensi dari kertas kerja dimana sebuah hasil pemeriksaaan disimpan, akan menjadi kebutuhan penting dalam audit.&lt;br /&gt;Setelah melengkapi daftar pertanyaan tersebut, berikutnya APG akan mendesain tahapan demi tahapan yang mendasari dalam pembuatan keputusan auditor seperti misalnya : taksiran risiko pengendalian pada tingkat maksimum, dan bagaimana mengurangi beberapa taksiran risiko. Dalam lembar kasus, auditor dapat mendesain pengujian-pengujian khusus dalam bagian pengendalian internal dari program untuk memberikan jaminan bahwa pengendalian dapat dipercaya untuk mengurangi risiko pengendalian dibawah tingkat maksimum sebagai fungsi aktual untuk asersi laporan keuangan tertentu.&lt;br /&gt;Setelah dapat mengembangkan perencanaan untuk auditnya, keuntungan dari sebuah perikatan audit dari struktur pengendalian, dibuat sebuah taksiran risiko pengendalian, dan membuat beberapa analisis finansial pendahuluan. Berikutnya, auditor siap untuk mengerjakan pengaturan dari perencanaan audit, dan program pengujian substantive.&lt;br /&gt;Program audit akan dijilid untuk setiap perikatan audit. Setiap perikatan tersebut berbeda dan meminta auditor untuk menggunakan keahlian professional mereka untuk memformulasikan tahapan-tahapan audit yang dibutuhkan untuk memberikan ukuran yang jelas, tingkat materialitas, dan tingkat objektivitas auditor sebagai factor-faktor yang perlu dipertimbangkan.&lt;br /&gt;Program audit akan dijilid untuk setiap perikatan audit. Setiap perikatan tersebut berbeda dan meminta auditor untuk menggunakan keahlian professional mereka untuk memformulasikan tahapan-tahapan audit yang dibutuhkan untuk memberikan ukuran yang jelas, tingkat materialitas, dan tingkat objektivitas auditor sebagai faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan.&lt;br /&gt;Hal tersebut sangat sulit dan waktu yang dikonsumsi untuk mengembangkan program audit sejak awal untuk masing-masing perikatan audit yang baru. Dan seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa APG dapat membantu pembuatan perancangan program audit sejak awal mula atau menyediakan langkah-langkah yang diusulkan untuk melakukan modifikasi terhadap kondisi-kondisi yang tertentu pada klien.&lt;br /&gt;APG telah didesain untuk dimulai dengan lima asersi:&lt;br /&gt;·        Keberadaan atau keterjadian&lt;br /&gt;·        Kelengkapan&lt;br /&gt;·        Hak dan kewajiban&lt;br /&gt;·        Penilaian atau pengalokasian,&lt;br /&gt;·        Penyajian dan pengungkapan&lt;br /&gt;Kegunaan lain dari APG adalah dapat digunakan untuk meninjau daftar pengungkapan dan tingkat kepatuhan terhadap perpajakan. Hal ini dapat membantu auditor memastikan bahwa laporan keuangan memenuhi semua unsur pengungkapan dan bahwa perusahaan klien telah mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Microsoft Excel&lt;br /&gt;Software lain yang kemungkinan digunakan oleh Kantor Akuntan Publik dalam melakukan audit berbantuan computer adalah dengan menggunakan Microsoft Excel. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa Microsoft Excel adalah program aplikasi spreadsheet yang paling populer saat ini.&lt;br /&gt;Dengan kemampuannya membaca file database seperti DBF dan MDB, serta ditambah dengan dukungan fungsi-fungsi/formula-formula yang ada, maka dapat dikatakan bahwa Microsoft Excel juga dapat dijadikan sebagai software GAS.&lt;br /&gt;Dengan memilih menggunakan Microsoft Excel sebagai GAS, maka berarti Kantor Akuntan Publik yang bersangkutan telah melakukan efisiensi biaya. Hal ini karena Microsoft Excel adalah program aplikasi yang cukup populer, yang dapat dipastikan ada pada setiap PC, terlepas dari apakah software tersebut asli atau bajakan.&lt;br /&gt;Cara kerja audit berbantuan computer dengan Microsoft Excel sebenarnya hampir sama dengan software GAS yang lain, yaitu setelah file data diimpor atau disalin, maka selanjutnya dapat dilakukan pengolahan/manipulasi data sesuai keperluan audit yang dilakukan, tentunya dengan menginputkan formula-formula yang diperlukan.&lt;br /&gt;Sekalipun demikian, tetap harus diakui bahwa penggunaan Microsoft Excel untuk audit tetap memiliki kekurangan dibandingkan dengan paket software yang memang dikhususkan untuk audit. Hal ini karena file yang telah diimpor atau disalin bukanlah jenis file read only sehingga sangat rentan kesalahan yang diakibatkan kesalahan pengetikan dan pengeditan yang dilakukan. Keterbatasan lainnya adalah keterbatasannya dalam mengenali dan membaca file sumber data, jika dibandingkan dengan program seperti ACL dan IDEA yang mempunyai kemampuan membaca file dalam banyak tife/ekstensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      AUDIT-Easy&lt;br /&gt;Adalah software yang digunakan untuk mengembangkan dan melakukan audit kepatuhan internal dan eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      EZ-R Stats&lt;br /&gt;Adalah software audit dengan beberapa kegunaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;·         Mengidentifikasi duplikasi, selisih-selisih, jumlah populasi, klasifikasi dan stratifikasi data, univariate statistik, menentukan ukuran sample, persentil/quartile, histogram, dan lainnya.&lt;br /&gt;·         Menentukan prosedur-prosedur seperti misalnya test Hukum Benford (Benford’s Law) besaran nilai kumulatif moneter sampling, interval sampling,cross tabulasi,&lt;br /&gt;·         Dapat digunakan untuk melakukan beberapa pengujian statistik seperti Chi Square, pemeriksaan nomor kartu kredit, penyusunan nomor keatas dan kebawah.&lt;br /&gt;·         Menghasilkan grafik – histogram, garis trend, grafik pareto, dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      QSAQ&lt;br /&gt;Software ini digunakan untuk menjadwalkan, mengelola analisis dan mengadakan internal audit, penilaian, pengujian dan pemeriksaan. Software ini didesain untuk mengorganisasikan, melangsungkan, mendokumentasikan, dan melaporkan dalam internal audit dan eksternal audit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.      Random Audit Assistant&lt;br /&gt;Adalah software untuk mendapatkan sample audit yang valid dari batasan audit yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.      RAT-STATS&lt;br /&gt;Adalah paket software statistik yang didesain untuk membantu auditor dalam menetapkan sample audit secara acak dan mengevaluasi hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Auto Audit&lt;br /&gt;Software ini merupakan sistem informasi audit yang terintegrasi. Software ini memungkinkan departemen audit untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dalam satu database. Dengan fasilitas untuk menaksir risiko, perencanaan, penjadwalan, kertas kerja, dan lainnya, maka menggunakan software ini merupakan pilihan yang tepat untuk mengelola sebuah departemen audit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. GRC on Demand&lt;br /&gt;Adalah software dengan kegunaan untuk manajemen pengendalian keuangan, otomatisasi audit, risiko manajemen, teknologi informasi pemerintahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-7714603788831965742?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/7714603788831965742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=7714603788831965742' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7714603788831965742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7714603788831965742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/penerapan-teknik-audit-berbantuan.html' title='PENERAPAN TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER (TABK) –'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-5015372045300789977</id><published>2007-11-06T15:18:00.001Z</published><updated>2007-11-06T15:18:15.288Z</updated><title type='text'>Dede centil</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/RzCFtYMpHKI/AAAAAAAAABU/16EVlxdMhpA/s1600-h/image-upload-149-792525.jpe"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/RzCFtYMpHKI/AAAAAAAAABU/16EVlxdMhpA/s320/image-upload-149-792525.jpe"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span/&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-5015372045300789977?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/5015372045300789977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=5015372045300789977' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5015372045300789977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/5015372045300789977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/dede-centil.html' title='Dede centil'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o7lvcetlUnw/RzCFtYMpHKI/AAAAAAAAABU/16EVlxdMhpA/s72-c/image-upload-149-792525.jpe' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-7821117170193308143</id><published>2007-11-06T10:13:00.000Z</published><updated>2007-11-06T10:14:17.890Z</updated><title type='text'>Berbuat Taat Untuk Meraih Kebahagiaan</title><content type='html'>Manusia mau tidak mau harus terikat dengan hukum syara’ bila ingin bahagia dunia dan akherat. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perspektif: Kelemahan dan keterbatasan manusia, Allah SWT akan menghisab manusia, Allah Maha Tahu atas segala sesuatu, dan perintah Allah SWT sendiri untuk terikat dengan hukum-hukum-Nya.&lt;br /&gt;Penjelasannya akan saya paparkan dalam bab-bab dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu Lemah dan Terbatas&lt;br /&gt;Manusia itu lemah dan serba terbatas. Baik dalam perkara yang dapat diindra maupun yang ghaib. Setiap orang tahu bahwa jantungnya itu senantiasa berdetak. Tahukah ia berapa kali jantungnya itu berdetak pada menit pertama, menit kedua dan seterusnya? Berapa banyak rambut yang ada dikepalanya? Berapa banyak sejak ia baligh sampai sekarang rambutnya yang rontok? Berapa banyak air yang telah ia konsumsi selama hidup? Pada tgl 12 April jam 8.00 AM ia sedang melakukan apa? Berapa banyak butir pasir dalam satu ember plastik? Banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang sulit atau bahkan tidak mampu dijawabnya. Kalaupun dijawab, hanyalah berupa kira-kira, bukan secara pasti. Ini baru menyangkut perkara sederhana yang dapat diindra. Manusia memang lemah dan terbatas&lt;br /&gt;Dalam perkara materiil yang lebih kompleks manusia pun kesulitan untuk menjawabnya. Mengapa manusia memiliki rasa kasiahan sekaligus arogan? Mengapa manusia memiliki rasa sayang dan sekaligus rasa benci? Mengapa manusia memiliki rasa ingin memiliki? Mengapa ada dorongan untuk berkeluarga? Mengapa memiliki rasa takut? Apa hubungan karakter-karakter yang terdapat pada semua manusia itu dengan oksigen, karbon dioksida, air, nitrogen, sulfur, besi dan unsur-unsur yang ada dalam tubuh manusia? Manusia tak dapat menjawabnya, hanyalah bersifat dugaan, tidak bersifat tepat dan pasti. Memang, manusia itu lemah dan terbatas!&lt;br /&gt;Apalagi dalam perkara ghaib. Bagaimana sebenarnya jin itu? Siapakah malaikat itu? Apa ‘arsy itu? Apakah bunga bank itu baik atau buruk? Apakah berdusta itu benar ataukah salah? Apakah nikah itu baik atau buruk? Apakah perang itu baik atau buruk? Dan seribu satu macam pertanyaan yang lain. Dengan semata mengandalkan akalnya, manusia tidak mampu menjawabnya. Andaikan memaksakan diri untuk menjawabnya, jawabannya itu akan saling berbeda antar satu orang dengan orang lain. Bahkan sering bertentangan. Antar generasipun dapat berbeda sikapnya. Akhirnya, kebenaran menjadi relatif tergantung masa dan tempat. Minuman keras disebut baik pada suatu massa namun buruk pada massa yang lain. Menjadi WTS dipandang buruk dalam suatu keadaan namun disebut baik pada saat terdesak ekonomi, misalnya. Ide tentang penyama dudukkan semua agama dipandang tepat bagi manusia modern, namun tidak demikian untuk manusia masyarakat tardisional. Demikianlah perbedaan dan pertentangan antara sesama manusia. Padahal topik yang menjadi bahasan hanya itu-itu juga. Bahkan seseorang seringkali memiliki pemikiran dan pendapat yang berbeda untuk persoalan yang sama pada saat yang berbeda. Itulah realitas manusia. Tegaslah, manusia itu serba lemah lagi serba kurang dan terbatas. Bila dalam persoalan demikian manusia itu lemah dan kurang, apatah lagi dalam hal menentukan kebaikan-kebaikan dunia akherat bagi ummat manusia.&lt;br /&gt;Persoalan ini bagi seorang muslim bukan semata didasarkan pada realitas yang dilihatnya. Dia meyakini betul firman Allah SWT dalam al-Qur’an yang memberitahukan bahwa pengetahuan manusia itu amatlah terbatas. “Dan tidaklah kalian Aku beri ilmu melainkan sedikit,” begitu makna firman-Nya dalam surat al-Isra [17] ayat 85. Lebih dari itu, Allah SWT Pencipta Manusia menggambarkan ciptaanya itu dengan menyatakan: “Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh” (Qs. al-Azhab [33]: 72). Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan bila manusia itu sering kali menyangka sesuatu itu baik padahal buruk, dan menyangka sesuatu yang buruk sebagai baik. Berkaitan dengan perkara ini Allah SWT memberitahukan:  “Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Boleh jadi pula kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kalian tidak mengetahui” (Qs. al-Baqarah [2]: 216).&lt;br /&gt;Berdasarkan realitas kelemahan dan keserbakurangan manusia ini maka menyerahkan pengaturan kehidupan kepada hukum dan peraturan yang diproduksi oleh hanya akal manusia hanya akan mendatangkan kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisab dari Allah SWT&lt;br /&gt;Setelah Allah SWT mengutus rasul-Nya, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amal perbuatan yang dilakukannya didunia. Artinya Allah SWT akan mengazab siapa saja yang tidak mau mengikuti aturan yang dibawa rasul tersebut. Firman Allah SWT: “(Dan) Kami tidak akan mengazab (suatu kaum) sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (Qs. al-Isra’ [17]: 15)&lt;br /&gt;Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa Allah SWT memberikan jaminan kepada hamba-Nya; bahwa tidak akan diazab seorang manusia (yang diciptakan-Nya) atas perbuatan yang dilakukannya sebelum diutus seorang rasul kepada mereka. Jadi, mereka tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang mereka lakukan sebelum rasul diutus, karena mereka tidak terbebani oleh satu hukum pun. Namun, tatkala Allah SWT telah mengutus seorang rasul kepada mereka, maka terikatlah mereka dengan risalah yang dibawa oleh rasul tersebut dan tidak ada alasan lagi untuk tidak mengikatkan diri terhadap hukum-hukum yang telah dibawa oleh rasul tersebut. Allah SWT berfirman:  “(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan lagi bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul itu.” (Qs. an-Nisa’ [4]: 165)&lt;br /&gt;Dengan demikian, siapapun yang tidak beriman kepada rasul tersebut, pasti akan diminta pertanggungjawaban dihadapkan Allah kelak tentang ketidak-imanannya dan ketidak-terikatannya terhadapa hukum-hukum yang dibawa rasul tersebut. Begitu pula bagi yang beriman kepada rasul, serta mengikatkan diri pada hukum yang dibawannya, ia pun akan diminta pertanggungjawaban tentang penyelewengan terhadap salah satu hukum dari hukum-hukum yang dibawa rasul tersebut.&lt;br /&gt;Atas dasar hal ini, maka setiap muslim diperintahkan melakukan amal perbuatannya sesuai dengan hukum-hukum Islam, karena wajib atas mereka untuk menyesuaikan amal perbuatannya dengan segala perintah dan larangan Allah SWT yang telah dibawa Rasulullah saw. Allah SWT berfirman:“…Apa saja yang dibawa/diperintahkan oleh rasul (berupa hukum) kepadamu maka terimalah dia. Dan apa saja yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah…” (Qs. al-Hasyr [59]: 7)&lt;br /&gt;Banyak sekali nash-nash yang menjelaskan tentang permintaan tanggung jawab ini. Diantaranya:“Ingatlah, hukum itu milik-Nya. Dia penghisab yang paling cepat.” (Qs. al-An’am [6]: 62)&lt;br /&gt;“Dan jika amalan itu hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan (hasibin).” (Qs. al-Anbiya [21]: 47)&lt;br /&gt;”Dan siapa saja ingkar terhadap ayat-ayat Allah, ingatlah sungguh Allah itu cepat hisabnya.” (Qs. al-Imran [3]: 19)&lt;br /&gt;“Dan jika kalian menampakkan apa-apa yang ada pada jiwa kalian, atau menyembunyikannya niscaya Allah akan menghisab kalian.” (Qs. al-Baqarah [2]: 284)&lt;br /&gt;“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan dihisab dengan hisab mudah.” (Qs. al-Insyiqaq [84]: 7 – 8)&lt;br /&gt;Jelas sekali, Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban manusia. Seluruh perbuatan manusia akan ditanyain oleh-Nya. Apakah sesuai dengan aturan-Nya ataukah tidak. Oleh karena itu seorang muslim yang sadar akan tidak mampu menahan siksa Allah SWT yang dahsyat akan terus berupaya mentaati aturan-Nya. Penghisab itu adalah Allah SWT, bukan manusia. Oleh karena itu, bagaimana mungkin aturan kehidupan itu diatur oleh manusia padahal yang akan meminta pertanggungjawaban bukanlah manusia, melainkan Allah SWT. Jadi, tolok ukur perbuatan itu adalah hukum-hukum Allah itu sendiri yang terdapat di dalam Alqur’an, hadits Nabi, dan apa yang ditunjuk keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT Maha Tahu&lt;br /&gt;Allah adalah Dzat Maha Tahu. Allah sendiri yang menjelaskan kepada kita bahwa Dia mengetahui segala sesuatu, tidak ada satupun yang luput dari pengetahuan-Nya. "Dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu” (Qs. al-Baqarah [2]: 29)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui tentang apa yang ada dalam dada” (Qs. al-Anfal [8]: 43)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas apa yang mereka perbuat” (Qs. Yunus [10]: 36)&lt;br /&gt;“Dan sungguh pada kalian ada para penjaga (malaikat) yang mulia dan menulis amal. Mereka mengetahui apapun yang kalian lakukan” (Qs. al-Infithar [82]: 11)&lt;br /&gt;Ayat-ayat diatas secara pasti menerangkan bahwa Allah SWT Tahu atas seluruh perbuatan manusia. Manusia tidak akan dapat menghindar dan memungkiri apa yang diperbuatnya didunia. Lebih dari itu, manusia alam menjadi saksi atas dirinya sendiri.&lt;br /&gt;“Pada hari ini kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”(Qs. Yasin [36]: 65)&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, satu-satunya jalan keselamatan adalah senantiasa terikat dengan hukum Allah yang telah Dia tetapkan. Bila demikian kerugian bukan ditanggung oleh orang lain, melainkan oleh diri sendiri.&lt;br /&gt;“Orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orag lain. Jika orang yang berat (oleh dosanya) menyeru, supaya diringankan pikulannya, niscaya tiadalah orang yang mau memikulnya sedikitpun, meskipun karibnya sendiri” (Qs. Fatir [35]: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah SWT untuk Terikat dengan Hukum-Nya&lt;br /&gt;Banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an menegaskan hal ini. Misalkan:&lt;br /&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (Qs. an-Nisa’ [4]: 65)&lt;br /&gt;“Apa yang diberikan Rosul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya” (Qs. aL-Hasyr [59]: 7)&lt;br /&gt;Suatu ketika Abu Najih AL ‘Irbadi bin Sariyah menuturkan tentang Nabi. Rosulullah SAW, tutur beliau, telah memberikan suatu nasehat kepada kami dimana nasihat itu mampu untuk menggetarkan hati dan mencucurkan air mata, kemudia kami berkata: “Wahai Rosululallah, nasihat itu seakan-akan suatu nasihat yang disampaikan kepada orang yang akan ditinggalkan . karenanya berilah kami wasiyat.” Beliapun bersabda: “Saya berwasiyat kepada kamu sekalian agar selalu taqwa kepada Allah serta selalu mendengar dan taat walaupun yang memimpin kamu adalah seorang budak dari ethopia. Dan sesungguhnya siapa saja diantara kamu sekalian yang dilanjutkan usianya niscaya mereka akan melihat banyak perselisihan. Oleh karena itu, kamu sekalian harus berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu (peganglah teguh-teguh sunnahku itu), dan janganlah kamu sekalian mengada-ada dalam urusan agama karena sesungguhnya setiap bid’ah itu adalah sesat” [HR. Abu Daud dan Tirmidzi]&lt;br /&gt;Jadi Islam telah menetapkan bagi manusia suatu tolok ukur untuk menilai segala sesuatu, sehingga dapat diketahui mana perbuatan yang terpuji (baik) yang harus segera dilaksanakan dan mana perbuatan tercela (buruk) yang harus segera ditinggalkan. Tolak ukur ini, sekali lagi, adalah hukum syara’ yakni aturan-aturan Allah SWT yang dibawa Rosulullah SAW dan bukan akal dan hawa nafsu manusia. Sehingga apabila syara’ menilai perbuatan tersebut itu baik, maka baiklah perbuatan itu baik, begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, manusia akan dapat menjalani kehidupan dimuka bumi ini dengan berada diatas jalan yang lurus (benar), jalan yang akan mendatangkan kebahagiaan, kedamaian dan ketentraman. Hal yang wajar sebab mereka berjalan diatas ketentuan-ketentuan Allah SWT yang telah menciptakan dan mengatur mereka dan mengetahui secara pasti mana yang baik dan buruk bagi manusia. Sebaliknya, jika manusia menjadikan akal dan hawanya untuk menentukan mana yang baik dan yang buruk, atau dengan kata lain mereka membuat aturan yang bertentangan dengan aturan yang diturunkan Allah SWT sehingga mereka berjalan diatas jalan yang salah, maka yang akan didapatkannnya hanyalah kesengsaraan, kekacauan, kerusakan, kegelisahan dan berbagai bencana yang silih berganti. Allah SWT berfirman: “Telah tampak kerusakan didart dan dilaut disebabkan karena perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).” (Qs. Ar-Ruum [30]: 41)&lt;br /&gt;Dalam terikat dengan hukum syara’ ini tidak layak ditunda-tunda. Rosulullah SAW bersabda: “Bersegeralah kamu sekalian untuk melakukan amal-amal shalih, karena akan terjadi suatu bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita dmana ada seorang pada waktu pagi beriman tapi apda waktu sore ia kafir; pada waktu sore ia beriman tetapi pada waktu pagi ia kafir; ia rela menukar agamanya dengan sedikit keuntungan dunia” [HR. Muslim]&lt;br /&gt;Bila hadits ini kita renungkan, rasanya dewasa ini hampir atau bahkan telah terjadi. Betapa banyak godaan, halangan, dan tantangan yang menghadang didepan orang yang akan melakukan kebaikan. Sebaliknya, betapa banyak dorongan dan kemudahan untuk melakukan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KhatimahBerdasarkan pemaparan diatas jelaslah bahwa manusia itu lemah dan terbatas. Seluruh perbuatannya akan dihisab oleh Allah Dzat Maha Cepat Hisab-Nya, sementara Allah SWT Maha Tahu atas seluruh perbuatan manusia termasuk isi hatinya, malaikatpun mengawasinya, Dia pun memerintahkan untuk selalu terikat dengan hukum-hukum-Nya. Semua ini meniscayakan orang yang takut akan hari kiamat untuk selalu terikat pada hukum Allah. Untuk itu perlu memahami bagaimana hukum Allah mengatur kehidupan dia didunia. Caranya tidak lain, kecuali dengan kita mengkaji Islam dengan istiqomah. Karenanya, setiap muslim yang ingin berbahagia akan selalu berupaya untuk mendalami Islam dan menerapkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8101374320744147266-7821117170193308143?l=mahyuni-bjm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/feeds/7821117170193308143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8101374320744147266&amp;postID=7821117170193308143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7821117170193308143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8101374320744147266/posts/default/7821117170193308143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mahyuni-bjm.blogspot.com/2007/11/berbuat-taat-untuk-meraih-kebahagiaan.html' title='Berbuat Taat Untuk Meraih Kebahagiaan'/><author><name>mahyuni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10722842776234126396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8101374320744147266.post-255105481757659142</id><published>2007-11-06T10:12:00.000Z</published><updated>2007-11-06T10:13:04.375Z</updated><title type='text'>Aqidah: Spiritualitas Seorang Muslim</title><content type='html'>Seorang muslim adalah orang yang telah menyerahkan seluruh jiwa raganya kepada Allah SWT, sebagaimana yang senantiasa ia ikrarkan pada permulaan setiap kali dia melaksanakan sholat:&lt;br /&gt;«وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِى، ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ، وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.&lt;br /&gt; “Aku hadapkan wajahku kehadirat Sang Pencipta langit dan bumi sepenuh ketundukan dan kepasrahan diri, dan bukanlah aku dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidup dan matiku hanyalah bagi Allah Sang Penguasa semesta alam. Tiada sekutu apa pun bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan sedang aku termasuk dari orang2 muslim.” (Lihat Ali Raghib, Ahkamus Sholat hal 127).&lt;br /&gt;          Namun terkadang kita sebagai muslim lupa bahwa setiap hari, minimal lima kali kita mendeklarasikan penyerahan kita kepada Allah SWT  sebagaimana tersebut di atas.  Di dalam sholat kita menyatakan pasrah diri dan tunduk kepada Allah, namun di luar sholat tidak jarang di antara kita ada yang berani menentang perintah Allah SWT, bahkan ada yang berani menyelewengkan agama Allah Azza wa Jalla.  Astaghfirullah! &lt;br /&gt;Kenapa hal itu bisa terjadi?  Tidak lain adalah karena miskinnya spiritualitas di antara kita, bahkan ada yang tidak paham apa itu spiritualitas bagi seorang muslim.  Oleh karena itu, tulisan ini akan menyegarkan kembali ingatan kita pada spiritualitas seorang muslim.  Moga-moga mengingatkan kembali jati diri kita sebagai seorang muslim, hamba Allah Yang Maha Pengasih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Spirit, Aspek Spiritual, dan Spiritulitas&lt;br /&gt;          Spirit dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 1996) diartikan sebagai jiwa, sukma, dan roh.  Juga diartikan semangat.  Satu kesalahan besar yang dilakukan oleh para filosof Barat dan Yunani selama berabad-abad adalah urain mereka bahwa manusia itu terdiri dari roh dan jasad, dimana roh, menurut mereka adalah bagian dari Tuhan, dan manakala roh itu dominan dalam diri seseorang, dia akan menjadi manusia yang baik, karena mendekati sifat-sifat ketuhanan.  Sebaliknya, manakala yang dominan adalah jasadnya, manusia menjadi buruk sifatnya.  Tentu saja teori jasmanani-rohani  itu tanpa bukti, baik empirik maupun informasi dari kitab suci. Secara faktual, teori kuno  itu tak bisa dibenarkan, karena nyawa manusia itu tidak bertambah dan berkurang dengan luhur dan rendahnya sifat manusia.&lt;br /&gt;          Roh dalam arti sukma atau nyawa manusia  (sirrul hayah) adalah rahasia Tuhan.  Manusia hanya bisa merasakan atau mengindera bekas-bekas adanya roh itu, seperti gerakan fisik, tumbuh, dan menjadi banyak.    Tapi hakikat roh penyebab itu semua tak mungkin diketahui manusia.  Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا&lt;br /&gt;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".(QS. AL Isra’ 85).&lt;br /&gt;          Oleh karena itu, roh yang dimaksud manusia—termasuk bangsa Barat dan Yunani yang salah alamat di atas—bukanlah nyawa, atau bagian yang ada dalam diri manusia, tapi merupakan sifat dari luar yang  diinginkan manusia agar bisa mempengaruhi perbuatannya.  Dan ini hanya bisa terjadi manakala manusia menyetir perbuatannya dengan aturan dari Dzat Yang Maha Luhur, yakni Allah SWT.  Oleh klarena itu, roh atau spirit yang dimaksud adalah kesadaran hubungan manusia dengan Allah Sang Maha Pencipta.     Itulah arti spirit yang sebenarnya bagi manusia, yang dapat  membuatnya menjadi muslim sejati.&lt;br /&gt;          Dengan memahami arti spirit sebagai keadaran hubungan seorang muslim dengan Allah SWT, maka seorang muslim dapat memahami adanya aspek spiritual dalam dirinya, kehidupannya, maupun alam smesta tempatnya berpijak.  Dirinya, kehidupannya, maupun alam semesta memiliki hubungan dengan Allah SWT, yaitu sebagai makhluk ciptaan-Nya.  Sehingga masing-masing punya aspek spiritual.  Aspek spiritual dirinya sebagai manusia bagi seorang muslim  adalah keberadaan dia sebagai manusia ciptaan Allah SWT.  Al Quran membimbingnya dalam firman Allah:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.(QS. Al Baqarah 21). &lt;br /&gt;Juga dapat dilihat pada QS. An Nisa 1, Ar Ruum 20, As Sajdah 7, AL Mukmin 67, Ar Rahman
